Hari pertama di Konoha Kirito, Asuna dan Yui menghabiskan waktu dengan berkeliling, sedangkan player bernama Naruto ijin untuk logoff sebentar.
"Kita ke hutan Konoha yuk?" Ajak Kirito yang sedari tadi melihat peta Konoha, ia nampak antusias dengan tawarannya dan Asuna hanya menghela nafas pasrah. Kirito sudah mulai bersemangat dengan game barunya ini, padahal umurnya sudah tidak lagi masih muda.
"Aku maauu!" Kini Yui ikutan menyetujui ia berlari mendahului, mau tidak mau Asuna mengangguk lesu mengiyakan.
Sudah mendapatkan jawabannya Kirito segera menarik tangan Asuna mengejar Yui yang sudah terlebih dahulu berlari menuju daerah hutan, yang katanya disana kita bisa berburu point. Dan itu sangat menggiurkan sekali bagi seorang Kirito.
.
.
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
Sword Art Online © Reki Kawahara
Inspirated: Shinobi Online By rifuki
Story By Yumi Murakami
Warning: Canon-SemiAU,Typo(s), OOC tapi aku usahain IC, OC, Crossover, Istilah game.
.
.
.
.
.
Chapter 2 : Enemy or Friends
.
.
Battle Shinobi Online
.
.
"Katon: Gokayoo no Jutsu!"
Bola api besar keluar dari mulut pemuda raven itu yang tertuju pada beruang besar dihadapannya, hanya butuh lima detik baginya untuk mengalahkan musuh kecil seperti beruang tadi yang langsung berubah menjadi partikel lalu muncul data EXP dan Den yang ia peroleh.
Gadis yang sedari tadi duduk di atas dahan pohon dekat pemuda raven turun dengan mulusnya menapak tanah, ia berlari menghampiri seraya berteriak memanggil nama orang yang ia tuju. "Sasuke-kuuunn~"
Pemuda dengan pakaian yukata putih terbuka hingga dadanya terlihat itu menoleh mendengar namanya terpanggil. Sama sekali tak risih dengan gadis yang kini sudah bergelayut manja di lengan kirinya, ia memaklumi. Bagaimanapun juga mereka mempunyai hubungan.
"Ada luka kah?" Tanya gadis itu menatap manik onyx yang jarak tubuhnya hanya seleher pemuda raven─Sasuke.
Sasuke menggeleng sebagai jawaban, "Iya pun ada itu tak berpengaruh sama sekali bagiku."
"HP mu berkurang, aku tambahkan ya?" Berniat menempelkan gelombang chakra ditangannya sebelum dihentikan oleh Sasuke. Ia menggeleng, "Tidak perlu, besok juga bertambah sendiri."
"Tapi Sasuke-kun─"
"Kalau kau bicara lagi, akan kucium kau." Mulut gadis bernama persis dengan musim semi terbungkam mendengar penuturan pasangan permainannya. Wajahnya langsung memerah malu.
DHUUAARR
Sasuke dan gadis disampingnya langsung terkesiap mendengar ledakan tadi, mereka langsung memasang kuda-kuda berjaga mungkin ada pertarungan mendadak.
Mencari asal ledakan tersebut Sasuke menarik lengan gadisnya, berlari ke arah ledakan tadi. Kemudian ledakan kedua menyusul, Sasuke menambah lariannya ketika ia merasa ledakan itu semakin dekat.
Dan sampailah ia. Tidak langsung turun dari dahan, hanya melihat siapa pembuat ledakan itu. Mengaktifkan jurus terkhususnya─Sharingan yang mengubah warna matanya menjadi merah darah dengan tiga titik tomoe mengitarinya, ia memperhatikan keadaan sekitar. Dengan mudah Sasuke bisa menemukannya, dibawah sana terdapat dua orang yang sedang bertarung melawan monster berlevel tinggi. Mungkinkah mereka berniat mencari raja stage satu?
"Siapa mereka? Aku tak mengenalinya, tapi hitai-ate mereka Konoha." Tanya Sakura─gadis yang ada digenggaman Sasuke kini tampak memperhatikan kedua orang dibawah mereka. "Level mereka masih rendah, berarti player baru."
