MY LIFE

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

WARNING!

(Hati Hati Saja)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dug dug dug...

Tubuhku memanas, keringatku bercucuran, otot otot kekarku semakin terbentuk sempurna ketika ku ayunkan tangan untuk mendribble bola, lalu dengan sergap kulempar bola itu menuju ring basket dan.. Bang! Bola masuk dengan sempurna.

"Jungkook-Ahhh.. fighting!!!"

Gadis-gadis itu bersorak keras.

Mendengar teriakan mereka, aku segera menoleh dengan wajah datar lalu melambaikan tangan.

"Yaaa~ Jungkook-Ah".

Mereka kembali menjerit dan beberapa dari mereka saling berbisik - bisik dengan wajah ceria. Melihat reaksi mereka aku hanya menyunggingkan seringai kotor sambil berucap tanpa suara.

'Bitch'

Pandanganku berpaling pada bola yang dilemparkan kepadaku, dengan sergap aku menangkapnya dan kembali fokus pada permainan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jika ditanya seberapa membosankan hidupku, mungkin aku akan menjawab sangat membosankan. Membosankan karena tak ada tantangan dalam hidupku, semuanya terlalu mudah. Sama seperti satu tahun lalu, ketika aku menyatakan cinta (anggap saja begitu) pada kakak kelasku di Pesta kelulusan kelas 3, dia seorang primadona di sekolah, semua menginginkannya dan bersaing untuk mendapatkannya. bahkan rela melakukan hal konyol yang diperintahkan oleh wanita itu.

Tapi ketika aku menembaknya, dia menerimaku dengan mudah, dalam wajahnya tertoreh kebanggan yang luar biasa. Ck.. Tidak menarik.

Setelah 3 hari berpacaran aku memutuskannya tanpa pikir panjang.

Terlihat kejam? Kurasa tidak.

Dia terlihat biasa kuperlakukan semena-mena seperti itu bahkan masih berusaha mendapatkanku kembali.

'Kkkk.. Harusnya jika harganya mahal, ia pasti sakit hati jika ku sia-siakan'.

Ya, sejak saat itu aku tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Tidak dengan pria atau wanita, karena sudah bisa kutebak mereka akan berujung dengan kebosanan.

Sama seperti hari ini, Aku pulang ke apartementku yang sepi dan kotor karena banyak barang berceceran dilantai. Sejenak aku masih mematung di depan pintu memikirkan hal menarik yang bisa kulakukan.

"Ah.. Haruskan?".

Aku menyeringai ketika mendapat ide. Ku lempar tas kesegala arah lalu kulucuti semua bajuku sampai tak ada sehelai benangpun yang melekat. Aku berjalan seseksi mungkin, sambil memejamkan mata, membayangkan banyak mata tajam yang menatap tubuhku intens. Lalu ketika aku semakin dekat, tangan mereka segera maraihku kasar, menyentuhnya penuh nafsu dengan lidah yang menjulur membasahi kulitku dan menikmatinya rakus. Nghh.. Membayangkanya saja aku horny. Shit!

Tiba tiba sebuah ide datang lagi. Aku membuka mata dengan cepat lalu tertawa kecil,

"Kkk.. Aku merasa seperti Jalang, haus sentuhan dan nakal kkkk...

Tapi setidaknya Aku jalang untuk diriku sendiri.

Ya Jungkook-Ah. Kau mendapatkan harga yang setara denganmu, yaitu dirimu sendiri".

Ucapku dengan keras sambil berjalan memunguti barang barang di lantai.

Ku raih remot AC dan mematikannya. Ugh.. Ruangan ini benar benar panas bahkan keringat telah menetes dari leherku lalu mengalir diantara dadaku. Rasanya geli tapi kenapa aku menyukainya kkkkk..

