/ch.01/ What happens that day?
2 hours later…
"Apa-apaan ini?" gumam Persona yang datang atas perintah Alice Academy.
Hening, tak ada suara.
Hutan tempat terjadinya peristiwa itu menjadi mati. Aneh, terlalu mencurigakan. Seharusnya terdapat suara binatang. Burung-burung berterbangan menjauhi hutan. Musang, tupai, hewan-hewan melata, kelinci-kelinci dan beberapa hewan lainnya berlarian keluar. Yang tersisa hanyalah desir angin yang sesekali menyentuh dedaunan dan ranting.
Persona segera berlari ke dalam hutan menuju tempat kejadian disusul oleh Narumi, Natsume, dan Nobara. Perasaannya tak enak. Hutan yang sangat tenang ini membuat kewaspadaannya meningkat.
Persona menyipitkan mata. Rasanya ada sesuatu di depannya, di sebuah bidang yang lapang tak ditanami pepohonan. Ia berlari makin kencang, membuat tiga orang yang mengikutinya sedikit kewalahan.
Dua orang terbaring kaku di bidang lapang tersebut.
"Yuka-senpai, Shiki!" Narumi terkejut melihat sosok kedua orang tersebut. Tak mungkin kedua orang ini kalah bertarung dengan AAO. Tak mungkin. Mengingat keahlian Yuka dan Shiki yang melebihi dirinya. Ia dengan lembut menaruh Yuka di pangkuannya.
Shiki bangun menyadari Yuka tak ada di sampingnya lagi. Ia melihat seseorang mengangkatnya. Siapa? Matanya berusaha melihat sekitarnya walau pandangannya masih buram. Narumi berdiri di sebelahnya dengan Yuka dalam genggamannya. Ia bernapas lega.
"Mikan… Apa yang terjadi pada Mikan?" Tanya Shiki setengah sadar.
Natsume, yang menyadari Mikan tak berada di sekitar sana, langsung melesat berlari menyusuri hutan lebih dalam. Ia mencemaskan Mikan. Gadis cengeng itu tak mungkin tak apa-apa setelah menghadapi AAO seorang diri. Sosoknya menghilang dari pandangan Persona sebelum ia dapat mencegahnya.
"Tch, dasar anak bodoh!" gumam Persona. "Nobara, ikuti aku! Kuserahkan kedua orang itu padamu, Naru."
Baru sejenak kedua orang tersebut berjalan, mereka melihat tujuh orang terkapar diselimuti darah. Luka-luka terukir jelas dan tampak menyakitkan. Persona langsung mengenali Reo, salah satu yang mendapat luka paling parah.
"Nobara, pindahkan mereka ke mobil!"
Nobara berkonsentrasi. Udara di sekelilingnya bergetar lalu sebuah penjara dari es tercipta, membuat ketujuh orang itu terperangkap di dalamnya. Keringat mengucur di dahi Nobara namun ia berusaha mempertahankan penjara itu sekuat tenaga dan menggerakkannya menuju mobil Alice Academy, lebih tepatnya pick-up, yang sengaja dibawa untuk tahanan.
Persona mengawasi keadaan di tempat itu sekali lagi sambil tersenyum penuh intrik.
Tak salah lagi. Ini pasti merupakan perbuatan Mikan Sakura. Sangat menarik. Cepatlah kembali, Kuro neko! Tentunya dengan membawa gadis itu. Aku tertarik padanya.
Natsume POV
Mikan. Aku benar-benar mencemaskannya. Kemarin dengan wajah bodohnya, ia pergi mengunjungi kakeknya. Selama 4 tahun aku telah bersamanya. Dalam jangka waktu yang lama itu juga, aku menyukainya. Sudah kubilang ia gadis bodoh yang tak menyadari perasaanku dan Ruka, padahal semua orang di sekitarnya tahu.
Aku cepat-cepat menyusuri pepohonan, melihat ke segala arah. Mikan, dimana dia? Seluruh dadaku bergemuruh. Aku harus menepati janjiku pada Ruka dan Imai. Saat aku memasuki desa ini, sekilas aku merasakan baunya mirip dengan desa ini. Lembut dan menyenangkan. Aku hanya ingin ia kembali ke sisiku. Tak pernah kuduga, aku akan melakukan sebuah misi tanpa mengeluh.
Flashback
Ding Dong!
"Natsume Hyuuga kelas 1-B diharapkan segera hadir di Ruangan Kepala Sekolah Middle School. Sekali lagi kami ulangi, Natsume Hyuuga kelas 3-B diharapkan segera hadir di RuanganKepalaSekolahMiddle School. Terima kasih." Pengeras suara itu mengumumkan agar aku segera pergi ke ruangan kepala sekolah.
Aku yakin itu pasti sesuatu yang berhubungan dengan misi yang harus kujalankan. Namun, aneh karena aku harus pergi menemui kepala sekolah terlebih dahulu. Biasanya Persona yang selalu memberiku misi. Mungkin ada apa-apanya. Terpaksa aku pergi ke ruangan itu. Kali ini aku tak mungkin lari karena perintah itu datang langsung dari kepala sekolah.
"Natsume, apakah tentang misi-misi itu lagi? Kau tak apa?" Ruka melihatku dengan pandangan cemas. Kelincinya masih tetap bersandar di pangkuannya. Mata birunya menatapku lurus.