Sedikit takjub memang─terpaksa mengakuinya- melihat gerakan salah satu dari mereka dalam memainkan pedang. Cara bertarungnya pun tidak bisa dibilang newbie, apalagi yang satunya lagi. Gerakannya cepat, seperti tahu titik-titik lemah lawan dan dengan cepat mengurangi HP lawan. Mereka sangat hebat. Bisa dipastikan merek ahli dalam bermain pedang di dunia nyata sana. Atau sudah terbiasa menggunakan pedang.
Seringai muncul diwajah Sasuke melihat hal itu, ia ingin menguji mereka dengan kekuatannya. Apakah ia masih unggul atau akan terkalahkan oleh dua orang newbie yang bahkan sepertinya baru beberapa jam berada di BSO.
"Switch!"
"Byokai!"
Dengan cepat mereka berganti tempat, bergiliran melawan musuh dan dalam beberapa tebasa salah satu dari mereka yang lelaki bisa menghancurkan monster itu. Merubahnya menjadi partikel.
"Yes! Kau lihat?"
"Sombong!"
"Kalian hebat!"
Eh? Ternyata mereka bertiga, tapi orang yang baru muncul ini nampak seperti anak umur 10 tahunan. Memang game ini bisa dimainkan oleh semua umur, tapi Sasuke baru tahu kalau ada anak 10 tahun macam dia tertarik untuk ikut bertarung seperti seumuran Sasuke yang biasanya lebih tertarik di dalam desa, apalagi ia perempuan. Atau hanya mengikuti kedua orang itu, dilihat anak itu tidak ikut bertarung.
"Sasuke-kun?" Melihat kekasihnya hanya diam memperhatikan ketiga orang itu Sakura menggerakan lengan Sasuke untuk menyadarkan dari pikirannya.
Menoleh sebentar sebelum kembali menatap ketiga orang tadi yang nampak bahagia mengalahkan monster tadi. Tanpa memberi tahu Sakura terlebih dahulu atau ikut menyeretnya seperti tadi Sasuke turun dari dahan diikuti Sakura dibelakangnya.
Ketiga orang itu─minus anak kecilnya langsung kaget atas kedatangan Sasuke dan Sakura, langsung memasang sikap waspada.
"Te-tenanglah, kami bukan musuh." Ujar Sakura mengangkat tangannya menenangkan.
Kedua orang tadi menurunkan pedangnya mempercayai perkataan Sakura. Namun tidak dengan yang lelaki, ia menatap tajam Sasuke yang sudah sedari tadi memandangnya seakan dirinya adalah musuh.
"Ano.. Kalian player baru?" Tanya Sakura mendekati mereka, tapi ditahan oleh Sasuke. Sakura menoleh menatap Sasuke seakan mengatakan 'semuanya baik-baik saja' yang akhirnya genggaman Sasuke terlepas. "Namaku Haruno Sakura, dia Sasuke."
"Aku Yuuki Asuna," gadis berambut coklat itu menunjuk dirinya, lalu beralih ke pemuda disampingnya yang berambut hitam. "Dia Kiriga─ehem dia tidak mau memberi tahukan nama lengkapnya jika di game. Panggil saja Kirito." Ujarnya tertawa yang disambut tawa juga oleh Sakura, pemuda yang disebut Kirito tadi hanya melirik sinis Asuna. "Kalau dia Yui." Lanjut Asuna mendekatkan anak kecil berambut hitam panjang padanya.
"Ne.. Kawaii.." Tidak tahan dengan wajah lucu Yui, tangan Sakura bergerak mencubit pipi Yui gemas. "Adikmu?"
"Aa.. Dia─"
"Sebenarnya kalian siapa?" Kirito yang sepertinya tidak menyukai Sakura dan Sasuke memotong kalimat Asuna. Ia memandang tak suka pada Sasuke yang juga menatap Kirito meremehkan.
