Disclaimer :
Naruto milik Masashi
Kishimoto
Pairing :
H. Sakura-H. Kakashi
Genre : Drama/Romance
Rate : M (Lemon)
NB : Fiksi ini dibuat hanya untuk tujuan menghibur. Saya, Hatake Miko tidak mengambil keuntungan apapun secara finansial. Selamat membaca!!
Sebelumnya, Miko-chan mau berterima kasih kepada seluruh warga negara Indonesia. Miko-chan balas review dulu ya (gomen tidak bisa balas semua review) :
1. LordOfFox
Arigatou gozaimashu sesama fans KakaSaku.
2. Nafi29897
Arigatou gozaimashu Nafi-kun..!!
3. Stevyje
Hahaha .. Shinpaisinaide (don't worry). Ga akan ada pairing SasuSaku disini. Cuma KakaSaku aja sepertinya. Banyak yg minta KakaSaku abisnya :D
4. Savanass
Arigatou gozaimashu. Silakan di fav n fol !! Daku tersanjung.. ~lebay
5. Shinaciku
Hahaha dunia hanya milik KakaSaku ya ...
Guru dan Murid
.
.
.
Chapter 2
"Sasuke-kun...!!!"
Seorang wanita berambut pirang berlari ke arah mereka.
"Sakura-chan ?!!!"
"Ino pig !!!"
~PLAAAAANGG ...!!! #¥%@*-/
"Ino! Kenapa kau memukul kepalaku?", tanya Sakura yang mendapat hadiah di hari pertamanya di Konoha setelah 5 tahun.
Tiba-tiba Ino memeluknya. Sahabat akrabnya sewaktu masuh remaja dulu.
"Aku merindukanmu, Jidat !!", katanya agak tersendu.
Tapi sejurus kemudian, dia berbisik dengan serius :
"Hei Jidat! Sekarang aku sudah menikah dengan Sasuke-kun! Kau kalah!!!! Kau masih ingat dengan kata-katamu waktu itu kan?"
Kata-kata? Perjanjian?
Ah .. Tiba-tiba Sakura teringat kejadian masa mereka remaja. Taruhan bodoh itu. Ya, mereka bertaruh siapa yg berhasil mendapatkan Sasuke, dialah pemenangnya, dan yang kalah ...
Harus menikah dengan Kakashi-sensei, guru tim 7 yang super dingin dan misterius itu.
Belum pernah mereka melihat Kakashi-sensei jalan dengan seorang wanita. Malahan sempat mereka berpikir kalau gurunya itu gay.
"Ino-chan.. Kau tidak serius kan?", tanya Sakura dengan tawanya yang gelagapan, mengingat sensei yang mereka bicarakan ada di sampingnya.
"Nah.. nah.. Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan. Shikashi, karena Sakura sudah kembali ke Konoha, aku rasa kita perlu merayakannya dengan minum sake dan makan2, bagaimana?", sela Kakashi.
"Ah! Sensei yang traktir?", tanya Ino dengan mata berbinar.
"Ya kali ini aku traktir kalian. Sasuke, tolong beritahu Naruto ya.."
"Hn."
"Ayo, Sasuke-kun, kita pulang. Aku akan mengosongkan perutku dari rumah. Ja Sakura-Chan, Kakashi-sensei!", ucap Ino sambil melambaikan tangannya.
"Nah, Sakura .. Ayo, ku antar kau pulang."
"Ha'i, sensei..."
Guru dan murid itu berjalan beriringan.
Di tengah jalan, mereka bertemu seorang pria alis tebal dengan pakaian hijau super ketat.
'Ah.. Tonjolan itu..'
'Sebaiknya aku tidak melihat ke arah situ', ucap Sakura dalam hati memalingkan pandangannya dari celana super ketat Guy-sensei.
"Hatake Kakashi !! Rival abadiku!! Hahahha .. "
Tuiiiinggg *
Seketika mata guru alis tebal itu terfokus pada belahan dada wanita yang ada di samping Kakashi saat ini.
"Guy, ku harap aku tidak perlu menggunakan sharinganku untuk menyadarkanmu.", ucap Kakashi menahan emosinya.
"A.. ano.. Yang mau aku katakan adalah.. Apa wanita berambut merah muda ini calon istrimu?", tanya Guy dengan polosnya.
Semburat merah mencuat begitu saja di pipi Sakura. Ah, kalau saja Kakashi tidak sedang memakai maskernya sekarang, mungkin dia juga akan terlihat bodoh dengan merah di pipinya karena menahan malu.
"ehm.. ehm..", Kakashi mendehem. Tidak tahu harus berkata apa.
"ano.. Konnichiwa, Guy-sensei ? Aku baru saja kembali dari Desa Ame."
"Desa Ame? Kau... Sakura??!!!! Hisashiburi dane yo", teriak Guy karena kaget dengan perubahan murid Kakashi ini.
