As Chanyeol Boyfriend

Length : Chapter

Rate : M (maybe)

Genre : Romance, life-school,friendship,hurt,action (A little).

Author : Ryot64pevensie

Summary : Perhatian Chanyeol melebihi siapapun, ia orang yang pertama bertindak paling cepat hanya untuk membuat seorang Byun Baekhyun tertawa dengan marshamallow ditangan nya. As Chanyeol Boyfriend, tapi masih banyak segudang ketakutan Chanyeol untuk menyatakan perasaan nya. katanya preman sekolah.


15 menit menghitung waktu mundur, bel sekolah akan berbunyi dan pelajaran hari ini akan berakhir. Well, mungkin bagi Byun Baekhyun bukan hanya jam pelajaran di kelas nya saja yang berakhir. Tapi hidupnya, kemungkinan besar seperti itu.

Tantangan yang di ajukan Chanyeol ia terima begitu saja. Seringaian kemenangan bahkan sudah terukir di wajah lelaki menakutkan itu. Baekhyun tidak tahu bahkan harus melawan dengan apa. laki-laki itu meminta bukti.

Suara gaduh dari speaker kelas dan semua sudah menutup buku untuk hari ini, keringat dingin mengalir pada pelipisnya. Ia tidak tahu bisa setakut ini, padahal dalam keseharian ia selalu berani melawan tindakan angkuh seorang Park Chanyeol. Preman sekolah yang sering di juluki raja nya di arena pertarungan. Baekhyun meneguk ludah kering.

Tiga orang yang berlagak agak senonoh itu menghampiri meja para calon penantang nya. Chanyeol terlebih dahulu menghampiri satu nya lagi. Tangan bertengger pada pundak lelaki mungil di bawah nya.

"Kau tidak ada rencana untuk kabur dari ku bukan ?"

Baekhyun perlahan melirik kesamping nya, oh my gosh bahkan Chanyeol yang hanya menepuk bahu nya saja setengah nyawa sudah hampir lepas.

"Heh, k-kau bercanda. Jangan bilang kau yang menginginkan ku pergi karena kau terlalu takut. Kan ?"

Dan Baekhyun tetaplah Baekhyun, ucapan yang tajam melebihi pisau daging membuat siapa saja tak bisa melawannya. Kerutan di hidung mancung lelaki jangkung itu memberi sinyal kekesalan pada si makhluk mungil disamping nya.

"Jangan banyak bicara, lakukan saja apa yang kau bisa"

Setelah nya di kelas itu hanya tinggal mereka bertiga, Baekhyun dan kawan karib nya. tiga makhluk lain nya sudah pergi menunggu ajal Baekhyun.

"Ibu ~ bagaimana ini ?" tubuh lemas meleleh seperti es cair. Baekhyun dengan pandangan nya yang kabur itu hanya bisa mengeluh. Otak berputar lambat, karena tak ada gunanya mencari cara lain untuk melawan Chanyeol.

"H-hei Baekhyun, ku pikir kita kabur saja" ajak Lay, tidak hanya Baekhyun. Dua teman yang lain nya pun sama takut nya.

"Aku tahu jalan lain untuk keluar dari sekolah, Baek gimana?"

Baekhyun menggeleng kepalanya, dua tangan dilipat dan ia menunduk disana.

"Nggak ada gunanya, Si Chanyeol itu pasti membunuhku besok pagi"

Bulu kuduk Kyungsoo berdiri seketika, Lay mematung ngeri. Aura Park Chanyeol itu sangat kuat rasa kejahatan nya. dari tatapan nya saja dia bisa memecahkan lampu jalanan tanpa menyentuh nya. so creepy.

...

Dengan tangan yang selalu menekan perutnya, suara tawa yang tidak bisa dihentikan. Kai dengan suara menggelegarnya masih terus tertawa. Chanyeol menantang anak manja bernama Byun Baekhyun.

"Hahahaha yah, ini lucu- ini lucu, oh. Chanyeol kau akan mengalahkan makhluk itu dengan apa?"

Chanyeol yang hanya duduk di kursi taman pinggir green house sekolah hanya mengendikan bahunya. Sambil tersenyum menahan tawa yang sama.

"Wahh gila memang, ku yakin besok dia tidak bisa so-soan lagi didepan mu. Makhluk tengil itu butuh diberi pelajaran" oh sehun yang memegang tongkat bassball. Bahkan disini seperti dia yang akan bertarung.

