Chapter 1 -Meet Again-

pzsehun27 present~

REGRET

Ooc,GS (FOR UKE),Typo(s)(males ngedit Muehehe)

Rated : T

Main Cast : Oh Sehun,Xi Luhan(Gs)

Other Cast : Byun Baekhyun, Do Kyungsoo.

Genre : Romance,Hurt Comfort

Lenght : Chaptered

Warn : Ff geje,tidak sesuai dengan EYD,yang bercetak miring adalah Flashback dan ucapan dalam hati.

.

.

.

.

Tap Tap Tap

Tok Tok Tok

"Masuk"

Seorang wanita yang mengenakan pakaian khas layaknya manejer dengan kacamata yang bertengger dihidung mancungnya itu sedang memperhatikan dengan teliti seseorang yang kini berada didepannya.

"Jadi, Kau yang bernama Xi Luhan?" Ujarnya sambil terus memperhatikan gerak-gerik wanita yang di hadapannya itu.

"Ne"

"Apa kau berasal dari China?"

"Ya,Ibuku kelahiran China,sedangkan Ayahku kelahiran korea"Ujar wanita itu sambil sedikit tersenyum canggung dan terus-terusan menunduk karena tak kuat akan tatapan tajam dari orang yang sedang menatapnya dengan intens seolah-olah mencari kesalahan yang ada pada dirinya.

"Apa marga Koreamu?"

"Byun,Namaku Byun Luhan"

"Baiklah, Selamat Byun Luhanssi. Anda diterima di Perusahaan ini,kau kami letakkan di bagian pemasaran. Dan jangan lupa,sebagai pegawai magang kau harus patuh dengan sunbae-sunbaemu, itupun jika kau ingin menjadi pegawai tetap disini."

"Kamsahamnida,kwajangnim"


~REGRET~


Orang-Orang berlalu lalang dan sibuk pada urusannya masing-masing. Disetiap meja terlihat tumpukan berkas yang bisa dibilang banyak kantor nya, Luhan dan pegawai magang yang lain hanya bisa menunduk sambil berjalan mengekori Manegernya.

"Semuanya Berkumpul!"Perintah Maneger tersebut. Dan dalam satu kedipan, semua orang kini tengah berkumpul dan menatap kearah pegawai-pegawai magang yang berada di belakang Maneger.

"Ini adalah yonsuja1 kita yang baru. Kalian sebagai sunbae mohon untuk mengajarkan dan memberikan contoh yang baik buat mereka!"

"NDE!"

"Ya sudah, sekarang kembali ketempat kerja kalian masing-masing. Jangan lupakan hal penting bahwa sore nanti,Direktur baru kita akan tiba dari L.A!"Perintah Maneger Lee dan dalam sekejap juga mereka telah kembali ketempat kerjanya masing-masing.

"Baiklah, kalian semua bisa duduk ditempat kerja kalian masing-masing. Dimasing-masing mejanya telah tercantum nama kalian!"Perintahnya lagi.

"Nde!"Semua pegawai magang tersebut beranjak menuju meja mereka yang telah di cantumkan nama mereka.

"Byun Luhan-ssi,Tunggu sebentar"Cegah Maneger Lee, Baru saja Luhan ingin beranjak kemejanya namun ia sudah dicegah oleh Manegernya ini.

"Bisa kau ikut aku?"

"Nde"

.

.

"Ketika,Direktur baru nanti datang. Aku mohon padamu,untuk menyerahkan berkas itu padaku nanti. Kau akan ikut di rapat sebagai assistent penggantiku. Assistent ku tidak bisa ikut karena ia sakit, jadi aku memilih mu sebagai itu, kau juga bisa sedikit belajar hal-hal yang mungkin tidak kau mengerti yang bisa didapatkan dirapat nanti."Ujarnya panjang lebar,sambil menyerahkan berkas yang ada di mejanya pada Luhan.

"Jangan lupa,pelajari berkas itu meskipun kau tidak ikut ambil alih dalam rapat tapi kau harus tetap mempelajarinya"Perintahnya lagi.

