Author's Note: KOK BANYAK AMAT OC NYA!? Oh iya, lupa nge-update gara-gara ujian mid-semester...-_- Habis itu, keasyikan buat fan-anime di website lain...
Sebelum kita mulai chapter ini, ada yang saya lupa bilang di chapter yang lalu. Tolong kasih deskripsi penampilan untuk OC nya ya…Kalau mau, di bagian sifat aja boleh. Maaf, saya lupa bilang…Hehehe/dikeroyok
Udah deh! Saya mau perkenalkan OC province-tan dan city-tan dulu ya…
Medan/Ramadhani 'Dhani' Siregar: Tomboy, Suka makan, Sering cakap kotor, sok preman, jago nyanyi.
Jakarta/Wisnu Mudzaki Kusumawijaya: Sering stress (karena banjir dan macet), sering ketiduran, suka ngemil, kadang senyum-senyum sendiri.
Sumatera Utara/Tari Eliza Siregar: Cerewet, kadang bicara sendiri, sering nonton Indonesia L***ers Club DAN Indonesia L**** Club, kalau masak makanannya sering gosong, peduli dengan keadilan dan berani mengorbankan nyawanya demi nation/state/city-tan lainnya.
Aceh/Cut Arifah Meutia: baik, sopan, suka bercanda sama teman akrab/saudara, phobia air laut (karena Tsunami 2004).
Note:
[Berbicara dari telepon]
Terimakasih atas sumbangan OC nya ya! Dan saya hanya akan menjawab review kalau ada pertanyaan, saya mau bertanya/pesan, atau koreksi, ya...
Pertama, Iya, akan ada PruCan karena itu OTP saya. Tenang saja ya, LalaNur Aprilia. Untuk sweetberry. ak68, Ciao artinya bisa Halo dan Sampai Jumpa. Dan saya lupa, China harusnya guru Bahasa Mandarin. Maaf ya, Luciano Fryo! AqilAwesome, Alexa kelas 5 A, B, atau C? KOLINnoKOLIN, Teo itu kelas berapa? HannySyra9, apa Kaila nama tengah nya Deutslander atau Deutschlander? Saya akan pakai yang kedua untuk sementara karena Kaila dari German. Dan terakhir, Maziela, Awesome Trio itu Prussia America Denmark. Yang anda maksud mungkin Bad Touch Trio: Prussia France Spain.
Ada yang nyadar Russia sama Australia ga ada? Nanti mereka di chapter ini masuknya! Let's Start!
Chapter 1: Get to know the Neighborhood!
Jam 06.00 (6 AM), Sunday.
Indonesia sedang berbincang dengan personifikasi Kota Jakarta melalui telepon.
[Jadi Kak Putri dihukum dan disuruh ngajar? Selama 1 semester?]
[Iya, Jak. Kamu sama DKI sabar-sabar ya...banyak tugas...] jawab Indonesia.
[Hm...Iya, iya.]
"HORAAAAAAS! MET PAGI KAK RI!"
[Mak jang! Ada Medan!? Jakarta mau ngasi makan kucing ya kak, dah!]
KLIK!- jaringan telepon terputus.
"Gak sopan amat tuh anak." gumam Indonesia. 'Tunggu...Sejak kapan Jakarta punya kucing, ya?'
"Kak Nes! Kita sarapan bubur kan?" tanya Sumut yang tiba-tiba muncul.
"Yo'i. Arifah mana?" Indonesia balik bertanya.
"Hadir." jawab Aceh yang baru turun dari tangga, diikuti oleh Turkey.
"Om Turki! Nation yang lain udah bangun?"
"Sebagian udah. Tadi yang udah bangun Germany, China, dan-"
"WHAT THE BLOODY -BEEP- -BEEP- -BEEP-!? Kok ada anjing disini? BLOODY HELL!"
"-England."
Indonesia facepalm. "Medan. Bangunkan nation-tan yang lain. Lalu suruh mereka ganti baju. Kita mau lari pagi."
"Eh lari pagi? Oke!" Medan lari ke lantai atas.
Lalu, England masuk dengan wajah ketakutan. "Why the hell is there a dog in the bathroom!?"
"Biasakan pakai Bahasa Indonesia. Ada sebagian murid disana yang saking polosnya (atau gilanya) ga tau arti Hell."
"Kenapa ada anjing di kamar mandi!?" teriak England alias Arthur dengan histeris.
"Itu punya Sumut, salahin dia." jawab sang Zamrud Khatulistiwa sambil berjalan ke lantai atas untuk ganti baju dan untuk berteriak, "AYO CEPAT BANGUN ATAU KU SANTET KAU YA!" dengan logat khas Batak dicampur aura Russia.
"Tunggu. Anjingnya warna hitam atau coklat?" tanya Sumut.
"Hitam."
"Oh. Berarti alam sudah seimbang."
"Hah?"Aceh dan England pun bingung.
"Itu Sinabung. Dia emang udah dilatih ke kamar mandi kok. Itu kayaknya sakit dia, sering mencret."
Aceh muntah. England cengo.
Sementara itu... Di luar...