"Ka-kami sudah mengenalkan diri kami kan?" Diliriknya Sasuke dibelakangnya lalu pada Kirito dan bisa ditebak olehnya, mereka berdua sedang perang tatap. Mendesah lelah Sakura berucap, "Sasuke-kun bisakah kau berhenti menatapnya seperti itu, kita jadi tidak bisa dipercaya kan. Kau menakutkan."
"Cabut pedangmu dan mari bertarung." Mengacuhkan kalimat Sakura yang malah mencabut pedang dibelakang tubuhnya dan mengarahkan pada Kirito.
"He-hei, Sasuke─"
"Aku ingin tahu skill-mu, newbie."
Melihat Sasuke yang sepertinya terobsesi pada Kirito, Sakura hanya menghela nafas lalu berbisik pada Asuna untuk menjauhi dari kedua orang itu karena urusan pria itu lebih berat.
"Maafkan Sasuke-kun ya? Dia memang seperti itu."
"Ahh.. Tidak apa-apa, tenang saja Kirito-kun pun suka sekali bertarung jadi tidak apa-apa. Tapi apakah tidak apa-apa bertarung antar pemain seperti ini? Apa tidak akan jadi PK?"
"Tenang saja, asal tidak sampai membunuh player lain. Hanya sampai membuat HP-nya merah saja itu sudah menandakan bahwa bertandingan usai dan dia kalah. Semuanya sudah terotomatis. Tapi jika player melanggar dan tetap berkeinginan meneruskan hingga membunuh barulah ia disebut PK (Player Killer)." Jelas Sakura panjang lebar mengenai sistem pertandingan di BSO. "Pertarungan ninja antar player itu wajar."
"Souka.." Sahut Asuna pendek sebagai respon. Asuna tidak sempat membaca panduan game ini jadi ia masih buta sistem game Battle Shinobi Online yang baru dimainkannya dengan Kirito. "Kau player lama?"
"Aku sudah bermain BSO hampir 7 bulan dan sudah level 22. Tapi aku sering vakum karena Real Life. Sasuke-kun juga." Sakura tersenyum seraya mengangkat tangannya membentuk 'peace'.
Beralih ke para pria disana, Kirito nampak menarik pedang dipunggungnya. Mata serupa itu saling menatap satu sama lain dengan tajam.
"Kau tahu sistemnya kan? Atau harus kujelaskan?" Tanya Sasuke dengan seringainya mengangkat kepala seolah meremehkan.
"Aku sudah tahu." Berbeda dengan Asuna, Kirito sudah membaca semua isi dari penjelasan dari buku panduan sebelum ia login ke BSO ini. Masih tampak santai menghadapi pemuda beryukata putih didepannya, dan itulah karakternya dalam setiap pertempuran dari dulu. Walaupun ia tahu, player yang dilawannya bukan player berlevel setara dengannya, tapi levelnya sudah 56 jauh darinya yang baru level 8.
"Tidak usah melihat level, tapi skill." Sasuke melesat menyerang Kirito secara tiba-tiba sedangkan Kirito yang baru mengangkat pedangnya kaget. Untunglah ia cepat dan bisa menangkis pedang Sasuke yang hanya menjadi hantaman. Percikan karena aduan pedang itu muncul.
Terjadi dorong-dorongan antara kedua pemilik pedang beda jenis itu, hingga Sasuke menyentakkan pedangnya. Mereka melompat menjauh. Namun dengan cepat pula Kirito maju untuk menyerang Sasuke, sebenarnya Kirito belum tahu apapun tentang jurusnya dan baru tiga jurus yang ia ketahui itulah alasan sampai sekaran ia belum mengeluarkannya jurusnya untuk menyerang Sasuke, hanya menggunakan tekhnik pedangnya untuk menyerang.
Sasuke bisa membaca setiap pergerakan Kirito menggunakan Sharingannya membuatnya lebih mudah untuk menangkis dan menyerang Kirito. Kirito yang sudah menerima banyak serangan mencoba menebas Sasuke yang lagi-lagi ditahan. Membuatnya terpental ketika Sasuke mendorongnya.
Teringat salah satu jurus yang sempat ia baca dan caranya. Kirito nampak menancapkan pedangnya lalu melakukan suatu segel jurus, Sasuke tahu itu dan segera membuat segel jurus yang sama seperti Kirito.
