title : cappuccino
pairing : xiuhan / lumin, exo
rate : T
warning : GS, typo, OOC, DLDR
happy reading~
New York. Dua minggu sebelum pernikahan luhan dan minseok
.
.
"oppa~ cepatlah bangun, nanti kau terlambat kerja"
Seorang yeoja, masih mengenakan apron sibuk menata meja makan, dua porsi sandwiches tuna telah tersaji diatas meja
"kau cantik sekali" sebuah tangan melingkar dipinggang ramping yeoja itu, wajahnya memerah, entah berapa kali gombalan yang telah didengarnya, namun masih membuatnya tersipu malu
"benarkah?" yeoja itu berbalik menatap mata yang selalu membuatnya tenang
"tentu, kyungsoo-ku adalah yeoja tercantik " suho tersenyum, senyum angelic yang selalu membuat kyungsoo terpesona
"hari ini sarapan apa?"
"aku membuat sandwiches tuna, oh ya oppa mau aku buatkan kopi? Atau jus?"
"oppa, mian.. aku tidak bermaksud-" kyungsoo memandang wajah suaminya –suho, tampak kekecewaan, penyesalan dan kesedihan
"sudahlah, aku tidak apa-apa, aku mau jus saja"
"ini" kyungsoo membawa dua buah gelas berisi jus stroberi untuknya dan jus jeruk untuk suho
Pagi yang normal bagi keluarga kecil ini, sampai tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk, "biar aku saja" ucap suho
Ketika suho membuka pintu, berdiri dua orang namja berseragam polisi, salah satu polisi itu menyerahkan selembar surat, " anda kim junmyeon?"
Suho mengambil surat itu "surat penggeledahan? Apa ini?"
"kami akan memberitahu anda jika kami menemukan apa yang kami cari, boleh kami masuk?"
" tapi apa yang kalian cari?"
" izinkan kami masuk, junmyeon-ssi"
Tentu saja suho tidak punya pilihan, dia membiarkan polisi itu memasuki apartemen mungilnya, kyungsoo sudah berada disebelah suho, meremas tangannya dengan khawatir "apa yang mereka ingin kan?"
"aku tidak tau, aku tidak merasa melanggar hukum"
Suho dan kyungsoo mengikuti polisi-polisi itu, mereka sangat cermat meneliti tiap sudut, sampai-sampai meraba-raba kantung penutup kulkas. Suho bertanya-tanya benda sekecil apa yang mereka cari dan apa hubungannya dengannya.
Setelah sepuluh menit polisi itu menggeledah apartemen suho, mereka keluar dari kamar suho dengan membawa mantel dan sebuah cincin permata yang sudah berada dalam sebuah bungkus plastik bening.
" ini yang kita cari" kata polisi itu " kami menemukan ini di salah satu saku mantelmu, junmyeon-ssi"
"tunggu, itu bukan-" suho tak melanjutkan kata-katanya ketika polisi itu memborgol kedua tangannya
" anda ditahan, junmyoen-ssi" salah satu petugas polisi memborgol kedua tangan suho
"tidak, pasti anda salah orang pak petugas" kyungsoo berusaha menyakinkan para petugas kepolisian
"kemarin, kami mendapat laporan bahwa salah satu perhiasan yang di pamerkan di singapura telah hilang, dan semua bukti mengarah pada suami anda" dua orang petugas polisi membawa paksa suho kedalam mobil polisi
"tunggu, kalian salah besar, aku tidak mencuri apa pun !" sentak suho, berusaha berontak, namun dia kalah tenaga dari para polisi
"kita akan mendengarkan penjelasan anda di kantor polisi"
"kalian tidak boleh membawa suamiku!" kata kyungsoo keras, seakan dengan begitu para polisi akan luluh hatinya dan melepaskan suho
Suho yang ditarik paksa oleh polisi yang jauh lebih besar darinya, tidak dapat melepaskan diri. Sebelum masuk ke mobil polisi, suho tak henti-hentinya memadang kearah kyungsoo yang menangis di depan pintu apartement mereka
"percayalah kyungie, aku tidak bersalah" triak suho dari dalam mobil, bahkan sampai kyungsoo tidak terlihat "aku tidak bersalah!"
.
.
.
.
Tengah hari dan air mata kyunsoo tidak dapat berhenti, ia tidak memperdulikan perutnya yang meronta belum diisi dari pagi. Bayangan wajah dan senyum angelic suaminya yang masih terniang dikepalanya.
