Pendahuluan (udah kayak mau bikin makalah aja yak??) : Yooosssshh!! Akhirnya cita-cita gue bikin ff Naruto kewujud juga…Senangnya… Kalo masih kurang bagus, mohon dimaapin segede-gedenya. .v maklum, status masih junior…
Disclaimer : Tentunya Masashi Kishimoto-sensei adalah pemilik resmi Naruto, tapi gue pengen Neji buat gue!! Huaaaaaaa!!
Summary: Ini adalah sedikit cerita gimana perjalanan NejiTen dari pas jadian sampe akhirnya melangkah ke pelaminan dan beberapa kisah pengiring lainnya… hehehehehe… Enjoy it!
P.S: yang dalam kurung (…) adalah sedikit komen gak guna dari gw.
Yyyyyoooooooossssssssshhhhhhhh!!Chapter 2: Pengintai Amatir!!
Well, pada chapter lalu kan kita baru tau sampe Neji tepar gara-gara keselek pudding.
Kita beralih lagi (mas kameramen, arahin ke Neji duonk!!) ke cowok tampan (chuih! –tapi ini fakta-) alias Hyuuga Neji yang masih betah nongkrong di kamarnya di Hyuuga Residence (wedeeeeehhhhh!!).
Pikirannye melayang lagi ke masa itu.
FlashbackNeji dengan sukses tepar setelah pudingnya salah jalur. Yang harusnya ke jalur cepet malah ke jalur lambat, eh, eh, maap salah.
Yang seharusnya lewat kerongkongan malah lewat tenggorokan (tau bedanya khan??).
TenTen panik abis ngeliat cowok tampannya tepar akibat pudding coklat yang kejam.
TenTen langsung menghampiri Neji dengan membawa buket bunga yang telah ia dapatkan.
"Dasar! Anak aneh!" Gumam TenTen sambil menaruh kepala Neji ke pangkuannya.
"TenTen, mendingan kamu anterin Neji ke kamarnya deh…" Kata Lee yang nyamperin dua temen se-timnya itu.
TenTen mengangguk dan memapah Neji.
Bused dah… Ni anak berat juga… Pikir TenTen dengan keringat yang mulai menitik-nitik bajunya.
Sambil memapah Neji di bahu kanannya, TenTen menghampiri Hinata yang sedang minum jus di meja minuman.
"Eeh… Hinata-chan," panggil TenTen pelan.
"TenTen-chan?" Hinata berbalik dan mendapati kakak sepupu tampannya lunglai dengan muka merah, "Neji-niisan kenapa?"
"Ano… Sore wa… Neji keselek pudding abis aku dapet buket bunga kamu." Jelas TenTen sedikit sal-ting.
"Hee??" Hinata sedikit kaget.
"Maka daripada itu (penjajahan didunia harus dihapuskan!! –Lho?? Aduh salah! Gw lagi ngapalin UUD pembukaan soalnya-), kamarnya Neji dimana? Aku mau anterin dia dulu." Ujar TenTen sedikit terengah.
"Humm… Diseberang ruangan ke tiga setelah ruang tamu," Jawab Hinata, "kalo ragu-ragu, liat aja ruangan yang pintunya ditempelin tulisan 'Neji's Room' gambar miki mos." (Gubraaakkk!! –miki mos? hell no!!-)
"Okeh, okeh." TenTen mengangguk tanda mengerti.
Dengan hati-hati TenTen memapah Nej ke kamarnya.
Ruangan tiga setelah ruang tamu, sebrangnye… Ada tulisan 'Neji's Room' gambar miki mos… heh? Pasti nyang ini nih. Batin TenTen semangat.
TenTen menggeser pintu kamar Neji dan terlihatlah sebuah kamar dengan dinding putih bersih, begitu pula dengan seprai kasur, lemari pakaian, dan benda-benda lain yang ada di kamar itu.
Ampun nyai… Ni kamar jauuuuwwwwhhhhh lebih terawat dari kamar gue yang berantakannya bikin penata ruang dan arsitek depresi berat (TenTen, kita sama!! –Clep,clep,clep, TenTen menikmati nusukin badan gw pake kunai n shuriken-), pikir TenTen.
