Fandom : Durarara!
Pair : ShizuoxFem!Izaya

Disclamer : Narita Ryohgo

Warning : ooc, gaje, no yaoi dan lain-lain

Author mau ngomong *plak* : ayey, terima kasih yang udah review, yg sudah membuat saya bersemangat untuk melanjutkan cerita ^w^

Enjoy reading ;D
akhir kata, klik tombol 'back' jika tidak suka~

Dada Shizuo terasa sangat sakit, nafasnya terasa berat. Tapi, menurut sejarah kesehatannya dia tak mempunyai penyakit yang serius. Dan kenapa tiba-tiba matanya menjadi panas? Ini benar-benar aneh. Apakah Shizuo harus ke tempat Shinra untuk menanyakan tentang kesehatannya?

Seorang lelaki blonde masih berdiri didepan sebuah kaca yang memisahkan dia dengan sepasang kekasih yang kini sedang menautkan kedua bibir mereka. Dia kaku, tak bisa bergerak. Otaknya diam seolah enggan untuk pergi. Beberapa detik kemudian dia memaksa kakinya untuk segera menjauhi tempat itu.

Disisi lain, di dalam restoran. Sang lelaki magenta kembali duduk dikursinya, dengan senyum terbaiknya dia memandang sang gadis. Si gadis crimson masih memakai topeng merah jambu. Detak jantungnya masih belum stabil karena ciuman tadi. Hey, tentu saja itu ciuman pertamanya, yang dicuri oleh cinta pertamanya dan dikencan pertamanya. Bukankah itu adalah catatan untuk sejarah hidupnya?

"Kau kenapa Kanra-chan?"

"A-ku tidak apa-apa kok Delic-kun." Kanra tersenyum manis diikuti Delic.

Malam itu berlangsung sangat cepat untuk Kanra. Tapi berlangsung sangat lama untuk Shizuo. Si Blonde yang kini sedang duduk termenung di meja belajarnya. Dia tak berniat menyentuh buku-buku yang menunggu untuk dia baca. Pikirannya jauh berputar menuju flash back, yang baru ia saksikan tadi.

Menginggat itu Shizuo dan perasaannya menjadi campur aduk. Namun, tak terselip perasaan senang saat ia mendapati sahabatnya mendapatkan pacar malah sebaliknya.

'Ayolah Shizuo, akui saja bahwa kau cemburu.' Sindir setan merah yang ada dalam fikirannya.

'Berusahalah jujur Shizuo.' Kini malaikat putih ikut berbicara membuat Shizuo semakin tak bisa berfikir apa-apa.

"Arrrghh! Jangan ganggu aku!" Shizuo berteriak entah pada Siapa. Dia mengacak-acak rambut pirangnya. Melampiaskan kekesalannya pada rambut pirang yang kini menjadi tak beraturan.

Pagi menjelang. Mata Almond terbuka. Badannya terasa sangat sakit. Tentu saja, dia tidur dalam keadaan kepala dimeja, dan tubuhnya ditopang kursi belajarnya.

"Baka! Aku belum mengerjakan PRku!" Shizuo segera bangkit dari posisinya."Aku pinjam Kanra saja deh." Dia langsung buru-buru ke kamar mandi dan menyelesaikan segala kegiatan untuk pagi ini. Mulai dari mandi, memakai seragam, memasakan dan makan. Yup, itulah resiko kalau kau tinggal disebuah apartemen sendiri, terlebih lagi kau seorang pelajar yang sangat sibuk (?).

Namun malang bagi Shizuo. Dia tak mendapati gadis berambut hitam kelam malam dengan iris merah darahnya duduk dengan setumpuk buku. Yang ia lihat hanya sepasang kekasih yang sedang bersenda gurau dan sesekali mengumbar kemesraan.

Ya,ya,ya kini Shizuo telah mengakui kalau dia cemburu. Dia tak akan menyembunyikan rasa cemburunya itu pada para setan dan malaikat yang ada pada dirinya. Lalu sekarang dia harus melakukan apa? Berdiri didepan pintu kelas dengan tatapan kesal dan campur aduk? Seperti orang bodoh. Dan akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Sekalian meloloskan diri dari pelajaran hari ini adalah ide yang paling bagus.

Dan tempat yang paling dia sukai adalah atap sekolah. Tempat yang tenang bebas dari kebisingan dan jauh dari jangkauan guru. Karena paling-paling guru akan berfikir dua kali untuk mendatanagi tempat ini. Dan juga jauh dari, ya kalian tau kan?

Berlama-lama diatap dengan desiran angin senja yang bersepoi membuat mata Shizuo berat. Dia sangat mengantuk. Dan dia memutuskan untuk kembali ke apartemennya.