Luhan hanya bisa bergumam 'Ya'.Toh percuma saja dia melawan pada manegernya ini. Lagipula, kenapa harus dia? Bukankah dia adalah pegawai baru disini? Kenapa tidak pegawai yang lebih berpengalaman saja? Ah, Sudahlah tidak usah kita fikirkan ini,percuma saja membuang-buang tenaga hanya untuk berfikir tentang sesuatu yang tidak penting.

"Nde" Sekali lagi Luhan menunduk 90 derjat dan membawa berkas tersebut,Lalu keluar dari Ruangan Manegernya.


~REGRET~


Los Angeles. 09.00 A.M

"Hyung, Kau sudah menyiapkan semuanya?"

"Ya,Aku sudah mempersiapkan semuanya"

"Bagus lah kalau begitu,Omong-omong bukankah hyung bilang, bahwa hyung tidak ingin kembali lagi ke Korea? Lalu,Mengapa Hyung menyetujui permintaan Appa Hyung untuk kembali ke Korea?"

Lelaki berwajah datar tersebut terdiam mendengar pertanyaan Lelaki muda yang menjadi sekretarisnya tersebut. Perlahan kedua bola mata Lelaki berwajah datar tersebut berubah menjadi kelam dan sudut bibirnya terangkat sedikit kesamping,tersenyum mengerikan. Lelaki yang lebih muda disebelahnya hanya bergidik ngeri melihat atasannya kini benar-benar terlihat aneh.

"Karena aku memang harus kembali!"Ujarnya singkat namun sorot mata dan senyuman itu tetap tak luput hilang dari wajah tampannya.

"Kembali? Untuk Apa?"Seakan ingin lebih tahu secara rinci, Lelaki muda yang menjadi sekretarisnya tersebut tidak bisa membungkam mulutnya untuk tidak menanyakan pertanyaan yang tidak penting pada atasannya.

"Kembali untuk membuktikan padanya bahwa aku bukanlah Lelaki yang bisa diremehkan dan dijatuhkan harga dirinya!"Ujar Lelaki berwajah datar tersebut dengan rahang yang mengeras dan sorot mata yang mengerikan seakan api sedang berkobar didalam dirinya.

"Hyung kau kenapa?" Ujar bawahannya panik menatap Lelaki tersebut seperti ingin menerkam seseorang.

"Ya, Aku akan membuktikan padamu! Bahwa Aku Oh Sehun bisa menjadi Lelaki yang sukses tanpa kaki tangan ataupun bantuan dari siapapun,Xi Lu Han!"


~REGRET~


Lampu Kerlap-Kerlip dan bunyi musik berdentam-dentum menambahkan suasana ricuhnya club malam yang sudah terkenal dikalangan publik itu. Bisa dilihat disini,orang-orang menari dan melakukan hal-hal yang tidak senonoh antara kaum adam dan hawa tanpa tahu malu. Sudah sewajarnya bila di club ada stripteas yang melakukan tarian dengan tiang dan mengenakan pakaian yang kurang 'bahan' itu membuat mata-mata lapar menjadi terpuaskan. Dan di sinilah tempat orang-orang memuaskan hasrat,nafsu dan disini juga, tergeletak seorang wanita mungil yang sepertinya benar-benar mabuk tengah mengoceh yang tidak jelas.

"Ya! Apa salah keluarga kami? Kenapa eonniku terus-terusan melakukan aksi pembalasan dendamnya tanpa ada kemajuan? Hahaha, dia benar benar bodoh. HAHAHA,bahkan ia mengorbankan cintanya sendiri demi itu. YA! APA KALIAN TAHU? KELUARGA KU ITU TIDAK PERNAH SAMA SEKALI BERSALAH! DASAR GILA! LELAKI TUA ITU GILA SAMPAI-SAMPAI MEMBUAT APPA DAN EOMMA KU MENINGGAL DUNIA! HAHAHA!"teriak gadis tersebut yang menggelegar dan membuat para pengunjung lainnya benar-benar merasa risih atas kehadirannya. Terlebih wanita itu yang tadinya tertidur manis bak anak kucing yang baru saja tertidur diperut ibunya,sekarang ia malah melakukan aksinya dengan memanjat meja dan berteriak marah-marah.

