MISTER AKASHI JALAN-JALAN

Disclaimer : TADATOSHI FUJIMAKI

Summary : Pemberhentian pertama adalah rumah angker...

dokumentasi abal Akashi dimulai!

WARNING : GA SEREM, GAJE GARING, NANO NANO


Pemberhentian pertama : Dokumentasi 1-RUMAH ANGKER JL.A-

Host : Akashi Seijuuro weleh-weleh

Cameramen : Murasakibara Atsushi Loyo-loyo

Konsumsi : Aomine Daiki abal-abaL

Para(ga)normal : Kise Ryota Sukamabok

Pelukis : Kuroko Tetsuya sukamingkem & Midorima Shintarou sukacita-

Waktu : 10.00 malam hari

.

.

.


.

O_O

Malemnya mereka, para pemburu hantu-maksudnya para Kisedai sang pemburu hantu mulai melakukan perjalanan mereka.. mereka ketemuan di perempatan yang ga jauh dari JL.A tepat malam hari. Lebih tepatnya jam 10 malem. Dan inilah mereka yang sedang memerhatikan kertas yang udah ditulis oleh tulisan Akashi.

"Kok nama kita ada yang salah ya?" Kise bersweatdrop melihat namanya ada tambahan aka nama aliansinya sama Akashi.

"Diem ah ini nama yang aku siapkan ampe rela-rela nyari wangsit di bawah pohon jengkol 7 hari 7 malem..udah banyak nyamuk..banyak uler..euuhh" Akashi alay muncul ke permukaan. "Ngapain lo susah-susah nyari nama ga berguna kayak be…"

"Aaaahh banyak bacot loo! Diem! Nih makan tendangan merah guee" Akashi langsung meluncurkan super kicknya ke muka Midorima sampe muka Midorima masuk ke dalem.

"Midorima kun… kau baik-baik saja? Wajahmu seperi kue muffin.." Kuroko memperhatikan wajah Midorima yang ilang entah kemana.

"Apakah gue keliatan baek-baek aja?" tanya Midorima dengan nada dongkol.

Setelah perkelahian odong itu mereka kemudian berjalan menuju ke Jalan A, ke sebuah rumah bernomor 23 yang sudah lama ditinggalkan. Usut punya usut ternyata rumah ini dulunya rumah seorang pejabat yang konon kabarnya seluruh anggota di rumah itu dibunuh karena persaingan politik. Sampe sekarang rumah itu tetep angker dan makin angker karena di rumah itu ada seorang gadis yang di perkosa lalu dibunuh.

"Seperti yang Kurokocchi bilang ya, rumah itu udah terkenal banget" sahut Kise yang lagi mencari info seputar rumah yang bakal mereka datengin dari internet di ponselnya.

"Perasaan gue ga enak bro.." tukas Aomine yang daritadi Cuma mingkem dan ga nyerocos sana sini, apakah ini sebuah kemajuan karena Aomine sudah ga takut sama saiton lagi?

"Tumben dari tadi kau ga bicara Aomine kun? Apakah ada yang mengganggumu?" tanya Kuroko mengamati gelagat mantan partnernya itu.

"Haaa? Ga ada apa-apa sih? Gue lagi mikir, bulan depan bakal ada obral majalah Mai chan jadinya gue lagi ngitung duit sisa bulan ini.. bisa ga dibuat beli majalah ntu" Jawaban Aomine langsung ngebuat Kuroko jungkir balik.

"Aduh..Aominecchi kau ga bisa sehari ga bawa-bawa Mai chan?" seru Kise yang sudah ga tau mau ngomong apa sama kawan birunya.

"Mai chan itu inspirasi guee taoo!" bela Aomine.

"Wah Minecchin udah rusak" komentar Murasakibara.

"Biarkan dia Atsushi, biarkan orang bodoh tetap di alamnya" jawab Akashi yang udah ga mau ngedengerin kicauan Aomine yang kayak burung blekok minta kawin.

Di sepanjang perjalanan mereka ga menemukan sesuatu yang aneh, perumahan yang sepi, maklum ini udah malem. Sebenernya ga terlalu malem, baru jam 10 malem tapi biasanya masih ada 1 2 orang yang wira-wiri habis pulang ngantor atau dagang di jalan. Sungguh deh malam yang adem dan ga ada suara apapun kecuali langkah mereka.

"Kok kesannya serem banget ya? Padahal masih jam 10 nih.." Aomine mulai paranoid.

"Yaah soalnya orang di sini ga mau keluar setelah jam 8 malam.. tau ndiri kan di deket mereka ada tetangga yang ga keliatan" jelas Akashi.

"Oh ya, Atsushi nyalakan handycamnya, coba kau rekam semua perjalanan kita sekalian" Akashi memberi komando pada Murasakibara, tanpa banyak komplen si ungu jangkung itu sudah mengakitfkan si handycam, merekam semua keadaan sekitar.

"Akacchin.. ada orang di pojok sana.." sahut Murasakibara yang masih menshoot kea rah pojok kanan sebrang jalan.

