Who Is M?

Disclameir : Semua cast milik orangtua masing-masing.

Pair : Kyuwook dll.

Rated : T + +( emang ada)

Genre : Romance/ Hurt/ Tragedy.

Warning : BL, aneh, rada pasaran, alur gak jelas, typo dll.

Mengandung sedikit unsur kekerasan, yang nggak suka Yesungnya saya bikin antagonis lebih baik jangan dibaca ya.

Don't like don't read

Previous chapter

SATU PERSATU DI ANTARA KALIAN AKAN MENYUSUL DIRINYA

TERTANDA M.

Begitulah yang tertulis di papan white board dan yang lebih mengerikan lagi tulisan itu di tulis dengan menggunakan darah sang korban.

Star!

Chapter 2

Enjoy

.

.

.

Saat ini upacara pemakaman Donghae telah di lakukan, banyak kerabat dan kawan-kawan satu sekolah dengan Donghae yang hadir di sana, Yesung cs juga hadir disana terutama Eunhyuk sang namjachingu yang berada di posisi paling depan bersama kedua orangtua Donghae, airmata tak henti-hentinya mengalir di pelupuk matanya saat melihat sang kekasih kini sudah terkubur dalam tanah.

Ada perasaan menyesal dalam diri Yesung, saat sahabat sekaligus orang kepercayaannya kini sudah tidak ada lagi di dunia ini, tak akan lagi ada orang yang bisa di percayai olehnya selain Donghae. Yesung melihat ke arah Eunhyuk yang menangis bersama kedua orangtua Donghae, satu persatu anggota geng clouds menghampiri kedua orangtua Donghae untuk mengucapkan turut berduka cita kepada mereka, Yesung menghampiri Eunhyuk.

"Hyukk, aku turut berduka ne." Eunhyuk mengangguk pelan, Yesung kemudian menghampiri kedua orangtua Donghae.

"Ahjussi dan ahjumma Lee, saya juga ingin mengucapkan turut berduka cita atas kematian putra anda." Ucap Yesung, kedua orang tua Donghae tersenyum.

"Gomawo Yesung-ssi, kau sudah menjadi teman terbaik buat putraku Donghae." Ucap ahjussi Lee. Yesung mengangguk kemudian kembali bergabung bersama yang lainnya.

"Hyukk, tolong wakilkan kami ne untuk meminta maaf di depan semua teman-teman Hae." Eunhyuk mengangguk kemudian berjalan ke depan dan menghadap banyak orang.

"Untuk semua yang... hadir...disini..hiks...aku atas nama Donghae...hiks...ingin meminta...maaf..hiks...yang sebesar-besarnya pada kalian semua...hiks...jika...dia telah bersalah pada kalian..." ucap Eunhyuk di sela tangisnya mewakili kedua orangtua Donghae yang tidak bisa berkata apa-apa karena terlalu shok.

"Kesalahan kami memang...hiks...terlalu besar pada kalian...-

Euhyuk melihat kearah Kyuhyun yang berdiri di samping Ryeowook lalu menghampirinya-

"Cho Kyuhyun...aku juga ...ingin meminta...maaf..dan..tolong..hiks..maafkan Donghae...atas kesalahan..hiks yang...dia lakukan padamu...hiks.." Eunhyuk langsung bersimpuh di hadapan Kyuhyun saat namja manis itu sudah didepannya.

"Hyung berdiri jangan seperti ini." Ucap Kyuhyun.

"Ani...kesalahanku dan Hae sudah terlalu besar..." Eunhyuk bersikukuh tidak mau berdiri.

"Aku sudah memaafkan kalian, jadi ku mohon berdirilah." Kyuhyun menarik lengan atas Eunhyuk agar namja itu berdiri, Eunhyuk pun akhirnya berdiri.

"Gomawo, kau adalah namja yang baik, tidak sepantasnya aku melakukan hal itu padamu dulu, mianhae." Eunhyuk menundukan kepalanya merasa malu jika harus bertatap muka dengan hobae yang dulu sering di bully olehnya dan juga genk clouds.

"Sudah, gwenchana." Kyuhyun mengusap bahu Eunhyuk untuk menenangkannya.

"Wookie, aku juga minta maaf ne?" Ryeowook mengangguk tanpa mengucap sepatah kata pun, Eunhyuk tersenyum miris, dirinya juga merasa sangat bersalah pada Ryeowook.

Eunhyuk berjalan kearah pusara Donghae, namja manis itu bersimpuh di makan sang kekasih, keningnya menempel pada punggung tangannya yang menyentuh nisan sang kekasih, matanya terpejam airmatanya pun masih mengalir.

