Destiny
Cast: Kim Mingyu - Jeon Wonwoo
Slight! SEVENTEEN Member
Rating: T
Genre: Romance, School Life, Little Humor, Little Hurt Comfort
Status: Chaptered
Note: Yaoi (gasuka Yaoi silahkan tekan tombol close diatas), Gaje, Alur terlalu cepat, hasil karya sendiri, jadi kalau ada cerita seperti ini diluar pengetahuan saya. Ff ini sangat mainstream
Summary: Kim Mingyu orang yang periang mengejar cinta sunbae nya yang punya wajah dingin tetapi manis, itu sih kata Mingyu. Tetapi ia terus saja di tolak, akan kah Mingyu menyerah?
Let's Start
Happy Reading
Namanya Jeon Wonwoo,anak tingkat akhir di Seoul Broadcasting Senior High School. Tempat favoritnya perpustakaan, type orang yang irit bicara, makanan kesukaannya tteopoki. Bagaimana Mingyu tau semua itu? Tentu saja, beruntung ia mempunyai sepupu satu sekolah dengannya, dan satu lagi. Sepupunya, Yoon Jeonghan itu merupakan kawan baik dari namja yang kemarin ia tabrak.
Mungkin ini terdengar sangat klise, tetapi Mingyu merasa ia jatuh cinta pada pandangan pertama saat ia melihat Wonwoo. Dia tak tahu bagaimana bisa dia jatuh cinta pada pemuda berambut hitam itu. Mingyu hanya tahu, kini hatinya milik siapa.
Sore itu Jeonghan, Seungkwan, dan satu teman bertubuh mungil itu sedang melakukan kegiatan latihan vokal, sedari tadi mereka terus- terusan menyanyi dengan nada yang cukup tinggi.
"Arghh! Suaraku bisa hilang kalau seperti ini"
Seungkwan menarik rambutnya frustasi. Bagaimana tidak suaranya yang terkenal itu melakukan nada tinggi terus menerus, ia lelah tahu.
"Sabar, kau pikir aku tidak stress apa?" Jeonghan mengusap punggung Seungkwan pelan, sambil menggaruk tengorokanya yang sakit.
"Aku ingin pulang saja hikss eomma" Seungkwan merajuk pada Jeonghan.
"Apa kalian masih lama? Aku ingin pulang duluan, sudah mau hujan" tiba- tiba masuk seorang namja berwajah emo dan bersurai hitam.
"Kita harus menyelesaikan latihan ini Wonwoo-ya, kau tahu kan lomba vocal diadakan beberapa minggu lagi." Jihoon-sang teman bertubuh mungil- berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil mineral.
"Geure aku duluan ya. Papai." Wonwoo melambai kepada kedua temannya itu.
Wonwoo meninggalkan ruang latihan , beruntung ia membawa sebuah payung kecil ditangannya. Sedia payung sebelum hujan, ujarnya.
Kaki jenajangnya melangkah dengan cepat di sepanjang lorong sekolahnya, seperrtinya salah satu faktor yang membuat langkahnya semaki cepat adalah gelapnya lorong saat ini.
Ia sungguh lega saat melihat ujung lorong yang semakin mendekat. Tentu saja karena ujung terang benerang.
Ia sedikit memelankan gerakan kakinya untuk mengambil payung dari dalam tas, saat menyadari hujan sudah mulai turun. Ia cukup kesulitan saat itu karena tas nya yang sangat berat, sehingga ia harus berlutut untuk kembali menutupnya.
"Oh ayolah.. kenapa harus macet seperti ini" tangan ramping Wonwoo terus menarik penutup tas tersebut, asal kau tahu saja jam sudah menunjuka pukul enam sore, tentusaja lingkungan sekolah sudah sepi ditambah lagi sekarang sedang hujan. Suasana sekolah kan semakin menyeramkan, Wonwoo kan jadi takut. Walaupun ia mempunyai wajah yang dingin, bukan berarti ia tak takut pada mahluk bernama hantu itu.
KRIETTT
Wonwoo membulatkan matan ya saat mendengar bunyi aneh itu dari belakang. Sungguh, Wonwoo ingin menangis sekarang.
"Ayolahh.. kumohon" tangan Wonwoo semakin gemcar menarik penutup tas tersebut.
Seluruh tububuhnya merinding saat mendengar suara langkah kaki yang tengah berjalan dari ujung lorong lain. Wonwoo membeku ia tak berani melihat kebelakang. Oh tidak! Suaranya semakin mendekat.
