Balasan Reviews: Makasih yang sudah memberi saran, koreksi dan kritik untuk fic ini dan maaf jika ada saran yang tidak diterima. Untuk pair Naruto telah ditetapkan bahwa gadis dari Fraksi Iblis tidak akan menjadi pair Naruto, dansayamasih meminta saran. Yang menanyakan alur/plot/ spoiler cerita tidak akan saya jawab, biarlah itu terjawab seiring berjalannya cerita. And tenang saja, Naruto tidak akan membelot dari tujuan awalnya untuk menghancurkan Fraksi Iblis. Jadi, di fic ini tidak ada unsur romance-nya.
Reviews yang pake akun akan dibalas via PM, itu juga yang membutuhkan tanggapan dari saya. Silahkan cek inbox masing-masing, dan tentunya yang menanyakan alur cerita tidak akan saya jawab.
Sebelumnya dalam NARUTO PHENEX: LAVA HOUND. . .
Naruto terkekeh pelan, ia tidak menyangka Ophis akan berfikiran jauh kesana. "Jadi, aku harus mendapatkan hati dari keluarga Gremory, aku juga harus menunjukkan kekuatanku agar dapat menjadi boneka mereka sebagai pemeran kekacauan. Dan kau, telah tahu betul apa yang akan aku perbuat selanjutnya. Seperti biasa Ophis, kau selalu mengerti akan keinginan anak buahmu." Puji Naruto lalu kembali menatap bulan purnama yang bercahaya terang tanpa ada awan yang menghalangi.
"Hm, aku tahu kau sangat membenci iblis meskipun kau sendiri adalah iblis, terlebih kepada keluargamu. Ini merupakan sebuah kesempatan untuk membunuh salah satu keluarga Phenex yang sangat kau benci."
"Kau memang benar. Baiklah, aku akan menjalankan saranmu. Tapi. . . sebelum itu aku ingin kau melakukan sesuatu terhadapku." Pinta Naruto.
"Apa itu?"
"Bisakah kau. . . merubah auraku menjadi manusia biasa?"
NARUTO PHENEX: LAVA HOUND
Chapter 2: A Little Power of Naruto
Sebuah ruangan yang minim akan penerangan, perabotan-perabotan penelitian terlihat di setiap penjuru ruangan tersebut. Terdapat sebuah kursi di tengah ruangan, kursi itu telah di duduki oleh seorang pria pirang. Terlihat wanita kecil bersurai hitam panjang duduk di sampingnya yang tengah memasukkan sesuatu ke dalam tubuh pria pirang tersebut.
"Arrghhh!" suara kesakitan menggema di seluruh ruangan.
"Bertahanlah Naruto, sebentar lagi akan selesai."
"Tapi Ophis! Ini benar-benar sakit!" Naruto, pria pirang itu berucap sambil menahan sakit disekujur tubuhnya. Ia merasakan jika di setiap sel-sel dalam tubuhnya terasa sakit seperti ditusuk oleh ribuan jarum super tajam.
Ophis, wanita kecil itu hanya tersenyum kecil.
Beberapa hari yang lalu Naruto meminta kepada Ophis untuk merubah auranya menjadi manusia biasa, dan Ophis menyutujuinya. Saat ini Ophis tengah melakukan perubahan aura Naruto dengan cara memasukkan salah satu ular birunya ke dalam sel-sel yang ada ditubuh Naruto.
Cara kerja dari ular biru Ophis sedikit berbeda, jika biasanya ular Ophis digunakan untuk menambah kekuatan seseorang yang memakan ular itu maka kali ini berbeda. Ular Ophis yang dimasukkan dalam tubuh Naruto bertujuan untuk meng-copy aura lain yang berada dalam radius 1 kilo meter dari tempat Naruto sehingga membuatnya dapat meng-copy aura lain, ini berguna untuk melarikan diri jika hal yang merugikan terjadi.
Kebanyakan makhluk supranatural melakukan sihir untuk menutupi aura asli. Namun Ophis berfikir cara itu tidak efektif dalam jangka waktu panjang. Dan juga cara itu hanya dapat menyamarkan satu aura.
Beda halnya dengan yang dilakukan Ophis, Naruto dapat meniru aura bukan manusia saja. Apa pun auranya dapat Naruto tiru jika itu masih dalam lingkup radius 1 kilo meter. Tidak menutup kemungkinan Naruto dapat meng-copy aura Da-Tenshin (Malaikat Jatuh), Iblis, Malaikat, Youkai (Siluman), bahkan Dewa sekali pun.