'Selamat jalan kekasihku, selamat jalan sayangku, semoga kau bahagia di alam sana, beristirahatlag dengan tenang dan tunggu aku menyusulmu suatu saat nanti' ucapnya dalam hati sambil mengecup sekilas nisan kekasihnya.

"Hai, perkenalkan namaku Lee Donghae namja paling tampan di antara teman-temannya."

"Saranghaeyo Lee Hyukjae, mau kah kau jadi kekasihku."

"Chagi, nanti kita kencan ke tepi pantai ne."

"Jika kita sudah lulus sekolah, aku akan langsung melamarmu lalu menikahimu dan kita akan hidup bahagia bersama anak-anak kita."

Eunhyuk tersenyum getir saat mengingat setiap ucapan kekasihnya apalagi ucapannya yang terakhir, tapi itu sekarang hanyalah sebuah angan-angan, mimpinya sudah hancur dan harapannya sudah terbang bagai tertiup angin dan terbawa entah kemana.

Seminggu telah berlalu setelah kematian Donghae, Eunhyuk menjadi namja yang pendiam.

"Siapa sebenarnya M itu? kenapa dia mengincar nyawa Donghae?" Sungmin mengawali pembicaraanya, saat ini genk clouds dan para princess sedang berkumpul, ya mereka memang selalu ikut bergabung.

"Kalian ingat dia mengatakan satu persatu, itu artinya salah satu di antara kita akan jadi korban selanjutnya." Lanjutnya.

"Apa perlu kita selidiki murid-murid di sekolah kita, pihak sekolah tidak terlalu banyak membantu." Usul Changmin.

"Benar , bahkan polisi saja tidak menemukan sidik jari pembunuh M." Jessica ikut berkomentar.

"Ani, aku rasa itu sangat mustahil jika yang melakukannya anak-anak satu sekolah kita, mengingat mereka semua tidak ada yang berani pada kita." Sahut Eunhyuk.

"Apa mungkin yang melakukannya Cho Kyuhyun, bisa saja kan dia melakukannya karena dia dendam pada kita." Tuduh Yesung sang leader yang daritadi hanya diam mendengarkan.

"Itu tidak mungkin, buktinya dia kemarin datang ke upacara pemakaman Hae, dan aku tidak merasa ada gelagat yang aneh darinya." Bela Eunhyuk.

"Kita memang tidak akan tau apa yang sedang di rencanakan seseorang, Hyukk." Yesung sepertinya tetap menuduh Kyuhyun lah sang Mr.M.

"Seandainya pun dia yang melakukannya, seharusnya Yesung hyunglah yang menjadi korban bukan Hae!" Eunhyuk meninggikan nada suaranya.

"Jaga ucapanmu Lee atau kau akan..."

"Akan apa tuan Kim? itu memang kenyataannya kan, selama ini kau yang selalu memulai semuanya, kalau bukan karena obsesimu yang berlebihan itu semuanya tidak akan seperti ini." Eunhyuk memotong ucapan Yesung.

"Kau sudah berani melawanku!" bentak Yesung tidak terima, tangannya ia layangkan siap memukul Eunhyuk yang berada di depannya.

"Hentikan kalian berdua!" Sungmin menengahi keduanya. Yesung menahan kepalannya di udara kemudian menghempaskannya dengan kesal.

"Oppa, sudah biarkan saja namja babo itu berbicara sesuka hatinya." Ucap Jessica dengan suara yang di buat manja, yeoja cantik primadona sekolah yang bergelar princess itu memang sudah lama menyukai Yesung.

"Cih, dasar yeoja ular." Dengus Eunhyuk yang muak dengan sifat yeoja cantik yang selalu mencari muka di depan sang leader.

"Ya, apa maksudmu monkey!" sentak Jessica tak terima.

"Aku pergi." Eunhyuk beranjak dan berjalan menuju pintu keluar, "Ah, ada satu hal lagi, aku keluar dari genk ini." Lanjutnya sambil berlalu.

"Eunhyuk, tunggu.." baru saja Sungmin akan mengejar sebuah tangan menahannya.

"Jangan, biarkan saja dulu." Sungmin menoleh pada orang yang menahan tangannya, rupanya dia adalah Changmin.

"Haahh, ya sudahlah." Namja berwajah aegya itu pun kembali mendudukkan dirinya.

.

.

.