Ada tiga orang sedang berjalan kaki didepan rumah Sumut dan Medan. Yang rambut pendek dan pakai kacamata namanya Indira. Yang rambutnya panjang dan mukanya macam orang India namanya Zakia. Dan yang laki-laki gemuk namanya Habib, sepupu Indira.
"Makan bubur! Jreng jreng, jreng jreng jreng!Bubur Ayam! Jreng jreng, jreng jreng-"
"Diam Ndi, nanti tetangga bangun." sahut Zakia sambil mengibaskan rambut panjangnya.
"Biarin. Bukan masalah gue kan kalau tetangga bangun?" jawab Indira.
"Cih...kenapa gue harus nginap sama Si Indi!? Jadi jalan pagi nih...MAMA INI LAH!"
"Diam Habib. Nanti elu dilempar tomat sama tetangga." kata Zakia sambil membuang botol Aqu* nya ke sembarang tempat. Tindakan ini menyebabkan fenomena "Death Glare Indira Sinta Bambangputri" terjadi.
"Ga mungkin ada yang ngelempar tomat pagi-pagi."
SPLAT!SPLAT!SPLAT!
Hujan tomat!
"DIAM KAU BASTARD! GUE MASIH MAU TIDUR TAU! MANA BESOK MAU NGAJAR LAGI! KONO YARO!#*&(&(!(&%&)!" suara beraksen Italian pun menggelegar di udara.
"Tuh kan." jawab Zakia enteng. Habib terdiam seribu bahasa.
"Eh, rumah Alya yang ini, kan?" tanya Indira tiba-tiba.
"Hm. Yang ini."
Tok!Tok!
"Iya, sebentar!"
Pintu terbuka dan tampak Alya yang sedang mengantuk.
"Pagi, Al!"
"...Hm...Pagi..."
"Kok ngantuk?"
"Dari tadi malam, tetanggaku bising amat...Kalau ga salah ada bule nginep disitu.." jawab gadis berambut pendek tersebut.
"Udah yok! Gue udah lapar!" keluh Habib dan Indira secara bersamaan.
"Eh, itu ada Antares dan Keiko!"kata Zakia.
"Terus? Gue harus bilang WO-"
"Ga perlu bilang WOW, Alya Alay! Kalau udah Alay baru segar!" Zakia berantem lagi sama Alya.
"Oi! Ranking satu! Anak Gila Sains! Anak Matematika Alay! Abang gendut! Mau kemana?" sapa Antares, yang disapa adalah Indira, Zakia, Alya, dan Habib secara berurutan. Keiko dibelakangnya terlihat kalem seperti biasa.
"Tuh kan, Al. Kamu Alay."
"Diam, bego!"
"Kami mau sarapan-"
"THE GREAT AND AWESOME BUBUR!"
"Sekarang elu yang alay, Ndi!" teriak Zakia dan Alya kompak.
"Terserahmulah. Kalian mau makan bubur juga?"
"Yo'i!"
"Iya."
"Ayo sekalian. Sebelum Celes datang. Dia kan ngeri." kata Habib.
Kembali bersama para Nation-tan...
"Ve! Aku ga mau bangun...ZZ...z.."
"Kita mau sarapan, Italy. CEPAT BANGUN ATAU KAU GAK KU KASIH SARAPAN!"
Seketika Italy, beserta Greece dan Romano, terbangun. Indonesia tiba-tiba tersenyum, "Nah, Udah bangun kan? Ayo mandi, cepat! Atau ganti baju aja pun jadi!" katanya sambil turun ke lantai bawah.
"Tch! Masa bangun pagi-pagi amat!? Kejam amat, Kono Yaro!...Ta-"
"Tapi?" sambung Greece.
"...Ta...Gak! Gak ada apa-apa, Cat-Bastard!" jawab Romano sambil marah-marah, wajahnya merah.
"OY! HERO UDAH KELAPARAN SETENGAH MATI NIH DIBAWAH! BURUAN!"
"SHUT UP YOU #$ #^% &%&%!*^%^ %*5()&*# ^&!"
"Oh...Jadi ini yang namanya alat censor, ya?" tanya Italy sambil melihat salah satu kucing Greece memencet semacam alat kecil.
Lima belas menit kemudian...
"Gue jadi penasaran nih. Kok Ajeng sering marah ya?" kata Alya saat dia berjalan bersama Indira, Zakia, Habib, Antares, dan Keiko. Didepan mereka, ada teman sekolah mereka, Celestia 'Ajeng' Marietta.
"Itu muka default nya si Celes. Gue juga kayak gitu, kan?" kata Indira.
"Kalian mukanya tergantung cuaca aja deh. Biar ga susah susah." sambung Antares.
"Habib kok diam aja?" tanya Keiko dengan ramah.
"Lapar...KOK JAUH KALI SIH!?"
"Orang sabar pantatnya lebar...Eh, salah ya?"
"Bagaimana lu bisa ranking satu kalau lu bodo amat, Ndi!?"
"APA TADI?" tanya Indira. Botol minum yang sengaja dibawanya mulai remuk.
"Ah! Kita udah mau sampe!" seru Habib.
