Previous…

Luhan keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi dan memakai piyama tidur Kyungsoo yang bergambar kartun pororro di setiap bagian nya. Saat keluar dari kamar mandi, Luhan langsung melihat ke arah teman nya yang sedang memakan pizza bawaan nya seraya menonton drama kesukaan mereka bertiga. Luhan yang melihat hal itu pun langsung bergabung dengan mereka dan mereka bertiga langsung larut ke dalam cerita yang drama itu sajikan.

Tok tok tok...

Mendengar ketukan di pintu, mereka pun saling berpandangan dan mulai berfikir macam-macam.

'Siapa itu?'

'Yak bagaimana kalau yang mengetuk merupakan penjahat?'

'Astaga bagaimana ini?'

Kira-kira seperti itu lah pemikiran mereka.

Tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok...

Mendengar ketukan yang sangat brutal, Luhan dan Baekhyun pun memeluk Kyungsoo yang ada di tengah-tengah mereka dengan wajah pucat pasi karena ketakutan.

..

..

..

"Hey kalian bukalah! Ini aku Yifan!" teriak Yifan dengan raut wajah yang mulai lelah karena di luar sangat dingin.

Mendengar teriakan Yifan, Kyungsoo langsung bangkit dan menghampiri pintu flat kecil nya agar sahabat nya bisa segera masuk ke rumah nya. Luhan dan Baekhyun langsung berpandangan dan mereka saling melempar cengiran bodoh setelah menyadari apa yang telah mereka lalukan.

Cklek!

"Kenapa kau lama sekali? Di luar sangat dingin asal kau tau." Gumam Yifan yang langsung memasuki flat Kyungsoo dan Baekhyun. Kyungsoo hanya mengucapkan permintaan maaf nya dengan cengiran khas anak kecil di bibir nya.

Grep!

"Yak Yifan bogoshippo!" teriak Luhan seraya berlari dan langsung memeluk Yifan yang lebih tepat nya menubruk Yifan yang tak siap dan akhir nya mereka pun terjatuh dengan Luhan yang menimpa tubuh besar Yifan di bawah nya. Luhan menatap Yifan dengan cengiran rasa bersalah nya dan langsung bangkit berdiri dan membantu Yifan untuk berdiri dengan di bantu oleh Kyungsoo.

"Mianhae…"

Yifan pun mengacak rambut Luhan dan memeluk sahabat kecil nya itu. "Aku juga merindukan mu Lu"

Luhan pun membalas pelukan Yifan. Mereka hanya berpelukan beberapa saat sampai Yifan melepas kan pelukan mereka dan menunjuk kan apa yang dia bawa. Dia memberikan kantung besar yang dia bawa ke pada Kyungsoo yang menerima nya dan mengecek apa yang di berikan oleh Yifan.

"Aku ingin memakan masakan mu. Aku sangat menyukai nya dan aku merindukan nya." Gumam Yifan yang sekarang sedang berjalan lebih memasuki flat dengan Luhan dan meninggalkan Kyungsoo yang sedang mengernyitkan dahi nya di dekat pintu.

..

..

..

"Ah masakan mu yang terbaik Soo"

"Rasa nya tak pernah berubah aku sangat menyukai Jjajangmyeon dan Miyeok Guk mu Kyung"

"Sering-sering lah kalian kemari agar aku bisa makan masakan Kyungsoo dengan gratis" ucap Baekhyun dengan cengiran bodoh nya yang di sambut tawa oleh ke tiga teman nya.

Mereka membersihkan peralata yang mereka pakai tadi dengan di iringi tawa. Dengan Luhan yang mencuci, Baekhyun yang membereskan meja makan, Kyungsoo yang mengeringkan peralatan, dan Yifan yang sekarang sedang membersihkan diri nya.

..

..

..

