Lights Down Low
Oh Sehun x Kim Jongin! Mature 19+! Romance (but not sure)
Konpirasinya ditengah keremangan lampu redup dalam adegan sensualitas yang liar dan berani. Mereka semua gila!...
…
…
…
…
…
WARNING!
NOT FOR CHILDREN
MAKE SURE YOU ARE IN 19 OR MORE TO READ THIS FICTION!
I WARN YOU!
…
…
Pesona tiada tara. Ketampanannya banyak diperbincangkan di hampir seluruh kota. Duke Willis Caesario kelima, calon ahli waris tunggal yang sebentar lagi naik tahta. Ketegasannya membahana serta arogansi menyertai air wajah beku pada peraupannya.
Hidup dalam otoritas tunggal menyetir pribadinya yang terkekang. Ayahnya adalah seorang tegas, kewenangan atas dirinya adalah mutlak. Dingin dan bengis. Kesan setiap mata yang mengesani ketika mendapati aura dominasinya yang kuat. Tapi suatu ketika hanya dengan satu senyumnya, mampu meluluhlantahkan hati wanita.
Sehun Willis Caesario, begitu sang ibu menamai. Terdengar lembut dan tegas dalam satu waktu. Kebengisan dalam pengendalian pembangunan kota tak terelakkan, ia tegas dan berwibawa. Bukannya ringan tangan, hanya saja tak memberi gaji yang semestinya sebelum pekerjaan negara usai. Namun, tak jarang memberi fee kepada yang berhak sebagai penghargaan.
Sehun digadang – gadang akan menjadi sosok pemimpin modern yang adil dan wibawa. Kebaikan hati ditengah arogansi nyata yang diperlihatkannya menjadi sorotan rakyat. Ia begitu mencintai sang Ibu, terlihat tempo lalu menghadiahkan sebuah cincin permata yang ia tambang sendiri selama seratus hari. Kemudian membagi – bagikan hadiah Cuma – Cuma pada rakyat tepat ketika perayaan hari lahir sang Duchess of Binkley tersebut.
Arogansi aura tak tersentuhnya seolah menguar entah kemana ketika diatas ranjang. Hanya memanja serta kelembutan diberikan dalam setiap cumbuan menggoda menaklukkan siapapun dibawah lututnya.
Sehun adalah satu dari sekian pemuda pada umumnya. Memiliki syahwat serta birahi menggebu ketika disuguhkan dengan tubuh telanjang seseorang yang menarik hati.
Sehun tak segan – segan membawa Jongin naik keatas ranjangnya tiap kali tugas kenegaraan usai. Seorang berperawakan kecil serta kulit kecoklatan manis yang di klaimnya sebagai kekasih secara sembunyi – sembunyi. Sehun mendamba, ia mencinta pada setiap sensasi kejut luar biasa yang selalu diberinya ketika bercinta.
Satu lenguhan panjang mengiringi kejantanan yang menembus lubang surgawi kekasihnya. Kulit halus terpampang nyata hanya untuk dirinya dalam keremangan cahaya redup. Berdiam diri selama beberapa menit, namun bibir senantiasa menginvasi dan menjelajahi setiap inchi tubuh Jongin.
Sehun sudah hilang akal atas segala kegilaan yang ia buat hampir disetiap malam. Melempar segala jenis kain yang melekat Indah ditubuh hingga berserakan diatas lantai. Mengunci pintu dan bercinta di ruang paling ujung paviliun.
Menelusuri tiap lekuk tubuh Jongin, Sehun menggila. Kontradiksi selalu memenuhinya atas dasar pertanyaan Ya atau Tidak. Sehun begitu mendamba. Ketidakwarasan menguasainya. Mencium setiap ichi kulit Jongin. Lelaki itu memejam penuh nikmat ketika Sehun dengan brutal menghisap putting mungilnya.
Setiap orang yang mengesani mengenal Jongin sebagai seorang yang diam, penuh arogansi dan tatapannya membunuh. Namun, semua hal itu sirna ketika ia berada dibawah kungkungan Sehun. Seorang bertahtakan Pangeran yang sebentar lagi akan menjabat sebagai kepala pemerintahan Binkley.
