Sorry for the late of update.. T_T
Terlalu banyak tugas yang menghantuiku setelah memasuki Semester 2, dan hari liburlah kesempatanku untuk dapat melanjutkan... Dan juga, diriku sungguh minta maaf atas banyaknya kesalahan yang terdapat di Chap. 1 sebelumnya. X_X
Anyway, for anyone that still waiting, I give you this Chapter 2. ^^
Vocaloid
© Copyright to Yamaha Co. and Crypton Future Media Co. also and the other Company.
But the story is mine.
-Cemetery – Day Five (Friday)-
"Oliver… Leon…" gumam Gumi, wali kelas mereka. Oliver dan Leon, meninggal akibat bunuh diri. Leon menggantung lehernya sendiri di kamarnya, sedangkan Oliver menjatuhkan dirinya dari atap sekolah . Saat ini, warga kelas 11 B sedang berduka tepat di depan kuburan dimana hari itu diadakan penguburan bagi mereka bedua, sehari setelah kematian mereka. Dan semua itu bermula sejak "K13" diadakan…
"Class of Despair"
Chapter 2: "Warning from the Curser -Part One-"
-Class 11 B – Day Six (Saturday)-
"Bukan salahku jika mereka mati, Pak," bantah IA, guru yang sedang diinterogasi oleh kepala sekolah mengenai kejadian yang merenggut 2 muridnya. IA pun mulai melanjutkan, "Memang saya memukul mereka? Atau menembak mereka? Memberi mereka racun? Menghipnotis? Tidak, bukan? Kenapa saya yang harus disalahkan?"
"Namun anda salah mendidik murid-murid seperti itu, Bu. Anda menekan mereka secara psikologis. Saya mulai meragukan sertifikat anda sebagai seorang guru yang berkompeten," jawab Kepala Sekolah Hanazono High, Dell Honne.
"Lalu, apakah anda meragukan penilaian dari pemerintah kita? Anda berpihak kepada siapa sekarang?" Kata IA sambil menaikkan suaranya.
Dell pun menjawab dengan mantap, "Saya lebih memihak kepada murid-murid saya, Ibu IA. Jika saja saya tahu bahwa K13 itu dilaksanakan oleh guru yang menekan psikologis anak murid saya sampai seperti ini, saya sudah menolak perintah dari pemerintah itu. Saya lebih memilih melawan mereka, maka dari itu saya tidak takut dengan ibu."
Suasana tegang menyelimuti ruangan itu. Bisa dibilang, mereka sedang berdebat, bukan dalam sesi interogasi. Untungnya, kegaduhan di ruangan itu tidak sampai terdengar oleh orang lain, dikarenakan ruangan sang Kepala Sekolah yang berada di pojok, jauh dari ruangan lainnya. Jika sampai terdengar, bisa saja interogasi tersebut bocor ke pendengar-pendengar yang tak diinginkan.
"Baiklah, jika itu yang Bapak minta. Saya akan menerimanya dengan senang hati, Pak." Kata-kata IA yang ucapkan setelah ia membuka pintu untuk keluar setelah beberapa lama berdebat dengan Dell. IA pun berjalan dengan santai ke ruangan guru.
"Ini adalah yang terbaik, bagi sekolah ini, bagi murid-muridku…" gumam Dell sambil meregangkan punggungnya yang pegal sehabis duduk dengan suasana yang tegang. Dell pun mengambil gagang telepon yang ada di mejanya, menekan angka, dan berbicara di telepon, "Halo? Kantor Pendidikan Pemerintah Kota? Saya ada permintaan…"
Sementara itu, anak-anak kelas 11 B baru saja menyelesaikan pelajaran komputer yang menyenangkan, dikarenakan gurunya yang dekat dengan mereka. Siapa lagi kalau bukan wali kelas mereka sendiri, Ibu Gumi. Bagi 11 B, hari Sabtu adalah surga bagi mereka, karena pelajaran hari itu diajar oleh dia. Dan lagi, ketika saat pelajaran komputer dimulai, di saat suasana ruangan masih bersedih, ada saja cara Gumi untuk merubah suasana murid-muridnya itu. Tak lama, suasana ruangan itu kembali baik, tidak lagi bersedih.
"Oliver dan Leon sudah di atas sana, mereka akan tetap bersama. Jadi, tidak perlu bersedih lagi karena mereka. Mereka pasti senang karena persahabatan mereka yang menjadi abadi. Jika ada di antara kita, dimana orang yang dekat dengan kita meninggal, janganlah putus asa. Mereka pasti sedih jika kita langsung berputus asa. Biarlah kejadian ini menjadi pelajaran berharga yang ditinggalkan oleh Oliver dan Leon." Begitulah sedikit dari perkataan Gumi demi mengubah suasana belajar anak-anak kelas 11 B. Dan perkataan itu, sekali lagi membuktikan bahwa Gumi sangat menyayangi mereka.