Flashback
Kyungsoo bertemu suho sudah satu tahun, mereka bertemu di sebuah taman . saat itu matahari tebenam, kyungsoo sedang memandang sungai yang ada dipinggir taman, ketika ia berbalik hendak pulang, seorang namja dengan kamera DSLR menggantung dileher mencegatnya.
"tunggu" mohonya " tolong jangan bergerak, tetaplah disana" lalu namja itu memotretnya dari belakang, samping kanan dan kiri. Setelah selesai, ia tersenyum puas melihat hasil jepretan dilayar kamera.
"terimakasih"
Sejak saat itu, kyungsoo dan suho sering bertemu dan sesekali mengobrol saling berbagi cerita. Tanpa sadar kyungsoo mulai menyukai sosok suho yang ramah dan baik hati. hubungan mereka hanya sebatas teman , Tapi kyungsoo tidak bisa berhenti memikirkan suho, namun dia hanya memendam perasaannya tanpa berharap terlalu tinggi.
Seperti minggu-minggu lain, mereka berdua bertemu di sebuah caffe. Salju pertama diawal musim menjadi latarbelakang pertemuan mereka, sangat romantis dan kyungsoo sangat menyukai suasana ini, tapi sebisa mungkin dia bersikap biasa dihadapan suho.
Setelah berbagi cerita masing-masing, tiba-tiba suho menggenggam tangan mungil kyungsoo, seburat merah mulai menyebar di pipi kyungsoo
"kyungie" kata suho "menikahlah denganku"
Kyungsoo hanya tertawa menaggapi pernyataan suho. Tapi ia terpaku saat melihat keseriusan didalam mata suho. Sangat serius dan tulus.
"kau mau?" tanya suho setelah beberapa detik mereka dalam keheningan malam
"ehm..tentu" wajah kyungsoo sudah merah sempurna, dia menundukan wajahnya sehingga rambut hitam pekatnya menutupi sebagian wajah kyungsoo, tersipu.
Suho mengangkat dagu kyungsoo, menghilangkan jarang diantara mereka berdua , dan memberikan sebuah kecupan manis dibibir kissable kyungsoo
.
.
.
"siapa saja yang akan kau undang?" tanya kyungsoo di sela-sela perjalannan ke aparteman kyungsoo
" aku ingin mengundang adik laki-lakiku" kata suho "dia satu-satunya keluargaku"
"adik? Kau tidak pernah bilang panya saudara"
"ehm.. kami sudah tidak berkomunikasi lagi sejak dua tahun lalu, itu karena kesalahpahaman"
"oh.." kata kyungsoo, dia tidak berani tanya lebih jauh. Kyungsoo manunggu agar suho sendirilah yang menceritakannya jika ia memang menginginkannya.
"namanya jongin. Kim jongin" kata suho
Kyungsoo menatap wajah suho, yang perlahan menampakkan kesedihan, dan berusaha menghiburnya
"sekarang kita harus menentukan tanggalnya" ucap kyungsoo riang
.
.
.
Sebelum menikah dengan kyungsoo, suho selalu berkelinging dunia, mencari objek foto yang menarik, tapi Setelah menikah dengan kyungsoo, mereka memilih menetap di new york, kota pertama mereka bertemu.
Di dinding apartement mereka, sebagian tertutup foto hasil jepretan suho dari berbagai negara yang sudah dikunjunginya. Suatu hari saat mereka sedang menikmati waktu rehat dengan menonton tv kyungsoo bertanya pada suho " oppa, kenapa tidak ada foto dari korea?"
Suho mengulus rambut hitam kyungsoo " terlalu banyak kepedihan disana, aku hanya ingin melupakan masa laluku di korea"
Suho sudah mulai terbuka dengan kyungsoo dan sedikit demi sedikit menceritakan apa yag terjadi di tanah kelahirannya.
"lagi pula aku disini sudah memilikimu" kata suho, kali ini dengan suara yang lebih bersemangat " oh iya, aku mendapat tarawan memotret perhiasan di sebuah pameran, tapi pameran itu di singapura"
"tapi kan oppa lebih suka objek alam, kenapa tiba-tiba beralih?"
"iya, aku tau, tapi ini kesempatanku untuk memperluas objek fotoku, kau ikut kan?"
"tentu "
Flashback End
TBC
Terimakasih yang sudah mereview /deepbow/
chapter ini mulai menceritakan couple lain, jadi yang menunggu xiuhan muncul agak bersabar ya ^_^ couple yang lain juga akan muncul sesuai jalan cerita
aku tunggu reviewnya~