"Bubur~! Viva la Bubur Ayam!" lanjut sepupunya.
"MAKAN BUBURRRRRRRRRR!" teriak Indira dan Habib sambil lari-lari, ninggalin yang lain. Tiba-tiba, Habib ga sengaja nyenggol Celestia, lalu menyenggol lagi murid lain dari sekolah nya, Nadia Adalbert, sampai jatuh.
"HABIB RIZKI SIREGAR JELEK!" terdengar dua suara mencapai langit ke Over-9000 (?)
"Yah...Kalau ga dibilang Gendut, Jelek. Apaan sih?" keluh Habib sambil melihat kebelakang. Betapa terkejutnya dia melihat Handrian Adalbert, adik kembar Nadia, serta Celes mengejarnya sambil bawa batu.
"KOK PAKE BATU SEGALA SIH? EMANG KALIAN LAGI JUMROH, DAN GUE IBLIS APA!?"
"IYA, ELU IBLIS! NYENGGOL KAK NADIA GA MINTA MAAF!"
"Hm..Itu ada apa ya?" gumam Alexa Willow Trilman, sambil jalan-jalan didekat 'BUBUR AYAM WAK UNTUNG', kedai bubur ayam langganan Indira.
"Hehehe~Makanya, jangan dekat-dekat sama mereka, babe~Kan udah gila semua tuh. Apalagi RSJ (Rizki Siregar Jelek, panggilan Habib) dan Handrian. Mending sama gue yang ganteng, kan~?" goda Mark Evans. Rupanya, Alexa dah pergi karena jumpa Belinda Eda.
"Yah...Gue dicuekin..." Mark duduk diam di pojok kedai bubur ayam. Di pojok lain, teman-temannya sibuk berbicara.
"HeyHeyHeyHeyHeyHeyHeyHeyHeyHey-"
"Apa, Rayden?" tanya Daniel Cleveland sambil tersenyum. Sepertinya dia masih sabar menghadapi ke-hyper-an temannya ini.
"Kalian tau ga kalau ada guru baru nanti? Wuih! Penasaran gue!" lanjut Rayden M. Marvel.
"Hm...Aku tidak ingin ada guru yang memarahi kalian seperti tahun lalu~ Kalau ada-"
"Udah, Emily. A-Ayo kita berpikir yang positif...ya?" kata Ao Xiu Cing, yang sering disapa Xiu Cing.
"Hm...Baiklah!" jawab Emily McKenly, yang kembali ceria. "Ah, Mark ngapain disitu?"
"Ga to the Lau. Galau."
"Ey...Jangan menyerah, dong! Tuh, banyak cewek...Itu yang rambutnya dikepang sepinggang coba.." kata Rayden menyemangati Mark.
"Okay!" secepat kilat Mark semangat lagi. Rupanya gadis yang lagi foto sendiri itu adalah Oh Yun Seo, yang biasanya ramah, biasanya...
"OH...Yun Seo..."
"GA LUCU WOI!" muncul aura gelap...
"Kabur!"
"Hehehe..." Karinna, atau Karin, tertawa kecil. Lalu ia kembali makan permen di luar kedai bubur tersebut.
"Yay! Alexa, tulipnya cantik~" kata Belinda sambil senyum-senyum hyper sambil melihat bunga tulip didepan kedai bubur tersebut.
"Yup!"
Di luar...
"Ndi, elu tolongin gue! Kalau ga, gue bilang ama mamak lu!" teriak Habib, yang ketakutan setengah mati sama Handrian dan Celes. Indira udah lupa daratan dan langsung mengambil meja yang terdekat di dalam kedai.
"Teo, kita kongsi meja ya! Ga ada meja lain!"
"Hm." jawab Teo Jeferson dengan singkat, tidak mengalihkan matanya dari PS* nya. Ajaibnya, gunting kesayangannya masih ditangannya.
Indira pun segera memesan buburnya, "Wak, seperti biasa! Satu setengah porsi, ga pake telur, ga pake kacang!"
"Ok."
"Oi Ndi. Ada lihat Naida?" tanya Hanami Koyuki.
"Hm...Tadi nampak si Handrian. Dan dimana ada Handrian pasti ada Nadia." jawab Indira sambil ngiler ngeliat buburnya yang awesome tingkat dewa. (menurutnya, ya...)
"Oh." Hanami pun pergi. Tak lama kemudian muncullah dua orang yang perang dingin, Alya dan Zakia. Tentang apa lagi ya?
"Kalian yang cocok! AdiL! Lebih adil kan?"
"Tapi kalian lebih cocok! AdiK! Panggilan untuk anak bungsu, anak bungsu kalian nanti!"
"Dengan kekuatan bubur, aku akan mendamaikan kalian!" sahut Indira tiba-tiba sambil megang buburnya dengan pose Sailor M**n. Duo A-Z pun terdiam.
"Masalahnya apa lagi?" tanya si ranking satu ini.
"Ndi, pastinya Zakia cocok sama Adi, kan? Sama-sama pintar sains-"
"Kalian berdua sama-sama suka Matematika!"
"Kalian berdua sama-sama orang Jawa!"