"Mana?mana? liat dong" Kise mengamati layar handycam. "Iya ada orang Akashicchi..di sana di pojok!" Kise menunjuk tanpa menoleh.

Mereka semua yang ga ngeliat ke handycam mengikuti tangan Kise, tapi di sana Cuma ada tumpukan sampah. "Mana sih? Ga ada juga" sahut Midorima. "Ada! Dia lagi duduk di atas plastic sampah…" terang Kise lagi.

"Ga ada apapun di sana Kise kun" Kuroko mempertegas

. Kise lalu menoleh, benar aja ga ada apapun di sana.. tapi..apa dong yang ada di handycam Murasakibara? Cowok dengan jas hujan yang keliatannya kumel banget, ada noda-noda item, rambutnya acak-acakan.. tapi mukanya ga keliatan.

Hawa dingin mulai datang tanpa permios. "Mari kita pergi" Akashi yang udah deg-deg ser mendahului mereka yang lagi mematung panic.

"WOII dasar ketua ga tau diri! Jangan maen tinggal!" seru semua Kisedai-minus Kuroko dan Murasakibara.

"Weew.. sungguh deh belum dateng ke rumahnya udah begini.. gimana kita kalo masuk ke rumah yang angker itu!?" Aomine mulai keringetan dingin, dia udah ga ngebayangin berapa banyak mahkluk astral yang bakal ngerubungin mereka yang dikirain mau buat video clip di rumah itu.

"Hei.. ada sesuatu di depan kita.. ada cewek lo.." tukas Kise lagi. "Kise jangan bercanda, gue tau lo Cuma ngada-ngada" sahut Midorima yang udah tau kalo temennya itu suka usil.

"Aku ga boong! Murasakibaracchi coba shoot deh!" Kise meminta Murasakibara menunjukkan lokasi yang dimaksudnya.

"Iya ada..cewek.. tapi dia punya kaki.." tukas Murasakibara.

"WAAAAAAAAAA!" Aomine langsung lari marathon melewati lokasi yang jaraknya Cuma 100 m dari mereka.

"Waaah! Dia keren! 4 detik!" Akashi terkagum-kagum.

"BUKAN SAATNYA BEGITU DUODOL!" Midorima mengeplak kepala Akashi pake bakiak. Karena ga mau Aomine kenapa-kenapa, Akashi cs juga ikutan lari. Sedangkan yang dikejer udah megap-megap lagi jongkok di deket tiang listrik.

"Kise koplok.. gue ga mau lagi ah! Akashi juga sama koploknya pake acara beginian" Aomine dengan suka cita mengomel dan tak beberapa saat kemudian Akashi cs udah berhasil menyusul si biru belel itu.

"Kau cocok masuk ke klub atletik lari jarak jauh Daiki" terang Akashi.

"JANGAN NGOMONG YANG KAGAK-KAGAK DEH!" Aomine langsung mengaum(lha) kea rah mantan kaptenya. "Nee.. Kise kun, darimana kau tau ada cewek di situ?" tanya Kuroko kepo.

"Ga tau sih, habis waktu Murasakibaracchi pertama kali bilang ada cowok emang ga keliatan, tapi lama-lama kok jadi banyak orang.. apa mataku ada yang salah yaa?" jawab Kise sambil cengar-cengir sedangkan teman-temannya langsung mandang dengan tatapan Ngeri plus OEMJI. "Ga salah juga aku jadikan dia paranormal.. maksudnya Ryota sebenernya udah bisa liat dari beberapa hari lalu" terang Akashi. "Dia lebih pantes disebut PARAGANORMAL…" cletuk Aomine.

"tapi agak kaget juga lo bisa liat yang begituan Kise" sahut Midorima.

"Eh dari kemarin sebenernya udah keliatan Cuma aku ga mau ngomong aja takut Midorimacchi iri" jawab Kise polos.

"Maap aja ye.. gue ga iri sama yang begituan.. gue cukup bersukur ga bisa liat" sergah Midorima kesel.

"Kau hebat Kise kun, kenapa ga alih propesi jadi tukang becak aja kau hebat bisa melihat" puji Kuroko.

"Anoo..Kurokocchi.. apa hubungannya bisa meliat sama tukang becak? Kau mulai OOC.." Kise sweatdrop.

"Kenapa lo bisa melihat? Lebih tepatnya sejak kapan" sekarang Aomine ikutan Kepo, mungkin Kisedai bakal gebuat Boyband dengan nama 'THE KEPOWERS EA-EA'.

"Sejak 'KAU' menggemplang kepalaku pakai bola basket waktu kita maen basketball street…" jawab Kise dengan menekan kata 'KAU' pada Aomine.

"Eh ah..maap maap… gue ga sengaja..broo" Aomine inget waktu dia, Kagami, Kuroko, dan Kise maen basketball street 2 on 2 ,waktu melakukan pass kea rah Kagami bola basket salah kirim itu langsung menggampar kepala Kise sampe Kise harus dilariin ke rumah sakit gara-gara gegar otak, untungnya kepala dia baek-baek aja dan ga semakin oon aja.

