Previous part

Jin membuka pintu kamarnya pelan, sangat pelan. Baru saja niatnya ingin menghampiri singanya yang terbaring lemah tak sadarkan diri, tapi niatnya tercekat. Ia diam mematung, mengamati momen manis dua namja di hadapannya.

"Ah hyung kau sudah-"

"Keluarlah biar aku saja"

Ceritanya rumit! Iyalah judunya aja too complicated-_-" yang ngerti berarti jenius, yang gak think again deh'-'v Dimulai dari kesalah pahaman menjadi berantakan! BTS Fanfiction-

2

Jin menatap tajam kedua bola mata Jhope, dan dibalas dengan tatapan bingung dari Jhope yang masih mengompres kening V. Apa salahnya sampai ditatap tajam oleh hyungnya ini? Seingatnya ia hanya mencoba membantu V yang sedang sakit. Ia tidak berbuat lebih kecuali mengganti pakaian basah kuyup V, itu pun karena hanya itu jalan satu-satunya agar ia tidak kedinginan. Apa ia salah berbuat baik kepada dongsaengnya?

"Apa?"

"Tidak apa-apa, sudah biar aku saja," ucap Jin berusaha menyembunyikan emosinya. Ia melangkah mendekati Jhope dan menepuk pundak lelaki berambut coklat itu, dan setelah itu sunyi. Suara pintu tertutup rapat sudah terdengar , bertanda Jhope sudah meninggalkan kamar JinTae.

Jin duduk di tepi ranjang V dan mengelus rambut oranya favoritnya. Panas dan bersalah, itu yang ia rasakan sekarang saat tangannya sudah mendarat mulus di rambut oranye itu. Semua salahnya, ya selalu saja salahnya. Kalau saja ia tidak meninggalkan ponselnya di kamar, kalau saja ia tidak lupa dengan janjinya, kalau saja ia tidak-

"Hyungie.. eodiga?" gerakan tangannya terhenti seketika mendengan suara serak dari sang pemilik kepala. Ayolah ia semakin merasa bersalah pada sosok lemah di depannya.

"Mianhae," gumam Jin tanpa suara.

"Hyungie.. dingin," V kembali mengigau dengan suara serak khas orang tidur. Kim Taehyung kau sudah membuat Jin semakin merasa bersalah.

Jin beranjak dari duduknya, dan membaringkan tubuh pegalnya di sebelah V. Ia menyampingkan badannya, menelusuri wajah pucat di sampingnya dengan jari-jari panjang miliknya. Tidak ada sama sekali rasa bosan menatap wajah imut itu. Meskipun wajah yang menjadi caffeinnya ini menunjukkan raut yang bermacam-macam, ia tidak akan pernah lepas dari kata suka.

"Jin Hyung.." Jin semakin mengembangkan senyumnya , lucu jika melihat sang uke terbaring lemas sambil mengigau dirinya. Seme siapa yang tidak suka melihat sang uke memimpikannya? Semuanya pasti sangat senang.

Jin semakin menghimpit jarak mereka, tangannya yang tadi menelusuri setiap lekuk wajah V berpindah hendak merengkuh tubuh panas V. Tinggal lima centi lagi, namun pergerakannya terhenti.

"Jahat.." Baiklah dunia bercandanya sekarang pecah berkeping-keping. TaeTae-nya marah besar padanya, ya iya tahu itu. Dan mendiamkan dirinya dan seolah bersikap tidak terjadi apa-apa menjadi kegiatan V keesokan harinya yang sudah pasti ia tahu itu akan terjadi.

Jin terdiam membeku, tidak ada keberanian sama sekali membawa tubuh lemah di sampingnya ini ke dalam dekapannya. Ia hanya takut itu akan membangunkan V dan membuat kecangguhan di kamar mereka. Oh Jin bisa mati di kamar nanti malam hanya karena didiamkan oleh sang uke. Ia lebih baik seperti ini, diam dan mengamati wajah tenang V. Sebelum akhirnya besok ia harus melihat wajah ceria V yang jauh dari jangkauannya.

