Reincarnation

.

Hotarubi no Mori e © Midorikawa Yuki

(WARNING: This Fanfic contain plot twist, so if you don't like it. Just leave it.)

Reincarnation © Resai

...

..

.

"Gin.. Apapun yang terjadi kepadaku.. Pastikan kau jangan pernah menyentuhku ya?"

.

..

...


7 tahun kemudian.

..

.

Rintik-rintik air perlahan mulai turun. Langit tampak terlihat lebih gelap. Tampak terlihat anak laki-laki dengan seragam gakuran hitam, duduk di tepi kelas. Sembari memandangi jendela yang mulai berembun, dia menghela nafas.

"Haah.. Apa yang harus ku lakukan, sekarang?" ucap anak laki-laki itu, sambil berusaha mengalihkan pandangannya.

Dulu.. Namaku itu.. Siapa ya? Kenapa aku, tak bisa mengingatnya.. Tetapi semua tentang monster di hutan itu, kenapa aku bisa mengingatnya dengan mudah.. Lalu, anak perempuan yang sering muncul dalam mimpiku itu.. Siapakah dia?

Awal musim hujan ini, membuat seorang laki-laki remaja tersebut semakin gelisah akan jati dirinya. Sejak ia mendapatkan kembali sedikit ingatannya, semakin banyak pula hal-hal yang membuatnya kebingungan. Dia bahkan pernah beberapa kali mencoba berinteraksi dengan para youkai yang hidup di sekitarnya. Itu dilakukannya semata-mata hanya untuk bertanya mengenai Hutan yang berada dalam mimpinya. Namun tak ada satu-pun dari para youkai menjawab pertanyaannya. Mereka malah berusaha merebut tubuh Kurose dengan kekuatan gaibnya. Tetapi walau begitu, mereka tidak bisa mengambil alih tubuh Kurose. Hal ini dikarenakan ia selalu membawa jimat kecil dalam dompetnya. Jimat tersebut didapatinya dari seorang penjaga kuil tua di sekitar rumahnya.

Aku besok, sudah berumur 14 tahun ya? Sampai kapan aku akan terus seperti ini? Ujarku dalam hati, sambil menghela nafas panjang.

Tiba-tiba seorang anak perempuan masuk ke dalam kelas. Membuatku tersadar dari lamunan.

"Kurose-kun, sudah waktunya pulang loh.."

"Ah ya, mungkin aku akan pulang sebentar lagi"

"Apa kau tak membawa payung?"

"Aku bawa kok"

"Kalau begitu aku duluan ya. Sampai besok"

Laki-laki itupun melambaikan tangannya pada perempuan tersebut. Setelahnya perempuan itupun pergi meninggalkan kelas. Kini tinggal dia seorang diri di dalam kelasnya. Iapun berdiri dan bergegas pulang. Sambil membereskan buku-bukunya ia menatap indahnya langit hujan di balik jendela.

"Sudah waktunya.. kah?"

.

..

Reincarnation

..

.


"Eh? Sudah berhenti ya?" ujar anak laki-laki SMP itu. Dia-pun menutup payungnya, dan mulai kembali berjalan untuk pulang. Seperti biasanya, laki-laki itu selalu melewati taman kecil di sudut kota untuk kembali ke rumahnya. Ia-pun berhenti sejenak sambil memandangi taman itu.

Tampaknya aku harus membeli minuman.

"KLOTAK" terdengar suara minuman kaleng yang terjatuh dari vending machine. Laki-laki itupun mengambil minumannya dan bergegas mencari tempat istirahat.

Kurose-pun melepas lelah dengan duduk sendirian pada salah satu bench di taman kecil itu. Dia terus-menerus memikirkan tentang hal aneh yang terjadi hari ini. Pandangannya pun tertuju pada salah satu permainan kotak pasir di taman itu, tampak segerombol anak-anak kecil sedang bermain dengan riangnya. Mereka tampak rakrab satu sama lain.

"Hahaha kemari,kemari! Disini sudah mulai mengering loh!"

"Iya benar! Eh tapi sebentar lagi sore loh, apa sebaiknya kita pulang?"

"Main sebentar lagi saja pasti tidak apa kan?"

"Iya! Benar! Kyaa, kyaa"

Kurose hanya tersenyum kecil, sambil memandangi mereka bermain.

Jadi teringat masa kecilku hahaha.. Dan.. Anak perempuan yang berada dalam mimpiku.. Kenangan yang hangat dan begitu kurindukan..

Hari kian makin sore, dan senja mulai menghampiri. Anak-anak itu mulai bergegas pulang ke rumah masing-masing. Tiba-tiba salah satu anak menyebrangi jalan dengan berlari. Kurose yang melihat hal tersebut terkejut. Karena di saat yang bersamaan, terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Kurose berlari dengan cepat berusaha menolong anak tersebut.

