"lalu untuk siapa? apa dia orang yang kau sayangi?" aku semakin berani bertanya lebih jauh,jujur akupun tegang menanti jawabannya,ia tampak berfikir sejenak dengan menaruh telunjuknya di depan bibir plum imutnya
"lebih dari kata 'sayang'"
Ctarrrrrr..!
Chapter 2
Nafasku menjadi berat, tadi ia mengatakan tidak memiliki kekasih tapi ia juga mengatakan kalau selama ini ia memberikan mawar2 itu untuk orang yang ia sayangi bahkan lebih dari kata 'sayang' , apa ia sedang jatuh cinta pada seseorang? Andweeee! Aku bahkan belum berkenalan dengannya,secepat inikah aku harus patah hati?
"hei..hei.." sebuah tangan melayang layang dihadapanku,aku tersadar dari lamunanku
"ah miane,semuanya 15.000 won" ucapku memberikan bucket mawar, ia tampak sedikit bingung padaku sementara aku masih tertunduk menelan kekecewaan.
"miane..kalau aku boleh tahu namamu siapa?" tanyaku sembari mengangkat wajahku, namun sedetik kemudian aku hanya bisa melongo,namja manis itu sudah tidak ada dihadapanku,sepertinya aku terlalu lama larut dalam kekecewaan hingga tidak menyadari kepergiannya, Yak! Pabo kau choi siwon!
Aku nyaris meninggalkan meja kasir saat melihat secarik kertas dan beberapa lembar uang diatasnya, dengan penasaran kuraih dan kubaca kalimat pada kertas itu.
Anda menukarnya terlalu banyak Tuan..
Cho Kyuhyun
Mulutku menganga lebar,mataku membulat. Sepertinya Tuhan benar-benar menyayangiku,tanpa perlu kutanyakan,namja manis itu telah memberitahukan namanya sendiri. Aku menatap beberapa lembar uang ditanganku, dengan senyuman bahagia berulang kali aku mengecup uang-uang itu.
"gomawo " bisikku dan..
"yeeeeaaaaayyyyyy..!" aku berteriak kegirangan membuat beberapa pelanggan menatapku dengan pandangan aneh, aku segera sadar dan membungkuk meminta maaf,walaupun senyum dibibirku belum menghilang sedikitpun,Tuhan,dengan hanya mengetahui namanya saja aku benar-benar bahagia seperti ini,apalagi kalau namja manisku itu menerimaku sebagai kekasihnya? Eh,tapi yang kutahu ia memiliki seseorang yang sangat ia sayangi,haaahhh..kuburlah impianmu itu choi siwon.
Seoul
Minggu pagi
Trrriiiinnnggg...triiinnngggg
Suara ponselku memekakkan telinga pagi itu,aku yang masih terbuai dalam alam mimpi mencoba untuk mengumpulkan kesadaranku dengan menguletkan badan ke kanan dan kekiri,berulang kali mengerjapkan mata dan..
"hoaaahhhhmmmmm..." aku menguap cukup lebar, dengan langkah gontai aku meraih ponsel di sisi kiri tempat tidur
"yeobseoo.."
"..."
"ne appa,aku baik-baik saja,bagaimana keadaanmu?"
"..."
"ne,jeongmal bogoshippo"
"..."
"ah miane appa,kalau bukan appa yang mengingatkan aku hampir saja lupa,hehehe miane"
"..."
"ne..nado saranghae"
Klik..sambunganpun terputus,aku mengulas senyum membayangkan sosok appaku yang semakin renta karena usia di busan sana,ia selalu memperhatikanku dengan kasih sayangnya, andai saja eomma masih ada,aku yakin kami akan hidup sangat bahagia. Ah bicara soal eomma, appa berpesan padaku agar mengunjungi nisannya, ya..eommaku telah meninggal saat usiaku masih 12 tahun,pemakaman dilakukan di sini, appa yang tidak tahan dengan segala kenangan kami mengungsikan diri di daerah kecil tepi pantai di busan, tanpa aku. Aku memutuskan untuk tetap bertahan dan memulai hidupku sebagai choi siwon yang tegar.
Sore hari,aku mengayuh sepedaku disepanjang jalan di ujung kota seoul,dengan sebelumnya membeli beberapa tangkai bunga untuk nisan eomma. Begitu sampai disebuah padang luas, kusenderkan sepedaku pada sebatang pohon tua, kulangkahkan kakiku menerobos ilalang yang nyaris setinggi lutut, angin sore menyapu wajahku membuat senyumku terkembang, kurapatkan coat yang kukenakan lalu berjalan lebih cepat Namun langkahku terhenti ketika sebuah sosok tertangkap ekor mataku, seorang tengah berdiri tak jauh dari makam eomma dengan membawa beberapa tangkai mawar putih, rambut ikal coklatnya sesekali terbawa angin, kulitnya tampak sedikit silau terkena mentari senja, aku menyipitkan mataku sambil melangkah pelan mendekatinya.
"Cho Kyuhyun?" mataku membelalak ketika beberapa langkah saat aku tepat dibelakangnya ia tiba2 berbalik, ia juga tampak sedikit terkejut lalu kembali memasang wajah datarnya.
"apa yang kau lakukan disini?" tanyaku
"…"
"…" kami terdiam,ia tak kunjung membalas pertanyaanku
"mengunjungi orang yang sangat aku sayangi" ucapnya seraya memperlihatkan tangkai2 mawar putih,matanya sempat menatapku lalu menerawang melintasi bukit dengan sebuah cherry blossom rimbun di puncaknya,aku mengernyit 'disana makam ibuku,apa namja ini sudah gila? kencan ditempat seperti ini?' bathinku
Tak sadar aku mengikuti langkahnya,hingga ia terhenti pada sebuah nisan dibawah cherry blossom,ia berjongkok lalu meletakkan tangkai2 mawarnya pada nisan putih itu,mataku membulat sempurna,mulutku terkatup rapat..
"kau.." hanya sepatah kata itu yang sempat terlontar dari bibirku..
"ne,dialah orang yang paling aku sayangi.." gumamnya,aku terdiam cukup lama,tubuhku serasa limbung..
Tuhan..
TBC
nah lho..kok siwon bisa sebegitu kagetnya,siapa sih yang ada di nisan itu?
hayo hayoo hayoooo tebaaakkkkk..
masih minat untuk dilanjut?