"Gue Jawa-India, dia Jawa Timur murni!"
"Ya gue kan Batak-Jawa!"
"STOOOP! Mending kalian bertiga jadi love-triangle aja!" teriak Indira. Alya-Zakia melongo. "Atau kalian jangan-jangan suka satu sama lain? Nanti gue bisa untung, dapat buat doujin Shoujo-Ai, dan kalian nama pairingnya AlKia, karena Alya kayaknya lebih seme-"
"Ih! Jijik amat! Ga level gitu loh!" teriak mereka serempak. "Tuh kan?" lanjut si wakil ketua kelas tersebut sambil membetulkan kacamatanya. Ia terus berjalan dan duduk di samping Teo, lalu memakan bubur nya dengan bahagia. Sambil nyanyi-nyanyi "Bahagia nya~Makan bubur!".
"Indira, *()!&*#& !(&! Gue kok ga ditolong sih...Awas nanti lo, ga gue kasih main PS gue lagi!" kata Habib yang lagi kesal dan telah kena batu, batu, batu, batubata, bola bowling, dan batu.
"Oi Tasya! Lu ada perban ga?" lanjutnya sambil berusaha bangkit, ketika melihat seorang murid dari Kelas 6C. Kartika Anastasya Putri diam saja, dan pergi melihat (iya, melihat) Wak Untung memasak bubur.
"Huhuhu...Gue lupa dia Anti-social." keluh Habib.
"Ini." kata Keiko sambil memberikan perban kepada Habib. "Wah, Makasih! Dapat dari mana, Ko?" tanya Habib sambil memakai perban.
"Di tong sampah."
Habib ngangap, sampe ada lalat masuk. Tapi dia diam saja sambil memakai perbannya karena takut membuat Keiko menangis.
PLAK!-Mulut Habib tertutup dipukul orang...yaitu...
"Oy! Willi!"
"Apaan?" tanya William Indra Permana, dengan nada cuek.
"Lihat tuh! Ada lalat nari Goyang Caesar!" kata Habib sambil memegang botol bekas, untuk dilempar. Tadinya ia pikir Willi akan melihat, namun...
"Ingat! Sifat gue itu cuek. Gue ga mau OOC." kata Willi sambil berjalan lagi.
"Apaan OOC?" Habib bingung. Tapi dia melihat Geng WGS (World Greatest Soldier) yang gila bin aneh. "Ahaha...Keiko, gue masuk dulu. Mau ikut?" tanyanya sambil sesekali melihat ke geng tersebut.
"Ah, iya. Saya ikut!" jawab sang gadis japanese tersebut.
"Hey~Atir, Stevan, Raila. Kalian sudah dengar tentang guru baru itu?" tanya Hana Krizantema kepada anggota WGS lainnya sambil mengayunkan 'payung'nya.
"Hm? Guru baru? Ahahaha! Kecuali ada orang Prussia nya, gue ga mau ngakui mereka itu genial*." kata Athirwwi Tyssen sambil foto-foto diri sendiri.
"Aku maunya yang bisa buat satu sekolah disiplin. Kalau ga, mungkin salah satunya akan berkenalan dengan Revolver-ku tersayang~" kata Fransiskus Stefano, yang lagi mengelap Revolvernya.
"Aku setuju dengan Stevan! Oh, dan yang bisa jaga sekolah bersih! Mau berapa kalipun aku buat seni ledakkan disitu, harus tetap mengkilap~!" seru Raila Deutschlander Scickbuckler, yang terkenal dengan "Seni" nya, sampai-sampai dijuluki Soulmate Deid4ra.
CKLEK! -Suara Kamera. Dan, bukan, itu bukan Elizabeta.
"Hm...Kucingnya cantik, tapi masa itu aja yang gue foto?" gumam Daniele Carlo, yang juga sering disapa Daniel. "Ah, Mai aja deh. Semua anak kelas 5 dan 6 lainnya yang aku kenal sudah ku foto..." lanjutnya.
Namun, ia tidak sadar bahwa dibelakangnya ada si Nyan-sama, kucing liar yang suka menyakiti orang tanpa alasan. Kalian mungkin sudah tahu kenapa 'Nyan' nama yang dipilih, apalagi suara si Nyan-sama ini memekakkan telinga. Sekarang, Nyan-sama sedang bersiap mencakar...
"Daniel, awas!"
BRAAK! KLIMPIANG! DUK! DAK! MEEEEOOOOONG!
"C-Cosa**? O-Oh, rupanya Annisa..."
"Ah..Saya ngejutin ya? Maaf...Itu, tadi ada si Nyan-sama..." jelas Annisa Aulia sambil menyembunyikan kembali cutternya.
"Oh...Grazie Mille***." jawab Daniel, lalu mencari tempat lain untuk menyendiri.
"Ah! Daniel, tunggu! Pistolmu tinggal!" teriak Annisa. "Ah...Besok kan sekolah, Besok aja deh ngasinya." lanjutnya sambil berjalan pulang, sambil makan jeruk.