"G-gomen, gomen Sakura. A..aaku benar-benar tidak mengenalimu tadi. Tapi, sungguh, aku pikir kau ini calon istrinya Kakashi. Aaaaku rasa aku harus segera pergi. Ada latihan yang menungguku. Jaa... Sakura, Kakashi!!!", ucapnya gelagapan karena Kakashi sepertinya sudah mengambil ancang-ancang untuk mengeluarkan jurus mata sharingan nya itu kepada Guy.
...
Di apartemen Sakura...
"Kakashi-sensei, masuklah .."
"Iya..(iya disini dlm bahasa Jepang artinya 'tidak'). Kurasa aku akan langsung pulang saja."
"Matte yo.. Kakashi-sensei.. Setidaknya beristirahatlah dulu sebelum pulang.", ucap Sakura sambil memegang tangan besar gurunya itu.
"Sensei.. Bisa beristirahat di sini. Di kamarku. Aku akan mandi sebentar. Tunggu disini ya sensei.."
Kakashi duduk di tepi ranjang muridnya itu, matanya memandang ke arah kamar mandi dimana muridnya sedang mandi.
...
Di kamar mandi Sakura mulai melepas pakaiannya satu per satu. Yang terakhir, yah bra 34D dengan motif bunga-bunga di pinggirnya.
Disentuhnya puting payudaranya, diputar-putar kemudian diremas.
Sakura duduk di bath tubnya dengan kedua paha dibuka lebar.
Di dalam pikirannya, ia membayangkan senseinya yang gagah itu menggerayangi tubuhnya, payudaranya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa senseinya yang misterius itu semakin gagah saja di matanya. Dada yg bidang, tangan yang besar dan otot-otot itu..
Sakura memasukkan jari tengahnya ke dalam mulutnya seperti menghisap permen, dikeluarkan lalu dimasukkannya ke dalam vaginannya yang mulai basah.
"Aaaaahhhh... Kakashi-sensei.."
Sakura melenguh, alangkah nikmatnya apabila penis senseinya itu yang kini masuk ke dalam lubang vaginanya.
Keluar-masuk, keluar-masuk. Pelan dan semakin cepat.
"ah... ah.. mmhhh.. oh... sensei, aku.."
"ahhhh..."
Sakura mencapai klimaks. Dijilatnya cairan yang menempel di jarinya.
Dia membersihkan dirinya dan mulai mandi, tanpa sadar sepasang mata beda warna tengah memperhatikannya sejak ia masuk kamar mandi tadi.
"Kakashi-sensei .."
'Ah dia tertidur. Selama itu kah aku di kamar mandi?', tanya Sakura dalam hatinya.
Dengan tubuh yang agak basah dalam balutan handuk pendek yang hanya menutupi setengah bagian bokongnya, Sakura menghampiri Kakashi.
Diamatinya wajah senseinya yang sedang tidur berbaring di ranjang. Dulu dia, Naruto dan Sasuke susah-payah melakukan segala cara untuk melihat apa yang ada dibalik masker hitamnya itu.
Tapi semua yang mereka lakukan sia-sia. Senseinya itu memang cerdik. Sampai sekarang tak satupun dari mereka yang pernah melihat wajah Kakashi tanpa masker.
Alis mata berwarna perak, hidung mancung dan luka di mata sharingan nya. Sakura penasaran siapa wanita yang disukai senseinya itu.
Sakura bersiap untuk membuka masker Kakashi. Perlahan. Jangan sampai dia bangun. Dan-
~BUFFF
'Bunshin?'
"Yo, Sakura !!! Kau sudah selesai mandi?", sapa Kakashi asli yang berdiri di belakang Sakura sejak tadi.
"KYAAAAAA...!!! Sensei ...!!! Sensei hentai !!! Baka! Baka! Baka!"
Sakura berteriak tak karuan. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Yap, pemandangan ini justeru yang diinginkan Kakashi. Dua payudara yang montok dan vagina yang berwarna merah muda.
'Kakashi! Kuasailah dirimu! Dia itu muridmu! Bersikaplah sebagai guru yang profesional!'
Tidak apa bukan? Toh, muridnya juga sudah dewasa. Tinggal maju satu langkah saja bagi Kakshi untuk membawa tubuh mungil dan sexy Sakura ke dalam pelukannya.
"G-gomen Sakura, aku akan langsung pulang saja. Sampai ketemu nanti malam."
Sakura membuka kedua matanya, Kakashi sudah tidak ada disitu.
"Apa-apaan ini??!!!! Kenapa? Jadi selama aku menutup mataku tadi, Kakashi-sensei ..."
'melihat tubuhku tanpa sehelai benang pun...', lanjutnya dalam hati, melihat handuk putihnya sudah berada di kakinya.
AAAAAARRRGGHHHH...!!!
Malam itu Sakura benar-benar bingung harus pakai baju yang mana. Masih terbayang di pikirannya kejadian tadi siang. Hatinya berkecamuk. Tapi, ah sudahlah. Jangan dipusingkan!
...
...
...
"Itadakimasu...!!!""Yosh... Ramen...!! Arigatou, Kakashi-sensei!", ucap Naruto seraya tangan kanannya sibuk dengan makanan.
"Ino, Sasuke, Naruto, Sakura makanlah yang sepuasnya. Malam ini aku yang traktir.", kata Kakashi.