"Katon: Gokakyu no jutsu." Seru mereka bersamaan. Dua bola api itu saling berbenturan dan mendorong. Disaat pandangan Kirito tertutup kobaran api tersebut tiba-tiba muncul tombak listrik mengarah padanya, langsung melompat kesamping menghindari serangan dadakan tersebut yang hanya mengenai lengannya.
Ia terjatuh terkena serangan tadi, ketika kobaran api itu menghilang pemandangannya berubah dengan sosok Sasuke yang ada dihadapannya. Pedang yang ia pegang mengeluarkan listrik berarti tombak listrik tadi berasal dari Sasuke.
Sasuke mengarahkan Kusanagi teraliri listrik pada Kirito yang berhasil Kirito hindari. Berpikir sebentar Kirito berguling mengambil pedangnya kembali lalu menyerang Sasuke dan tetap bisa ditepis.
Sebelah tangan Sasuke masih menahan sedangkan tangan yang satu nampak sedang mengumpulkan kekuatan. Petir lagi.
"Chidori!"
Kirito berhasil mundur untuk menghindar ketika Sasuke mengarahkan chidori padanya, ia kembali mengingat jurus apalagi yang ia ketahui dan dengan cepat ia mengingatnya. Membuat segel untuk menciptakan jurus.
"Katon: Hosenka no jutsu."
Serangannya bisa ditahan lagi dengan jurus yang sama. Kirito mendecih kesal, lawannya berat. Disaat pandangan masih tertutup api Kirito bergerak kearah..
"Kyaa!"
Sasuke tahu kemana arah Kirito, ia hanya diam hingga Kirito kembali dengan dua pedang ditangannya. Yang satunya milik Asuna yang sempat ia ambil tadi.
"Sudah lama aku tidak memakai dua pedang." Ujar Kirito.
"Kirito no baka seenaknya mengambil pedangku!" Dipinggir Asuna berteriak marah pedangnya telah dipinjam tanpa izin oleh Kirito.
"Nanti kukembalikan."
"Tch.. Kau kekurangan pedang sampai pinjam pacarmu?" Ledek Sasuke masih dengan seringainya.
"Aku biasa menggunakan dua pedang, tapi sekarang aku hanya punya satu. Terpaksa aku pinjam. Tidak melanggar aturan kan?"
"Iie." Sasuke menggeleng mengangkat bahu acuh. HP-nya juga berkurang walau tidak signifikan, jika Kirito sudah mencapai garis kuning itu tandanya sedikit lagi. Sasuke ingin menggunakannya tapi sepertinya belum saatnya.
"Sayangnya pedang Dark Repulser-ku tidak bisa diambil dan hanya Elucidator saja. Ya sudah."
"Aku tidak peduli." Setelah mengatakannya Sasuke kembali melesat dengan pedang yang dialiri petir menyerang Kirito.
Kirito merendahkan tubuhnya, kemudian menyebutkan jurusnya. "Starburst Stream."
Terjadi benturan-benturan antar pedang, Sasuke dengan Kusanagi-nya dan Kirito dengan Elucidator dan pedang Asuna. Gerakan Kirito semakin cepat sedangkan Sasuke yang dasarnya memang cepat masih bisa menyaingi gerakan Kirito walau tidak sedikit ia terkena tebasan.
Kirito menyilangkan pedangnya menghalau Kusanagi Sasuke lalu menghempaskannya, Elucidator diarakan ke leher tapi Sasuke dengan cepat bisa menghindar dan hanya menggores pipi. Pertarungan semakin sengit, kedua gadis dipinggir tempat bertarung sedikit khawatir dengan keduanya. Takut jika Sasuke atau Kirito kelepasan yang justru akan jadi bahaya.
Seimbang di serangan terakhir, mereka sama-sama terpental jauh. Nafas mereka pun tersenggal akibat pertarungan tadi. Sebentar lagi. Tapi HP mereka hampir sama garisnya berarti sama-sama terdesak. Sasuke mendecih kesal, apakah harus sekarang?