Sekarang mereka sedang berbaring di dalam kamar yang ada di flat kecil Baekhyun dan Kyungsoo. "Bagaimana kabar Mama, Lu?" Tanya Kris yang sedang sibuk dengan laptop nya. Dia sedang mengkoreksi bahan persentasi yang di buat asisten nya untuk rapat besok.

"Mama sudah lebih baik. Dia sangat merindukan kalian" jawab Luhan yang sedang berbaring di dekat Kyungsoo. Terjadi keheningan sesaat, mereka sibuk dengan pikiran dan krjaan masing-masing.

"Yifan apakah kau akan bermalam di sini?" Tanya Baekhyun yang sedang mengerjakan tugas kuliah nya.

"Tentu"

"Yifanna aku merindukan tidur di pelukan mu" gumam Luhan yang langsung bangkit dan duduk di sebelah Yifan yang masih sibuk dengan laptop nya.

"Kau sudah mengantuk?" Tanya Kris mulai mengalihkan perhatiaan nya dari layar laptop nya.

"Apakah pekerjaan mu sudah selesai?"

"Aku bertanya pada mu Lu, kenapa kau balas Tanya?"

"Aku akan menunggu kau selesai. Baek apakah kau punya manisan?" jawab Luhan dengan cengiran khas anak kecil nya dan langsung bertanya ke Baekhyun.

"Ini sudah malam dan makan manisan saat malam hari sangat tidak baik karena akan merusak gigi mu Lu dan aku sangat malas untuk mendengar rengekan mu saat kau sakit gigi. Apakah kau tak ingat bagaimana rewel nya kau saat sakit gigi?" gumam Kyungsoo yang sedang memejamkan mata bulat nya.

Mendengar ucapan Kyungsoo, Luhan mengerucutkan bibir nya. Kris hanya bisa menggelengkan kepala nya.

"Ada banyak manisan di lemari pendingin Lu, ambilah yang banyak." Cicit Baekhyun tanpa suara.

Mengetahui hal itu, Luhan pun langsung bangkit dan berajalan ke arah lemari pendingin dengan langkah tanpa suara. Luhan mengambil bebefapa macam manisan dan kembali ke kamar. Dia menghampiri Kris dan Baekhyun yang berada di kasur dan memeleti Kyungsoo yang sedang memejamkan mata nya. Mereka menikmati manisan mereka tanpa suara karena takut membangunkan Kyungsoo yang kalau tau mereka makan manisan di saat malam hari seperti ini pasti akan menceramahi mereka dengan panjang lebar. Benar-benar nakal.

..

..

..

"Cepat lah bangun Lu, Kris sudah selesai membersihkan diri nya dan kau ada jadwal rapat di Wu Corporation cepat lah bangun." Ucap Baekhyun yang sedang menarik paksa Luhan dari kasur mini nya dan Luhan hanya tetap memejamkan mata nya. Luhan memang susah untuk bangun pagi.

"Luhaaaaaannnn…" teriak Baekhyun tepat di telinga Luhan yang langsung membuat Luhan membuka mata nya dan berlari ke arah kamar mandi. Baekhyun pun tersenyum karena merasa rencana nya berjalan dengan baik. Luhan memang hanya bisa di bangun kan dengan teriakan Baekhyun, tamparan kasih sayang dari Kyungsoo, elusan di rambut lembut nya yang di ber kan oleh Mama nya, dan saat ada yang memeluk nya secara tiba-tiba.

..

..

..

"Kyung kau berangkat bersama ku saja, dank au juga Lu" Ucap Kris setelah mengunyah suapan terakhir nya.

"Baiklah, aku akan menghubungi Paman Zhang terlebih dulu" gumam Luhan seraya bangkit dan berjalan ke ruangan lain untuk menghubungi Paman Zhang.