Dari lorong sana sudah terdengar bunyi keributan. Mencium aroma musuh telah sampai Chanyeol langsung beranjak berdiri. Dua tangan di dalam saku dan wajah tampan yang tegak memberi ucapan selamat datang pada –

"Pppprrfftt HAHAHAHAHAH"

"HAAAA haha YAH Baekhyun kepalamu kemana?"

"Ada apa dengan helm mu itu HAHAHAHAHAHA"

Penampilan Baekhyun yang mengundang tawa tiga lelaki itu. Bagaimana tidak dikepalanya terpasang helm warna pink, baju bass ball yang bahkan hampir menenggelamkan setengah tubuh nya juga... sarung tangan boxing.

Untuk pertama kalinya Chanyeol tertawa saat melihat musuh didepan nya. musuh selucu ini ?

"Yah maju sini" Baekhyun menggerak-gerakan badan nya seperti ingin mengundang Chanyeol agar segera masuk ke arena pertarungan. Lay dan Kyungsoo hanya berjaga-jaga dari belakang. Kotak obat dan boneka kesayangan Baekhyun ada di tangan mereka. Tim pertolongan pertama.

Chanyeol berjalan santai, ia hanya menuruti apa yang di katakan makhluk mungil didepan nya ini.

"Wah wah apa tema fashion mu hari ini Byun Baekhyun?"

"Jangan banyak bicara cepat lawan aku"

"Ok Ok kau maju sini duluan"

Langkah Baekhyun maju mundur tak menentu, Chanyeol seperti meregangkan otot lehernya terlebih dahulu. Ia menepuk-nepuk helm yang digunakan Baekhyun. sambil tersenyum mengejek.

"Aaaa jinjja kau berpakaian seperti ini bertemu dengan ku Baekhyun ? ck kurang sopan sekali"

"Lepas, cepat lawan aku"

"Bagaimana aku bisa melawan mu, aku tidak bisa bertarung jika aku tidak melihat mata musuh ku sendiri" Chanyeol menggenggam kepala helm itu. menekan tombol sehingga kaca depan helm terbuka.

Dan detik itu juga, saat dua mata yang indah memandang nya. bukan main cantiknya. Bagaimana bisa Baekhyun yang memakai helm seperti ini hanya dengan sepasang matanya bisa menghipnotis dirinya langsung.

Chanyeol terdiam lama untuk beberapa saat, memandangi dua mata itu dengan waktu yang sangat lama. Kesempatan itu digunakan Baekhyun untuk meninju wajah Chanyeol dengan tangan sarung boxing yang ia gunakan.

Chanyeol terpental beberapa senti, ia juga sempat meringis sebab pukulan hebat itu membuat hidung nya berdarah.

Kai dan Sehun hanya tertegun, kapten nya bahkan kalah di ronde pertama.

"B-boss kau tertinju oleh makhluk tengil sepertinya ?"

"Yah, yang benar saja"

Mereka berdua, teman setia Chanyeol itu bahkan harus ikut menanggung malu setelah Baekhyun dan teman-teman nya sibuk berteriak hore. Chanyeol masih bisa tertawa. Kembali bangkit berdiri. Seketika Lay dan Kyungsoo hanya berlindung di balik tubuh kecil Baekhyun dan baju bassball nya yang kebesaran.

"Kenapa? kau ingin ku tinju lagi ?"

Chanyeol menghampirinya dengan langkah yang cepat, tatapan terfokus tajam tanpa membuka mulut seinci pun. Ia dengan kekuatan nya begitu saja melepaskan helm pink yang digunakan Baekhyun. satu langkah demi menjaga keselamatan diri. Chanyeol melempar helm itu begitu saja.

"Yah !" Baekhyun berteriak, matahari mulai tenggelam dan sinar yang terang tak begitu menyengat. Pohon-pohon dengan bunga kuning yang berjatuhan. Dua tangan kekar menangkup wajah yang lebih mungil itu. Baekhyun reflek dengan cepat menutup kedua matanya. Chanyeol perlahan memiringkan kepalanya dan menarik wajah Baekhyun untuk mendekatinya.

Tapi Chanyeol belum menciumnya, ia hanya bernafas didepan bibir Baekhyun.

"Kalau kau memang berani buka mata mu"

"Kau gila" bisik Baekhyun dengan suara yang pelan, takut-takut bibirnya menyentuh bibir lelaki jangkung itu.

Chanyeol tersenyum licik, ia menjauhkan dirinya. Mengambil helm pink yang sempat ia lempar kasar tadi. Di pakai nya kembali pada kepala Baekhyun.

"Kalau begitu kau masih tak berani untuk melawan ku, aku menang"

"Apa? YAH ! Ini tidak adil, kau mencium ku menjijikan"

"Dan kau meninju ku, adilkan ?"