"Hm...Ada apa tadi ya? Eh, kok bisa ke kedai bubur ayam!? Kan gue mau ke toko buku!" gumam Maizela Koo, yang disapa Mai. Ia pun berpaling dan berjalan kearah yang lain.
Hm...Seperti itulah murid-murid yang akan diajar Indonesia & Friends (Romano: OI! Kan harusnya kami yang jadi karakter utama Hetalia! Author: Veneziano, bukan elu, Rom.) besok.
Beberapa lama kemudian...
"Sarapan pagi makan bubur? Emang enak?" tanya Prussia, yang baru nyadar mereka mau sarapan apa.
"Ya enak lah! Indonesia gitu loh!" jawab Indonesia, serempak dengan Sumut. Aceh ketawa dan Medan sibuk BBM-an dengan saudarinya, Deli Serdang.
"OH MY F#^%ING GOD! KITA UDAH MAU SAMPE, GUYS! AHAHAHAHA!" teriak America. Serempak, para Nation-tan langsung berteriak:
"Udah Mau Sampe!Udah Mau Sampe!Udah Mau Sampe!Udah Mau Sampe!****"
Sumut dan Medan ngikut. Aceh sweatdrop.
GUK!GUK!GUK!GUK!GUK!GUK!
"Eh? Itu bukannya Sinabung dan Toba, kak?" tanya Medan kepada Sumut.
"Eh!? Mereka kan cuma bisa lepas kalau ada yang ngelepasin, atau mereka kena lempar sampah-"
"UDAH GUE BILANG, ZAK! JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN! KENA KEJAR ANJING KITA!"
"KAPAN LU BILANG KAYAK GITU!?"
"TADI, SEBELUM PERGI!"
"KENAPA KITA PAKE CAPSLOCK TERUS BICARA NYA!?"
"SI AUTHOR MAKSA!"
"AUTHOR ITU SIAPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!?"
Oh, rupanya Indira, Zakia, Alya dan Habib yang tadinya jalan pulang ke rumah, dikejar dua anjing-
"TOOOOOOOOOLOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONNG!"
-dan mereka ingin merusak caps-lock author, dan menyalahkan author sendiri.
Karena anjingnya ada dua, mereka berpencar. Indira dengan Habib dan Alya dengan Zakia.
"Kak Nes! Kakak duluan dulu! Gue mau ngejar Anjing-Anjingku tersayang! Dua nation ikut sama gue!" kata Sumut sambil asal menyeret dua orang nation, yang ternyata adalah Romano dan China. Medan pun ikut.
"T-TUNGGU! KENAPA AKU!? &!%$#!"
"Aiyaaaa! Nasibku ini..."
"Ah! Diam aja! Medan sama Bang Tiongkok, dan Gue sama Romano. BUBAR BARISAN, JALAN!"
Sebelum berpencar, mari semuanya sweat-drop berjamaah dulu...
Jam 10.00 (10 AM)
"HABIBUN! TUNGGUIN DONG!" teriak Indira sambil berlari.
"Larinya yang cepat dong! Dan gue udah cape nengok Caps-lock terus!" jawab Habib yang berlari didepan sepupunya itu.
Guk!Guk!Guk!Guk!
"IIH! Makin cepat!" gadis berkacamata tersebut menambah kecepatan larinya.
"EYYYY! GUE KOK DITINGGAL!?" sang sepupu berlari lebih cepat lagi.
Guk! Guk! GukGukGuk!
"Ha? Macam ada yang nyanyi..."gumam Medan yang sedang berjalan di kejauhan bersama China.
"A-Ah...Apakah itu anjingnya-aru? L-Lagunya...Mirip lagu itu." tanya China, tidak begitu kesusahan dengan Bahasa Indonesia.
"Itu apa?" tanya Medan heran. Ia mendengarkan nada itu sekali lagi.
Guk!
"Op.."
GukGukGuk!... GukGukGukGUKGUK!
"Op Op Op...Oppa GAJE STYLE!"
"Untung dipelesetkan...Kalau gak, Author nya nanti dihajar sama P*Y" ujar China lega sekaligus bingung, kenapa ya city-tan sok preman ini ngerti bahasa anjing?
"Itu lagu favorit si Toba! Ayo Bang Tiongkok, ayo kejar!"
"AIYAAA! GUE GA BISA LARI. SUMPAH. SUER." Hm...Alay siapa ini yang menular ke China ya?
"Udah! Cepetan!" Medan menarik tangan sang 'Abang' dan langsung berlari ke arah suara itu.
"Habibun...Kalau gue mati duluan, elu harus dapat Ho***e keempat di game Naru*o mu itu..."
"Dan kalau gue mati duluan, tolong mainkan Story Mode sampe habis..."
"WHAT!? GAK MUNGKIN LAH! Nanti gagal terus itu kalau gue yang main Story Mode!"
"Please dong Ndi..."
Kedua manusia tak berdaya (lebay!) tersebut merinding dihadapan sang Anjing berwarna coklat.
"TOOOBAAA! SINI DONG! KALAU GA MAU, KAU TAK KAN MAKAN LAGI SEUMUR HIDUP, BODO!" terdengar suara dengan aksen Batak campur Melayu.