Jam pelajaran pertama sudah berakhir, namun Yesung tidak berada di kelasnya memang begitulah kelakuan genk clouds keluar masuk kelas seenaknya.

"Yesung hyung pasti bolos lagi setiap jam pelajaran pertama." Ucap seorang namja manis bernama Kibum.

"Sepertinya kau perhatian sekali ya padanya, Bummie-ah." Kibum mendelik sinis pada namja mungil yang duduk di sebelahnya.

"Hati-hati dengan ucapanmu rambut emas, kau tau ucapanmu bisa mengundang keributan."

"Ucapanmu terlalu dingin pangeran salju, aku hampir saja membeku. Tapi itu memang kenyataan kan kau SANGAT perhatian padanya." Ucap Ryeowook menekankan kata sangat.

"Aku tidak perhatian padanya lagipula aku sudah memiliki Siwon, kau salah besar mengartikan itu sebagai perhatian, nyonya Cho." Kibum mendeathglare Ryeowook.

"Hati seseorang bisa saja berubah nyonya Choi." Balas Ryeowook tak mau kalah.

"Ehm-ehm, bisa kita mulai pelajarannya?" Ryeowook dan Kibum menghentikan perdebatan tidak penting mereka saat guru pengajar di jam kedua telah datang, mereka berdua mengangguk pelan, jam pelajaran kedua pu di mulai dengan tenang.

Di tengah-tengah pelajaran Kibum sekali-sekali melirik kearah Ryeowook.

"Kau kenapa Bummie?" tanya Ryeowook setengah berbisik, merasa heran dengan tingkah teman sebangkunya.

"Sebenarnya Wookie, aku akhir-akhir ini selalu gelisah." Kibum menutup setengah wajahnya dengan buku sambil berbisik agar tidak ketahuan sang guru.

"Wae?"

"Kau tau, sejak kematian Donghae yang tragis itu, aku selalu bermimpi buruk dan terbangun setiap tengah malam." Curhatnya sambil berbisik.

"Aku baru ingat kau kan yang pertama kali menemukan mayat nya."

"Kau benar, bahkan sampai sekarang pun aku belum bisa melupakannya." Kibum memperhatikan lubang yang berukuran kecil di samping papan whiteboard tempat di mana mayat Donghae tertancap di sana.

Pelajaran kedua di lewati Ryeowook dan Kibum dengan acara bisik-bisik mereka, hingga tak terasa bel istirahat pun berbunyi.

Teng tong teng

"Nah, anak-anak sepertinya waktu pelajaran kita sudah habis, selamat beristirahat kita berjumpa lagi hari esok." Sang guru merapikan buku materinya dan bergegas keluar kelas.

"Wookie, mau istirahat bersama." tawar Kibum.

"Aku sudah janji makan bekal bersama dengan Kyuhyun."

"Cih, dasar mentang-mentang sudah berpacaran." Cibirnya. Ryeowook dan Kyuhyun memang sudah berpacaran beberapa hari yang lalu.

"Begitulah, kau tau sifat aslinya bahkan sudah keluar sekarang, dia menjadi sangat manja sekali." Ujarnya.

"Jinja? Aigoo~, pasti kau sangat kerepotan sekali ya, hahaha." Ucapnya setengah mengejek, Ryeowook mendelik kearah Kibum.

"Puaskan saja dirimu dengan mentertawaiku, ku do'akan semoga Siwon jauh lebih manja dari Kyuhyun." Ryeowook beranjak dari duduknya dan melangkah keluar kelas.

.

.

.

Ryeowook duduk dengan santai sambil menikmati bekalnya bersama Kyuhyun yang sudah berstatus sebagai namjachingunya.

"Masakanmu benar-benar enak chagie." Puji Kyuhyun sambil mengunyah makanannya.

"Tentu saja, tak ada yang bisa menandingi rasa masakanku." Ujarnya sedikit narsis.

"Kalau begitu setiap hari kau harus mau membawakan aku bekal seperti ini." Ryeowook mengangguk.

"Ne, tentu saja, kajja kita harus cepat menghabiskannya nanti keburu bell masuk."

Keduanya menikmati bekal makan siang mereka dengan tenang, Yesung yang melihat pemandangan itu dari jauh benar-benar merasa panas.

"Wae Wookie? Kenapa harus dia yang berada di sisimu?" tangan Yesung terkepal erat.

"Tunggu saja aku pasti akan merebutmu darinya." Ucapnya sebelum akhirnya dia pergi dari tempat itu.

.

.

.