Call me baby,call me baby.

Dert. Dert.

Sebuah ringtone panggilan masuk baru saja terdengar berdering dengan keras disaku wanita itu, ia langsung membelalakkan matanya dan turun dari meja. Ia mengambil nafas dalam-dalam dan mengembalikan kesadarannya sepenuhnya. Ia bahkan juga sempat mengatur nada suaranya agar tidak terdengar seperti khas 'orang mabuk'. Lalu,ia beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi wanita.

"Yeoboseyo"

"Ya! Apa kau bolos kuliah lagi?"

"Tidak,Aku tidak bolos kuliah eonni. Wae?"

"Jangan berbohong, Byun Baekhyun! Sudah berapa kali ku bilang,berhenti untuk ngeclub! Apa kau tidak bosan-bosan mendengar ceramahan eonnimu?"

"Aku tidak berbohong! Untuk apa aku berbohong? Lagipula tumben sekali eonni menelfon ku ? Mengapa? Apa eonni merindukan ku? "

"Tidak, hanya saja eonni mu menyuruhku untuk datang ke club dan mencari adik semata wayangnya disini. Bukan kah eonni mu benar-benar hebat mengetahui akal adiknya yang manis ini hm?"

"Ap..Apaa Maksud"

"Byun Baekhyun! Berbalik lah kebelakang!"

"HUWAAAA EONNI ! AMPUN! AKU BENAR-BENAR BERJANJI TIDAK AKAN BOLOS KULIAH LAGI! KYUNGSOO EONNI INI BENAR-BENAR MENYAKITKAN! LUHAN EONNI HUWEE!"

"Simpan semua janji manismu itu, Lalu jelaskan sendiri nanti pada Luhan! Kali ini aku tidak akan membantu mu lagi, Anak Nakal!"Ujar wanita bermata bulat besar itu semakin memperkuat jewerannya kepada adik sahabatnya yang nakal itu.

"Eonni,Jebal! Bantulah aku untuk terakhir kalinya! Aku berjanji tidak akan mengulangnya lagi!"Ujar Baekhyun memohon dan hendak mengeluarkan jurus aegyonya kepada Kyungsoo.

"Tidak, Aku tidak akan termakan omongan mu lagi! Dan juga jangan gunakan aegyo-mu itu padaku! Karena itu benar-benar menjijikan!"

"Eonni!"

"Apa yang kalian lakukan disini?" Tiba-tiba terdengar suara pria yang begitu berat dan serak-serak basah. Pria dengan tinggi yang menjulang itu menatap kedua wanita yang terlihat 'seperti-sedang- bertengkar' itu dengan tatapan yang aneh.

"Neo! Mengapa kau bisa disini?"

"Da.. DASAR MESUM!"Teriak Baekhyun dan melemparkan high heels nya kearah pria tersebut.

Strike

Lemparan itu tepat mengenai jidat Pria itu ,ia meringis pelan dan menatap Baekhyun dengan tajam. Sedangkan yang ditatap kini telah mengambil high heelsnya kembali dan menarik temannya keluar dari kamar mandi tersebut.

"B..Baek,Aku fikir kita yang salah masuk!"Ujar Kyungsoo sambil menatap pintu kamar mandi yang baru saja mereka masuki tadi. Dan benar saja, Kamar mandi tersebut bertanda bahwa kamar mandi pria yang bisa dilihat dari Gambar Pria yang ditempelkan dipintunya.

"Benarkah? Ah sudah lah, tidak usah difikirkan. Lebih baik kita pulang,Kajja!"Ujar Baekhyun dengan santai menarik tangan Kyungsoo.


~REGRET~


Flashback

Seorang wanita manis berjalan dengan senyum mengembang yang tertera diwajahnya.

'Krek'

Pintu terbuka. Wanita itu memasuki ruangan yang dibukanya pelan dengan mengendap-endap. Namun senyuman yang terpancar diwajahnya tiba-tiba saja menghilang dalam sekejap ketika ia melihat ruangan yang di bukanya itu kosong tidak berpenghuni. Jendela ruangan tersebut terbuka. Tidak mungkin, tidak ada orang jika jendelanya terbuka. Raut wajah wanita itu tiba-tiba bingung dan ketakutan.

