Konbanwa miina-san,,,,
Gomen lama banget publishnya. Abisnya masih newbie trus baru selesai UAS (udah lama kali).
Arigatou buat semua yang udah nge-review. Sekali lagi gomen karena gak bisa balas satu-satu.
Oke,, daripada banyak bacot lebih baik kita lanjutkan saja Fanficnya.
Happy reading
A NARUTO FanFiction
Su Ki Da Yo
By
Natsumi Yoshie
Disclaimer : ©Masashi Kishimoto
Rating : T+ (Masih polos ^^")
Genre : Hurt, romance, school life
Pairing : SasuNaru Slaight SasuSaku, NaruHina, NejiGaa (Other)
WARNING : BL(Yaoi), Typo(s), Bahasa tidak mudah dimengerti, Tidak sesuai EYD, Pasaran, Bikin mual dan muntah, other mistakes
Don't like Don't read, Don't be a silent reader! Saran sangat dibutuhkan
Dibantu sama Author gaje Hikari Fujoshi aka Aiko Hikari
HAPPY READING MIINA-SAN
.
.
.
.
.
Chapter 2
#NARUTO POV
Disinilah aku sekarang, di atap sekolah sambil memegang bekal yang sudah kusiapkan sedari tadi. Aku tadinya berharap agar aku dan Sasuke bisa makan siang bersama disini. Di tempat favorite kita. Hahaha,,, kalau mengingatnya, aku jadi menyesal telah mengacaukan persahabatan kita. Persahabatan yang indah.
#Flashback
"Teme,,,"teriakku
"Hn"
"Aku sama sekali tidak mengerti soal yang ini"
"Dasar Dobe"
"Yak,, aku bukan Dobe, Teme. Seharusnya kau membantuku, kita kan sahabat"
"Hn"
"Yeay arigatou Teme"
#Flashback Off
Sahabat. Entah kenapa aku ingin menangis saat itu. Tentu saja aku ingin menangis, aku menyukaimu. Bagaimana mungkin aku hanya bisa berkata kita bersahabat. Tapi, itulah kenyataannya. Kita adalah sahabat, ya hanya sahabat.
#END Naruto POV
#AUTHOR POV ; #Skip Time ; #At Class
Naruto telah duduk kursinya tepat saat bel masuk berbunyi. Setelah menghabiskan bekalnya, dia bergegas kembali ke kelas karena bel akan segera berbunyi. Matanya melihat ke segala arah dan tatapannya jatuh pada sebuah kursi kosong. Kursi tempat Sasuke.
Beberapa detik kemudian Sasuke memasuki kelas dengan raut yang tidak bisa dideskripsikan. Naruto tersenyum pedih melihatnya. Sepertinya hanya Naruto yang mengerti bahasa dan raut wajah Sasuke. (namanya jodoh #plakk abaikan)
#skip time (again)
"Kringgg,,,," Bel pulang sekolah berbunyi. Terlihat para siswa yang mulai berhamburan keluar kelas untuk pulang termasuk kedua tokoh kita, Sasuke dan Naruto. Tampak Naruto yang berlari kecil untuk mengejar Sasuke yang sudah berjalan agak jauh di depannya.
"Teme,, kenapa kau jalan duluan sih?" ucap Naruto sambil mengerucutkan bibirnya sebal
"Hn"
"Kita pulang bareng yuk"
"Hn"
Naruto hendak mengenggam tangan Sasuke, namun segera ditepis oleh Sasuke. Naruto sedikit terkejut, tapi akhirnya Naruto hanya diam dan mulai menyusul Sasuke yang lagi-lagi berjalan terlebih dahulu.
Sebenarnya, hubungan Sasuke dan Naruto sangat baik, meskipun mereka sering bertengkar. Tapi, tiba-tiba hubungan mereka berubah. Sasuke bersikap dingin dan menjauhi Naruto. Besarnya cinta Naruto-lah yang membuatnya tetap bertahan. Baginya, bersama Sasuke sudah lebih dari cukup.
"Sasuke,,," teriak seseorang
#END Author POV
#NARUTO POV
"Sasuke,,,"
Siapa itu? Siapa yang memanggil nama si Teme ya? Ah sudahlah, daripada aku penasaran lebih baik kulihat. I-Itu,, Itukan Sakura!
"Sasuke,,,"ucapnya manja sambil menggandeng tangan si Teme. Namun sepertinya tak ada penolakan darinya.
"Hn"
"Aku hari ini ingin pergi ke toko buku"
"Hn?"
"Kamu temanin aku ya?"
Apa katanya? Dia ingin mengajak Sasuke pergi? Kumohon Teme,, katakan tidak.
"Hn"
"Mmm,, anu. Maksud 'Hn' itu apa Sasuke-kun?" tanyanya bingung
"Ya"
"Hontou-ni? Arigatou Sasuke-kun. Kalau begitu ayo" ajaknya
Apa? Sasuke setuju? Bagaimana ini?
"Ta-tapi Teme, kita kan pulang bareng" ucapku mengingatkannya
"Kau pulang sendiri saja"jawabnya dengan nada yang dingin.
'Nyuuut' dadaku terasa sakit mendengarnya. Dapat kulihat Sakura yang tersenyum penuh kemenangan.
"Ya sudah Teme"ucapku mencoba tersenyum
"Kalau begitu aku pulang dulu. Bye,," lanjutku
Aku langsung berlari dari tempat itu. Rasanya, aku tidak sanggup lagi menahan air mataku yang akan keluar. Rasanya sakit sekali. Sasuke bahkan tidak menahanku sama sekali. Ckk,, benar yang dikatakan si Teme. Kau benar-benar dobe Naruto. Apa yang kau harapkan? Sasuke tidak mungkin melakukan hal itu. Dia selalu mengabaikanmu.
Aku menyesal sekarang. Kenapa saat itu aku mengatakannya? Seandainya kata itu tak pernah terucap, mungkin aku dan Teme tidak akan jauh seperti ini.
#Flashback
"Te-Teme"
"Hn"
"A-Aku ingin mengatakan sesuatu pa-padamu" ucapku gugup
"Hn"
"A-Aku,, a-aku"
"Ck,, bicaralah dengan jelas"
"A-aku,,, SUKIDAYO TEME"teriakku dengan cepat
"..."
"Ka,,kau mau tidak ja-jadi pacarku?"
"..."
"Ka-kalau tidak mau tak apa. Aku tahu kau menyukai Sakura. Aku hanya tidak ingin memendam perasaan ini terus"
Aku hendak melangkahkan kakiku. Rasannya aku ingin segera berlari dari tempat terkutuk ini. Namun, suara Sasuke menghentikan langkahku.
"Aku mau"
Aku terkejut. Bagaimana tidak? Setahuku Sasuke sangat menyukai Sakura, tapi sekarang dia malah menerimaku. Akhirnya akupun membalikkan badan dan langsung menerjang Sasuke sambil memeluknya erat.
"Arigatou Teme"
#Flashback Off
#END Naruto POV
