Gomen yaa baru diupdate, pertama-tama saya sangat berterima kasih pada yang sudah mereview, yaitu:
Oda-san
Zora-san
Ayaaa-san
Shizuku-san
zufar-san
Nakamura-san
Saya sangat berterima kasih pada kalian, karena mungkin tanpa kalian chapter 2 ini ga bakal ada, sekali lagi makasih :D
Oke enjoy the story yaaa :D
.
.
.
"Kurosaki Ichigo, jadi apa yang telah kau lakukan pada adikku?". Tanya Byakuya dingin.
Setelah mendengar kata itu, Rukia hanya bisa menunduk sambil melihat foto di tangan kakanya. Wajah putih cantiknya terlihat pucat karena ia tahu kakak "cantiknya" #plak pasti akan segera menghukumnya. Rukia hanya mengutuk cewe berdada besar yang telah membocorkan rahasia itu pada kakanya.
"Aku hanya mencium dan memeluknya sedikit". Terdengar jawaban dari Ichigo .
"Lalu apa yang kau inginkan?". Tanya Byakuya dengan agak meninggikan suaranya.
"Aku hanya ingin menikahinya". Jawab Ichigo mantap.
.
.
.
DISCLAIMER : TITE KUBO
WARNING: GAJE, ABAL, TYPO(S), OOC
PAIRING: Ichigo x Rukia
"My Sweet Girlfriend"
Rukia yang mendengar jawaban ichigo hanya bisa membelalakan matanya. "Apa yang dipirkankannya? aku bisa mati". Batin Rukia.
"Baiklah kalau begitu, kapan kau akan menikahinya?". Tanya Byakuya tenang.
Terlihat permata violet Rukia membulat sempurna. Wajah putih pucatnya sedikit berubah menjadi lebih tenang.
"Tunggu Nii-sama apa kau berarti merestui kami?". Tanya Rukia.
"Hmm? Apa kau bercanda Rukia? Tentu kalau tidak pasti kau akan menjadi perawan tua yang tak laku-laku, lagi pula umurmu sudah 150 tahun". Jelas Byakuya masih tenang.
"NII-SAMAAAAAAAAAA!". Teriak Rukia sambil meletakan kaki indahnya di wajah "cantik" (tampan atau cantik nih?) kakanya. Ichigo yang melihatnya hanya bisa tertawa.
"Apa yang kau tertawakan JERUK BAKA!". Tanya Rukia emosi sambil menekan huruf di akhir katanya.
"Ti-tidak a-apa a-apa Rukia". Jawab Ichigo lemas seperti ayam sayur(?).
Rukia yang mendengar jawaban Ichigo hanya bisa mendeathglarenya.
~0OooooO0~
"Kira-kun, apa benar Rukia-chan dan Ichigo-kun akan menikah?". Tanya wakil divisi 5 Hinamori Momo.
"Ahahaha iya benar, katanya pesta pernikahannya akan digelar 3 hari lagi, kapan ya kita menysul?". Jawab Kira sambil memunculkan semburat merah di wajahnya.
"Kira-kun…..". Ucap Hinamori sambil menyembunyikan wajah kepiting saos padangnya.
Wajah Kira semakin mendekat dengan Hinamori, semakin dekat…..dekat…..dan YAK! Sayang sekali pemirsa bambang pamungkas lagi-lagi gagal mencetak gol (author dicincang reader). Semakin dekat..dekat dan akhirnya mereka berciuman dengan mesranya.
"Hmmmphh…..". Desahan indah Hinamori terdengar di telinga Kira.
oke ini tak pantas untuk dilanjutkan, kita beralih ke Kuchiki Mansion
Rukia tampak memandangi cermin dikamarnya. Gaun putih panjang dengan bordir bunga lavender di bagian pinggangnya mempercantik gaun yang dipakainya.
"Cantik sekali". Kata Ichigo Terpana.
"Aku? Terima kasih Ichigo". Kata Rukia berbinar.
"bukan kau Rukia tapi gaun yang kau pakai, pasti mahal sekali". Ucap Ichigo dengan wajah Innoncentnya.
"Kau ingin mati apa masih ingin hidup?". Tanya Rukia memunculkan Aura gelap disekitarnya.
"Aku masih ingin hidup, aku juga ingin mempunyai anak darimu Rukia". Kata Ichigo keringat dingin.
"Kalau begitu kau KELUAR SEKARANG!". Tanpa disurh dua kali Ichigo langsung memenuhi permintaan calon istri tercintanya (author: calon suami yang baik). Dia berlari keluar meninggalkan Rukia seorang diri di kamarnya.
"Hahaha dasar, baru digituin aja udah takut". Ejek Rukia.