"Heii sepertinya kita udah sampe" sahut Kuroko.

Ternyata mereka udah berada di rumah kosong itu.

"Oke pemirsah kita sudah berada di rumah kosong JL.A yang terkenal angker… konon kabarnya rumah ini bekas pejabat yang dibunuh karena persaingan politik, dan kabarnya lagi ada seorang gadis berstatus pelajar diperkosa dan dibunuh di dalam rumah ini… seperti apa kelanjutannya..mari kita lihat ke dalam.. masi di MISTER AKASHI JALAN-JALAN.. AUUOOUO.." Akashi dengan gaya ala Host Tukul Arwanamaskoki membuka acara dan langsung di shoot oleh Murasakibara.

"Hei Akashi, setau gue Auu deh bukan Auouo..lo mau ngebuka acara horror ato mau bikin pelem Tarsan nyasar ke kota sih? Emangnya ini dokumentasi aneka satwa?" tanya Midorima agak aneh dengan Akashi yang mulai ber-OOC parah.

"Suka-suka ah..ya udah cepetan kita masuk.." Akashi cs mulai menelusuri rumah itu, pagarnya yang udah reot mulai terbuka, suasana di dalem makin serem karena banyak taneman rambat dan ga ada lampu.

"Weehh makin ga karuan aja nih rumah.." komentar Kuroko.

"Kita mau masuk?" tanya Aomine yang udah cetar-ceter jantungnya.

"Apa yang kau lihat sodara Ryota Kise?" Akashi dan Kise mulai memulai penyelidikan dengan Murasakibara yang setia menshoot.

"Ada banyak sih.. terutama ada mbak-mbak yang ga ada kepalanya lagi duduk di sono" Kise menunjuk sebuah pohon besar.

"KISE…" Aomine makin merinding.

"Baiklah ayo kita masuk!" Akashi memberi aba-aba, udara semakin dingin.

"Wah banyak anak tuyul ya..anak kecil juga banyak" Kise sepertinya ga keliatan takut aja, mirip sama Mbak Citra Prima yang suka di Masih dunia laen sama di acaranya mas Tukul. "Bisa ga lo ga komentar apa-apa!?" sahut Midorima yang mulai takut- dadanya udah mulai melakukan drumband.

"Habis ini kita ke lantai dua, setelah itu kalian berdua, Shintarou dan Tetsuya gambar ya.. aku sudah siapkan alat gambar di tas" sahut Akashi.

"Jadi kau bawa-bawa tas kayak mau pindah rumah itu isinya alat lukis?" Kuroko melihat tas koper Akashi yang kayak mau migrasi ke Arab.

"Banyak banget.. wah.. itu.." sahut Kise melihat kea rah sebuah ruangan, seperti lorong. "Ada apa Kise?" tanya Midorima.

Semuanya mengikuti arah kemana Kise melihat, hebatnya di ujung lorong kotor itu ada bayangan sosok wanita yang lagi berdiri, ga terlalu terlihat tapi wajahnya agak gosong dan dia senyum.

" $#%$^%&^%&^!" semuanya langsung lari ngacir, Aomine langsung nyangking Kise yang ga takut.

"WAAAAA! OPO KUWII!?" Saking takutnya bahasa Akashi jadi ketuker sama bahasanya mbak Soimah.

"Akashicchi..awas di depan ada.." sebelum Kise bicara, mereka sampai di lantai dua.

"Tadi kau mau bilang apa Ryota?" tanya Akashi ngos-ngosan. "Ada tuyul di depanmu tadi" jawab Kise. Akashi beku.

"Jadi ini lantai dua? Lebih serem ya.." sahut Midorima.

"Yakin bener mau lebih masuk? Gaaa! Gue mau pulang!" seru Aomine.

"Ah.. Minecchin..dibelakangmu ada anak kecil..wajahnya nyeremin" sahut Murasakibara yang masih megang handycamnya.

"HAAAAAAH!? #$#%" Aomine langsung pindah tempat di belakang Kuroko. Tak berapa lama sebelum mereka jalan, sebuah kepala melayang di depan mereka…

"YAKIN? Mau lanjut?" tanya Midorima pucet. "Mau gimana lagi.. ayo! Kita lanjut dokumentasinya!" seru Akashi yang masi semangat.

"UWA..AKASHI RUSAAAK!" apa lagi yang bakal mereka temuin di lantai dua yaa?.

berhasil ga ya Akashi menyelesaikan semua dokumentasi gajenya ini? apakah yang bakal mereka temuin? apakah mereka bakal bertemu dengan AMING?

ato jangan-jangan... mahkluk laen?

Mari kita tunggu di Next..next chapter!

.

.

.

TO BE KONTINYUU~

Nyahaaa akirnya selesai hehehehe chapter untuk Abang Akashi jalan-jalan

sungguh menyenangkan meliat Akashi kayak orang rada oke

tapi semoga readers suka ke coolan Akashi agak menghilang dalam sekejap

okee demi Akashi san tercinta ehehehehe

R^R okaaay