Eunhyuk sedang berjalan sendirian menuju loker pribadi miliknya, dia baru saja selesai berlatih dance bersama teman-teman yang masuk club dance di sekolahnya.

Saat namja manis itu membuka pintu loker ia menemukan sebuah amplop berwarna merah darah di dalamnya.

[Aku menunggumu jam 4 sore di ruang latihan dance]

Begitulah isi pesan yang dia baca, tidak ada nama pengirimnya sama sekali, namja pemilik gummy smile itu menengok kekanan dan kekiri memastika apakah ada seseorang di sana yang sekedar iseng mungkin, tapi sepertinya tidak karena dia tidak menemukan siapapun disana.

"Haahh~." Eunhyuk menghela nafas berat, "Sepertinya aku memang harus datang lagi kesana." Ucapnya entah pada siapa.

Sosok misterius yang diam-diam bersembunyi di balik sebuah loker menyeringai senang, "inilh akhir bagimu Eunhyuk, kau akan segera menyusul kekasihmu di alam sana." Ucapnya di balik topeng setan yang menutupi wajahnya.

Teng tong teng

Bell sudah berbunyi menandakan waktu istirahat telah usai, Ryeowook kini kembali kekelasnya begitu juga dengan Kyuhyun yang memang lebih dulu kembali kekelasnya sebelum Ryeowook.

"Tumben kau tidak di antar Kyuhyun?" tanya Kibum yang kini sudah duduk manis di bangkunya.

"Tadi dia masuk lebih awal karena ada tugas yang belum di kerjakan." Mulut Kibum membentuk hurup 'O' saat mendengar jawaban Ryeowook.

namja mungil itu mendudukan diri di sebelah Kibum, jam pelajaran kembali di mulai setelah guru pengajar untuk jam setelah istirahat telah masuk kelas.

Yesung yang duduk berada tak jauh dari Ryeowook diam-diam memperhatikannya, melihat wajah Ryeowook yang serius saat sedang belajar memang hal yang di sukainya, jam pelajaran kali ini di lewati oleh Yesung dengan terus memandangi wajah Ryeowook, tanpa ia sadari bell sudah berbunyi murid-murid mulai merapikan buku dan peralatan sekolah masing-masing.

"Wookie, kita mau pulang bersama denganku?" tawar Kibum. Ryeowook tampak berpikir sejenak lalu menganggukan kepalanya.

"Ne, tapi kita kekelas Kyu dulu." Ucapnya.

"Oke, kajja." Kibum menarik lengan Ryeowook dengan penuh semangat menuju pintu keluar dari kelasnya.

.

.

.

"Kyu~." Ryeowook memanggil namja tampan yang baru keluar dari kelasnya.

"Chagie, tumben kau kesini, aku baru saja akan kekelasmu." Ucap Kyuhyun begitu sudah sampai di depan kekasihnya.

"Ne, aku memang sengaja kesini, oh iya ini Kibum, tak apa kan jika aku mengajaknya pulang bersama kita?" tanya Ryeowook.

"Ne tentu saja." Kyuhyun dan Ryeowook mulai melangkah dan berjalan bersisian.

"Tunggu, bolehkah jika Siwon juga ikut bersama." Langkah sepasang kekasih yang baru saja berjalan pun terhenti, mereka berdua menoleh.

"Kenapa tidak bilang dari tadi, aishhh kau ini." Geram sang namja manis bersurai madu pada sang teman.

"Hehe, aku lupa." Kibum hanya nyengir saja seperti tanpa dosa.

"Lalu di mana Siwon-mu itu sekarang?" tanya Ryeowook dengan wajah bosan.

"Sebentar lagi dia kemari, aku sudah mengirminya pesan tadi." Jawab Kibum. Tak lama namja berbadan kekar yang merupakan namjachingu dari Kibum pun datang.

"Bummie, apa kau sudah lam menunggu?" tanya Siwon yang kini sudah ada di depan mereka.

"Ani, kajja kita pulang bersama mereka." Tunjuknya pada pasangan Kyuwook, Siwoon mengangguk dan menggandeng tangan sang kekasih, mereka berempat pun melangkah keluar dari gedung sekolah.

.

.

.

Pukul 4 sore telah tiba Eunhyuk namja manis bergummy smile itu kini melangkah menuju ruang latihan dance, namja manis itu memang sengaja tidak pulang dirinya penasaran dengan si pengirim pesan yang ada di lokernya.

Krieet

Pintu ruangan pun kini di buka olehnya, kepalanya menoleh kekanan dan kekiri mencari sosok yang kemungkinan adalah si pengirim.