"3 hari lagi ya? 3 hari lagi aku akan menikah, lalu pada malam harinya aku akan menginap di hotel dan….."
"cess" darah segar mengalir begitu derasnya dari hidungnya, wajah Rukia tampak begitu merah sekarang.
"Apa yang kau pikirkan Rukia?". Tanya Rukia pada diri sendiri sambil menarik rambut hitamnya.
Rukia berhasil menenangkan dirinya sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk melepas gaun indah yang sedang dikenakannya. Tapi tunggu dulu, dahi rukia sedikit berkerut saat melihat bagian tengah gaun indah itu , merah ?apa ini batin Rukia.
5 menit kemudian….
"TIDAAAAAAAAAAK GAUNKU TERKENA DARAAAAAAAAAAAAAAAAAAH".
di suatu tempat…..
"Apa kau mendengar suara Shunsui?". Tanya Ukitake sambil meneguk teh herbalnya.
"mungkin hanya perasaanmu saja". Balas Kyouraku.
~0OooooO0~
Akhirnya hari-hari yang ditunggu tiba. Pesta pernikahan ini digelar di kuchiki mansion dengan gaya eropa-jepang. Semua shinigami dan beberapa orang dari Karakura yang diundang datang ke pesta pernikahan datang dengan anggun dan gagahnya. Kedua mempelai yang sedang bahagia ini tampak keliatan sedikit gugup dari tempat yang sudah disediakan. Para tamu yang datang, mengantri dengan tertibnya hanya untuk member seamat kepada kedua mempelai ini. Kedua mempelai ini sangat serasi. Mempelai pria menggunakan jas hitam dengan perpaduan warna oren dibagian kerahnya. Untuk mempelai wanita menggunakan gaun putih dengan bordiran bunga lavender bewarna ungu dibagian pingganggnya dan sedikit bercak merah di tengahnya(?).
"My son! Akhirnya kau mempunyai istri juga, Rukia-chan tolong jaga anakku ya". Ucap tamu yang diketahui sebagai ayah Ichigo ini.
"Tenang saja paman kalau macam-macam akan kuhajardia". Kata Rukia dengan tatapan pembunuh. Ichigo yang melihatnya hanya bisa bergidik ngeri.
"Hahaha bagus itu Rukia-chan, oiya aku punya hadiah untuk kalian". Kata Issin sambil megambil sesuatu dibalik jasnya.
"Apa itu?". Tanya kedua mempelai bersamaan
"Ini adalah obat untuk stamina pasti kalian akan melakukannya nanti malam kan? Sudah ambil saja". Kata Isshin Kurosaki.
"terima kasih". Kata ichio dan Rukia tentunya dengan semburat merah^^.
Akhirnya pesta pun telah usai. Tak sedikit juga tamu yang memberi mereka hadiah dari unohana Taichou yang memberi wewangian herbal untuk ruangan sampai Matsumoto Rangiku yang memberi benda untuk membesarkan alat reproduksi untuk Ichigo. #plak
~0OooooO0~
"Apa kau senang Rukia?". Tanya Ichigo sambil tiduran disampingnya.
"Hmm? Tentu saja, aku sangat senang sekali". Ucap Rukia yang memang tergambar sekali dari wajahnya.
"Jadi Rukia kapan kita akan membuat kurosaki junior?". Tanya Ichigo dengan semburat merah diwajahnya.
BLUSSS Rukia pun tak beda jauh dari Ichigo. Mukanya yang cantik saat itu juga berubah sangat merah sekali.
Ichigo semakin mendekatkan wajahnya ke wajah manis Rukia hingga bibir mereka bertautan. Rukia mendesah pelan dan membuat Ichigo semakin agresif memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Rukia hingga mereka kehabisan oksigen.
"hahhh Ichigo apa yang kau lakukan?". Tanya Rukia tersenggal-senggal karena kehabisan nafa
"haahh aku hanya ingin membuat Kurosaki junior hari ini denganmu my sweet wife". Jelas Ichigo dengan sedikit seringaian di bibirnya.
.
.
Tak lama terdengarlah desahan-desahan indah dari sebuah kamar besar, apa yang dilakukannya di dalam silakan reader pikirkan sesuai imajinatif sendiri , jika saya beberkan mungkin fic ini akan pindah ke rate M.
.
.
Bagaimana chapter 2 ini ? menarikkah ? pastinya ga dong orang nista begini T_T.
Baiklah kalau begitu saya mohon yang udah baca Review yaa saya mohon dengan sangat T_T
Jika ada yang tertarik untuk membuat chapter selanjutnya saya akan membuatnya :D.