Dan pertanyaannya, jika meng-copy aura seseorang bukankah itu akan mengundang kejurigaan terhadap orang lain yang mengenali aura yang Naruto copy? Disinilah alasan Ophis memasukkan sendiri ularnya ke dalam tubuh Naruto, bukan Naruto yang memakan ular Ophis.
Ophis mengendalikan ularnya agar dapat masuk ke dalam setiap sel-sel tubuh Naruto sehingga dapat menyatu. Jika hal itu sudah sempurna dan Naruto meng-copy aura lain maka setiap sel-sel dalam tubuh Naruto akan memancarkan aura yang ia copy. Ini lebih kuat dibandingkan sihir yang menutupi aura asli dengan aura lain.
Jika sudah sepenuhnya meng-copy aura maka peran kharismatik dimulai. Dengan mencampurkan copy-an aura dan kharismatik diri sendiri maka akan menciptakan aura yang berbeda sehingga aura Naruto tidak akan sama dengan aura yang ia copy sebelumnya. Sungguh menakjubkan.
Bagi Ophis yang sejatinya adalah Naga, Ouroborus Dragon sang ketidak batasan dan abadi, salah satu Naga terkuat didunia sekaligus eksistensi yang ditakuti hampir seluruh ras supranatural, baginya hal ini adalah hal yang sangat mudah dilakukan.
"Haaahhh. . ." helaan nafas lega keluar dari mulut Naruto setelah Ophis selesai memasukan ularnya ke dalam tubuh Naruto. Keringat bercucuran di setiap kulit tan milik Naruto.
"Ularku yang bersatu dengan tubuhmu dapat kau kendalikan semaumu." Jelas Ophis. "Kalau begitu aku pergi dulu. Ada yang harus aku urus." Lanjutnya lalu menghilang ditelan robekan dimensi yang ia buat dengan sangat cepat.
Naruto perlahan bangkit dari duduknya lalu berjalan untuk mengambil baju serta jubahnya, setelah itu ia memakai bajunya dan menatap cermin yang menampilkan wajah tampannya. Naruto menyeringai kecil ketika ia merasakan ular Ophis perlahan-lahan menyatu dengan sel-sel tubuhnya.
"Khu. . . khu. . . khu. . . kekuatan baru sudah kudapatkan. Nah, sekarang kita coba." Ucap Naruto lalu mulai konsentrasi dengan memejamkan kedua mata.
Sring!
Deg!
Naruto sedikit tersentak ketika ia tiba-tiba merasakan banyak aura dalam radius 1 kilo meter. "100. . . 200. . . 300. . . tidak, tapi 1000 lebih aura manusia yang berada dalam jangkauanku." Gumamnya.
Deg!
Lagi-lagi ia sedikit tersentak ketika merasakan aura yang berbeda, ia pun menyeringai. "Keh. . . ada tiga aura iblis. Menarik!"
Naruto membuka kedua matanya, seringainya kian melebar karena ia kini telah puas akan kekuatan baru yang menurutnya sangat berguna untuk pertarungan. "Tidak hanya untuk meng-copy aura, kekuatan ini dapat mendeteksi seseorang. Jika aku kembangkan lagi maka bukan hal yang mustahil bila bertarung dengan penutup mata. Khu. . . khu. . . khu." Ucap Naruto lalu meng-copy salah satu aura manusia yang berada dalam jangkauannya.
Sring!
Naruto menciptakan lingkaran sihir berwarna orange dengan lambang Clan Phenex dibawah kakinya. Perlahan tubuh Naruto bersinar terang lalu menghilang dalam kobaran api dari ruangan tersebut.
Sore hari telah tiba disebuah kota indah yang bernama Roma, kota yang berada di Negara Italia. Matahari nampak siap untuk turun dari singgasananya dan digantikan oleh sang raja malam, bulan. Terlihat bangunan pabrik tua yang berada di pesisir kota Roma, ladang-ladang gandum menjadi pemandangan indah disekitar pabrik tersebut. Dilihat dari tempatnya, pabrik itu merupakan pabrik tempat pengolahan gandum yang sudah lama tidak terpakai.
Tap! Tap! Tap!
Terlihat Naruto tengah berjalan memasuki pabrik tua itu. Setelah berhasil masuk, ia melihat ke sekeliling yang hanya berupa kegelapan. Namun dirinya adalah iblis, ia dapat dengan mudah melihat dalam kegelapan.
"Hmm. . . dua aura iblis sedang menuju kemari. Dilihat dari auranya sepertinya mereka termasuk iblis liar tingkat menengah." Gumam Naruto yang merasakan dua aura iblis sedang mendekati dirinya. "Dan yang satunya lagi masih belum bergerak." Lanjutnya.
Tap! Tap! Tap!
"HAHAHAHAHAHA. . . sepertinya ada manusia rendahan yang nyasar kesini."