Pelajaran selanjutnya, olahraga, juga dilewati dengan menyenangkan oleh guru Gumi. Tak terasa, pelajaran di hari Sabtu pun berakhir. Gumi serta murid-murid 11 B berencana untuk pergi ke kuburan kedua mantan anggota kelas 11 B itu, sekedar menjenguk dan berdoa untuk arwah mereka.
"Apa ini?" gumam IA bertanya-tanya seraya mengambil secarik kertas yang ada di atas mejanya. Ia baru saja selesai mengajar kelas lain, dan saat jam pulang sekolah ketika ingin membereskan barang-barangnya, melihat secarik kertas yang tergeletak di atas mejanya. Saat ditanya ke guru yang lain, mereka tidak tahu siapa yang meletakkan kertas itu.
"Terima kasih, karena sudah memulai K13 ini dengan sempurna. Anda berhasil membunuh 2 orang secara bersamaan. Mulai sekarang, duduk manis dan tunggulah kutukan K13 menghampirimu, 4 hari lagi dimulai dari hari ini…"
"Bruuk.." Sesaat setelah IA membaca secarik kertas yang ternyata adalah surat itu, ia langsung tumbang karena kaget dengan ancaman yang diberikan. Guru-guru pun panik melihat Ibu IA pingsan di tempat, kemudian mereka segera membawanya ke UKS. Di dekat tempat IA pingsan, secarik kertas berisi surat pun tergeletak. Dan di sudut kanan bawah kertas itu, tertulis seperti sebuah tanda sang pengirim, yaitu "The Curser of K13".
Saat IA bangun, ia berada di UKS. Jendela ruangan itu memancarkan cahaya matahari berwarna oranye terang, jam pun menunjukkan angka 5. Seingat dia, waktu pingsannya adalah saat jam pulang sekolah di siang hari. Dengan keadaaannya yang membaik, ia mulai duduk di kasur itu.
"Mungkin sudah tidak ada orang lagi di sekolah. Lebih baik aku cepat pulang dan lupakan surat terkutuk itu," gumam IA dalam hati. Kemudian, ia mulai berdiri dan berjalan keluar dari UKS dan menuju ke ruang guru untuk membereskan barang-barangnya. Sejauh mata memandang, yang ia dapat lihat hanyalah lorong sekolah kosong. Dan sejauh ia dapat dengar, hanyalah bunyi langkahnya sendiri. Ya, bisa dipastikan bahwa dia sendirian di tempat itu…
Ketika IA sudah selesai membereskan barang-barangnya dan bersiap pulang, tiba-tiba ada yang aneh dengan pintu ruang guru. Pintu ruang guru tempat IA berada, terkunci dari luar. Namun dengan sikap santainya, ia mulai mengecek jendela ruang tersebut. Dia menemukan jendela yang ada di ruangan itu sesuai dengan ukuran tubuhnya, dimana jendela itu pada bagian pinggirnya terbuat dari sejenis besi. Dengan santai pula, ia berjalan ke arah jendela itu sambil membawa tasnya.
Tiba-tiba saja, sekumpulan energi mengalir ke tubuh IA ketika memegang pinggiran jendela itu. Energi itu membuat dirinya kejang-kejang, shocking. "Brzztt… Brzztt… Brzztt…" Energi itu menjalar ke seluruh tubuh IA. Ya, dia tersetrum oleh aliran listrik yang lumayan kuat. IA yang tak menyadari hal itu, tersetrum dengan hebatnya. Ia menggelepar layaknya ikan yang baru saja keluar dari air. Mulai tercium aroma terbakar dari tubuhnya, lebih tepatnya, rambutnya yang berbau seperti terbakar. IA tidak dapat meminta bantuan kepada orang lain karena tidak ada orang di sekitarnya. Dengan segenap tenaga yang dimilikinya, akhirnya ia dapat terbebas dari jebakan energi itu dan dapat keluar dari ruangan itu. Dengan sempoyongan dan sedikit berbau terbakar, IA berjalan menuju parkiran. "Sialan… Siapa orang nekat yang berani berbuat seperti itu pada saya?" gumamnya dalam hati.