"TIN TIN TIN!"

Mobil pick-up tersebut membunyikan klakson dengan kerasnya. Pertanda dia tidak bisa berhenti secara mendadak.

"AWAS!"

Dengan cepat Kurose menarik tangan anak itu dengan eratnya, dan segera memeluknya kearah yang lebih aman. Mereka berdua pun terjungkal ke belakang, beruntunglah Kurose tapat waktu. Anak tersebut tidak terluka hanya terlihat sedikit shock dan linglung. Kurose yang menjadi alas tumpuan untuk anak itu bernafas lega. Namun tanpa ia sadari, pergelangan tangannya terluka dan berdarah.

"Huweee Kakak maafkan akuuu" tangis anak kecil tersebut dengan kerasnya.

"Ah iya-iya tidak apa-apa. Kau tak terluka kan?"

"Iya, tapi kakak… Huweee ma- maafkan aku…"

"Sudah-sudah tidak apa-apa hahaha. Kau tak perlu khawatir, sekarang dimana rumahmu? Biar ku antar kau pulang"

"Ta-tapi…"

Rasanya, seperti déjà vu. Aku seperti pernah melakukan ini sebelumnya. Pikirku dalam hati.

Tapi dimana ya?

Di saat yang bersamaan, tampak seorang perempuan muda menghampiri mereka berdua.

"Kalian berdua? Tidak apa-apa?"

"Ya.. tidak apa-ap-" jawabku sambil menoleh ke arah wanita itu.

"Eh?!"

Perempuan ini.. Sosoknya.. Sepertinya aku mengenalnya. Siapa dia?

Tampak perempuan dengan rambut coklat tua pendek dan perawakan tubuh yang tidak terlalu tinggi. Perempuan itu hendak menolong mereka berdua. Anak kecil yang sedang kebingungan tersebut itupun menoleh ke arah perempuan tersebut.

"TA-TANTE HOTARUUU HUWEE!" tangisnya sambil memeluk perempuan itu.

"Eh?! Yuuki kenapa kau disini?! Jangan-jangan kamu yang tadi menyebrang sembarangan ya?!"

"Maafkan akuu huwe, tapi sekarang kakak ini terlukaa"

"Eh?! Anak ini terluka?! Anu, Terima kasih banyak telah menyelamatkan keponakanku! Sebagai gantinya, bagaimana kalau kau mampir ke rumah kami sebentar. Aku akan mengobati lukamu"

"Eh? Tidak, aku tak usah. Lukanya tak parah kok"

"Sudah! Tak usah sungkan-sungkan!"

"Sungguh aku tidak apa-apa"

Perempuan itupun menggenggam tanganku dengan lembut. Sorot matanya yang terlihat serius melihat luka yang berada di pergelangan tanganku.

Tampaknya aku mengenal sorot mata ini..

"Ini, kalau tidak segera diobati akan infeksi loh! Sudah ikut saja ya?"

"Ayolah kakak, izinkan kami merawat lukamu.. Sebagai permintaan maafku ya?"

"Ka- kalau begitu.. baiklah" jawabku sungkan.

..

.

Aku mengingat sentuhan tangan ini.. Tapi dimana ya..?

Untuk sekarang ini aku hanya perlu mengikuti mereka saja kan?

Perempuan itu, aku..

..

.


Tampak kotak P3K dan beberapa plester terlihat berantakan di rumah itu. Dengan telaten perempuan itu mengobati luka anak laki-laki itu. Perempuan itupun mengambil plester luka dan ditempelkannya ke luka tadi.

"Yosh! Sudah selesai diobati!" ujar perempuan itu.

"Te-terima kasih"

"Ah tidak! Seharusnya kami yang berterima kasih! Kau bahkan nyaris mengorbankan nyawamu demi keponakanku ini. Yuuki juga! Minta maaf kepada kakak ini!" ujar perempuan itu

"Maafkan aku kak.. Aku berjanji akan lebih berhati-hati.." tampak terlihat perasaan bersalah di wajahnya.

"Ah, iya.. Tidak apa-apa.." jawabku seadanya.

"Apa kau ingin minum dulu?"

"Tidak, tidak usah.. Aku harus segera pulang"

"Eh? Ingin buru-buru ya? Kalau begitu biar ku antar."

"Tidak apa-apa rumahku tidak terlalu jauh kok"

"Sudahlah lagipula aku baru pindah kesini. Sekalian aku ingin berkeliling sebentar. Yuuki jaga barang-barang tante dulu ya. Dan kamu tunggu disini hingga tante kembali atau Ibumu yang pulang. Lagipula Ibumu sudah menelpon tante dan dia bilang akan tiba 5 menit lagi. Kau mengerti?"