Aku berjalan menuju gorden biru yang menutupi kaca bening. Sedikit mengintip, melihat keadaan sekitar karena di seberang apartemenku juga terdapat apartemen, harga sewa pertahunnya lebih mahal dan apartemen itu masih baru beroprasi. Hal itu menyebabkan segelintir konglomerat saja yang masih tinggal disana. Bahkan untuk saat ini hanya terlihat beberapa gorden yang terbuka yang menunjukan adanya kehidupan kecil disana. Termasuk gorden yang posisinya tepat menghadap ke apartemenku. Ku amati beberapa saat. Seperti tak ada tanda tanda seseorang disana... Yah mungkin pemiliknya sedang keluar.

Melihat keadaan yang sepertinya aman. Tanpa pikir panjang kubuka gordenku sepanjang rentangan tangan dan ku jatuhkan semua barang ditanganku. Fuck.. Tubuh polosku langsung terekspos dengan jelas dari luar ,terlebih sinar matahari yang cerah, membuat kulit putihku seakan bersinar.

Aku menungging dan mengambil Handphone.

"Bagaimana dengan 1 jam. Kurasa itu cukup untuk pemula sepertiku". Ucapku sambil men- setting timer Handphone agar bedering 1 jam kemudian.

Aku berbaring diatas lantai beberapa centimeter dari kaca, disana bisa kurasakan panasnya sinar matahari dan Ac yang mati berkolaborasi, membuat tubuhku perlahan berkeringat. Mataku terpejam menikmati bulir bulir keringat yang mulai mengalir turun dari pahaku. Namun kenikmataan itu segera berakhir ketika mataku terbuka lebar. Rasa was was, malu dan takut akan kemungkinan bahwa orang lain dari apartemen seberang akan melihat tubuh telanjangku. Bahkan dalam otaku telah bermain kemungkinan kemungkinan bodoh, dimana penghuni apartemen sebelah tengah menikmati adeganku lalu dia akan mengingat siluet wajahku dan mengincarku untuk diperkosa ramai ramai... Ahh Berengsek.. Aku semakin Horny. Bahkan nyaliku tidak menciut, namun semakin besar.

"Ahhh dimana kauu.."

Tanganku yang sudah berkeringat deras, meraba raba lantai mencari barang yang ku butuhkan. Tak menunggu waktu lama barang yang kumau sudah ku genggam. Ujungnya yang tumpul ku ludahi berkali kali, lalu mengulum barang itu lapar.

Kemudian ku tarik benda itu dari mulutku, ku lebarkan kaki sambil sedikit kuangkat bokongku. Dengan tangan gemetar ku arahkan barang bernama vibrator itu menyentuh pintu hole lalu kugesekan beraturan. Ah.. Gesekanya membuat saraf saraf ditubuhku semakin haus akan sentuhan.

"Ehmmm.. Aku tidak tahan..emm".

Kuremas dadaku yang menonjol dan besar lalu, ku pilin nipple kuat kuat dan menariknya kasar. Perlakuanku membuat tubuhku memanas dan sensitif bahkan rambutku sudah basah kuyup karena keringat. Shit! Padahal aku belum memulai permainan.

"Nghhh ahhh.. Aku butuh vibrator ini mengoyak holeku ahh".

Karena sudah terkendali oleh nafsu. Tanpa pikir panjang kudorong Vibrator memasuki hole namun berkali kali kucoba. Hanya ujung kepalanya saja yang bisa masuk.

"Ahh. Susah.. Ah.. Butuh banyak pelumas".

Ucapku dengan kesal lalu meraih lube, menuangkannya banyak banyak di permukaan vibrator sampai beberapa menetes di dadaku. Setelah di rasa cukup, ku angkat kakiku agar hole terpampang dengan jelas dan mudah untuk dimasuki. Kemudian kudorong kepala vibrator menuju hole.

"Mmmpp.. Kenapa masih sempit.. Ahh".

Kupejamkan mata, sambil meringis sakit.