"Aku berangkat sendiri saja Kris, apa kata karyawan lain jika mereka melihat ku keluar dari mobil pribadi mu dengan dua orang pimpinan yang sangat mereka kenal. Aku tak mau mereka memandang ku dengan tatapan iri lagi. Lagi pula jarak dari sini ke kantor mu itu dekat. Aku bahkan hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai ddi kantor mu." Ucap Kyungsoo yang sedang membersihkan beberapa peralatan yang dia pakai tadi.

"Aku tak peduli dank au harus tetap berangkat bersama ku dan Luhan. Aku tak mau tau." Ucap pemuda keturunan China Kanada itu final. Dia sangat tak menyukai penolakan.

Kyungsoo hanya bisa mencibir dan memutar mata nya, sedangkan Baekhyun hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat adegan yang sudah jarang dia lihat itu.

..

..

..

"Aku akan ke kampus pukul satu dan jangan bawa kunci flat kita saat kau jalan nanti. Taruh lah di tempat biasa. Jangan lupa matikan lampu dan cabut semua airan listrik. Jangan lupa cek kompor, pastikan api nya tak menyala dan…"

"Iya aku mengerti Soo, selamat menikmati hari kalian"

Blam!

Ucapan Kyungsoo terputus oleh Bakehyun yang sudah sangat malas mendengar ucapan Baekhyun di pagi hari. Dia mendorong Kyungsoo masuk ke dalam mobil yang sudah berisikan Kris, Luhan, dan supir pribadi Kris. Baekhyun segera menutup pintu nya dan melambaikan tangan nya kapada ke tiga teman nya.

"Hati-hati di jalan aku menyayangi kalian!" teriak Baekhyun saat mobil yang di naiki Kris, Luhan dan Kyungsoo mulai berjalan menjauhi flat kecil nya.

Setelah mobil yang di naiki Luhan Kris dan kyungsoo meghilang di tikungan, Baekhyun langsung masuk ke flat nya dan membersih kan diri nya. Dia tak sabar untuk bertemu dengan senior idaman nya.

..

..

..

"Selamat pagi Tuan Wu.." ucap penjaga yang membuka kan pintu untuk Kris Luhan dan kyungsoo. Kris hanya mengangguk kan kepala nya. Dia memang sangat pendiam dan terkesan dingin saat berada di kantor nya. Itu memang pebawaan nya dari dia keil. Kris hanya mengeluarkan sikap kekanakan nya saat bersama Luhan Kyungsoo Baekhyun dan keluarganya, serta kekasih nya. Kris memang sudah memiliki kekasih dan ke tiga teman nya itu tak ada yang mengetahui nya. Dia akan memberitahu Baekhyun Luhan dan Kyungsoo nanti.

"Kau langsung ke ruangan saja Lu, aku akan mengambil beberapa berkas di ruangan ku." Ucap Kris kepada Luhan yang mengangguk kan kepala nya dan segera berjalan ke arah Paman Zhang yang sedang menunggu nya di lobby. Kris langsung memasuki lift khusus yang langsung membawa nya ke lantai dimana ruangan nya berada.

"Paman apakah kau cukup tidur semalam?" Tanya Luhan saat sampai di depan Paman Zhang yang sudah di anggap sebagai Baba nya itu.

"Iya tuan muda" jawab Paman Zhang.

"Paman berapa kali harus aku katakana lagi kepada mu?" ucap Luhan dengan nada jengah nya. Susah sekali membuat paman nya itu menuruti kemauan nya yang satu ini.