Naruto mendengar suara berat nan mengerikan dari arah depan. Ia yakin suara tersebut berasal dari salah satu iblis liar.
"Kau benar, sepertinya malam ini kita akan berpesta." Timpal salah satu iblis liar yang lainnya.
Trenk!
Seketika lampu yang berada di dalam pabrik tersebut menyala, itu membuat Naruto dapat melihat dengan jelas rupa dari dua iblis liar yang berada di hadapannya.
'Hmm. . . sepertinya yang menyalakan lampu adalah iblis yang dibelakang sana.' Batin Naruto.
"HAHAHAHA. . . lihatlah manusia rendahan yang berdiri dihadapan kita! Rupanya dia mempunyai wajah yang tampan." Ucap salah satu iblis liar tersebut.
"Kau benar, aku jadi ingin menguliti wajah tampannya itu." timpal iblis liar yang lain.
Sementara dengan orang yang dibicarakan, ia hanya berdiri tenang. Tidak ada ketakutan sedikitpun yang terlihat di wajahnya. Naruto masih tetap mengobservasi musuh yang berada di hadapannya. Ia dapat dengan jelas melihat sosok dua iblis liar yang menyerupai manusia biasa, berbadan tidak terlalu kekar namun memiliki postur tubuh tinggi yang ideal. Masing-masing dari mereka memiliki warna rambut berbeda, satu berwarna hitam dan satunya lagi berwarna putih.
"Lihatlah Shiro! Manusia rendahan itu membawa pedang yang cukup menarik di punggungnya." Ucap iblis liar yang berambut hitam.
"Kau benar Kuro. Setelah kita memakannya aku akan mengambil pedang itu." balas iblis liar berambut putih.
'Dan. . . mereka juga membawa pedang di punggungnya.' Balas Naruto dalam hati.
Shiro dan Kuro bersiap menyerang dengan mengambil pedang masing-masing. Tidak lama kemudian pedang telah berada digenggaman tangan.
"Sepertinya mereka berdua adalah bekas bidak knight." Gumam Naruto lalu mengambil pedang berwarna merah di punggungnya. "Maju!" ucap Naruto dengan seringai tipis.
"Cih! Jangan remehkan kami MANUSIA RENDAHAN!"
kedua iblis liar tersebut langsung melesat cepat menyerang Naruto. Kuro yang berada di depan langsung menyayatkan pedangnya vertikal namun dapat ditahan dengan mudah oleh Naruto. Shiro yang berada dibelakang langsung berlari ke arah kanan dan menghunuskan pedangnya.
Naruto yang tidak mau terkena serangan langsung memberikan sedikit dorongan pada pedangnya agar Kuro terhempas. Setelah berhasil lolos dari Kuro Naruto langsung menahan sayatan pedang milik Shiro, namun kali ini berbeda, ia langsung memberikan dorongan pada pedangnya agar Shiro terhempas juga.
"Kena kau! Manusia rendahan!" teriak Kuro sambil menebaskan pedangnya ke arah Naruto dari belakang namun. . .
Trank!
Dapat ditahan dengan mudah oleh Naruto menggunakan bagian sisi pedang merahnya. Naruto melompat kebelakang untuk menjaga jarak dengan musuhnya. Setelah itu ia menciptakan api berwarna orange kemerahan ditangan kanan. Dalam bermain pedang Naruto selalu memakai tangan kiri. Ia lalu menyalurkan api merahnya ke pedang, seketika pedang itu pun bercahaya merah terang.
Inilah salah satu kemampuan pedang Naruto, dapat menghantarkan panas lebih baik dari material besi manapun. Pedang Naruto dibuat dari material yang dapat menghantarkan panas dengan sangat baik dan cepat.
"Woaah lihat itu Shiro! Pedangnya diselimuti api merah." Ucap Kuro.
"Khe khe khe khe ini menarik! Sepertinya aku benar-benar tertarik dengam pedang itu." ucap Shiro.
"Hn. Berpikir kalian akan mendapatkan pedang ini? pikir lagi." Ucap Naruto datar yang membuat Shiro dan Kuro naik pitam karena diremehkan oleh manusia.
"SI-SIALAN KAU MANUSIA RENDAHAN!" teriak Shiro murka dan tanpa pikir panjang segera melesat menyerang musuhnya.
Naruto pun sama, ia melesat dengan cepat ke arah musuhnya. Setelah jarak mereka berdua sampai 1 meter, Naruto dan Shiro menyayatkan pedang masing-masing.
Trank!
Suara dua logam saling beradu menggema di seluruh penjuru ruangan pabrik ini. Baik Shiro maupun Naruto tidak ada yang mau mengalah. Mereka saling mendorongpedang masing-masing. Namun tidak lama kemudian, terlihat sisi pedang Shiro yang beradu dengan pedang Naruto mulai meleleh, itu membuat Shiro kaget.