Mengecap setiap sudut bibir tebal Jongin. Sehun serasa mabuk kepayang dibuatnya. Kenyal bibirnya mengagumkan, bagai candu narkotika yang sulit dihindari. Marijuana berbau wangi membuat diri melayang. Menggamit belah bibir Jongin diantara bibirnya, Sehun menghisap dalam – dalam. Melepasnya saat Jongin mendesah gila – gilaan atas dasar tumbukan demi tumbukan kasar yang Sehun berikan. Membaui nafas mint Jongin sedang dia memompa. Wanginya sungguh luar biasa mengesankan.
Cairan kental merembes mengalir bagai air kehidupan diantara paha. Jongin mencapai klimaksnya, sementara sang pangeran masih dengan ketegangan luar biasa. Sehun memperlambat pergerakannya sementara nafas sudah memburu gila – gilaan. Kilap kulit Jongin begitu menggiurkan. Sehun membelai sisian wajah sang Duke dan menatap dalam kekaguman dan damba sarat akan cinta.
Tiga ratus detik Sehun larut dalam paras wajah menggoda kekasihnya. Ia tertawa beberapa saat ketika menyadari bahwa kontradiksi dalam dirinya benar – benar tengah mengadakan rapat pleno dadakan yang berlangsung rumit dan alot. Para partisipan seperti Jantung yang memacu cepat, otak waras serta nafsu sudah tawuran anarkis mendobrak – dobrak kejeniusan syaraf pikirnya. Sehun berada diluar kendali. Sekali lagi mendorong kejantanan dalam – dalam demi mendapat kenikmatan luar biasa yang selalu dimintanya tiap malam. Tak mempedulikan Jongin akan tugas kenegaraan yang begitu fantastis dalam menguras pikiran. Sehun bagai psycho tampan beruntung yang sialnya dapat merasakan rasa tubuh Jongin tiap malamnya.
Otot – otot tubuh serta kulit seseorang dibawah kungkungannya ini masihlah terlihat kencang dan terawat. Kulitnya kecoklatan mengilap terhiaskan lapisan keringat. Bagai plitur mahal, Sehun begitu mengagumi. Kekasih yang jarak usia jauh diatasnya, tak menjadikan Sehun mundur begitu saja dalam permainannya. Ia sudah terlanjur tersesat ditengah labirin rumit yang ia buat sendiri. Permainannya memiliki banyak sekali pertaruhan. Dan satu – satunya tugas Jongin hanyalah melayaninya tiap malam, disamping sebenarnya Sehun sudah jatuh cinta begitu dalam pada Jongin.
Satu teriakan nyaring lagi – lagi menemani desah dayu Jongin dalam nafas tersenggalnya. Diantara visualisasi samar yang dapat optik matanya tangkap, Sehunnya semakin hari semakin memesona. Ia melihat bagaimana perubahan lelaki kecil ini menjadi seorang yang gagah bak panglima perang. Jongin berada pada masa dimana Sehun masih berbentuk segumpal darah hingga menjadi sosok pemuda yang mengesankan. Ia jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Namun, cintanya penuh pro kontra.
Jongin mendorong tubuh Sehun hingga ia berada diatasnya. Mengungkung si dominan diantara lengan kecil namun kokoh miliknya. Jongin ikutan menggila. Ia mencium dalam – dalam bibir sang pangeran. Meraupnya didalam bibir hingga tak jarang menggigitnya. Gemelatuk gigi tak terelakan, menggema di seluruh sudut luas ruang kamar paviliunnya.
Ada sebuah pemufakatan tersirat dalam hubungan mereka. Berkedok teman diskusi kenegaraan, namun berakhir percintaan panjang dengan role playing hingga beberapa dekade ronde. Keduanya sama – sama tangguh dan liar.
Sehun menaikkan pinggulnya, memperdalam kejantanannya yang terkubur dalam lubang Jongin, hingga membuat si tan melenguh panjang. Meremas bisep Sehun sebelum melanjutkan kembali lumatan – lumatan sensual yang dimulainya. Bibir tipis itu terasa begitu pas untuk bibir tebalnya.