Tapi ia rasa ia tidak bisa menepis rasa takut di hatinya. Ia masih ada salah pada V. Dan bagaimanapun itu caranya, ia harus minta maaf dan kembali seperti semula, bukan?

Dan didetik selanjutnya, Jin berusaha menepis rasa takutnya akan V yang marah kepadanya. Rasa bersalahnya rupanya lebih besar. Terbukti sekarang ia sudah tidak peduli V akan bagun atau tidak. Dia memeluknya, memeluk V sangat erat seakan tidak akan membiarkan namja imut bersifat 4D itu pergi meninggalkannya. Walaupun ia sudah tahu konsekuansi terbesar yang akan ia dapatkan. Tapi ia merasa bahwa V sebenarnya menginginkan pelukan darinya, kehangatan darinya. Dan hanya dirinya yang bisa menghasilkan kehangatan untuk V. Bukan berniat percaya diri, tapi fakta berkata seperti itu.

"Jin hyung bisakah kau-"

Jin sontak mengalikan pandangannya ke sumber suara dan cahaya dari luar kamar. Oh rupanya Jungkook dengan tatapan bingungnya yang lucu. Eh tunggu dulu, JUNGKOOK MELIHAT MOMEN INI?! APA YANG HARUS IA KATAKAN?!

"Hyung, kau sedang apakan V Hyung?" Tanya Jungkook yang masih berdiri mematung sambil memegang kenop pintu dengan dahi mengkerut. Oh jangan lupa kepala yang dimiringkan semakin membuat kesan imut pada dirinya.

Cari topik lain, Jin. Cari, batin Jin berusaha memberikan perintah.

"Kenapa kau tidak mengetuk pintunya terlebih dahulu?" Tanya Jin balik. Syukur Jungkook masih berusaha mencerna pertanyaannya, sehingga pendengaran sang maknae tidak bisa menangkap helaan nafas lega yang berasal dari Jin.

"Oh iya! Kookie lupa!" seru Jungkook pelan sambil memukul pelan dahinya dengan telapak tangannya.

Ia menutup kembali pintu kamar JinTae. Tapi Jin masih bisa melihat bayangan hitam Jungkook dari sela bawah pintu kamarnya. Dan selang beberapa detik kemudian ketukan pintu terdengar dari luar. Jin tentu saja mempersilahkan sosok itu masuk, setelah melepaskan pelukannya dengan V tentunya.

"Jin Hyung, bisakah kau membantuku dan Jimin Hyung menyiapkan makan malam? Maaf sebelumnya merepotkanmu, lagi," Tanya Jungkook melanjutkan pertanyaannya yang terpotong sebelumnya.

Jin tersenyum sebelum mengangkat tubuhnya dengan berat hati meninggalkan kamarnya, dan juga singanya. Kini kamar JinTae gelap dan sunyi. Namun suara kasur bergetar tiba-tiba berbunyi. V bangun, dan matanya menatap kosong pintu putih yang tertutup rapat itu. Sebelum akhirnya ia memutuskan untuk tertidur kembali. Kacau? Tentu saja. Tidak ada yang tahu kalau pikirannya sedang kacau, sangat kacau.

~ 방탄~

"Bangtan Boys, kalian mempunyai 5 menit lagi sebelum tampil ke atas panggung."

Peringatan tersebut semakin membuat member BTS yang lain tergesa-gesa. Suga yang sedari tadi tak ada hentinya merapikan poninya. Jhope yang sedang berselca ria, namun karena peringatan waktu membuat hasilnya jelek dan mengulanginya lagi. Rapmon yang mencari kata-kata yang tepat untuk ia sampaikan nanti. Dan duo dancer BTS –Jimin dan Jungkook yang sedang mengingat koreografi mereka.