"Tidak ada siapa-siapa di sini? Apa aku masuk saja?" gumamnya pada diri sendiri namja manis itu melangkah masuk kedalam ruangan.

"Sudah siap untuk mati Lee Hyukjae?" Eunhyuk menoleh kebelakang untuk melihat sosok yang baru saja mengatakan sesuatu padanya.

TBC

Haii

Kimi kembali lagi nih bawa chap dua.

Hahaha, banyak yang ngira itu si Kyu ya XD

Sayang sekali jawabannya salah semua *dibejek"readers*.

Kimi tau kimi kelamaan update di tambah lagi nie chap gak terlalu bagus.

Makasih yang udah ngasih semangat buat kimi, satu kata lanjut adalah semangat buat kimi.

Balasan review

paulinagrace684 : ini udah lanjut, makasih udah mampir.

Oktaavannyaa : oke siip.

kim eun hoon : salam kenal juga Eun-ssi, hohoho ini diriku sudah update, moga suka ne ma chap ini.

Alif ryeosomnia : makasih buat pesannya ya, kimi menganggap semua kritikan itu adalah sebuah pelajaran buat kimi supaya lebih bagus lagi ke depannya. Ohoho si penerornya memang masih misterius tuh, yang jelas bukan kyu sih.

dyahYWS : makasih udah bilang keren, penasaran ya? Hehe XD. Tetep ikutin ne chap berikutnya.

Fiewook : yang jelas sih bukan Midori #plakk*digampar*. Makasih udah review mampir lagi okzz.

Augesteca : jinja? Kalau gitu mari bantu kimi selidiki dia# plakk, tapi sayangnya itu bukan kyu *disambit* oke kimi tunggu review'n nya lagi ne.^^v

BaekShine : apakah ini kecepatan lanjutnya? #jgurr. Hahaha XD jangan lupa review lagi ne.

: ne ini memang kyuwook, diriku kan kyuwook shipper, hahaha bukan ko bukan yesung, oke diriku menunggu review darimu lagiXD.

fieeloving13 : waduh ada yang sampe tepuk tangan nie*terharuu*, ini udah lanjut moga-moga chap 2 nya gag ngebosenin ne.

man min mi : wah banyak yang mengira M itu kyu ya.. oke ini udah lanjut, gomawo.

: ne genk cloud memang menyeramkan, sekali" dong si kyu yang di bully# buagh. Sebenarnya kyu bisa berubah atas saran dari kimi #plakk. Untuk mengetahui siapa Mr.M mari hubungi detective Conan #lho?. Gomawo udah review.

ryeo ryeo ryeong : ne si M memang sadis, gomawo review'nnya. Mampir lagi ya.

choi yewon11 : hati-hati arwah hae oppa ada di belakangmu #jgurr. Gomawo udah review.

Guest : oke ini udah di lanjut, mampir lagi ne.

ryeofha2125 : yupz benar ini kyuwook, tenang endingnya bakal ky uwook kok, tetap ikuti ne.

Vic89 : oke siip.

Winnie : bwahahaha jangan tertipu inisial loh...oke ini udah di lanjut.

viiaRyeosom : yapz itu memang bukan kyu v bukan yeye juga hahaha ntar juga pasti tau seiring berjalanya tiap chap, makasih dirimu udah mau mampir.

Guest : hae mati karena kontraknya ama kimi udah habis *kenasmbit*, ini udah lanjut.

Kim Chan Min : M nya masih misterius nih, tetap ikuti aja ne.

.16 : donghae nya kehabisan kontrak saeng XD, ohohoho dirimu ternyata suka ma hyuk juga ya udah aku kasih hyuknya bwt mu saja XP. M bukan Marcus ko tapi Magfiroh #ngacir + ngumpet diriku kena anceman nih #ngumpetlagi, yang first lagi di proses. Mampir lagi ne saeng.

meidi96 : kasih tau gag ya#gayalebay*ditampolmeidi96*, makasih reviewnya.

park min mi : siapapun M nanti akan ketahuan di chap akhir# lupa review lagi.

: bukan yesung ko yang ngebunuh hae dia kan walau sangar tapi loe ama temen sendiri nggak mungkin jahatOke jangan lupa review lagi.

hanazawa kay. : hahaha jawabannya salah, makasih ne udah review jangan lupa mampir lagi.

Buat para siders makasih udah nyempetin baca ff kimi, diriku akan selalu menghargai siapapun yang udah baca ff kimi.

Sampai jumpa di chap selanjutnya.

Pai pai

By

Kimi.