Jongin menyudahi permainan secara sepihak ketika Sehun telah mengeluarkan banyak – banyak sarinya di luar lubang Jongin. Beranjak untuk duduk di pinggiran ranjang. Namun, Sehun menghampiri dan kembali meraih bibir Jongin. Menghisap candunya hingga melumat kasar bibir yang sudah memerah itu.
Jongin kualahan. Sehun sungguh luar biasa liar. Ciumannya brutal, tak ada kata lembut dan memang begitu. Sehun bukanlah wanita dan terlebih dia seorang pendominasi. Jongin kualahan akan dikte Sehun diatas ranjang, mengesampingkan bahwa sebenarnya ialah sang pendikte diktator seorang keturunan Willis Caesario ini.
…
Sehun sungguh mengagumi ibunya apapun yang terjadi. Cintanya sungguh begitu besar. Bahkan ia rela menyelam di kedalaman paling dalam dari sebuah samudra demi mencarikan sang Ibu sebuah harta karun. Satu hal yang sebenarnya masih menyisakan akal warasnya dalam berpikir betapa salah cintanya pada sosok Jongin.
Seperti biasa makan malam berlangsung begitu khidmat. Sang Ibu sudah mengarahkan bola mata kearah Sehun. Tak berkedip, kemudian tersenyum lembut. Hati Sehun berdesir hangat dibuatnya. Mata sewarna biru abu itu sungguh indah dan menakjubkan, meski kenyataannya hanya gelap yang tersuguh didepan sang Ibu.
"Sebentar lagi kau akan naik tahta, nak! Selamat atas keberhasilanmu!" Ucap sang Ibu ketika nasi dipiring tinggal setengah.
"Terimakasih Ibu! Ini semua berkat Ayah dan Ibu!" Kemudian melirik sang Ayah penuh arti.
"Mari kita bersulang!" Kata sang Ayah dengan ketampanan alamiah yang memesona. Mengangkat segelas wine, Ayah memulai.
"Untuk putraku yang aku cintai." Menekankan kata cinta, sang Ibu justru tersenyum ditengah kegelapannya. Sementara Sehun sudah tersenyum penuh arti sekali lagi.
"Untuk Ibu tercinta dan Ayah yang sangat aku sayangi." Didetik selanjutnya denting gelas terdengar sebelum anggur merah itu tandas tak bersisa dari dalam gelas berkaki tinggi ketiganya.
"Terimakasih untuk Ibu yang sabar membesarkanku." Sehun tersenyum kemudian beralih menatap Ayahnya penuh seriangai berarti. Menjilat bibirnya sekilas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Juga untuk Ayah dengan kasih sayang besarnya."
Tanpa sepengetahuan sang Ibu, Sehun meraih tangan sang Ayah diatas meja. Menggenggamnya lalu meremasnya. "Aku mencintaimu, Duke Jongin Willis Caesario!" Kata cintanya berbeda. Kemudian perlahan mendekat dan menyatukan bibirnya dengan sang Ayah. Sengaja tak membuat keributan karena ada Ibu diruang ini. Mereka bercumbu panjang didepan sang Duchess yang tengah tersenyum, masih menganggap anaknya memang yang terhebat, tanpa tahu konspirasi diantara sang Raja dan Pangeran sungguh sangat gila dan tak berakal.
…
…
…
_fin_
Haaaaiiiiiiiiiiii XD
What the hell is this? What am I doing?
How crazy I am, dduuhh XD
I just… aku bermimpi vulgar kemarin malam dan absurditas serta suara kegilaan dalam otakku makin hari makin menjadi XD
Another abal fict tersuguhkan untuk teman – teman, eh XD
Aku sengaja taruh di work ini, soalnya udah terlalu banyak work sheet disini, dan lapak ini keliatannya berantakan ya? XD
Mungkin di worksheet ini akan berisi beberapa ficlet mature nantinya XD
Duuhh ketawan banget kan mesumnya XD
Lagunya mbak Halsey yang coming down sama mbak Bei Major apaan banget sih? Makin bikin otakku makin suci duuhh XD
Dan aku baru sadar bahwa kebanyakan lagu dari playlist aku kebanyakan lagu – lagu vulgar, lol XD (diluar lagu – lagu EXO)
Duhh, semoga suka ya…
But once again, hard to warn you to not read this story if you still in underage 19 ^^
(Best regards… Caesarinn)