"Baik tante!"

"Kalau begitu aku berangkat dulu"

..

.


Hawa dingin mulai memasuki rusuk kami. Entah kenapa malam ini cuaca sangatlah dingin.

Apakah ini efek hujan tadi sore? Dan kenapa youkai-youkai di jalan sekitar sini, di malam hari banyak sekali sih?!

Jalanan yang sunyi itu hanya dilewati mereka berdua, perempuan dewasa dan laki-laki belia. Mereka tampak diam satu sama lain.

"Hei! Kalau tidak salah itu seragam SMP Kitagawa kan?" ujar perempuan itu mulai memecah kesunyian.

"Ah.. iya aku siswa disana" jawabku.

"Aku ini calon guru sejarah disana loh!"

"Eh?! Kau guru pengganti Bu Oda?!"

"Yup! Hehehe! Dan jangan panggil aku dengan sebutan "kau" seperti itu! Namaku Hotaru."

"Eh?!" akupun menoleh kaget.

"Ada apa?"

"Ti-tidak.. Bukan apa-apa"

Hotaru? Tampaknya nama itu tidak asing.. Dalam pikiranku..

"Dan kalau begitu mulai besok aku akan dipanggil Sensei! Jadi tidak sabar ya!"

"Haha.. begitukah?"

Bukankah dia terlalu bersemangat sebagai guru baru? ujarku dalam hati.

"Senangnya~ aku sudah mengenal satu calon muridku! Kau harus banyak membantuku ya!"

"Ternyata itu toh tujuannya…" keluhku.

Aku ingin dijadikan pesuruh atau asisten pribadinya ya? Melelahkan saja batinku.

"Apa? Kau berkata apa?"

"Tidak, bukan sesuatu yang penting. Ano, di depan sana sudah terlihat rumahku. Jadi terima kasih telah mengantarku pulang.. Sensei"

"Eh? Begitukah? Baiklah, sampai jumpa besok."

Diapun mulai melangkahkan kakinya ke arah yang berbeda.

"Eh, tunggu. Um.. Aku lupa bertanya.. Siapa namamu?" tanyanya sambil menoleh ke arahku.

"Eh? A..aku"

˹Gin˼

Tiba-tiba tampak seseorang membisikan lembut kata itu di telingaku.

"Aku.. Ku-Kurose!.. Kurose Mori"

"Kurose-kun! Baiklah sampai jumpa besok!" perempuan itupun tersenyum dan pergi meninggalkanku.

"Ya.. sampai jumpa"

Akupun melihat punggung perempuan itu dari tempat aku berdiri, perlahan punggung itumulai menghilang ditelan gelapnya malam. Yang tersisa hanyalah cahaya redup dari lampu jalan dan bintang-bintang malam.

"Hotaru.. Takegawa?"

Akupun mulai mengingat nama itu dalam benakku.

Sambil beranjak dari tempatku berdiri, akupun berusaha mengingat kejadian hari ini.

Sambil tersenyum kecil akupun melihat bulan yang mulai menampakan dirinya

"Aku harus beristirahat"

Ujarku sambil masuk ke dalam rumah

.


..

.

Dalam kamar perempuan itu tampak topeng berwajah youkai yang usang, terletak di atas meja rias. Perempuan itu memegang dengan lembut topeng itu, sambil tersenyum.

"Gin, aku merasakan kau berada di sekitarku tadi.. Apa kau masih menjagaku?"

Ujar perempuan itu dengan wajah senangnya.

.


Author's Note:

*Vending Machine = Mesin penjual minuman, biasanya terdapat di pinggiran jalan.

*Bench = Bangku taman yang panjang.

*Déjà vu = Sebuah perasaan yang mengingatkan kita pada kejadian yang pernah dilakukan dan terulang kembali saat ini.


Ayeeey~~~~ Updateeee /o/ \o\

Maaf lama yaaa, aku baru kelar UN soalnyaaa huhuu hiks :")

Buat yang masih menunggu terima kasih banyak! :) Silahkan membaca dan jangan lupa tuliskan review! ;)

By the way, yang mau tau info penting! Aku cuma mau kasih tau! Beda umur Kurose dan Hotaru itu 16 tahun! /gapenting/ /dibuang/ Maafkan aku Hotaruuuu :""""((

Oh iya! Mohon doanya biar author keterima seleksi snmptn ya! Amin! Mohon doanya juga buat ayah author yang terkena penyakit serangan jantung :") Biar cepat diberi kesembuhan! Sekian! Sampai jumpa next update! Bye~ Bye~