"Yah, kali ini mungkin tak apa…" jawabku padanya. Ia semakin khawatir melihatku. "Jangan ce"
Blitz!
Imai berdiri tepat di hadapan Ruka dan membawa kameranya. Ia benar-benar tak meninggalkan momen-momen penting yang menghasilkan uang. Selembar foto Ruka yang bermuka kemerahan dan menatapku khawatir tercetak. Ruka berusaha menangkap foto itu namun foto tersebut tiba-tiba menghilang.
"Apa itu?" tanyaku tak sadar.
"Penemuan No.1403 Kamera Pigula yang menghasilkan foto yang bisa menghilang apabila merasa akan dirusak. Dilengkapi desain eklusif dan kaki tambahan bagi kamera dan foto tersebut agar lebih cepat melarikan diri. Dipasarkan bulan ini, seharga 3000 rabbits sebagai harga awal. Untuk informasi, 100 kamera sudah terjual pada minggu pertama pemasaran. Pesan sekarang atau kau akan menyesal." Imai menyelesaikan perkataannya kemudian lari dengan scooternya.
"IMAAAAAAIIIII! BERIKAN FOTO ITU PADAKU!" Ruka melesat mengejarnya.
Tak lama setelah Ruka keluar, foto itu kembali menampakkan dirinya dan berjalan keluar kelas yang sepertinya menuju Lab Imai.
Aku membuka pintu ruang kepala sekolah setelah menghela napas terlebih dahulu. Persona, Narumi, dan Nobara sang 'Ice Queen' telah lebih dulu ada di sana.
"Lama sekali. Kau terlambat 30 menit." Persona menyambutku dengan kata-katanya yang tajam.
"Tch, …" aku tak mau meladeninya.
"Kali ini aku maafkan karena kau sendiri yang akan menyesal."
"Apa maksudmu?"
Kepala sekolah menyuruh Persona diam. Suasana kembali tenang.
"Oi, langsung saja apa misiku kali ini? Dan mengapa guru banci ini juga ikut dalam misi?" Aku sengaja menatap kepala sekolah dengan tatapan menantang.
"Wah, wah, Natsume, kau sudah berlaku tak sopan pada kepala sekolah dan kepadaku juga. Aku tak seperti kau yang malah memperpanjang masalah. Langsung saja karena aku tak mau membuang waktu, Serina-sensei dengan alicenya melihat Mikan-chan terlibat masalah dengan AAO. Aku curiga kali ini Mikan-chan akan benar-benar dibawa oleh mereka. Makanya kita segera lakukan tindakan. Kuberi judul: Penyelamatan Mikan-chan dari tangan AAO yang berlumuran darah! Nah Natsume, ayo kita pergi! Bye kepala sekolah!"
Dengan penjelasan Narumi yang singkat, aku segera ditarik masuk ke limousine yang telah menunggu. Di belakang limousine itu, sebuah mobil yang memiliki terali-terali besi mengikuti.
End of Flashback
Aku melihat sosoknya tidur bersandar di sebuah pohon di dekat danau di sampingnya sebuah gundukan tanah yang sepertinya baru digali. Aku segera berlari ke arahnya. Aku memindahkannya ke pangkuanku. Seragamnya berlumuran darah dan terkoyak di beberapa sisi.
"Oi, polka! Bangun! Bangun, polka!" Aku mencoba memanggilnya beberapa kali untuk membangunkannya. "Mikan! MIKAN!"
End of Natsume POV
Mikan membuka matanya. Ia tak sadar berada di mana. Pemandangan yang terlihat di matanya tak asing. Hutan, pepohonan, danau, Natsume? Mengapa Natsume ada di sini?
"Natsume, dimana aku? Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Mikan yang pikirannya masih melayang-layang.
Natsume melihatnya dengan lega. Untung saja, gadis ini tak terluka parah. Mikan tiba-tiba berdiri. Tampaknya, ia sudah menyadari apa yang terjadi.
"Natsume, mana Kaa-san dan Shiki-san? Apa yang terjadi pada AAO? Aku ingin membunuh mereka! Mereka membunuh Ji-chan!" Tangis meledak darinya.
Mikan memeluk Natsume erat. Ia mengeluarkan seluruh kesedihannya dalam bentuk tangisan. Yang terjadi di depan matanya itu sungguh menyakitkan.
"Apa yang kulakukan? Mengapa aku bisa berada di sini? Aku tak ingat apa yang terjadi! Apa yang sebenarnya terjadi Natsume?" Ia tak tahu lagi harus berbuat apa, ia hanya bisa menangis, meratapi.
Natsume memutuskan menggendong Mikan dan berjalan kembali ke arah limousine Alice Academy. Mikan terus saja menangis tak henti. Pikirannya terus mengulang kejadian buruk itu.
xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx… xx… xx …xx…
TADAAA!
Chapter 2 yang dah diedit selesai! JRENG-JRENG! Gimana menurut kalian?
Yang selanjutnya bakal diupdate beberapa hari lagi^^ senengnya balik lagi kesini…
Ada beberapa hal yang ingin kujelasin tapi ntar habis alice Mikan yang satunya muncul.. pokoknya sesuatu yang berkaitan tentang itu~
Sampai jumpa di chapter depan! Jangan lupa komen,, review,, kritik,, sapa,, pokoknya apapun yang ingin kalian obrolin ke aku..
Makasih buat komen-komennya.. maaf ya yang pada nungguin lama…