Dengan hati-hati TenTen menaruh tubuh Neji ke atas kasur yang uuueeeemmmpppuuukk tenan…
Setelah itu, TenTen menghela nafas panjang dan duduk di sofa putih di pojok kamar Neji. Neji masih memejamkan mata dan mukanya masih serupa kepiting rebus dikasi pewarna merah.
TenTen berdiri dari sofa dan pindah tempat ke meja belajar Neji.
Di atas meja belajar Neji, ada 3 frame foto dari kayu yang memuat foto Neji dan orang-orang terdekatnya.
Di frame kayu -berpelitur hitam- pertama, terlihat foto Neji sendiri sedang tersenyum malu-malu. Kalau dilihat dari situasi dan tanggalnya, sepertinya ini foto pas Neji lulus ujian Jounin.
Mukanya cute banget, pikir TenTen.
Di frame kedua –berpelitur krem-, ada foto Neji bareng pamannya Hiashi dan kedua adik sepupunya, Hinata dan Hanabi. Bisa keliatan kalo mereka akur adem ayem banget.
Keluaga Hyuuga memang hebat, komen TenTen dalam hati.
Di frame ketiga –sepertinya ini dicat, warnanya putih-, kali ini muka TenTen mengeluarkan semburat merah dibalik olesan tipis blass on (gini bukan tulisannya?? Maklum, gak suka pake blass on. Gatel. –Neji n' TenTen sweatdropped dibelakang gw-) pink-nya.
Ini adalah foto kami dengan Gai-sensei, pikir TenTen excited.
Latar foto itu adalah lapangan tempat mereka biasa latihan. Gai-sensei berdiri di tengah-belakang. Di depannya ada –dari kiri- Lee, TenTen, dan Neji. Muka Gai-sensei dan Lee terlihat bersemangat. Dimuka TenTen terlihat sedikit semburat merah, dan Neji terlihat santai seperti biasa dengan tangan terlipat di dada.
"Mmhh…" Neji tiba-tiba bangun dan berusaha duduk di atas tempat tidurnya.
TenTen menoleh dan menghampiri Neji, "Eh? Neji?? Kamu udah gak pa-pa??"
Neji mengangguk pelan, "Maaf ya. Jadi merpotkan kamu."
(Couple ini lagi bermuka merah padam –kalo merah menyala serem bo!!- di belakang gue)
(Plakk!! Jegeeerrrr!! –gw digampar ma couple ini-)
(Aduuuuhhh!! Iya maapin gw!! Mas kameramen! Balik tu de stori!)
"Bener kamu gak pa-pa?"
"Iya."
"Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba keselek gak ada angin gak ada gledek."
"Hueekk!! Huukk!! Huk!" Neji keselek ludahnya sendiri.
TenTen nabok jidatnya sendiri (kalo dia nabok jidat gue….. yaudah, tabok aja! Gw gak brani bales, takut dijadiin sasaran latihan shuriken –Gubrak!! NejiTen jatoh dibelakang gw-).
"Maaf. Aduuh…" Neji jadi malu-malu anjing.
"Kamu suka kayak gini ya kalo lagi malu sama orang??"
"Kurang lebih."
TenTen menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya (gimana tuh?).
Dakedo hitotsu dake wa (But just one thing)Nokotteta nokotteta (remains, remains)
Kimi no koe ga (Your voice)
Warau kao mo okaru kao mo subete (Your smiling faces, your angry faces, everything)
Boku wo arukaseru (Keeps me walking on)
Kumo ga kireta saki wo (The point where the clouds break)
Mitara kitto (I'm sure you can see it)
Nee wakaru desho? (You know what I mean?)Nee wakaru desho? (You know what I mean?)-Michi To You All- (Gw cinta bgt ma ni ending song…)
"Oia. TenTen?" Panggil Neji ragu-ragu.
"Hn?" TenTen menatap Neji.
Neji menelan ludah (Ya i ya lah! Emang debus, nelen paku??).
"Kamu…Kamu…eh…" Neji terbata-bata (Neji terbata-bata?? Oh mi gosh! Hari bentar lagi sore!! –apa hubungannya??-).
"Aku… Aku… kenapa?"
"I…itu… kamu… kamu mau tidak jadi p…pacar…aku?"