"Ahh.. Vibratornya yang terlalu besar at..atau holeku yang terlalu sempitt nggh".

Tanpa ragu ragu kudorong vibrator ini kuat dan...

"Akhhh.. Shit".

Ujung Vibrator tepat mengenai Spotku, membuat tubuhku menggelinjang seketika. Kujilat bibir berkali kali sambil memejamkan mata, sedangkan tubuhku yang sudah berkeringat deras semakin menujukan keindahaannya ketika sinar matahari menyinari kulitku, sedangkan tanganku kini mulai menyalakan vibrator dengan getar pelan namun berhasil mengaktifkan saraf saraf di dinding holeku dan menbuatnya ketagihan. Nghh... Bibirku mendesah tak karuan, terlebih lagi ketika getaran dalam holeku kupercepat dan tanganku berkali kali memaju mundurkan vibrator membuat ujungnya berkali kali pula menyentuh Spotku.

"Nghhh ahhh.. Ahhhh..moree mmmm..mmmm."

Kuraba dadaku, kuremas lalu kupijat. Sedangkan nipplenya tak henti hentinya kupilin bergantian. Ahh shitt... Kenikmatan ini sungguh luar biasa.

"Ahh shhhmm..mmm..shitt yess.. Moree moreee".

Lelah bermain dengan nipple, tanganku kini menjalar turun, meraih penis lalu ku kocok dengan kuat. Sedangkan Vibrator yang sudah bergetar tinggi, semakin kudorong masuk ke hole membuat tubuhku semakin menggelinjang tak karuan dan nafsuku semakin memuncak.

"Nghhh... Nikmatt ahh..nghhh".

Ku balikan badan lalu menungging dengan vibrator yang terus menancap dan begetar kuat. Sedangkan tangan kananku masih terus bekerja meremas dan mengocok kejantananku sampai pre-cum mengalir dan menetes ke lantai.

Setelah di rasa cukup, aku segera meraih dildo transparan dan lakban bening.

Dildo itu kupasangkan di kaca. Lalu kurekatkan dengan lakban, sehingga dildo mengacung sempurna. Kutarik paksa vibrator dari holeku.

"Nghh.."

Ku arahkan hole pada dildo yang telah pengacung tepat di pintu hole. Kemudian..

"Ahhh shitt..."

Kuhentakan bokongku kuat sampai kedua sisinya menabrak kaca.

"Nghh..".

Bisa kurasakan, dildo itu menancap begitu dalam, lebih dalam dari Vibrator. Tapi aku sangat menikmatinya sampai sampai ku maju mundurkan pantat dengan cepat. Ku raih kejantananku dengan tangan kanan.. Lalu ku pilin nippleku dengan kanan kiri. Semua gerakanku bersatu padu menimbulakan rasa nikmat yang memabukkan.

"Nghh ahh yess yess mhhh..mmmmm.. Ahh aku aku..ahh ingin cum tapi..mm"

Kulirik timer di handphoneku, timer itu terus berjalan mundur dari 10 ke 9 dari 9 ke 8 dari 8 ke 7. Semakin berkurangnya waktu, gerakan ku semakin cepat, semakin menggila..

"Aku aku harus cumm.. Ahh ahhh.. Ahh saat timer berbunyi ahh".

Kuremas kejantananku kuat kuat agar tak menyembur sebelum waktunya, sedangkan sodokan dildo di holeku terus ku pacu menggila. Tubuhku memanas, kepalaku pusing, keringat di tubuhku semakin deras.. Sesekali ku picingkan mata sambil menahan gejolak birahi ku yang memuncak, kuliah timer itu berjalan mundur..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

5

.

.

.

.

.

.

.

.

..

.

.

.

4

.

.

.

.

.

.

.

.

.

3

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Semuanya semakin menggila. Kejantananku semakin membesar namun terus kukocok dan kuremas brutal.

"Ahhh..ahhh"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

2

.

.

.

.

