*HE IS MY BOYFRIEND* PART 2
Cast :
Kim jongin
Oh sehun
Xi luhan
Kim minseok

.

Jongin menatap tumpukan buku dengan pandangan horornya.

Bruk

Seorang yeoja manis berpipi gempal duduk di sofa. Di ruang keluarga tangan mungilnya membawa sekantung makanan riangan.

"apa yang sedang kau lalukan dengan tumpukan buku itu jongie"
"aku sedang mengerjakan tugas eonie jadi jangan ganggu aku "
"sepertinya aku harus mempersiapkan mentalku untuk esok "

Jongin mengalihkan pandaangannya ke arah sang eonie

" memang kenapa?"
"karna aku yakin besok pasti akan kiamat"

Jongin memandang malas sang eonie

"eonie kau ini bukan tuhan kenapa bisa berkata seperti itu"
"oh ayolah. adikku yang cantik ini sejak kapan bersahabat dengan buku yang aku tau kau lebih senang bersahabat dengan bantal dan guling mu"
" ini karna makhluk albino itu dia benar membuatku menderita"
"oh maksudmu si cadel itu?"

Jongin menatap tajam minseok memang jongin sering sekali memanggil sehun dengan berbagai julukan tapi untuk minseok, yeoja ini memiliki wajah manis namun mulutnya dan hatinya bagai iblis, karna setiap kalimat yang terlontar dari bibir tipisnya adalah sebuah hinaan telak untuk sang kekasih, jongin masih ingat jelas saat keduanya di pertemukan bersama mereka seperti akan saling membunuh hanya dengan tatapan saja dan sejak saat itu jongin bersumpah tak akan mau mempertemukan mereka kembali.

"kenapa kau melihat ku seperti itu kau tak suka?"
" yakk eonie orang yang kau sebut cadel itu pacarku"
" oh kau mengakui kalo dia ini pacarmu, aku pikir kau tak akan mengakuinya sebagai pacar mu"
"mian eonie aku bukan dirimu yang "

Brukk

Sebuah bantal melayang tepat ke kepala jongin membuat dia meringis kesakitan.

"yak kim jongin sekali saja kau memanggil namanya dengan mulutmu akan ku tarik lidahmu itu "

Minseok pergi dari ruang keluarga dan melangkah ke kamarnya, jongin yang melihat aura yang tak bersahabat yang keluar dari sang eonie segera meneguk ludahnya kasar, oh ayolah kim minseok memang manis dan imut di tambah tubuh kecilnya yang membuatnya semakin terlihat sangat menarik namun jangan pernah tertipu pada wajah manis nan imutnya karna di balik wajah manis nan imutnya tersemayan jiwa iblis yang akan bangkit kapan saja dan jongin tak mau mencari gara gara dengan eonienya itu.

Jongin kembali menatap tumpukan bukunya ,sedari tadi dia berkutat di depan bukunya tak ada sedikit pun noda tinta yang menghiasi buku putih nya, jongin ahirnya menyerah dan merebahkan tubuhnya di sofa dan tak butuh waktu lama jongin sudah mulai berkelana di alam mimpinya yang lebih indah di bandingkan harus melihat rumus rumus yang membuatnya hampir pingsan.

.

Pagi ini jongin berjalan gontai oh ayolah ini masih terbilang pagi dan terimakasih pada kim minseok yang menariknya dan membawanya ke sekolah pagi pagi buta seperti ini, yah karna alasan takut jongin tertidur sampai besok pagi minseok yang memang memiliki tugas di kampusnya yang menyebabkan dia harus pergi pagi pagi buta membuatnya menarik jongin dan membuangnya di gerbang sekolahnya.

Jongin segera mendudukkan dirinya di bangkunya dan menjatuhkan kepalanya di meja belajarnya, jongin segera memejamkan matanya sampai dia merasakan sebuah tangan mengelus rambutnya, jongin segera membuka matanya dan dia mendapati seorang namja tampan yang di ketahui sebagai guru matematikanya itu.

"pagi sekali sudah di sini "
" eonie menarik dan membuangku di sini"
" oh yejoa gempal itu"

Jongin menegakkan tubuhnya dan menatap tajam sehun.

"yaampun oh sehun bagaimana eonie bisa merestui hubumgan kita jika kau selalu bersikap seperti itu padanya"
"sudahlah cepat makan, aku tau kau belum makan"

Jongin menatap kotak makanan dan juga wajah sehun bergantian di otaknya berpikir sejak kapan sehun bisa memasak setaunya sehun tak bisa memasak jangankan memasak menyentuh dapur saja dia tak pernah.

"itu dari si tubuh gempal "

Seakan mengerti apa yang di pikirkan jongin sehun segera menjawabnya dan di hadiahi delikan tajam dari yeoja berkulit tan ini.