"B-bagaimana bisa, apanya yang adil. Dasar keparat"

"Hei dengar, kau memang menang saat meninju ku. Tapi kau masih tak berani ketika aku hanya mendekati mu seperti tadi. Bahkan yang ku lakukan sama sekali tidak ada kekerasan fisik. Buktinya kau masih menutup kedua matamu. Kau pikir itu berani namanya?"

"Apa?"

Dan begitupun Chanyeol tetaplah Chanyeol, taktik nya yang super licik menipu musuh begitu saja. Mmm musuh ? entahlah Chanyeol jatuh cinta pada musuh yang seperti ini.

...

Where you think you going baby ?

...

Lampu meja belajar yang terang benderang, buku-buku kimia yang dari tadi hanya terbuka begitu saja. Baekhyun malah sibuk meraba-raba bibirnya sedari tadi. Kejadian-demi kejadian yang telah terjadi pada bibirnya – sebagai korban. Membuat seluruh mood hidupnya luruh begitu saja, jiwanya seolah tak terkendali. Gila. Batin nya berteriak, entah kenapa ia malah terus mengingat kejadian itu..

Menjijikan, seharusnya menjijikan sangat menjijikan.

Tapi tidak, hati nurani nya berlainan kata. Bukan menjiikan tapi memabukan. Rasa ingin lagi seperti ciuman dalam drama-drama yang sering ia tonton di dalam laptop nya.

Baekhyun frustasi, ia menjengut rambut dikepalanya. Mungkin bisa saja tercabut semua Baek.

"Aaaaaaa andwae ini gila ini gila"

...

I'm gonna put you first

I'll show you what the world is for you

...

Chanyeol tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan uang. Bahkan jika ia harus turun lagi kejalanan liar. Selain preman sekolah julukan lain sebagai raja balapan liar diraih nya pada usia yang begitu muda. Motor merah sijagoan nya mengundang banyak teriakan dari pada keparat yang sedang memblok jalan itu untuk arena balapan ilegal. Seperti biasa Sehun dan Kai akan selalu menemaninya. As manager you know. Tapi mereka datang dengan dua mobil mewah. Mungkin benar dengan berita yang tersebar, Sehun dan Kai anak orang kaya baru dan Chanyeol meskipun harta tak sebanding tapi tubuh proposional yang maha dewa siapa tahu, dia anak dari orang biasa. Tak akan ada yang ingin mempercayai nya. itulah kenapa tuhan sayang padanya.

Para wanita berbaju serba minim terus memeriahkan acara, botol-botol minuman keras sebagai teman pendamping lain. Dengan gaya sok angkuh tuan rumah memberi ucapan selamat datang pada sang raja jalanan yang sudah lama tenggelam oleh bumi. puitis

"Kau kemana saja bung ? jalanan sepi tanpa mu"

Chanyeol membuka helm nya, anak-anak rambut rusuh mengacak-ngacak ketampanan wajah nya. Chanyeol membenahi sedikit poni kedepan.

"Aku ingin uang nya"

"Ha? HAHAHAHAHA Chanyeol Chanyeol, kau sama sekali tidak berubah. Anak miskin memang selalu seperti itu"

Beritahu keparat itu betapa keras nya kepalan tangan Chanyeol sekarang. jika bukan karena ia sedang berada di arena sudah sedari tadi makhluk itu babak belur ditangan nya.

"Kau dan jalang-jalang mu itu cepat mulai acaranya brengsek"

"Ok Ok kau tidak sabaran untuk kalah teryata"

Senyum sungging iblis dari lawan nya tak merubah mimik wajah Chanyeol sekalipun. Sehun dan Kai merasa terlambat untuk menghampiri Chanyeol.

"Wah tumben kau tak langsung menghajar nya langsung"

"Ku kira tadi akan ada pertumpahan darah dulu seperti ritual mu sebelum bertanding"

Chanyeol menatap malas lawan nya. menarik helm nya kembali untuk di pakai. Dua anak itu segera menepi jauh. Suara gas dari knalpot motor bertanda ia siap untuk menundukan si iblis yang tak tahu diri itu.

...

Si penggila susu strawberry merunduk di kursi sofa depan tv. Stok di kulkas pribadinya habis. Baekhyun tidak bisa tidur kalau belum minum susu. Mungkin supermarket terdekat masih buka. Hanya saja, tengah malam begini ? sendirian ?