Setelah sampai di parkiran, ia mulai mencari motornya. Dan ia menemukan, bahwa motornya baik-baik saja. Tidak ada sama sekali bekas hasil jahil orang atau apapun. Hanya motor yang ia biasa bawa setiap harinya, terpakir dengan tenang di bawah atap tempat parkiran. Di dekatnya, tak ada kendaraan lain yang parkir. Dengan perasaan senang, ia mulai mengambil kunci motor dari tas, menaiki motor itu, memasukkan kunci ke lubang kunci, dan memutarnya.
Sekali lagi, ada sebuah lontaran yang mendorong IA terlontar ke atas. "Paaang!" IA yang terbang ke atas itu pun membuat cekungan pada atap parkiran yang terbuat dari seng, kemudian jatuh ke sisi lain dari motornya. Kali ini, tersembul sebuah per cukup besar, berada di bawah jok motornya, dan sepertinya kunci motor miliknya lah yang memancing per itu untuk lepas, dan melontarkan dirinya. Dan juga, motor itu kemungkinan dijahili oleh seorang yang bekerja sangat rapi, karena tidak terlihat bekas-bekasnya. "Sial… Kena lagi…" katanya dalam hati. Setelah mengusap kepalanya yang terbentur serta bokongnya yang sakit akibat jatuh tadi, ia mengambil barang-barangnya yang tak sengaja terjatuh kembali ke tasnya, menggantung tas itu di motor, kemudian berjalan keluar dari sekolah itu sambil menggiring motor itu. Tentu saja ia tak bisa membawanya, karena jika memutar kunci di lubang kunci motor itu, yang ada per itu akan menyembul kembali setelah ditekan joknya. IA membawa motor itu, diam seribu bahasa sambil memikirkan hal konyol apa lagi yang akan menimpa dirinya.
Sesampainya di depan bengkel dekat rumahnya, IA memanggil tukang yang biasa berjaga sambil berkata, "Pak, tolong lepaskan per serta benarkan lubang kuncinya ya. Ada yang menjahili motorku ini." Kemudian, sang tukang bengkel pun berkata padanya, "Baiklah, akan saya kabari ya jika sudah selesai. Uangnya pas ambil motor saja ya, seperti biasa." Setelah mendengar kata itu, IA pun mengucapkan terima kasih dan kembali berjalan. Sesampainya di depan rumah, IA yang sudah sangat kelelahan itu tak sabar ingin masuk ke rumahnya. "Prangg!" Saat berdiri persis di depan pintu, ada sesuatu di belakangnya yang jatuh, seperti ada yang pecah. IA yang kaget saat mendengar suara pecahan itu berbalik badan, dan terlihatlah sebuah pot bunga yang hancur berkeping-keping. "Tipikal…"katanya dalam hati.
Di dalam rumah, yang dia lihat hanya sebuah ruangan kosong. Ya, dia tinggal sendirian di umurnya yang beranjak 30 tahun itu. "Huh… Andaikan saja, aku sudah punya suami…" katanya sambil menghela nafas panjang. "Padahal, teman-temanku sudah pada bersuami-istri, bahkan sudah mempunyai anak. Apa diriku tidak cantik lagi? Atau karena diriku kurang bersosialisasi? Ah.. Kerasnya hidup ini…" lanjutnya sambil meminum air yang disimpannya di kulkas.
Setelah berganti pakaian di kamar, ia langsung loncat dan membaringkan dirinya ke ranjang yang bergambar bunga mawar merah. IA menatap ke langit-langit kamarnya, mengenang semua yang telah terjadi padanya. Dari tersetrum aliran listrik, jok motor yang ternyata membuatnya terlontar, dan sebuah pot bunga yang hampir mengenai kepalanya. "Mungkin karena surat aneh itu… Aku tidak membunuh mereka. Pasti hanya orang iseng. Ya… Pasti hanya orang iseng… Tidak mungkin ada yang namanya "Kutukan K13"… Aku takkan percaya dengan hal begituan," begitulah yang dipikirkan olehnya. Kemudian, dia menyiapkan makan malam untuk dirinya di dapur.
Jam menunjukkan jam 7 malam. Suasanya dingin menyelimuti udara yang ada. Rumah IA seperti biasa, sepi. Setelah makan, IA kembali mengerjakan tugasnya. "Cih… Anak-anak zaman sekarang… Selalu saja melawan…" Katanya dalam hati sembari mengoreksi tugas anak muridnya. Tugas yang diberikannya kepada murid-murid sungguh banyak, dan ia masih sanggup untuk mengoreksi itu semua. IA memang dilatih untuk mengoreksi tugas yang sebanyak itu.