"Sensei, boleh kan kita minta sake??", tanya Ino.
"Ino.. "
"Tidak pa-pa, Sasuke-kun. Ini kan perayaan yang sangat jarang. Lagipula kita bukan lagi anak-anak remaja, iya kan, Naruto?", tanya Ino ke si rambut pirang bermata biru.
"Ng... Sluuurrrppp... ahhhh.. Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan Ino. Tapi yang aku tahu, TAMBAH RAMEN NYA LAGI JII-CHAN..!!", teriak Naruto.
"Ya baiklah. Tolong sake nya ya...", ucap Kakashi pada pelayan kedai.
"Baik."
Sakura kini duduk di samping Ino. Sasuke bergabung dengan Kakashi dan Naruto. Perbincangan pria.
"Sakura-chan.. Kau minum terlalu banyak. eee ..", ucap Ino sedikit bersendawa.
"Hn?? Ino-chan, kurasa aku .. aku mulai menginginkannya. Tadi saat aku mandi, aku mengkhayalkan dia memeluk dan membelai tubuhku."
"Heh... Apa yang kau tunggu? Apa harus aku menggunakan Shintensin no Jutsu ku padamu?", goda Ino pada Sakura.
Shintensin no Justu. Jutsu spesial dari klan Yamanaka. Ketika jutsu ini diaktifkan, Ino bisa merasuki tubuh Sakura dan mengendalikan pikirannya. Singkatnya, dia bisa melakukan apapun pada Kakashi-sensei tanpa merasa malu. Ya, bukan dia yang akan merasa malu, tapi Sakura.
"Sakura... Sakura.. Oi.. Jidat!"
Ino menggoyang-goyangkan tubuh Sakura. Kedua tangan Sakura diatas meja, dia memiringkan kepalanya di atas tangannya dengan mata tertutup.
"Jidat!! Apa kau sudah mati? Cepat banguuuunnn...!!!", Ino mulai berteriak tak jelas.
Segera Sasuke bangkit dari kubu pria, mengajak istrinya itu pulang sebelum keadaan menjadi kacau.
"Kakashi-sensei! Kami pulang lebih dulu. Terima kasih untuk makan-makannya.", Sasuke pergi menggendong Ino dengan kedua tangannya.
"Kakashi-sensei. Sebaiknya aku juga pulang. Aku khawatir tidak ada yang menjaga Hinata-chan di rumah sakit besok. Jaa Kakashi-sensei..!"
Tinggal dia dan Sakura di kedai itu sekarang. Kemana dia harus membawanya? Jarak dari kedai ke apartemen Sakura rasanya membutuhkan waktu 2 jam, terlalu jauh.
Sebaiknya dia bawa ke apartemennya saja. Lagipula malam ini dia kesepian.
Kesepian? Ah Kakashi yang malang. Shinobi seangkatannya sudah ada yang menikah bahkan punya anak.
Dan sekarang dia menjatuhkan pilihannya pada Sakura, wanita cantik yang pernah menjadi muridnya dan- idola di mata shinobi jounin di Konoha.
Kakashi membayar tagihannya. Memeluk tubuh muridnya itu dan menggendongnya ke apartemennya.
Dia merebahkan tubuh Sakura di ranjang. Tapi, tiba-tiba Sakura memeluk leher Kakashi dan berkata :
"Jangan tinggalkan aku, sensei.. Onegai, Kakashi-sensei .."
"Sakura..."
Kakashi memegang tangan Sakura yang masih melingkar di lehernya.
Sepasang mata mereka bertemu. Onyx dan Sapphire.
"Kakashi-sensei... hiks.. hiks.. Apa sensei tidak mau tidur denganku? Temanilah aku tidur. Aku bosan tidur sendirian terus.", tanya Sakura dengan matanya yang mulai mengeluarkan air mata.
"Aku... aku .. aku ini kan sudah dewasa. Aku bukan lagi Sakura murid sensei yang dulu."
Ya, dia memang bukan Sakura muridnya yang dulu. Sakura sekarang sudah banyak berubah. Dan perubahannya itu yang justeru mempesona di mata Kakashi. Baka no Kakashi, dia memang tidak berpengalaman dalam cinta meski setiap hari tidak pernah absen membaca buku Novel Icha-Icha Paradisenya itu...
"Sakura, kau mabuk.."
"Ya! Aku memang mabuk, sensei. Lalu kenapa?!", ucap Sakura sedikit menaikkan nada bicaranya.
~~BRAAAPPP
Sakura membawa tubuh Kakashi ke ranjang dan naik di atasnya. Tubuhnya diliuk-liukkan seperti ular. Bibirnya mencium bibir Kakashi yang masih memakai masker.
Ah... dia tidak bisa menguasai tubuhnya saat itu.
...
#To be continued...
...
#HATAKE_MIKO
...Kosa-Kata Bahasa Jepang...
Konnichi wa : apa kabar
Hisashiburi dane yo : sudah lama sekali y
Onegai : ku mohon
Itadakimashu : selamat makan
Matte yo : tunggu dulu