Kirito kembali melesat menyerang Sasuke sedangkan pemuda berambut raven itu tidak sempat mengangkat pedangnya. Bagi Kirito inilah kesempatannya. Ia mendapatkan celah Sasuke.
'Sial!'
Triing
Terjadi benturan, padahal dirasa tak ada penghalang apapun disekitar Sasuke tapi kenapa serangan pedangnya dihalau.
"Susano'o!"
"Argh!"
Kirito terlempar terkena tekanan dari Sasuke cukup jauh, berakibat HP-nya yang berakibat hanya karena tekanan tadi. Bangun dari jatuhnya bisa dilihat ada sesuatu yang menyelubungi Sasuke berwarna ungu berbentuk monster aneh.
"Gawat!" Seru Sakura yang melihat kekuatan sakral Sasuke dikeluarkan. "Dia mengaktifkan Mangekyo Sharingan-nya!"
"Ada apa?" Asuna yang nampak kebingungan bertanya.
'Sasuke serius dengan pertarungan ini.'
Lewat mata Sakura seringai menakutkan Sasuke melebar dan semakin merendahkan, mata yang tadi hanya terdapat tiga tomoe dengan warna dasar merah kini berubah menjadi pola bintang yang indah. "Aku sudah tidak peduli dengan sebutan PK."
Monster ungu yang menyelubungi Sasuke bergerak, tangan monster yang membentuk seperti panah mengarah pada Kirito. "Ucapkan sampai jumpa." Setelah itu panah tersebut melesat cepat kearah Kirito, kecepatannya seperti cahaya dan pastinya Kirito sulit untuk menghindar. Ia hanya menutup mata erat dan mendengar teriakan Sakura, Asuna juga Yui.
Hingga detik kesepeluh tak terjadi apapun. Hanya suara ledakan yang Kirito dengar dan rasanya tubuhnya tergerak. Apa seperti ini jika mati di game Battle Shinobi Online? Tidak ada tulisan yang menyatakan dirinya mati.
"Kau gila Sasuke!"
Terdengar teriakan kencang dekat dengannya, segera Kirito membuka matanya untuk melihat sosok yang dari suaranya ia kenal.
Sosok itu diselimuti chakra oranye, wajahnya tak terlihat karena mengarah pada Sasuke. Tapi dari penampilannya Kirito tahu siapa orang ini.
"Naruto?"
"Kirito? Kau tak apa?" Ia menoleh pada Kirito disampingnya, benar saja itu Naruto. Player pertama yang Kirito temui.
Berusaha bangkit dibantu Naruto walau agak sulit Kirito juga menatap Sasuke yang pipinya teraliri darah dari matanya. Kekuatan macam apa tadi, sangat cepat dan.. mengerikan. Gam ini memang hebat, semuanya tampak nyata. Darah yang teralir di pipi Sasuke pun nampak nyata, bukan maya. Dan rasa sakit ini pun dirasakan oleh Kirito. Emosinya sangat kentara antara takut, marah dan sebagainya. Game baru ini menakjubkan.
Kirito tersadar dengan kekagumannya pada Battle Shinobi Online, game MMO terbaru ini. Dan kembali pada masalah utamanya dengan lelaki beryukata putih didepannya.
Asuna dan Yui langsung mendekati Kirito sedangkan Sakura masih berdiam diri di pinggir. Ia bingung harus kemana.
"Kembalilah ke stage 9, karena disini bukan tempatmu." Ujar Sasuke menghilangkan makhluk berwarna ungu tadi.
"Kau..!" Naruto menggeram marah, tangannya terkepal menahan emosi yang rasanya ingin sekali kepalan ini ia arahkan ke wajah tampan pemuda bernetra obsidian itu─Sasuke sudah menormalkan kembali mangekyo-nya.
"Aku ingin melawanmu ditempat yang seharusnya, bukan disini, Naruto."
"Tidak usah membahas itu! Kau hampir membuatnya mati─"
"Mati di sini tidak akan mempengaruhi dengan dunia nyata, hanya tiga hari saja dia tidak bisa bermain. Jadi, tidak masalahkan." Memotong kalimat Naruto yang ingin marah-marah Sasuke segera memotong dengan nada suaranya yang terkesan dingin dan datar.