Masih ada 2 member lagi. V dan Jin. V untuk sementara tidak diperbolehkan beraktifitas. Sakitnya belum benar-benar pulih. Bahkan sebelum member lain pergi, muka V semakin pucat dan suhunya semakin naik. Dan Jin sendiri, ia benar-benar diam membisu. Ia hanya menatap layar TV kosong, tanpa niat menontonnya sekalipun. Biasanya ia akan meng-tweet dan meng-upload foto. Tapi tidak untuk sekarang. Jin yang sekarang tampak mengerikan. Jika saja bakat actingnya lemah, para fans mereka bisa mencurigai dirinya.

"Jinnie hyung! Ayo!" Jin berdiri terlonjak kaget. Jungkook yang merupakan sang pelaku hanya sumringan dan menarik pergelangan tangan Jin. Jin hanya pasrah, toh dia bisa buat apa sekarang?

Para fans mereka sudah terlebih dahulu menyambut mereka, meneriaku nama bias masing-masing. Tentu member BTS yang lain merespondnya. Seperti love sign, membungkukkan badan, dan melambaikan tangan sudah cukup. Namun beberapa dari mereka memasang raut sedih saat melihat satu anggota idola mereka tidak hadir. Dan tentu meneriaki nama itu –V sebagai tanda meminta penjelasan.

"Annyeonghaseyo Bangtan suyeondan imnida." Serentak mereka melakukan introduction yang selalu mereka lakukan dengan berbungkuk 90 derajat.

"Sebelumnya sayang sekali salah satu dari kita, uri V tidak bisa ikut hari ini," sang Leader mencoba membuka mulut. "karena-"

"Annyeonghaseyo, mianhamnida." Para ARMY semakin teriak histeris disaat melihat sosok yang mereka cari ternyata datang juga. Bukan hanya fans mereka yang kaget, member BTS yang lain juga kaget. Terutama Jin yang sekarang posisinya paling dekat dengan V.

V masih terus membungkukkan badannya selama berjalan ke tengah panggung. Bahkan saat ia sudah sampai di barisan ia tetap membungkukkan badannya. Jin yang di sebelahnya menatap bingung ke pria yang berkeringat ini. Belum tampil saja ia sudah berkeringat. Apa ia terburu-buru atau panasnya semakin tinggi? Batin Jin bertanya. Ia mengangkat tangannya, meletakkan punggung tangannya di kening V. V sempat bingung, namun akhirnya ia menggenggam tangan itu dan menurunkannya ke tempat semula. Jin bisa melihat V berbisik 'gwaenchana' di situasi bising seperti ini. Dan tentu saja Jin tahu kalau V sedang berbohong.

Jin tidak sepenuhnya mehiraukan teriakan 'VJin' dari fansnya. Tapi masih ada satu yang ia pikirkan. Apa ini sesuatu plan-nya atau aku saja yang salah?

Musik sudah mulai, dan tentu saja member BTS sudah mulai menggerakkan badan mereka sesuai irama lagu mereka, Attack on Bangtan. Dan dengan diiringi teriakan fans mereka, lagu itu tidak terasa sudah selesai. Mungkin sangat cepat untuk para ARMY, tapi waktu 3 menit itu seperti 30 menit bagi member BTS karena lelah menari dan menyanyi. Walaupun mereka sudah hafal dengan gerakannya, tetapi tetap saja melelahkan.

"Kamsahamnida" ucap member BTS serempak, dan kembali ke backstage.

V berada di posisi paling belakang, sedangkan Jin sudah terlebih dahulu ditarik oleh Jungkook ke backstage. Tubuhnya masih bisa dibilang lemah, maka dari itu dia ada di posisi belakang. Dan Jimin yang awalnya berjalan dengan Jhope menghentikan jalannya dan menunggu V sampai sejajar dengannya, dan merangkulnya sampai ke backstage.

"Wah wah wah kalian jjang!" mereka hanya membungkuk sopan sebagai respon dari kru yang memuji mereka.

"Chukkae! Kalian luar biasa," ucap manager mereka sambil bertepuk tangan dan menghampiri mereka.

"Ne, Hyung. Kamsahamnida," balas semua member.

"Palliwa kita kembali ke dorm dulu," ucap manager hyung dan berlalu begitu saja di hadapan member lain.