Paman Zhang hanya tersenyum dan menahan tawa nya. Dia tau dan mengerti apa mau Luhan. Dia paham kapan dia harus bersikap formal dan nonformal kepada Luhan. Dia hanya senang membuat pria cantik yang sudah dia anggap sebagai putra nya ini kesal. Dia sudah menganggap Luhan seperti anak nya sendiri karena dia ikut andil merawat Luhan dari Luhan baru di lahir kan ke dunia ini. Dia sangat menyayangi Luhan dan selalu menjaga Luhan. Sebenar nya, Paman Zhang dan Baba Luhan dulu hanya lah teman biasa. Tetapi, karena kebaikan Baba Luhan dan Paman Zhang yang mudah berbaur yang membuat mereka menjadi sangat dekat dan berakhir seperti sekarang. Paman Zhang dan Baba Luhan sudah seperti saudara yang sangat dekat. Dan sebenar nya Paman Zhang sudah menikah. Dia menikah beberapa bulan setelah pernikahaan Baba dan Mama Luhan berlangsung. Tetapi, pernikahan mereka tak berlangsung lama karena istri Paman Zhang mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa nya dan juga jabang bayi yang seeding di kandung nya.

Setelah kejadian itu, Paman Zhang menjadi pendiam dan suka menyendiri. Baba Luhan yang melihat hal itu pun menjadi berpikir bagaimana cara mengembalikan kepribadian Paman Zhang yang ceria dan mudah bergaul. Mama Luhan menyaran kan agar Paman Zhang tinggal menetap bersama mereka. Baba Luhan pun membicara kan hal itu kepada Paman Zhang dan dia tak menolak nya. Tak lama lahir lah Luhan. Jabang bayi yang di kandung oleh istri dari Paman Zhang sebenarnya seumuran dengan Luhan. Hanya beda beberapa bulan saja. Paman Zhang pun menganggap Luhan seperti anak nya.

Dia ikut andil dalam pertumbuhan Luhan. Setelah istri nya meninggal, dia menetap untuk mengikuti kemana pun keluarga kecil Xi berlabuh. Saat sedang tak ada yang harus dia kerjakan dia selalu menjaga Luhan dan Mama nya saat Baba Luhan sedang menjalan kan bisnis nya. Dia menjaga Luhan seperti menjaga anak nya sebelum Baba Luhan menghembuskan nafas terakhir nya, Baba Luhan pun sangat mempercayai nya.

Flashback…

"Mana Zhang? Aku ingin berbicara dengan nya." Ucap Baba Luhan dengan nafas tersenggal-senggal. Luhan pun memanggil kan Paman Zhang dengan muka murung karena dia sedang menahan air mata nya agar tidak menangis. Dia sudah berjanji kepada Baba nya akan menjadi lelaki yang kuat agar bisa menjaga Mama nya. Setelah memastikan Paman Zhang menemui Baba nya, Luhan pun menghampiri Mama nya dan menenangkan Mama nya yang sedang menangis di pelukan Baekkhyun dan Kyungsoo.

"Zhang…" ucap Baba Luhan lemah.

Paman Zhang hanya bisa memalingkan kepala nya karena tak tega melihat sahabat terbaik nya menderita seperti itu.

"Zhang umur ku sudah tak lama lagi. Kau tau, aku sangat mempercayai mu. Boleh kah aku meminta satu permintaan terakhir ku?" Tanya Baba Luhan dengan nafas yang mulai tak teratur. Mendengar hal itu Paman Zhang pun mulai mengalihkan perhatian nya.

"Aku… aku ingin kau menjaga istri dan putra ku sama dengan kau menjaga istri dan putra mu. Aku titip kan mereka pada mu. Aku sudah tak bisa menahan rasa sakit ini lebih lama. Aku ingin kau menjaga mereka. Aku ingin kau mengganti kan ku. Aku tak mau mereka terlantar. Aku ingin kau mengajarkan Luhan cara menjadi pria yyang baik. Aku ingin kau mengganti kan ku. Aku sangat mempercayai mu. Apakah permintaan ku begitu banyak?" gumam Baba Luhan dengan perlahan dan di iringi dengan kekehan di akhir kalimat nya.

Paman Zhang hanya bisa terdiam dan menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata nya. Dia sangat tak tahan untuk tidak memeluk sahabat nya itu.

"Zhang? Apakah kau mau membantu ku?" Tanya Baba Luhan lagi dan lagi.