"Yah...Caps-lock lagi...Eh, itu siapa, Ndi?" tanya Habib setelah selesai merinding Caesar.
"Itu namanya Ramadhani Siregar, tapi kami manggilnya Dhani. Dia adiknya si orang batak dekat rumah Alya itu loh, Tari Eliza Siregar." jawab Indira.
"Oh, si Anak Bubur rupanya. Itu sepupumu ya? Alya dah cerita." sahut Medan. "Sori ya...Ini anjing kakak gue, Toba. Jangan tanya deh kenapa nama yang dipilih itu." lanjutnya.
"Ah...Ga papa. Oh, itu siapa?" tanya Indira sambil melihat China yang napasnya terengah-engah.
"I-Itu...a-maksudnya, sepupu! Iya, sepupu gue dari Tiongkok! Namanya Yao!"
"Maksudnya dari Cina?"
"Tiongkok aja. Ga mau gue pake Cina." jelas Medan panjang lebar.
"Ni Hao*****? Namaku Wang Yao! Jiǔyǎng!" kata China dengan ramah.
"Jiiiuuuuuu...Apa?"
"Jiǔyǎng, bahasa Mandarin. Artinya 'Senang bertemu denganmu'."
'Wah...Rupanya dia pandai bahasa Cina- eh, Mandarin ya?' ujar Indira dalam hati.
"Ngomong-ngomong, kalian berdua sekolah di Garuda Nusantara International School, kan?"
"Iya" jawab keduanya serentak.
"Kakakku yang lain, Kak Putri, dan Bang Yao serta beberapa orang...temannya...akan mengajar disana!"
Sementara itu...
"Oh iya, Romano?"
"Apaan?"
"Elu suka ga sama Kak Nesia?"
"C-Cosa!? N-N-NO! D-D-D-Darimana asal pertanyaan yang konyol itu!?"
"Elu pernah diam-diam ngikutin Feli dan Kakak waktu Feli minta coba Cendol kan? Terus marah-marah kan lu karena tinggal satu gelas, jadi mereka satu gelas kan? Ayo, tak usah bohong kau!" ujar Sumut, kalimat terakhir dengan Bahasa Batak.
"I-I-Itu..." Romano berhenti berjalan sebentar. "Kalau iya, kenapa? Bukan berarti benar ya..."
"Hm...Karena...Kak Nesia sepertinya tertarik dengan cinta akhir-akhir ini. Semakin sering nonton Sinetron/K-Drama/Film Bollywood/Anime, membaca Manga ber-genre Romance, dan bahkan sering cemburu terhadap pasangan yang ia lihat dijalan..." Sumut ikut berhenti, nada bicaranya sedikit berbeda.
"..."
"Mungkin...Karena kurang banyak rakyatnya yang mencintainya, meskipun jumlahnya sedikit demi sedikit berkembang...Yah, Aku pikir mungkin dia ingin cinta dari negara yang lain..."
...
"Ah, gak usah dipikirkan deh...Kita kan mau nyari Sinabung tersayang~" lanjut sang wanita berdarah Batak itu dengan nada ceria.
"OMG! ADA ANJING YANG MENCREEEEEEET!"
"ALYA, GA USAH ALAY DEH, PLIIIS!"
"OMG...Apakah kata itu 'Alay'?"
PREEEET! - Suaranya seperti suara kertas koyak, meskipun itu suara...ehm. Buang gas.
"4L4M4KJ4NG! 4NJ1NGNY4 K3NTUT!" Alya lari secepat Italy. Yang seperti sedang dikejar England. Yang sedang memegang scone. 1000 scone.
"Al! Tungguin!" tetapi suara Zakia yang mirip mahluk halus itu tidak terdengar oleh sahabatnya. Ia pun melihat kebelakang dan mendapati...
Dua orang, yang sedang memegang anjing tersebut.
"Oh! Anda...Kak Tari kan? Tetangganya Alya?" tanya Zakia spontan.
"Iya...Zakia ya? Hm...Kalau menurut cerita si Al, kamu itu orang gila yang terobsesi dengan seorang laki-laki. Rupanya sopan ya..."
Sedikit asap muncul dikepala Zakia, tetapi dia belum cukup marah. "O-Oh...Begitukah? Ini siapa? Bule ya?"
"He-eh. Ini kawannya saudari saya, namanya Lovino Romano Vargas, dari Italia. Dia dan saudari saya - beserta beberapa orang sedeng lainnya - akan menjadi guru di sekolah kalian lho!"
Jam 10.10 (10 AM + 10 minutes)
"Hm...HERO memataskan-"
"Memutuskan."
"Iya, itu. Bubur ayam itu enak...But it's not as good as HAMBURGER! AHAHAHAHA!" teriak America.
"Tch. Whatever, git. Menurutku, itu enak. Aku baru tahu kalau bubur dan kacang enak dimakan bersama." komentar England.
"Nasi goreng masih lebih enak...Indië******, dimana sekolah itu?" kata Netherlands, yang untungnya sudah tidak berada dalam pengaruh OOC lagi.
"Mau tahu aja atau mau tahu banget?"
"..."