Bugh
Padahal tadi Naruto ada disamping Kirito dan dalam kedipan mata sudah ada disana, memukul Sasuke yang tanpa perlindungan itu. Wajahnya tertoleh akibat tinjuan keras tadi.
"Sasuke-kun!"
"Kau brengsek!" Kedua tangan Naruto menarik kerah yukata putih Sasuke. Mata yang biasanya berwarna biru itu kini menjadi berwarna jingga akibat chakra yang menyelubungi tubuhnya menatap mata hitam yang sudah berubah normal.
Bugh
Pukulan balasan mengenai perut Naruto dari Sasuke, sukses melepaskan pegangan pada kerah yukatanya.
"Jangan paksa aku untuk membunuhmu, Naruto."
"Huh! Jika kau membunuhku semuanya akan usai seperti dulu. Tidakkah kau bosan untuk membunuhku dua kali?" Mengusap sudur bibirnya Naruto berkata ambigu yang sama sekali tidak dimengerti oleh ketiga orang dibelakangnya.
"Sakura, ayo pergi." Sasuke melompat ke dahan pohon dan berhenti sebentar menunggu Sakura yang masih bimbang. Ia menengok antara Sasuke, Naruto dan Kirito serta yang lainnya. Semua yang ada disini sudah memiliki hubungan dengannya. "Ayo cepat!"
Tersentak ketika mendengar bentakan Sasuke ia langsung melompat menyusul Sasuke setelah menengok sebentar kebelakang lalu mengikuti pemuda raven itu.
Chakra orange menghilang dari tubuh Naruto yang masih terduduk akibat pukulan Sasuke tadi. Ia menatap kepergian kedua orang tadi, lalu memukul tanah dibawahnya. Ia menggeram untuk kesekian kalinya.
"Sialan!"
Kirito yang merasa kasihan mendekati Naruto. "Kau mengenalnya?"
Bisa dilihat wajah Naruto menyendu, membuat Kirito dan yang lainnya kebingungan. "Mereka sahabatku."
"A-apa?" Itulah tanggapan Kirito dan Asuna ketika mendengarnya. Ternyata Sasuke dan sakura adalah sahabat Naruto. Pantas saja Sakura nampak bimbang dengan keputusannya ingin tetap atau mengikuti Sasuke, apalagi pandangannya tadi pada Naruto. Itu berbeda dengan pandangan pada orang biasa.
"Lalu maksud membunuhmu dua kali?"
"Aku tidak bisa menjawabnya. Maaf."
Asuna yang tadi bertanya tidak ingin bertanya lebih. Ia mengerti perasaan Naruto yang ditinggal teman-temannya seperti itu. Apalagi Kirito, dulu ia sudah kehilangan banyak teman ketika di Sword Art Online. Tapi mereka masih penasaran dengan percakapan antara Sasuke dan Naruto tadi.
"Apa hubunganmu dengan stage 9? Apakah kau─"
"Bukan!" Pertanyaan Yui terpotong cepat oleh Naruto. Gadis kecil yang tadi hanya diam nampak memperhatikan Naruto seperti sedang mencari tahu tentang pemuda pirang ini. Tentu saja, pemuda ini penuh dengan rahasia dari awal.
"Naruto-kun? Ternyata kau disini?"
Serempak menoleh ke belakang, asal panggilan tadi. Seorang gadis berambut hitam lurus dan bermata putih seperti mutiara berdiri dibelakang mereka. Naruto ikut berdiri lalu tersenyum. Kontras dengan wajahnya yang menyendu tadi.
"Kau mencariku ya?"
Gadis itu mengangguk, wajahnya yang putih itu seperti tidak punya ekspresi. Ia tidak membalas senyuman Naruto dan tetap datar. Wajahnya lebih mengerikan dibanding Sasuke, lebih datar.
"Perkenalkan, dia Hyuuga Hinata. Couple gameku."