Paman Zhang pun tak tahan lagi dan memeluk sahabat nya itu dengan air mata yang mulai berjatuhan. "Aku akan menjaga mereka aku janji" ucap Paman Zhang engan isakan nya.

"Terima kasih Zhang. Kau yang terbaik" gumam Baba Luhan dengan membalas pelukan Paman Zhang dan mengelus punggung nya.

Flashback End…

..

..

..

"Paman apakah kau tau dimana ruangan nya? Aku lupa menanyakan hal itu kepada Yifan. Dia harus mengambil beberapa berkas nya di ruangan nya." Gumam Luhan yang sedang melihat kesekitar. Sekarang dia sedang duduk di salah satu sofa yang di sedia kan di lobby Wu Corporation dengan Paman Zhang di sebelah nya. Merasa di abaikan, Luhan pun menoleh ke arah Paman Zhan dan mengernyitkan kening nya saat melihat Paman Zhang sedang mengetik kan sesuatu di ponsel nya dengan senyuman yang cukup lebar. Dia mengabaikan ku? Ucap Luhan dalam hati.

"Paman Zhang…" gumam Luhan manja seraya memeluk lengan Paman Zhang. Dan usaha nya itu mampu membuat Paman Zhang mengalihkan perhatian nya,

"Ada apa Lu?"

"Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau mengabaikan ku?"

"Tak ada" jawab Paman Zhang di iringi dengan tawa yang di paksakan seraya memasuk kkan cepat ponsel nya ke kantung celana nya. Melihat hal itu, Luhan pun mengerucut kan bibir nya.

"Kau tiak sedang menyembunyikan sesuatu daari ku kan?" Tanya Luhan curiga

"Tentu saja tidak Lu" jawab Paman Zhang yakin. Luhan pun melepas kan pelukan nya dan melihat kesekitar. Dia melihat ke arah jam bermerk yang terpasang di tangan nya. Masih ada waktu 30 menit sebelum rapat di mulai. Mungkin dia akan menunggu Kris karena dia tak tau dimana ruangan yang akan menjadi tempat bertemu nya beberapa pemegang saham terbesar di Wu Corporation. Dan dia terlalu malas untuk menanyakan hal itu kepada resepsionis yang ada di seberang nya.

"Paman dimana tablet ku?" Tanya Luhan ke pada Paman Zhang yang sedang membenarkan letak kaca mata nya. Paman Zhang pun mengeluarkan tablet kepunyaan Luhan yang beraada di tas tangan yang di pegang nya dan memberikan nya kepada Luhan. Luhan pun menerima nya dan mulai memainkan beberapa permainan yang ada di tablet nya itu. Memainkan beberapa permainan mungkin bisa membunuh rasa bosan nya.

..

..

..

"Sehun ada apa dengan mu? Tak biasa nya kau mau menghadiri rapat pertemuan pemegang saham seperti ini." Gumam Kai saat memasuki ruangan Sehun. Dia sedikit heran saat mendengar dari Noona nya bahwa Sehun meminta nya untuk ikut menghadiri rapat pemegang saham hari ini. Tak biasa nya Sehun seperti ini. Dia hanya mau menghadiri rapat yang mengandung kesepakatan untuk perusahaan yang di pimpin nya. Rapat yang mengandung kerja sama yang menguntungkan untuk perusahaan nya yaitu Oh Corporation. Tetapi hari ini, dia ingin menghadiri rapat pertemuan pemegang saham di Wu Corporation. Itu merupakan hal yang aneh untuk Kai.