"Hyung, kenapa terburu-buru sekali?" Rapmon sebagai leader mewakili mereka untuk bertanya.

"Kalian sudah menyiapkan lagu untuk comeback kalian, bukan?" Tanya manager hyung balik. Member lain hanya mengangguk sebagai tanda 'iya'.

"Kalau begitu ayo kita tunjukkan ke dunia sekarang," ucap manager santai dan melanjutkan langkahnya.

Member lain tentu saja bingung bercampur dengan terkejut. Secepat itu kah? Hanya itu lah pemikiran mereka. Tapi V dengan santai jalan mengikuti managernya dan meninggalkan hyungdeul dan dongsaengnya di belakang.

"Kim Taehyung kau pasti menyembunyikan hal ini lagi dari kita, huh?" V hanya tersenyum dua jari sebagai jawaban dari pertanyaan Suga.

"Dasar bocah aneh, pelit!" ejek Jimin sambil memeluk V dari belakang dan memukuli kepala V.

"Hey Jiminie! Sakit! Aih jinja-"

"Aku Hyungmu, babo!"

"Baiklah aku akan beritahu bocorannya!" sontak Jimin menghentikan aksi memukulnya dan beralih membalikkan tubuh V agar ia bisa melihat wajah serius namja yang lebih tinggi darinya itu. V terdiam sebentar, melihat semua hyung dan dongsaengnya. Mulai dari Jimin sampai berhenti di Jin, menatap sosok namja berkarisma itu lama. Sadar akan kegiatannya, ia kembali melihat sosok yang meminta penjelasan padanya.

"Skool luv affair, oppa, seragam." Jimin menatap bingung ke arah V. Jawaban macam apa itu? ia tidak mengerti.

"Tentang cinta di sekolah, pabo! Dan kau akan jadi anak toilet," jelas V seolah tau pikiran Jimin. Jimin yang tidak terima tentu saja bergerutu.

"Skool luv affair? Ah, aku tahu! Pasti Jungkook dan Jin hyung akan mendapat part utama," tanggap Jhope.

"Kalau begitu pasti ada actress-nya, hihihi," Suga memukul pelan kepala sang leader dan mempoutkan bibirnya. Dan setelah itu diramaikan dengan deheman sengaja dari member lain, terkecuali Jin.

"Apa?! Kalian batuk? Minta obat ke manager hyung sana! Haih, kajja palliwa!" perintah Suga, dan berjalan lebih dulu. Rapmon hanya berkekeh-ria dan mengikutinya, begitu juga dengan yang lain.

"Jin hyung, ayo! Ada apa denganmu hari ini, hyung?" Jungkook menarik lengan Jin, lagi. Dan Jin tidak menjawabnya. Sungguh Jungkook tidak mengerti jalan pikiran Jin hari ini. Apalagi tangan Jin sudah basah dengan keringat dingin sekarang.

A..actress? a..aku? Tidak! Tidak mungkin dan aku pastikan itu tidak akan terjadi! Tidak mungkin aku melakukan skinship yang.. oh aku tidak mau membayangkannya.

Jin memfokuskan pandangannya kepada sosok V yang sekarang mengambil jalan ke kiri sehingga tubuhnya tak terlihat lagi. Dan V sendiri menyadarinya, ada yang melihatnya dari belakang.

~ 방탄~

"V, sudah aku bilang 'kan? Jangan mengikuti aktifitas jadwal dulu," V masih duduk di sebelah Jimin tanpa mempedulikan omongan dari sang manager yang sudah menegurnya 15 kali.

"Aku tidak apa-apa, Hyung," tolak V.

"jangan berbohong, mukamu yang pucat itu tidak bisa berbohong," kali ini Jimin berusaha membujuk V. V tetap menggeleng.

"Kalian tau 'kan ini hanya sakit biasa? Berlebihan sekali," V mempoutkan bibirnya dan melipat tangannya di bawah dada. Bosan, selalu saja seperti ini. V tau kondisi tubuhnya sendiri, kalau ia memang sudah sangat lelah pasti ia akan mengatakannya.