Mengejutkan. Gadis itu tersenyum dengan manisnya pada Kirito, Asuna dan Yui. Itu terkesan sangat mendadak. Dari wajah super datar menjadi tersenyum sedemikian manisnya. Kontras dengan ekspresinya tadi.
"Aa.. Aku Kirito." Sahut Kirito yang sadar terlebih dahulu dari kekagetannya.
"Aku Asuna, dan ini Yui." Disusul Asuna memperkenalkan diri dan Yui.
"Salam kenal."
"Salam kenal.
.
.
.
Naruto mengajak satu keluarga-ya karena mirip keluarga─ itu ke kedai ramen langganannya untuk ditlaktir ramen sebagai salam perkanalan dan selamat datang.
Dari obrolan tadi bisa diambil kesimpulan bahwa Kirito berumur 18 tahun dan Asuna 19 tahun. Sedangkan Naruto masih 17 tahun, Sasuke, Sakura dan Hinata pun seumuran dengannya.
"Wah kalian sudah tua ya? Hahaha.."
"Dasar!"
"Oh ya, sebenarnya apa maksudmua kau bersahabat dengan Sasuke dan Sakura? Jika kalian bersahabat, kenapa di game hubungan kalian spertinya tidak baik?"
Pertanyaan Kirito membuat Naruto menunduk, wajahnya berubah menyendu seperti tadi. Membuat Kirito semakin penasaran dengan diri pemuda satu ini.
"Mereka teman sekolahku, kami bersahabat di real life. Tapi musuh di maya life." Jawab Naruto lirih.
"Kenapa bisa?"
"Yah.. Karena saingan di game. Hehehe.." Wajah sedih Naruto tadi berubah ceria walaupun Kirito tahu itu adalah senyum yang dipaksakan.
"Ano.. Makanan ini enak." Yui yang sedari tadi diam bersuara, ia memegang mangkuk besar ramen lalu menatap ayahnya─Kirito. Kirito tersenyum membalas dan menepuk kepala Yui.
"Kau mau lagi?" Tawar Naruto memajukan tubuhnya. "Kau tahu, sebenarnya disini adalah tempat yang menyediakan makanan enak yaitu ramen! Tapi semakin kau banyak makan malah akan membuatmu semakin melupakan rasa lapar sebentar." Jelasnya menghela nafas lalu merebahkan tubuh ke sandaran kursi.
"A-aku.. mau lagi."
Asuna dan Kirito tersenyum mendengar kalimat anak dalam game mereka nampak antusias dengan makanan disini. "Ya mengingat Yui hanya seorang AL dalam game makanannya tentu ada di game." Ujar Kirito.
Asuna tiba-tiba bangkit dari kursinya setelah melihat jam digital yang terdapat di samping kanan pandangannya lalu membungkuk. "Aku pamit pulang ya semua. Ini sudah waktunya makan malam." Ungkapnya menarik Kirito berdiri.
"Ah ya, ini adalah area aman. Kalian bisa log off." Naruto berdiri diikuti Hinata disampingnya.
"Aa.. Arigatou. Umm Yui─"
"Aku punya apartement disini karena iseng jadi aku beli. Yui bisa beristirahat disana. Ya NPC disini juga punya tempat tinggal, AL seperti Yui pasti butuh tempat tinggal kan?" Naruto kembali berucap dan tersenyum pada Yui yang juga disambut senyuman olehnya serta anggukan.
"Baiklah, kami akan keluar. Sampai jumpa semua." Menggerakan tangannya Asuna menekan Log off pada menu hologramnya kemudian melambai pada Naruto, Yui dan Hinata diikuti Kirito yang juga menggerakan tangannya mengeluarkan menu hologram.
Mereka pun menghilang. Yui terdiam sebelum tersentak karena tepukan pada pundaknya, ia menoleh dan mendapati Naruto tengah tersenyum lebar padanya.
"Ayo ikut aku. Aku dan Hinata juga akan Log off."
Ya, mereka juga butuh istirahat karena esok mereka akan kembali kesini untuk menghadapi petualangan yang setiap harinya berbeda dan menunggu mereka. Maka dari itu untuk menghadapi semuanya mereka membutuhkan persiapan. Mempersiapkan diri dan juga perasaan mereka.