Walaupun Wu Corpoation merupakan bukan perusahaan yang rendahan, tetapi biasa nya Sehun lebih memilih untuk bermain dengan beberapa wanita berdada besar yang ada di Club milik Chanyeol, sahabat nya. Apalagi rapat kali ini di adakan di waktu yang cukup pagi. Entah lah, Kai sangat tak mengerti dengan apa yang ada di otak seorang Oh Sehun. Kai dan Sehun memang seharus nya masih berada di bangku perguruan tinggi seperti Chanyeol sekarang. Tetapi karena tuntutan perusahan yang menunggu mereka, mereka harus langsung terjun ke dunia bisnis sesaat setelah lulus dari Senior High School mereka. Mereka tak seberuntung Chanyeol.

"Entah lah Kai, aku hanya bosan. Ini hanya rapat pertemuan kan?" jawab dan Tanya Sehun kepada Kai yang sudah duduk di salah satu sofa yang berada di pinggir ruangan nya.

"Ya, hanya rapat pertemuan pemegang saham dan mungkin aku akan menjalin beberapa kerja sama dengan beberapa pimpinan yang hadir karena yang menghadiri rapat di Wu Corporation hari ini merupakan pimpinan perusahaan yang setara dengan perusahaan ku yang mungkin akan ku butuh kan." Jawab Kai panjang lebar dengan mata yang teralihkan dari ponsel nya ke Sehun yang sedang duduk di kursi kebanggan nya.

"Kapan rapat itu di mulai?" Tanya Sehun yang sedang sibuk dengan gadget nya.

"Kurang lebih sejam lagi."

"Baiklah ayo kita berangkat. Aku tak mau image ku buruk." Ucap Sehun seraya bangkit dari kursi nya dan berjalan ke luar ruangan dengan di ikuti oleh Kai selaku perwakilan dari Kim Corporation.

"Sehun kau tak membawa apa-apa?"

"Aku tak membutuhkan nya."

"Baiklah" gumam Kai seraya mengendik kan bahu nya.

..

..

..

"Kenapa kau masih di sini Lu?" Tanya Kris saat keluar dari lift dengan Kyungsoo yang mengekor di belakang nya.

"Oh hei. Aku sedang menunggu mu. Tadi aku lupa menanyakan dimana ruangan nya kepada mu. Jadi aku dan Paman Zhang menunggu mu disini." Jawab Luhan dengan pandangan yang masih tertuju pada tablet nya.

"Kenapa kau tak bertanya ke resepsionis Lu?" Tanya Kyungsoo yang muai mendarat kan bokong nya di sebelah Luhan yang masih sibuk dengan tablet nya.

"Aku terlalu malas untuk mengangkat bokong sexy ku ini dan aku tak ingin Paman Zhang yang menanyakan nya karena dia bisa di goda oleh beberapa karyawan disini." Gumam Luhan dan mematikan tablet nya. Dia menyerah kan taablett nya ke pada Paman Zhang dan mengalihkan perhatian nya ke Kyungsoo dan Kris yang sedang menatap ke arah nya.

"Baik lah ayo kita keruangan nya sekaarang kareenaa rapat akan di mulai sebentar lagi." Gumam Kris yang mulai berjalan ke arah dimana tempat rapat di adakan. Paman Zhang dan Kyungsoo pun bangkit berniat untuk mengikuti Kris. Tetapi tidak dengan Luhan.

"Kenapa kau masih diam saja?" Tanya Kyungsoo yang sedang memandang Luhan dengan kerutan di dahi nya.

"Tarik aku Soo…" gumam Luhan dengan nada manja nya seraya mengulur kan tangan nya ke arah Kyungsoo.

Kyungsoo hanya memutar mata nya dan menarik tangan Luhan dan mulai berjalan menyusul Kris masih dengan tangan menggenggam tangan Luhan. Luhan pun hanya menyengir seperti anak kecil yang membuat beberapa karyawan yang melintas di sekitar nya menatap gemas ke arah nya.

"Apakah benar umur mu 19 tahun Lu?" Tanya Paman Zhang dengn kekehan yang mengikuti di belakang mereka. Kyungsoo pun ikut terkekeh dan Luhan hanya mengerucutkan bibir nya.