Jin ingin sekali membujuk namja itu untuk kembali ke dorm. Tapi sayang keberaniannya kecil. Bisa saja V mengira kalau ia mengusirnya, dan tentu saja V bisa semakin marah padanya. Tapi melihat manager hyung yang sepertinya sudah frustasi membujuk V membuat dirinya merasa iba. Tapi jika ia melangkah 2 meter lagi untuk mendekati V, director-nya akan semakin marah. Oh dia benar-benar di posisi yang sangat membingungkan.

"Jin cepat kembali ke posisimu sebelumnya. Pastikan jangan sampai gagal," perintah itu segera Jin laksanakan. Kau pikir ber-acting seperti ini gampang jika pasanganmu melihat secara lansung, dan semakin marah padamu? Batin Jin menggerutu.

Sungguh setiap kali ia menggenggam tangan actress yang entah namanya siapa, keringat dingin selalu ingin keluara dari epidermisnya. Bukan karena jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat dan ia merasakan kupu-kupu yang menggelitik perutnya. Bukan, justru ia sangat muak jika itu terjadi. Tapi tatapan dingin dari TaeTae-nya yang membuat dirinya selalu salah tingkah. V memang tidak menatapnya langsung, ia hanya menatap punggung Jin saja. Tapi sukses bisa membuat Jin salah tingkah. Seok Jin Ah kau jauh kelewat dari batas normal. (?)

Ia kembali ke dunia actingnya. Menatap gadis itu dan menutup loker yang telah terbuka dengan kasar. Ya ia memang cukup bisa di adegan itu. Tetapi saat membalikkan tubuh gadis itu dan menatapnya lekat, ia sungguh tidak bisa. Dan jika memang ia berhasil membalikkan tubuh gadis itu, freeze, ia blank seketika.

Sudah beberapa kali ia menggunakan teknik imanigasinya, dimana sosok gadis itu diganti oleh wajah V. tapi naas, raut muka dingin V yang selalu tergambar. Bagaimana ia bisa ber-acting kalau melihat sang uke sedang marah seperti itu? Tentu saja tidak tenang.

"Haih cut! Cut! Cut!" Jin menghela nafas dan membungkukkan badannya lagi.

"Mianhamnida, sungguh saya minta maaf," upca Jin sambil membungkukkan badannya.

"ah gwaenchana, Jin-ssi," balas gadis itu dan tersenyum pada Jin.

"Dasar moduser, bilang saja itu salah yang disengajakan," gumam V dari kejauhan. Ya ia tahu apa yang mereka bicarakan.

"Kim Taehyung ayolah! Aku akan membelikanmu cheese cake jika kau mau pulang ke dorm. Kalau perlu aku akan membelikanmu bubble tea seperti Sehun sunbaenim," bujuk Jimin tak menyerah.

"Ya ya ya terserah kau saja," jawab V malas.

"Please V ayolah kita –kau tadi jawab apa?! Kamu mau pulang? Yay! Kalau begitu kajja! Tenang aku tidak akan melupakan janjiku," sergah Jimin dan menarik lengan V ke manager mereka.

"Baguslah, aku juga ingin mem-brain freeze otakku," ucap V tersenyum. Dan mereka pergi dengan tangan saling terkait, meninggalkan Jin terdiam membeku disana, sendiri.

Separah itukan kesalahanku? Jika kemarin Jhope, sekarang apa yang akan kau lakukan dengan Jimin? Hajima, jebal.

TBC

Lalala yeyeye ep 2 makin abal ya ampun TT^TT Makasih yang udah baca ep 1^^ awalnya aku juga mau cantumin 'VJin' di summarynya. Tapi berhubung banyak crack pair jadinya gak dicantumin. Hoho mianhamnida *bow* maaf kalau banyak typo dan semacamnya, maklum lah author baru jadi ceritanya abstark kayak orangnya *lah* Oh ya salam kenal ya! Panggil aja Richan, Chan, saengie, eonnie, thor, author, apalah. Panggil pacarnya V juga boleh *kabur*

Keep RnR ya^^ wait for next chapter! Ppyong~