(Baru kali ini gw liat 'penembakan' edisi bahasa-indonesia-yang-sudah-disempurnakan-tingkat-akut. Disarankan bagi para guru bahasa Indonesia yang ingin mengajarkan cara 'nembak' yang sopan, hubungi Hyuuga Neji dirumahnya –masa di rumah tetangga?? Misako-chan lagi setres yahh?? Neji Quote-).
"Eh? I…itu…iya…iya…aku mau." Jawab TenTen dengan muka merah.
Neji tersenyum lembut, selembut sutra cina (oooohhhh, co cwit!! –cring cring cring, saun ngepek yang telah ditunggupun muncul-).
Muka keduanya merah.
Lalu, tanpa disangka, Neji mendekatkan dirinya pada TenTen. TenTen terkejut, jantungnya semakin berdebar-debar.
Lebih dekat…
Lebih dekat…
Sedikit lagi…
Bibir Neji dan TenTen nyaris bersentuhan, ketika tiba-tiba Neji berhenti dan berbisik ditelinga TenTen, "Byakugan!"
Neji melihat sekeliling.
"Heh? Ada pa' Neji?"
"Lihat saja sendiri."
"Woooiiiii!! Yang di depan, udahan deh ngupingnya!!" Teriak Neji, seketika penyakitnya ilang.
Blakkk!! Jegeeerrr!! Pintu kamar Neji terbuka dan ada sekitar lebih dari stengah lusin shinobi jatuh kedombrangan di lantai keramik kamar Neji yang mengkilap.
"Kalau kalian mau mencuri-dengar orang lain, kalian salah sasaran." Ujar Neji, penyakitnya balik lagi.
"Hehehe… Maapin kite nyahhh!!" Sahut Naruto, yang mewakili mereka berbicara.
Mereka yang menguping adalah: Naruto, Hinata, Sasuke, Sakura, Ino, Sai, Kiba, Shino, dan Gaara. (What tha hell?? Gaara si Kazekage-sama 'n Shino nyang alim ikutan nguping?? –mengapa ini yang terjadiiii…iiii!!-)
End of Flashback
What happen next?? Stay tune, okay minna-san??
Yyyyyoooooooossssssssshhhhhhhh!!Segenggam sirih (eh? Masih salah ya?) dari gw…P.S: kali ini yang dalem kurung (…) adalah keadaan/ situesien yang terjadi…
Gw: Yosh!! Akhirnya Chapter 2 selesai juga!! Gw merasakan semangat daya juang gw mulai meningkat!! (Mas nyang ngatur saun ngepek nyetelin choir-nya You Raise Me Up-nya Josh Grobak, eh, Groban.)
Neji: (Sweatdropped) Tuhan, pulihkanlah manusia nyang ngaku-ngaku jadi saudara jauh Hyuuga ini. Pulihkan dia supaya dapat kembali berjalan lurus…
TenTen: Amiiiiieeeennn….
Gw: Hah??
TenTen: Si Neji lagi ngedoain lo biar lo nggak strezz kaya gnie lagi….
Gw: Hiaaaaahhhh!! Jurus-menutup-semua-aliran-chakura-Neji-semuanya-biar-kagak-ngalir-jadi-gak-bisa-nyerang no jutsuuuuu!! (bused dah namanya panjang amat..).
Neji: Heh?? (tiba-tiba) Lho?? Gw gak bisa pake byakugan!!
Gw: Gyahahahahahahahahahahaha!! (ber-peace ria)
TenTen: Oh ya ampun! Neji-ku chayankkk…. (Hueeekk!!)
Gw: Gw menang kali ini… hahahahahahaha!!
TenTen: (Ada aura-aura api aneh bin misterius ngelilingin dia) Misako-chaaaaaannnnnn!!
(Poing! Poing! Poing! Jutaan Kunai, shuriken, dan senjata tajam sadis lainnya udah pas ada diatas gw. Sebelum ngejatohin itu barang-barang tajem, TenTen memperlihatkan wajah sadisnya.)
(Alhasil, gw kembali berakhir dengan tancapan senjata TenTen dibadan gw. Dan dokter ninja misterius kembali mendatangi gw sambil membawa tandu.)
TenTen: Ditunggu Reviewnya yaaaaaahhhhhhh!!
Neji: Kami memerlukan review dari anda semua (sopan beudz…)! Jangan lupa untuk me-review…
Neji & TenTen: See u in the next chapz!!
Gw: (udah sekarat)i….i…ya….jyaaaa….jya ne…