..

..

..

"Kita sudah sampai Tuan Kim" ucap supir pribadi Kai seraya membuka kan pintu mobil.

"Baiklah. Hey dude ayo kita turun" gumam Kai ke arah Sehun dan mulai turun dari mobil yang merupakan salah satu dari koleksi yang di keluarkan oleh perusahaan yang di pimpin nya. Sehunn pun mengikuti di belakang nya.

Mereka mulai memasuki hotel yang akan menjadi tempat rapat mereka hari ini. Semua mata langsung memandang ke aarah mereka. Aura yang mereka keluarkan membuat semua mata memandang ke arah mereka. Kai dan Sehun berjalan ke arah resepsionis yang juga sedang menatap ke arah mereka.

"Permisi… dimana ruangan yang akan menjadi tempat pertemuan pemegang saham Wu Corporation hari ini?" Tanya Kai seraya menurun kan kaca mata yang menempel di wajah sexy nya. Tetapi penjaga resepsionis itu hanya tertegun mentap ke arah kedua tamu yang menghampiri mereka. Mimpi apa mereka semaalam sampai bisa di hampiri oleh dua jelmaan malaikat itu?

Sehun dan Kai saling berpandangan dengan kerutan di dahi mereka. Kai mengalihkan perhatian nya ke arah resepsionis tadi dan menggerak kan tangan nya di depan wajah resepsionis yang masih tertegun tadi dan usaha Kai membuah kan hasil.

"Ah maaf… ada yang bisa kami bantu?"

"Dimana ruangan yang akan menjadi tempat pertemuan pemegang saham Wu Corporation?"

"Dari sini anda hanya perlu berjalan lurus ke arah sana dan berbelok ke arah kanan saat ada guci besar berwarna emas yang ada di samping lift. Nanti akan ada penjaga yang akan mengarah kan anda."

"Oh baiklah, thanks" ucap Kai seraya mengerlingkan mata nya menggoda resepsionis cantik itu yang membuat resepsionis tadi membeku. Sehun hanya memutar mata nya dan berjalan meninggal kan Kai. Kai pun mengejar Sehun dan menyamai langkah kedua nya.

..

..

..

"Yak Kyungie aku meninggal kan ponsel ku di sofa tadi." Ucap Luhan panic. Dia pun berlari ke tempat dimana dia duduk tadi. Kyungsoo dan Paman Zhang hanya bisa menggeleng kan kepala mereka meelihat tingkah Luhan.

"Astaga bagaimana bisa aku meupakan ponsel ku?" gumam Luhan di sela lari nya sampai…

"Akhhh…"

Grep!

Luhan memejam kan mata nya bersiap merasakan sakit di bokong nya. Tetapi, kenapa dia tak kunjung merasakan nya?

"Hey buka lah maata mu bodoh" ucap seseorang tepat di telinga nya.

Luhan pun membuka mata nya dan menatap langsung ke mata hazel yang sedang menatap nya tajam. Dia melepaskan rengkuhan lelaki itu di pinggang nya dan memicing kan mata nya ke arah orang yang telah menolong bokong sexy nya dan juga memanggil nya bodoh.

"Yak siapa yang kau bilang bodoh!" teriak Luhan di depan wajah orang tadi.

"Kau" ucap orang tadi dengan tampang innocent nya.

Luhan pun bertambah geram dan menginjak kaki oran yang tadi menolong nya dan melanjut kan lari nya karena dia teringat bahwa tujuan nya berlari adalah untuk mengambil ponsel nya.

"Akh! Sial!" umpat Sehun seraya memeggang kaki nya yang tadi di injak oleh Luhan. Dasar bocah tak tau terima kasih batin Sehun. Kai yang ada di sebelah nya pun hanya tertawa terbahak-bahak.

..

..

..

Tbc

Maaf bahasa nya ancur banget hehe. Sekian dan terima kasih :)