"Mustahil!" pekik kaget Shiro.
Naruto menyeringai saat melihat musuhnya dalam keadaan kaget. Ini kesempatan dia untuk membunuh Shiro. "Ini akhirmu, matilah!" ucap Naruto sambil memberi dorongan lebih kuat pada pedangnya yang menyebabkan pedang Shiro patah. Setelah itu Naruto langsung menusuk dada Shiro.
Cleb!
"ARRGGHH! SIALAN KAU MANUSIA RENDAHAN!" teriak kesakitan Shiro lalu perlahan-lahan tubuhnya berubah menjadi abu hitam pertanda ia telah mati.
Kuro yang melihat temannya mati pun sudah tidak dapat menahan amarah lagi. Tanpa pikir panjang ia langsung menyerang pelaku pembunuhan temannya dengan setumpuk amarah yang tak terbendung lagi.
"Bodoh." Gumam Naruto lalu menyayat udara yang berada di depannya. Seketika tercipta gelombang kejut berwarna merah yang melesat cepat menuju iblis yang berada di depan. Kuro yang tidak sempat menghindar dan telat dalam mengayuhkan pedangnya pun mau tidak mau terkena gelombang kejut yang Naruto ciptakan.
Crash!
"ARRGGHH!" teriak kesakitan Kuro, tubuhnya terbelah dua lalu menghilang menjadi abu hitam.
Prok! Prok! Prok! Prok!
Terdengar suara keprukan tangan.
"Hebat juga kau manusia rendahan, dapat membunuh anak buahku." Muncul iblis liar yang sedari tadi bersembunyi dibelakang. Iblis liar tersebut memiliki tubuh yang besar dan kekar serta wajah yang menyeramkan.
"Hn." Itulah respon Naruto, ia lalu menyimpan pedangnya kembali di punggung. "Sekarang, giliranmu iblis hina." Ucap Naruto yang menekan kata hina.
"HAHAHAHAHAHA. . . mustahil manusia rendahan sepertimu dapat membunuhku." Remeh iblis liar itu. Tanpa basa basi plus percaya diri tinggi ia segera menciptakan lingkaran sihir besar di depannya dan menembakkan demonic power berbentuk bola besar ke arah Naruto.
Syut!
"Serangannya tidak dapat ditahan oleh dinding api. . . kalau begitu. . ." gumam Naruto lalu menyelimuti kedua tangannya dengan lahar yang keluar dari pori-pori kulitnya. Naruto lalu menghentakkan kedua tangannya ke lantai.
[Lava Wall]
Boush!
Muncul dinding lahar didepan Naruto yang menahan laju bola demonic power dari iblis liar tersebut. memanfaatkan kesempatan ini, Naruto segera merubah seluruh tubuhnya menjadi api dan berteleport kebelakang musuh.
Swush!
"Yo, kau melihat kemana?"
Deg!
Suara datar mengagetkan iblis liar tersebut. Refleks ia menoleh ke arah asal sumber suara agar dapat melihat siapa yang berbicara tadi, namun. . . .
Grep!
Sebuah tangan kekar mencengkram wajahnya dengan keras.
"Musnahlah."
Tangan kekar yang mencengkram wajah iblis liar tersebut mulai diselimuti api merah. Dengan sangat cepat api merah tersebut langsung merambat ke seluruh tubuh iblis liar itu dan membakarnya sampai tak tersisa.
"ARGGHH!"
Dengan begini, Naruto telah membereskan tiga iblis yang bersarang dipabrik tua itu. ia juga melihat bola demonic power yang dikeluarkan oleh iblis liar tadi telah menghilang. Naruto juga melihat tidak ada bekas goresan di dinding lahar pertahanannya.
"Hn. Sudah cukup aku bermalas-malasan dikota ini. Aku harus segera menjalankan rencanaku." Ucap Naruto sambil berjalan keluar pabrik. "Nee, clan Phenex. Berisaplah menghadapi sesuatu yang besar." lanjut Naruto dengan seringai kejamnya.
". . . . sesuatu yang akan melenyapkan kalian semua."
To Be Continued.
Tentang kemampuan meng-copy aura lain saya dapat inspirasi dari anime Psycho-Pass.
Di chapter ini Naruto sedikit unjuk kekuatan. Tentang pedang merah Naruto, pedang yang ia pakai sama seperti pedangnya Genesis di game FINAL FANTASY VII: CRISIS CORE.
Segitu saja dulu yang dapat saya jelaskan dan jangan lupa review.
Zidane Lockhart
