Dilema Hebi dan Tim 7

Naruto©Masashi Kishimoto

Story © chezahana-chan

Genre : Romance/Friendship

Warning : Semi-Canon, OOC, Typo, a little bit of Yaoi (maybe), dll

Summary :

Setelah Sasuke kembali ke Konoha, ternyata banyak lelaki yang menyukai Sakura. Namun Sakura masih memendam perasaan pada Sasuke. Disisi lain, Sasuke mengidap sindrom Yaoi. Mampukah Sakura menerima Sasuke yang seperti itu?

.

.

Chapter 1

Kebenaran Yang Tak Terungkap

.

.

.

Setahun setelah Perang Dunia Keempat

Pagi itu masih sama seperti biasanya. Matahari masih terbit dari timur. Burung-burung masih berkicau mendendangkan senandung alam. Lalu ayam pun berkokok membangunkan tiap insan yang masih terlelap dalam mimpi. Sisa-sisa perang seperti sudah tak terlihat lagi. Suasana tampak tenang dan damai. Dan hanya butuh satu tahun untuk mengembalikan keadaan tentunya setelah perang. Keadaan yang sedikit tidak masuk akal. Tapi itulah kenyataan. Lagipulaa, pembangunan rumah penduduk hampir sepenuhnya mendapat bantuan dari Yamato yang memiliki elemen tanah. Cukup mudah kan?

Gadis itu tengah bersiap menjalankan tugasnya sebagai kunoichi medis Konoha. Dia bangun pagi-pagi sekali. Sekitar pukul 04.30. Selesai sarapan dan mandi, dia pun langsung memakai baju kebesaran ninjanya dan berdiri di depan cermin sambil menatap lekat tubuhnya. Lumayan manis, pikirnya. Dia tersenyum kala mengatakan itu sambil memakai ikat kepala ninjanya.

"Oke Sakura. Hari ini kau siap bekerja!" ujarnya penuh semangat. Tak lama setelah merapikan rambut sebahunya itu, dia pun beranjak keluar dari apartemennya setelah sebelumnya mengunci pintunya.

#Dilema Hebi dan Tim 7#

"Hei Sasuke! Cepat bangun!" seru seorang perempuan berkacamata sambil berkacak pinggang. Dia seedari tadi mendengus kesal karena yang dibangunkan tak jua bangun dari mimpinya yang mungkin tentang tomat dan ayam kampung. Oh yeah, mimpi yang tidak berkelas untuk Uchiha sepertinya.

Pemuda itu menggeliat pelan sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya. Oh God! Ada apa dengan Uchiha yang satu ini? Kelakuannya makin buruk saja.

"Huh, kalau kau tak mau bangun juga, aku akan menghukummu Sasuke," kata Karin mengancam sambil menyeringai layaknya nenek lampir yang sedang dihadapkan pada mangsanya. Dan jika Karin diibaratkan nenek lampir, maka Sasuke adalah ayam yang menjadi mangsanya. Perlukah kita bilang, 'WAW'? Tidak perlu.

Perempuan pecinta parfum itu pun langsung meninggalkan Sasuke yang masih berbaring di ranjangnya. Dia pergi ke kamar mandi dan mengambil segalon air dingin sambil menyeringai tidak jelas tentunya. Persis seperti hantu tapi sayangnya dia nyata.

"Kali ini aku akan menghukummu, Sasuke."

BYUUUR

"Apa ini?" tanya Sasuke datar yang langsung terbangun dan menyingkap selimutnya. Ditatapnya sosok kasat mata itu yang terlihat terkejut dengan terbangunnya si anak ayam Uchiha.

"Sa-Sasuke... A-aku..."

"Berisik."