" si tubuh kempal yang kau maksud itu adalah kakak ku oh sehun, sekali lagi kau menyebutnya si tubuh gempal aku berani bersumpah akan melemparmu ke sungai han"

Jongin memanyunkan bibirnya lucu membuat sehun tak tahan untuk memcubit pipinya.

"aish appo hunah "
"habisnya kau menggemaskan sayang"

Jongin merenggut dan memeluk lengan sehun, sehun yang mengerti kini jongin dalam mood manjanya segera mengusap rambut halus jongin dengan tangannya yang masih bebas.

"ada yang membebani pikiranmu jongie?"
" hem, kenapa kau terlahir tampan hunah?"
"pertanyaan macam apa itu"
"aku selalu merasa risih jika ada yang berteriak memanggil namamu di sampingku "
"kau cemburu? "
"tidak sama sekali "
"huh aku kecewa jika begitu"
"kenapa?"
"itu tandanya kau tak mencintaiku "

Peletak

Tangan mulus jongin mendarat di kepala sehun.

"dasar bodoh"
" setidaknya aku tak lebih bodoh dari mu"
" berengsek kau oh sehun"

cup

sehun mengecup bibir jongin sekilas dan segera berdiri dari duduknya.

"yakk albino mesum berengsek"

sehun hanya tersenyum dan mengusek rambut jongin.

"aku jadi ingin bertanya pada nyonyakim"
"bertanya apa?"
jongin mengerjap ngerjapkan matanya.
"aku ingin bertanya kenapa biasa beliau melahirkan 2 putri keturunan iblis sangkakak dengan mulut tajamnya dan sang adik dengan tangan mautnya. Sampai nanti sayang "

Pelipis jongin berkedut dan tangannya meraih tasnya lalu tanpa belaskasihan dia melemparkan tasnya ke arah sehun, sehun segera menghindar dan berhasil namun naas sehun mendapatkan pukuklan di kepalanya oleh tangan halus jongin dan bukan hanya sekali Sehun mendapatkan pukulan tapi berkali kali.

"MATILAH KAU OH SEHUN "
"aduh sakt sayang "
" berhenti memanggilku seperti itu berengsek "
"aduh sudah hentikan"
"tak akan dasar kau kurang ajar"

Begitulah keseharian mereka saat mereka memiliki waktu bersama, namun saat bel berbunyi semua berubah jongin dan sehun akan berperan sebagai guru dan murid, mereka menyembunyikan hubungan mereka dari pihak sekolah karna memang ada peraturan bahwa guru dan murid tak boleh berpacaran dan jika itu terjadi maka salah satu dari mereka harus pergi dari sekolah itulah alasan kenapa jongin dan sehun menyembunyikan hubungan mereka. Seperti sekarang ini di kelas mereka akan bersikap seolah tak saling mengenal satu sama lain. Namun tak dapat di pungkiri jika jongin sering kali merasa cemburu pada teman temannya yang mendekati sehun secara terang terangan dan itu membuatnya terbakar emosi.
Jam istirahat telah berbunyi, sungguh ajaib sedari tadi jongin tak menutup matanya membuat do berdecak kagum, do menarik tangan jongin dan membawanya ke suatu tempat. jongin menatap yeoja yang lenih pendek darinya itu dahinya mengkerut kala melihat kotak dengan hiasan pita.

"apa itu?"
"jongin bisa kau membantuku?"
"oh tentu saja bisa kau kan sahabatku"

.

Dalam hati jongin merutuki kesangguppannya membantu do, seharusnya jongin bertanya terlebih dulu bantuan untuk apa, dan berahir dengan jongin yang sedari tadi mengumpat tak jelas ,jongin sungguh merasa kesal dan ingin sekali berteriak tapi dia tak bisa, coba saja bayangkan di hadapanmu di depan matamu sendiri kau melihat sahabatmu menyatakan cintanya pada kekasihmu sendiri dan kau tak bisa berbuat apa apa dan kalian pasti tau seperti apa perasaan jongin saat ini.

Jongin mematap lurus ke arah sehun seakan ingin memakannya hidup hidup dan sehun tak bodoh untuk mengetahui aura hitam yang membara di belakang tubuh yeoja di hadapanya, senyum terulas di wajah sehun dan tanganya mengambil kotak yang di serahkan padanya.

" terimakasih do, tapi aku tak bisa menerima cintamu maaf kan aku"
" yah tak apa sem aku tau aku hanya ingin kau tau saja "

Do segera pergi di susul oleh jongin yang mengekori do, sebelum pergi jongin sempat melirik ke belakang dan mendapati sehun yang sedang mengerlingkan matanya pada jongin.

.

Jam pelajaran telah usai dan jongin yang memang tipe orang yang tak betah berada di sekolah segera melangkahkan kakinya menjauhi neraka menurutnya itu.
Namun langkah jongin terhenti saat melihat sesosok namja yang melambaikan tanga ke arahnya.