"Jika bisa, aku ingin membuat tugas-tugasnya dialihkan ke sistem online. Dengan begitu, pengoreksiannya akan lebih mudah. Lagi pula, "K13" itu cukup menitikberatkan teknologi. Dengan rencana itu, mungkin aku bisa membuat popularitasku lebih tinggi lagi…" katanya lagi dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri.
Tak dirasa, sudah jam 11 malam. Semua tugasnya sudah selesai. IA meregangkan badannya yang pegal karena terlalu banyak duduk. Mencuci muka dan menyikat gigi, ia bersiap-siap untuk tidur. Ketika dirinya menatap cermin, merasa bahwa mulai ada keriput di daerah pipi. "Ah… Hidup… Kenapa diriku masih belum punya pasangan hidup? Hidup ini terlalu kejam bagi diriku. Aku harus melawannya, tidak boleh menyerah. Ini adalah nyawaku. Dan tidak ada yang boleh mengambilnya." gumam IA dalam hati, meyakinkan bahwa dirinya dapat mempunyai pasangan dalam waktu tidak lama lagi.
Ketika dirasa bahwa matanya sudah cukup mengantuk, IA ingin merebahkan dirinya ke kasur. Dan saat merebahkan badan, tiba-tiba ada yang mendorongnya ke atas. "Brak!" IA terlontar ke langit-langit ruangannya. Langit-langitnya pun sedikit retak dan menjatuhkan beberapa materialnya bersamaan dengan tubuh IA. "Brakk!" Kali ini, bunyi tubuh IA yang terbentur lantai dari atas tadi. Tubuhnya terdapat luka-luka gores kecil, terbaring lemas di samping ranjangnya. Ketika mngesampingkan kepalanya, terlihatlah per-per yang muncul di bawah kasurnya."Tidak mungkin?! Bagaimana bisa? Bukannya tadi sore tidak terjadi apa-apa dengan kasurku ini?!" begitulah kata-kata yang ada di pikiran IA. Merasa geram, Ia langsung membangkitkan dirinya, dan memutar balik kasur itu, dan berusaha melucuti semua per yang membuatnya terlontar tadi. Di sela-sela amukannya, IA menemukan sepucuk kertas yang dilipat dan diselipkan di salah satu per yang ada. Ia menghentikan kegiatan melucutinya, kemudian membaca surat itu.
"Ibu IA, hari ini kamu sudah mengalami setidaknya 3 dari 4 kesialan yang menimpa anda. Dan hal seperti ini akan terjadi lagi selama 3 hari ke depan. Jadi, selamat malam, dan berharaplah agar anda dapat terbebas dari kutukan "K13", karena anda akan menggertakkan gigi anda karena tanda-tanda kutukan "K13" yang akan menghampiri anda. Semoga mimpi indah."
Dan di sudut kanan bawah kertas itu, tertulislah seperti sebuah tanda sang pengirim, yaitu "The Curser of K13". Membaca surat itu, IA merasa dipermainkan, dan langsung melanjutkan amarahnya yang semakin meledak-ledak dengan melucuti setiap per "sial" yang membuatnya terlontar tadi. "Beraninya?! Beraninya?! Beraninya?!" kata-kata itu lah yang dikeluarkan oleh mulutnya secara berulang-ulang. Ya, IA terlihat seperti orang yang kerasukan, setelah melucuti semua per itu, ia segera membawanya ke tempat sampah yag berada di depan rumahnya dengan kantong plastik. Ia melemparnya dengan keras, dan bergegas ke kamarnya. IA merebahkan dirinya ke kasur yang sudah aman baginya, dan kemudian tidur. "Akan ku cari siapa yang berani berbuat hal seperti ini pada diriku…" Itu lah kata-katanya sebelum ia jatuh tidur terlelap.
Di saat dia tidur, ada 3 pasang mata yang mengintip dari jendela kamarnya. Kemudian 3 orang itu pergi dengan cepat serta tidak begitu menimbulkan suara layaknya seorang ninja. Dan kejadian itu mengakhiri hari yang terkutuk serta mengawali kesialan-kesialan yang menghantui IA pada hari berikutnya…
-To Be Continued-
Daftar Absen Siswa Kelas 11 B Hanazono High School: (18/20)
-Anon
-Defoko
-Kaito Shion
-Kanon
-Kamui Gakupo
-Kiyoteru Hiyama
-Kokone
-Kyo
-Len Kagamine
-Leon (Dead)
-Lily
-Megurine Luka
-Meiko
-Miku Hatsune
-Oliver (Dead)
-Rin Kagamine
-SeeU
-Wil
-Yohioloid
-Yuu
Well? Terlalu pendek? Terlalu aneh? Review terbuka bagi fic ini. I'll waiting and thank you for read this. ^^
Over and out.