GLEK

Satu kata dari Uchiha itu langsung membuat Karin menelan ludahnya―terpaksa. Dia bisa merasakan aura jahat yang menguar kuat di sekitar Sasuke. Memang beginilah keadaannya. Sasuke selalu memiliki mood yang buruk sehabis bangun tidur, apalagi dibangunkan secara paksa seperti itu. Tentunya bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Dan inilah yang ditakutkan Karin setelah tak lama kemudian Sasuke berdiri dan menghadap perempuan berkacamata super tebal itu. Tatapan mata pemuda itu super duper dingin seperti es di kutub selatan, atau mungkin lebih dingin dari itu. Karin kembali menelan ludahnya sementara keringat dingin memenuhi wajahnya yang lumayan cantik. Kali ini dia benar-benar bisa mati. Setidaknya itulah yang dia pikirkan.

Kembali ingatan akan Sasuke yang hendak membunuhnya muncul menjadi satu dari serpihan-serpihan kenangan yang ingin dia lupakan. Akankah hal itu terulang kembali? Jika ia berpikir seperti itu, kenapa dia masih setia pada Sasuke, padahal dia bilang sudah tak mau peduli lagi? Sungguh tak ada yang mampu mengerti jalan pikiran wanita itu.

Karin menaikkan kacamatanya yang dari tadi terus merosot turun. Tatapannya tak lepas dari pemuda yang satu itu. Chakra Sasuke semakin dingin. Itulah yang Karin rasakan.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

"Aku mau ke toilet. Minggir."

Gubrak

Karin cengo. Dan Sasuke dengan santainya menggeser tubuh Karin yang sedari tadi menghalangi jalannya. Tatapan mata onyxnya datar tanpa dosa. Membuat yang melihat akan langsung geleng-geleng kepala. Dasar Uchiha.

#Dilema Hebi dan Tim 7#

"Kau datang lebih awal dari biasanya, Sakura." Tsunade tampak senang dengan kedatangan murid kesayangannya itu di kantornya. Dia tersenyum tipis namun bahagia.

"Iya Shishou. Hari ini banyak sekali operasi. Para ninja yang terluka sehabis perang pun masih banyak yang harus berobat jalan. Jadi aku akan sibuk sekali," sahut Sakura mantap. Tsunade yang kala itu duduk di kursi Hokage-nya hanya menatap muridnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia pun langsung menenggak sake yang ada di mejanya.

"Shishou, ini kan masih pagi? Kenapa minum sake?" tanya Sakura yang lebih tepatnya disebut menegur. Tsunade malah tertawa pelan mendengar ucapan Sakura. Membuat gadis itu bingung apa sebabnya.

"Cobalah untuk menikmati hidup, Sakura. Jangan terfokus pada dua bocah itu."

"Eh? Ma-maksud Shishou apa?" tanya Sakura dengan wajah memerah seperti tomat. Tsunade bukannya menjawab, tapi malah tertawa. Membuat Sakura kehilangan selera untuk berbicara pada Hokage yang tua itu.

"Kau pura-pura tidak tahu atau bagaimana?" goda Tsunade yang masih tertawa pelan. Sepertinya dia sangat menikmati itu. Sakura terlihat sedikit kesal. Dia menarik napasnya pelan, lau berkata, "Aku harus ke rumah sakit sekarang. Aku permisi Shishou." Sakura pun akhirnya keluar dari ruangan itu dengan hati yang setengah mati kesal karena sikap dan ucapan Tsunade.

"Kau lihat itu Kakashi? Sepertinya dia memang butuh pendamping," ujar Tsunade pada Kakashi yang ternyata berada dibalik jendela belakang tempat duduknya.

"Dia hanya butuh waktu," sahut Kakashi sambil tersenyum tipis dibalik masker yang menutupi wajahnya.

"Tapi aku rasa sudah saatnya," kata Tsunade lagi yang diakhiri dengan seteguk sake yang masih tersisa di botolnya. Kakashi kembali tersenyum sambil menjawab, "Hn."

Tsudzuku

A/N : Maaf klo kependekan. Saya lagi buru-buru, tapi pengen cepet update. Hehehe.

Terima kasih buat yang udah review. Maaf belum bisa dibales...

Salam hangat.

cheza-chan ^^

271011