"JONGIN SAYANG OPPA MENUNGGUMU LAMA"

Demi apapun jongin ingin sekali memcekik namja yang seenaknya berteriak teriak membuatnya menjadi pusat perhatian dan jongin selalu membenci menjadi pusat perhatian, jongin segera melangkah mendekati namja itu dan menarik kerah mantel yang namja itu pakai secara beringas, jangan lupakan bahwa jongin bukanlah yeoja yang halus dan lembut , dia ini sedikit kasar.

Bruk

Jongin menghempaskan tubuh namja tersebut ke dinding dan berdiri di depannya dengan melipat tangannya di dada.

"Jadi "

Ucap jongin penuh penekanan pada namja di hadapannya

"ayolah jongin sayang berhenti bersikap kasar padaku aku ini adalah calon kakak iparmu"
" siapa kau berani sekali mengatakan kau kakak iparku, yang aku tau minseok eonie belum menikah dan lagi jika dia tau atau mendengarnya aku yakin kau akan jadi sup rusa lu ge"
"jadi karna itu lah aku ingin meminta bantuanmu"
" bantuan apa "
" menjadikan eonie mu sebagai istriku"

Jongin menatap horor ke arah luhan, jongin tau jelas jika minseok itu membenci luhan dan jika minseok tau jongin terlibat dalam rencana luhan bersiaplah menerima amukan minseok yang sangat menyeramkan, oh jongin masih menyayangi nyawanya.

"lupakan aku tak mau menjadi korban amukan minseok eonie"

Jongin melangkah meninggalkan luhan dia terus saja mendengus kesal, bukan hanya insiden sahabatnya yang menyatakan cintanya pada sang kekasih di tambah insiden teriakan luhan yang menggema di sekolahnya, langkap sudah penderitaan jongin hari ini.

Brakk

Jongin membanting pintu rumahnya dan melempar tubuhnya di atas sofa dan sedetik kemudian terdengar teriakan frustasi dari mulut jongin. Jongin mendudukkan dirinya dan memandang layar tv yang padam

PELETAK

Dan senuah ucapan selamat datang yang di berikan oleh kakak tercintanya sebuah pukulan manis di kepala jongin.

"heh kau ini mau mati hah? Baru pulang sudah membuat keributan"
"yakk eonie pantas saja hunah selalu berkata aku bodoh aku yakin itu karna ulah eonie yang selalu memukul kepalaku"
" apa kau bilamg si cadel itu menyebutmu bodoh, yaampun jongin untuk apa kau pertahankan dia mahluk seperti dia tak pantas untukmu cari orang lain sana "

Jongin semakin cemberut dan dengan segera dia melangkahkan kakinya ke arah kamarnya dan membanting pintu kamarnya.

"YAKK KIM JONGIN KAU AKAN MATI JIKA PINTUNYA RUSAK"
"SAYANGNYA AKU TAK MAU MATI DI TANGANMU EONIE"
.

.
.

Pagi ini jongin merasa sangat aneh pada teman temannya, mereka memandang jongin berbeda, entahlah jongin sendiri tak tau kenapa, tapi yang jelas ada sesuatu di sini , jongin memandang aneh pada do yang sedari tadi tersenyum kearahnya.

" do kau kenapa?"
"wah kau menjadi sangat terkenal sakarang jongin "
"maksudmu?"
" bukankah kemarin kau di jemput oleh namja chingumu? Semua orang memang tau kau memiliki namja chingu tapi tak pernah ada yang tau seperti apa dia dan kemarin sepertinya kau mulai berani menunjukannya "

Jongin mulai berfikir siapa kira kira orang yang do maksud cukup lama hingga ahirnya sebuah nama terlintas di pikiran jongin dan jongin pun mulai menatap do dengan wajah yang cukup pucat, semoga apa yang dia pikirkan tak terjadi pikir jongin.

"do "
"hem"
"siapa saja yang tau berita ini "
"seluruh sekolah "

Jawaban enteng do seakan memberikan hantaman besar bagi jongin, kini yang dia pikirkan hanya satu nama yaitu oh sehun. Jika sehun mendengar gosip ini tamatlah riwayatnya, jongin segera berlari keluar kelas menyusuri koridor dan langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok yang ia cari dengan langkah gontai jongin menghampiri sehun setelah memastikan keadaan aman.

"hunah dengarkan aku "
"ini di sekolah jongin jadi kita bicarakan nanti"

Sehun melangkah meninggalkan jongin yang sekarang sedang bersandar di dinding koridor, mungkin untuk jongin ini saat nya untuk melakukan moment garuk tembok, ini sebuah bencana jongin yakin jika kini sehun sedang menahan emosinya mendengar gosip murahan itu ,mata jongin berkilat amarahnya sudah tak terbendung lagi.

"XI LUHAN AKAN KU JADIKAN KAU RUSA PANGGANG MALAM INI"

.

TBC/END
Huh ahirnya beeres juga hehehehe aneh yah tak apa lah nikmatai saja heh ehehehe