Anak kesayangan mommy and daddy seperti Baekhyun tak pernah di ijinkan keluar sendirian. Baekhyun merujuk ia benar-benar tidak bisa tidur. Setelah mengerjakan tugas yang kelewat itu ia lupa kalau malam ini belum minum susu sama sekali. Otak nya bekerja mencari solusi lain. Mungkin dengan menyamar - ? - ide bagus.

Baju tidur polkadot warna biru itu segera ia ganti dengan pakaian serba hitam. Bukan milik nya, Hyunbin Hyung punya. Tidak apa-apa, lagi pula Hyunbin hanya akan pulang ke korea 6 bulan sekali. Baekhyun berusaha bersikap biasa. Ia juga menormalisasikan gerak jalan nya yang biasanya terkesan seperti anak tk habis pulang sekolah.

"Tuan muda Hyunbin ? anda sudah pulang ?"

Baekhyun tercekat, teryata ada pelayan rumah nya yang lain, menyadari hal ini. Baekhyun mengangguk, berniat untuk segera pergi meskipun kelihatan nya sangat tidak sopan membiarkan orang tua berbicara sendirian.

"Aneh, Tuan muda Hyunbin kok terlihat pendek?!"

...

Tangan kanan menggas kuat, skill Chanyeol belum hilang meskipun ia hiatus beratus-ratus tahun sekalipun. Ia tetap penguasa arena balapan liar. Jongdae, dengan nama samaran Chen itu akhirnya kalah pada akhir track yang mereka lewati. Kai dan Sehun berpelukan kegirangan, setelahnya mereka menyadari bahwa perbuatan itu memalukan. Segera mereka berlari kearah Chanyeol yang baru saja sampai.

"Yah kau menang"

"Uwahhh aku bangga sekali pada mu hyung" Sehun melakukan pelukan itu lagi. Chanyeol mendorong-dorong Sehun menjijikan. Hanya bercanda.

Dengan muka kesal si Jongdae itu memberikan uang uang sudah menjadi kesepakatan nya. Chanyeol tersenyum sambil mengangkat kertas buram itu.

"Terimakasih, undang aku lagi jika kalian mengadakan balapan liar. Bye"

Dan setelah nya Chanyeol pergi dengan motor begitu juga dengan Kai dan Sehun. Mereka tak tahan pada tubuh wanita jalang yang dijajakan disana. Sangat tidak menarik.

Saat itu Chanyeol sengaja mengambil jalan lain, Sehun dan Kai berhenti dipertepian. Keheranan satu sama lain.

"Dia mau kemana ?" tanya Sehun bingung, kai mengendikan bahunya. Menjalankan mobilnya lagi jika ia tidak ingin ditilang.

Berurusan dengan si pria botak itu, memberikan uang yang di inginkan nya. tab mulus seperti baru sudah ada di tangan.

"Lain kali rusakan lagi tab mu dan kemari untuk ku perbaiki ok?"

"Sial aku tak mau bertemu dengan mu lagi"

"Yah yah yah kau hanya omong kosong"

"Aku pergi dulu" suara menggema motor nya itu memenuhi gang kecil yang kucing liar keluar dari tong sampah menganggetkan si pria botak itu.

Chanyeol liar di arena balapan, tapi tidak mungkin juga ia bisa liar dijalanan umum. Namun ada waktu-waktu tertentu ia hanya ingin berjalan pelan. Padahal saat itu ia tak menggunakan full kecepatan nya. lampu belum berwarna merah jadi ia pikir untuk apa berhenti. Namun sesosok manusia membuat rem depan nya bereaksi sangat cepat.

Ia terkejut dan korban yang jatuh didepan nya pun terkejut.

"YAH!" kaca depan helm dibukanya, seseorang telah membangunkan singa tidur. Si korban kembali bangkit berdiri tanpa perlawanan apapun. Namun ada kendala saat melihat kantong kresek si korban yang bolong, terlihat kesusahan untuk membawa 3 pack susu kotak berukuran besar. Chanyeol turun dari motornya dan hendak membantu. Setidaknya ia tidak boleh menghalangi jalannya.

"Menepilah"

"Kau yang menabrak ku seharusnya tahu diri"

Chanyeol tercengang, betapa indahnya suara itu. Chanyeol menarik sebelah tangan milik orang tak dikenal nya. sure, that fingers only Baekhyun have that beautiful fingers.

"Baekhyun ?"

Chapter 2 end – Next ?


H-2 jam mau UN hahahaha habis bosen kebagian sesi-3. Harap jangan dicontoh adek-adek hahaha kakak begini karena gak tahan ok.

(I guess those nobody like this story heheh)

Mudah-mudahan next chapter bisa lebih baik lagi.

See you soon


I hope you will forgive me if there are some mistakes by me. Peace.