.
.
.
To Be Continued
.
.
A/N:
Selesai! Maaf lama updatenya. Canon itu susah, dan susahnya itu di jurus juga tarung-tarungannya. Jadi maaf ya kalau tarung-tarungannya jelek maaf , gak ahli -,-" #ngorektanahdipojokan. Sasuke disini terlalu wah ya? Ya namanya juga udah level pro -_- aku juga kalau nemuin level segitu udah kiyer-kiyer == suatu hal yang nge wew kalau Kirito bisa ngelawan Sasuke sampe terdesak gitu kan?
Naruto sebenarnya siapa? SasuSaku siapa? Hinata siapa? Aku juga lagi mikir XDD tenang, ini agak mirip SO nya kak rifuki. Jadi yang pernah baca pasti tahu. :D Tapi aku ngga nyontek kok.. murni hasil pikiranku.. apakah Naruto AL atau NPC atau manusia atau apa? Tapi kok sekolah dan punya hubungan persahabatan dan cinta? Punya kokoro? Ngga tahu yyee~ XD
Ne bener ngga sih kalau si Sasuke itu yang dishippuden baju putihnya yang terbaru itu yukata? Aaa! Aku suka baju dia yang ntuu.. Tapi dia ngga pake tali ungu punya Orochiramaru, tapi sabuk biasa buat tempat pedang. Selebihnya mirip di canon. Soal baju Kirito, dia sebenernya make baju mirip temennya Sasori itu lho yang Sasorinya masih di Suna yang akhirnya mati. Lupa sapa namanya.
Bales repiuu:
fazrulz21_ Gak berhenti ditengah kan? hahaha *ketawagaring* ah.. soal AL, kayanya aku salah nulis XD.
putraarifrh_ ok
sherry dark jewel_ Tokoh utamanya Naruto juga kok. Tenang ajah.. Kirito masih level rendah jadi kesempurnaan dalam game-game yang pernah dia mainin dulu ngga berpengaruh. Ini dunia ninja, bukan seperti di SAO, ALO, atau GGO. Dan disini saingan Kirito juga banyak, juga sama kuatnya. Sasuke misal. Makasih atasu konkritnya ^^
21_ Naruto jhincuriki? Lihat ajah nanti ^^
Agung Moelyana_ Sudah lanjut ^^
Mangekyooo JumawanBluez_ Jadi jhincuriki? tapi kalau misal iya masa dia sekolah? nah peran dia apa ya? #digaplok malah laki nanya XDD ditunggu ajah kelanjutannya soalnya aku juga masih bingung.
Cicikun_ Yang ada anaknya Kirito sama Asuna XDD omedetou! disini ada NaruHina :D Iya sebelum nulis aku minta izin dulu. Takut salah paham soalnya
Haruka Hitomi 12_ Sudah lanjut! Bisa dilihat? Sasu ngga kalah dan juga ngga menang ngelawan Kirito. Soalnya Sasuke itu ngga nanggung2 kalau dah marah apalagi sampai negluarin Susano'o takut jadi PK jadi aku datengin Naruto deh XD
Akira No Shikigawa_ Sudah ^^
Hiroyuki Michio_ Terima kasih ^^
AN Narra_ Maaf gak bisa update cepet juga maaf kalau battlenya ngga seru ;_;
Vin'DieseL No Giza_ Karena ada 'something'nya :D
feigun_ Sudah ^^
otaku_ makasih sudah mau menunggu ini sudah ^^
KirikaNoKarin_ Sudah ^^
farindpussy_ Sudah update, ya Sasuke main sama Sakura :D Pair favorite saya soalnya XD
mq_ sudah ^^
Maaf kalau dalam menulis nama salah, maaf juga kalau njawab reviewnya kurang memuaskan. Boleh minta review lagi ngga? Buat penyemangat gitu XD Saran, kritik, masukan, konkrit segala macem saya terima. Falme pun boleh asal ngga ehemalayehem.
Terima kasih ^^
Mind to RnR?
.
.
.