"Shhh se sedikit lagi nghh ahhh.. Fuckk"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

1

CROTT

CROTT

CROTT

Tubuhku menggelinjang. Sperma dari penisku menyembur tak karuan, dadaku naik turun dengan cepat sedangkan tubuhku perlahan lahan mulai melemas namun kenikmatan sex itu masih ada, masih mendominasi tubuhku. Hingga..

"Brukk"

Tubuhku terjatuh ke lantai. Lemas, lelah dan nikmat bersatu dalam diriku. Dengan mata yang berat ku lirik nippleku yang memerah, lalu penisku yang ujungnya masih mengeluarkan sperma lalu ku lirik dildo yang terlihat basah dan sekikit terlepas dari lakban (mungkin karena holeku mencengkramnya terlalu kuat) lalu kulirik keadaan diluar kaca.

Ya, masih sama.

Kamar di depan apartemenku, gordennya masih terbuka seperti semula dan..

Dan..

Mataku membulat sempurna.

"FUCKKK"

Umpatku keras. Segera ku bangkit dan menutup gorden dengan cepat, tubuhku yang tadinya lemas kini mulai tegang dan ketakutan.

"Fuck fuck fuck... Fuck.. Kau bodoh jungkook. Kau naiff".

Kupukul kepalaku berkali kali, sambil duduk bersandar pada gorden.

"Kau bodoh... Sungguh bodoh.

Bagaimana bisa kau tak sadar jika ada orang yang melihat kejalanganmu, melihat tubuh telanjangmu bahkan melihat holemu. Fuck".

Kupejamkan mata sambil menahan malu diwajahku. Sungguh.. Aku tak menyadari bahwa kamar di depan apartemenku, ada penghuninya dan penghuni itu telah melihat aksiku entah sejak kapan.

Terlebih lagi, aku sadar sesuatu yang tak diduga akan terjadi. Tapi aku tak tau jika akan benar benar terjadi dan tentunya aku sangat takut ketika seseorang tau kejalanganku. Kejalanganku adalah miliku sendiri dan orang yang kupilih menjadi kriteriaku.

"Oh Fuck.. Kuharap orang itu segera melupakan kejadian hari. Semoga dia tak tau keberadaanku. Semoga dia tak kenal diriku. Ya semoga..

Amin amin dan amin.

Tapi, bagaimana jika tidak?

Arghhh.. Shit! Berengsek".

Ku acak rambutku kasar. Lalu berdiri lunglai sambil mengucapkan mantra itu berkali kali. Aku berjalan menuju kamar tidurku lalu menjatuhkan badan diatas kasur.

'Brukk'

"Siapapun dia. Aku akan mengutuknya".

Meski kejadian ini terus menganggu otakku, tapi rasa ngantuk dan lelah membuatku dengan mudahnya terlelap. Melupakan keadaan tubuhku yang masih telanjang, melupakan kejadian bodoh hari ini dan melupakan kebosananku.

Ya, setidaknya aku sedikit bahagia hari ini.

Lalu bagaimana dengan besok?

Apa akan ada pria besar penghuni apartemen sebelah yang mencariku, lalu memperkosaku ramai ramai di taman kota?

Entahlah.. Mari kita lihat bersama sama kkkk

.

.

.

.

TBC

Wellcum Chap 2.

buat yang kemaren comment :

#vkooknokooks, #mawar biru, #dianaindriani, #Viellert, #SwaggxrBang, #Vin97,

#Wawan-Kim, #3Illyasviel Solace

makasih banget ya! komen dan siapa aja yang follow. kalian membuatku bersemangat untuk melanjutkan FF ini. :3

sorry kalau ada typo. karena vi emng rajanya. Tapi tadi udah di cek. ya kali aja ada yang kelewat :v

Jangan Lupa Komen!

suka banget akunya baca komen kalian! unch unch unch rasanya. :3

SELAMAT MENIKMATI