Tapi telinganya menangkap suatu gelombang. Suara yang sepertinya dia kenal. Langkah kaki dan rasa penasrannya menemukan dua pasang sejoli yang sedang bermesraan dibalik sebuah gedung.

'Bukan kah itu Delic?' seorang lelaki blonde dengan headphone yang sangat tidak asing untuk Shizuo. Sedang memeluk seorang gadis dengan pertama Shizuo gadis itu adalah Kanra. Namun, ternyata suri coklat yang menyembul telah membuang jauh-jauh pemikiran awalnya tadi.

Shizuo terus memperhatikan pasangan tersebut. Samar-samar terdengar suara.

'bagaimana dengan gadis setan itu?'

'tenang saja aku sama sekali tak menyukainya bahkan mencintainya, hanya untuk menyenangkan hatinya saja, kalau aku sudah puas aku akan meninggalkannya.'

'Ga-gadis setan? Siapa? Kanra?' batin Shizuo.'Aku harus cepat-cepat memberitahu Kanra!' shizuo meinggalkan tempat itu dan segera menuju rumah Kanra yang terletak tak jauh dari sekolah mereka.

Sesampainya dirumah gadis penyuka manusia itu. Shizuo buru-buru mengetuk pintu rumah dengan tidak sabaran.

"Kanra!" Shizuo masih mengetuk pintu itu. Beberapa saat si pemilik rumah menampakkan dirinya.

"Shizu-chan, tumben kau kesini, ada apa?" gadis itu tersenyum ceria seperti biasa.

"Tinggalkan Delic!" Shizuo langsung to the point. Membuat mata Kanra terbelalak.

"Ma-maksudmu?" tanya Kanra bingung."Sebaiknya kita bicarakan didalam saja." Kanra mempersilahkan sahabatnya itu memasuki masuk diikuti Shizuo yang ada dibelakangnya.

"Akan ku buatkan coklat panas dulu." Saat hendak melangkahkan kakinya, Shizuo menghentikan Kanra.

"Tidak usah repot-repot." Shizuo duduk disebuah sofa panjang, Kanra duduk didepannya.

"Bisa kau jelaskan maksudmu tadiShizu-chan?" Kanra kembali ke topik.

"Tinggalkan Delic, dia tak mencintaimu." Kata Shizuo to the point.

"Hahaha mana mungkin itu Shizu-chan, kami berdua saling mencintai, kau pasti hanya cemburu saja kan Shi-"

Shizuo memotong kalimat Kanra."Aku serius Kanra!" ucap Shizuo tegas.

"Kau punya bukti Shizu-chan?"

"Bu-bukti?" Shizuo nampak kebingungan.

"Tidak ada 'kan?"

"Aku bisa memberimu bukti, hanya saja tidak sekarang." Shizuo berusaha meyakinkan Kanra.

"Kau hanya membuang-buang waktuku Shizu-chan, nanti Delic akan mengajakku pergi tapi lihat aku belum persiapan sama sekali."

Kata-kata Kanra barusan membuat kedatangan Shizuo menjadi sangat, sangat, sangat sia-sia. Tapi dia tak menaruh rasa benci pada Kanra. Namun, dia malah semakin bersemangat dan akan memberikan bukti-bukti yang Kanra butuhkan untuk meyakinkan gadis bermata Crimson itu. Bahwa pria yang menurutnya terbaik bukanlah orang yang baik.

Dua hari setelah kejadian itu bukannya malah mencurigai Delic, Kanra malah semakin lengket dengan Delic. Semua adegan kemesraan mereka membuat hati Shizuo memanas. Shizuo berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membuktikan siapa Delic yang sebenarnya.

Saat melangkahkan kakinya menuju rumah. Telinga Shizuo mengangkap gelombang-gelombang suara yang sangat dia kenal. Seperti…suara Kanra. Pikir Shizuo. Shizuo mencari sumber suara tersebut dan berakhir pada sebuah gang kumuh, sempit dan gelap.

Matanya sulit menangkap apa yang berada disitu. Karena penerangan sederhana dari sang senja yang kian menghilang ditelan bumi.

"De-delic kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini?" Kanra panik. Tentu saja dia panik. Sepertinya ada yang eror dengan otak pacarnya itu. Kencan ditempat kumuh, gelap, bau dan sempit.

"…" Delic tidak menjawab dia hanya tersenyum. Yang menurut Kanra itu adalah senyum mesum Delic. Delic memojokkan Kanra. Kanra terhimpit, wajah Delic semakin dekat. Dekat dan…

Bruuuaakkk

To Be Continue~

Akhirnya publish juga XDDD
makasih buat yang udah review Shirasaka Konoe, Anon dan LadyGerman….arigatoo gozaimasu ^w^
akhir kata ayooo review lagi~

V

V

V

V

V

V

Review