"Iya, iya. Jalan sepuluh langkah. Belok kiri, lima langkah. Putarkan kepalamu 90 derajat ke kanan."
Sang mantan penjajah dan nation-tan lainnya menyeritkan dahi karena bingung, tetapi melakukan apa yang diperintahkan negara Asia Tenggara tersebut.
"WAH~!"
"WOW!"
"ALIF BA TA TSA JIM-" "Om Turki, maksud nya apa Alif Ba Ta?" "Kan ada yang bilang Wau. Itu kan huruf hijaiyah, dan sebelumnya ada Alif Ba Ta-" PLAK! - lalu ada yang facepalm.
"Hehehe!" Indonesia tertawa bangga.
"GARUDA NUSANTARA INTERNATIONAL SCHOOL!"
To Be Continued...
OMAKE!
"Ya. Itu besar. Ayo kita pulang." kata Indonesia setelah beberapa menit menatap bangunan tersebut. Bahkan, mereka masih menatap sekolah itu saat China, Romano, Sumut, dan Medan kembali.
Tiba-tiba...
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH!"
"VODKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
BRAK!
Ternyata! Oh! Ternyata! Commonwealth of Australia (Aussie) dan Russian Federation! JATUH DI DEPAN PARA NATION-TANS, BROOO!
"Itu...Menyenangkan, tetapi aku tak mau melakukannya lagi." komentar Aussie.
"Terserah." jawab Russia.
Nation-tan yang lainnya ngangap.
"Oh, kalian pakai cara cepat ya? Loncat dari pesawat." tanya Indonesia.
"Da." jawab Russia sambil mengangguk.
"Yup..." tambah Aussie.
Terdengar "Oh, begitu" "Pikirin yang itu" diantara para nations, dan khusus Hungary, "Padahal aku pikir 'itu'! Kenapaaaaa!?".
"Kenapa kalian terlambat? Russia udah SMS semalam (tengah malam pula itu), tapi alasannya mana?"
"Mari kita gunakan...FLASHBACK!" seru Australia.
"JANGAN! CHAPTER INI UDAH TERLALU PANJANG! SANGAT TIDAK AWESOME!" teriak Prussia.
Russia terlihat sedih..."Tapi aku baru muncul sebentar..." Para Nations merinding Disco/Caesar/Gangnam/Harlem/Apaanlah.
"...KolKolKolKolKolKolKolKolKol..."
*Genial: Yang saya maksud bukan Genial dalam bahasa Inggris, melainkan dalam bahasa Jerman. Artinya 'fantastis' atau 'awesome'.
**Cosa: Bahasa Italia. Artinya 'apa?'
***Grazie Mille: Bahasa Italia. Artinya 'terima kasih banyak'
****Udah Mau Sampe!: Bahasa Indonesia (ya jelas lah!). Waktu zaman saya TK hingga Kelas 1, ini sering dinyanyikan kalau kami naik angkot, pulang dari studi ekskursi atau berenang. Biasanya satu angkot nyanyi, kecuali supir nya.
*****Ni Hao?: Bahasa Mandarin. 'Apa Kabar mu?'
******Indië: Dari Nederlands Oost Indië bahasa Belandanya 'Hindia Belanda'.
OC SAYA:
Indira Sinta Bambangputri (Indira, Indi, dan kadang Sinta)
Kelas: 6A
Pemalas, pendiam dan pintar, tetapi lupa daratan kalau ada makanan enak. Suka nge-ship orang betulan dan karakter di anime, mau itu Shounen-Ai, Shoujo-Ai, ataupun Hetero. Kalau marah, suka banting barang dan ngelempar benda. Wakil Ketua Kelas 6A, biasanya cukup disiplin. Suka ngemil, seni, dan menggambar doujinshi (biasanya tentang teman-temannya, dan bergenre Comedy/Romance). Ia pingin menjadi mangaka yang awesome. Bisa jadi bego kalau kelaparan. Sepupunya Habib, dan satu-satunya cucu perempuan dikeluarganya.
Negara: Indonesia (Mau lebih spesifik? Jawa Timur/Batak Toba/Minangkabau)
Ekskul: Yaoi Fans, Melukis, English Experts, Manga/Anime.
Pelajaran/Guru Fav: Seni, PKn, IPS, Bahasa (semua)/Indonesia, Japan, Veneziano dan Romano.
Zakia Larasati Khan (Zakia, dan kadang Zak-Zak)
Kelas: 6A
Kadang pendiam, kadang hyper. Cinta banget sama IPA, dan biasanya mendapat nilai 100 (paling rendah 98). Dia hampir tidak pernah marah, dan kalau pun marah, lebih mirip orang nangis. Mudah sakit, dan nilainya lemah dalam pelajaran olahraga dan seni. Masakannya hancur seperti England. Malas makan dan lebih suka minum susu. Ia pingin menjadi dokter anak. Suka dan hafal lagu-lagu Bollywood, dan ia tahu artinya. Tidak bisa melihat mahluk halus, namun bisa 'merasakan' keadaan mereka.
Negara: Blasteran Indonesia-India, tapi lahirnya di Indonesia.