HAPP
Tubuh Wonwoo terlonjak kaget saat seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
"Aku mohon ampuni aku, aku ini kurus tidak enak kalau dimakan, aku masih sayang ayah ibuku hiks eomma appa, jangan bawa aku ku mohon" Wonwoo masih memejamkan matanya, ia tak berani membukanya.
Ia tak peduli pada image dinginnya, ia hanya tak mau dibawa hantu penghungi sekolah itu saja. Ughh, ingin menangis rasanya.
"Sunbae? kau kenapa, aku ini bukan hantu ataupun preman aku tidak akan membawamu kemana-mana"
Wonwoo mengerutkan alisnya dan membuka matanya saat mendengar suara namja yang menurutnya asing.
"Kim Mingyu, itu namaku kalau kau mau tahu" Mingyu tersenyum manis sambil mengulurkan tanganya, berharap uluran tangannya dibalas oleh Wonwoo.
" Jeon Wonwoo" singkat, padat dan jelas.
Setelah itu Wonwoo langsung berjalan pergi tanpa memperdulikan Mingyu yang bingung dibuatnya, tanpa pikir panjang.
"SUNBAEE! KAU MANIS! AKU MENYUKAIMU!"
Gila, dasar hobae gila pikir Wonwoo.
"Boo kau tahu Wonwoo sunbae? Astaga dia sangat manis seperti gula, aku bisa diabetes kalau terus melihatnya" ucap Mingyu menggebu- gebu.
Seungkwan menaikan sebelah alisnya melihat kelakuan autis teman sekelasnya. Dari tadi, Mingyu terus bercerita tentang sosok manis yang ditabraknya waktu itu.
Matanya yang tajam mempesona, rambut hitamnya yang kon tras dengan kulit putihnya, badan ramping yang sangat huggable, bibir merah yang sangat kissable, bagaimana kalau aku melumatnya...
PLAK
"Astaga Kim Mingyu hentikan pikiran kotormu itu" Seungkwan memukul kepala Mingyu.
"Kau melumat bibir bawahmu, astaga itu memjijikan Kim!" ujar Seokmin yang baru saja datang.
.
.
.
Wonwoo itu orang yang dingin, kaku, sulit didekati. Setidaknya itu yang Mingyu dengar dari kebanyakan orang. Bukan berarti Wonwoo tidak mempunyai teman. Ia punya teman, walaupum hanya beberapa yang akrab dengannya.
Yoon Jeonghan dan Kwon Soonyoung contohnya, Wonwoo berteman dengan mereka berdua sudah lumayan lama. Bertemu Soonyoung saat Junior High School, sedangkan Jeonghan merupakan teman dari ia memakai popok. Ibu nya dan Ibunya Jeonghan merupakan teman sekolah dulu.
Jeonghan dan Soonyoung sudah mempunyai kekasih omong- omong, sebut saja Choi Seungcheol ketua team basket di sekolah tempat ia meimba ilmu merupakaln kekasih dari Jeonghan.
Dan Soonyoung, Wonwoo sudah cukup pintar melihat kalau keduanya saling menyukai sejak lama. Dan ketika ia mendengar dan menyaksikan bagaimana Soonyoung yang berapi – api mengumumkan bahwa Jihoon adalah kekasihnya. Wonwoo senang, bahkan Jihoon memerah saat Soonyoung tiba- tiba menciumnya.
"Wonwoo sunbae ! kau sangat manis kyaaa.." Mingyu berteriak layaknya seorang fanboy.
Kim Mingyu. Hobae yang sebut saja gila -yang sialnya tampan- ia dia gila karena hampir setiap detik, menit, bahkan setiap hari saat bertemu Wonwoo, bertingkah layaknya fanboy yang bertemu idolanya. Bahkan seringkali Wonwoo tidak menghiraukan keberadaannya.
Wonwoo menggelengkan kepalanya. Huh bocah ituu benar- benar mempunyai mental yang kuat, pikir Wonwoo.
TBC
Note(1) : REVIEW JUSEYOO~ DON'T BE A SILENT READER YAAAA~
Note(2) : Mohon bantuannya juseyoo~ ide aku mentok nih, lagi ngga mood hehe. kasih inspirasi dong, otak lagi buntu banget hiks:( maaf kalau banyak typo
Note(3) : Panggil aku won aja biar akrab HEHE.
Note(4) : Kali aja ada yang mau id line/instagram aku kekeke. Biar kita bisa tuker inspirasi, atau kali aja kalian punya request ff , PM aku aja yayaaa gumawoo.