Ekskul: Drama, Magic Club, Musik.
Pelajaran/Guru Fav: IPA, IPS, PKn, Komputer/Indonesia, India, Korea, Lithuania.
Alya Agustina Sinaga (Alya, "Alay")
Kelas: 6A
Ceria tetapi pintar. Suka pelajaran Matematika, dan dijuluki "The Math-ster" di kelasnya. Agak cerewet, tapi teman yang baik. Suka olahraga, apalagi Rounders, Bulutangkis dan Lompat Tali. Masakannya enak, tetapi dia sendiri malas masak. Suka K-Pop, tapi ga pernah peduli siapa penyanyinya, hanya peduli dengan lagunya. Ia pingin jadi guru. Keahliannya main catur. Dipaksa oleh kakaknya untuk ikut Klub FABULOUS FASHION. Respect banget sama Spain yang suka tebar senyum dimana-mana, sama seperti Alya.
Negara: Indonesia (Batak-Jawa)
Ekskul: Drama, Catur, Fabulous Fashion.
Pelajaran/Guru Fav: Matematika, Olahraga, Bahasa Spanyol/Spain, China, Denmark.
Habib Rizki Siregar (Habib, khusus Indira "Habibun","RSJ"=Rizki Siregar Jelek)
Kelas: 6B
Pemalas, tapi cinta mati sama olahraga. Tertarik dengan hewan, tumbuhan, dan dinosaurus. Peduli dengan alam. Sering gonta ganti peliharaan (ikan, burung, penyu) tapi yang ga pernah mati/kabur/dicuri itu kucingnya. Suka memberi nama aneh pada peliharaannya, seperti "King Johny Alexander Pussy Kitty The First" untuk kucing pertamanya. Hobinya tepar ditengah jalan. Sepupunya Indira. Ia paling suka sepak bola, futsal, dan basket. Ia pingin jadi pengusaha hotel. Ia diam-diam suka Sakura Keiko, anak kelas 5.
Negara: Indonesia (Batak-Jawa)
Ekskul: Sepak Bola, Tomato Lovers, AWESOME Club, Basket.
Pelajaran/Guru Fav: Olahraga, Bahasa Inggris (meskipun ga pande, masih suka), Bahasa Spanyol/Spain, England, Japan, Australia.
Itu dulu deh OC saya...Chapter berikutnya akan ada lebih banyak lagi!
OC Untuk Sementara:
Kelas 6A
- Indira Sinta Bambangputri
- Zakia Larasati Khan
- Alya Agustina Sinaga
- Antares Avellia (LalaNur Aprilia)
- Celestia 'Ajeng' Marietta (Yuyun)
Kelas 6B
- Habib Rizki Siregar
- Naida Adalbert (poison cake)
- Handrian Adalbert (poison cake)
- Rayden M. Marvel (Luciano Fryo)
- Daniel Cleveland (Luciano Fryo)
- Mark Evans (Luciano Fryo)
- Ao Xiu Cing (Luciano Fryo)
- Emily McKenly (Luciano Fryo)
- Karinna Anoushka (Yuki Hiiro)
- Belinda Eda (Yuki Hiiro)
- Daniele Carlo (Yuki Hiiro)
- Koyuki Hanami (fitri)
Waduh...Kelas 6B banyak amat penghuni nya...
Kelas 6C
- Oh Yun Seo (Ichal-LasanIsAwesome)
- Annisa Aulia (Teh Rasa Tomat-Chan)
- Kartika Anastasya Putri (Salsa)
- William Indra Permana (Salsa)
Kelas 5A
- Sakura Keiko (sweetberry. ak68)
- Hana Krizantema (HannySyra9)
- Athirwwi Thyssen (HannySyra9)
- Fransiskus Stefano (HannySyra9)
- Raila Deutschlander Scickbuckler (HannySyra9)
Kelas Tidak Jelas Untuk Sementara
- Alexa Willow Trilman (AqilAwesome), kelas 5(?)
- Teo Jeferson (KOLINnoKolin), kelas (?)
- Maizela Koo (Maizela), kelas 6(?)
Bagaimana Chapter nya? Panjang ya? Langsung Preveiw aja deh!
Next Chapter: Chapter 2. United! They are...Crazy?
Preview
"Hari ini ada guru baru kita hadir! Mereka akan mengajar selama satu semester!"
"Kalian yakin mau mengajar disini? CIYUS!?"
"Ich Erika Vogel. Es ist schön, Sie kennenzulernen." "Nama gue Ramadhani Siregar! Panggilnya Dhani ya!" "I am Peter Kirkland! Call me Sea-kun!"
"Sea-kun...Nama panggilan yang mencurigakan, kan?"
"Hm...Pak, Bu, maaf kalau tidak sopan...Tapi, apa Bapak dan Ibu menikah? Atau pacaran?"
"We Are Mini Allied Forces!" "We Are the World Greatest Soldiers!" "We are..."
"Biar kutunjukkan apa arti 'awesome' pada kalian..."
"Ini terlalu cepat untuk menyerah! Mari tunjukkan semangat Nation-tan!"
See you in the next chapter!