"Apa kau mencari ku?"Suara berat seorang pria menyadarkan lamunannya. Wanita itu langsung berbalik arah dan terkejut lagi ketika tahu siapa pria yang kini berada di hadapannya.

"Apa kau tidak bisa membuat ku tenang ketika tidur,eo?"

"Bisakah kau tidak datang untuk menganggu urusan orang lain?"

"Kau tahu, Kau itu sangat mengganggu ku! Apa kau fikir orang lain akan senang jika ia sedang tertidur lelap lalu wajahnya di tatapi begitu lama oleh seseorang?"

"Berhenti menggangguku!"

5 Kalimat yang pria itu ucapkan padanya lolos membuat air matanya terjatuh secara perlahan. Namun pria berwajah datar itu tetap tidak merasa bersalah ketika melihat wanita dihadapannya itu menangis. Wanita itu terus-terusan menangis dan membuat pria tersebut sedikit 'risih' akan tangisannya.

"Bisakah kau diam? Lain kali jika datang,bawalah sesuatu yang bisa aku makan ataupun minum!"

Dan ucapan terakhir yang disebut pria itu berhasil membuat wanita itu terdiam dan berhenti menangis. Wanita itu mendongakkan kepalanya dan menatap Pria tersebut dengan seksama. Sedangkan yang ditatapi hanya menutup matanya berusaha untuk menghindari tatapan wanita itu. Ya,Pria itu benar-benar tidak tahan akan tatapan wanita itu. Tidak tau mengapa alasannya.

"Ba..Baiklah.."Ujar wanita itu mengusap air matanya dan tersenyum kembali seperti awal.

"Sehun.."

"Ne?"

"Namaku Oh sehun, Kau sudah mengetahuinya bukan?"

"Ah,ya"

"Kalau begitu,Siapa Namamu?"

"Byun Luhan! Kau juga bisa memanggilku Xi Luhan"Ujarnya Riang.

"Kalau begitu, Luhanssi. Bisakah satu hari ini kau membiarkan ku tidur tenang dan tidak menatap ku dengan intens seperti kemaren-kemaren?"

"hm,ba..Baiklah"

Flasback End

Sehun terbangun dari alam mimpinya. Ya,Lagi-lagi ia memimpikan hal yang sama. Siapa lagi kalau bukan wanita itu. Wanita yang selalu membuat rahang sehun akan mengeras dan matanya menjadi tajam ketika mendengar nama wanita itu. Wanita yang benar-benar dibencinya. Dan wanita yang sekarang membuatnya menjadi seorang pria bersetelan jas mahal yang sama sekali bukan gayanya itu. Dan Wanita yang tanpa sadar membuat dirinya sukses menjadi orang yang kini dipandang tinggi derajatnya.

"Jungkook-ah!"

"Ne hyung? Apa kau butuh sesuatu?"Ujar Jungkook yang duduk bersebelahan dengan dirinya.

"Mana berkas-berkas itu? Berikan padaku sekarang"Ujarnya sambil meneguk sebotol minuman dingin yang memang sudah disiapkan untuknya.

"Tapi Hyung, perjalanan masih lama. Kau bisa bersantai-santai dahulu,dan jika nanti sudah sampai disana kau bisa mempelajarinya. Beristirahatlah Hyung!"Ujar assistentnya itu sedikit memaksa, karena ia juga tidak tega melihat atasannya yang benar-benar workaholic itu terlihat letih.

"Tidak usah memerintahku! Sekarang cepat serahkan berkas-berkas itu padaku!"Ujar Sehun menatap tajam kearah Jungkook.

"Baiklah Hyung"

'Apa-apaan mereka,Sehun hyung baru saja pulang dari LA sudah disuruh untuk menghadiri rapat. Apa mereka berfikir Sehun hyung adalah robot' Ujar Jungkook dalam hati,ia benar-benar kesal pada orang-orang yang selalu saja menyusahkan hyungnya itu. Jungkook memang Asisstent pribadi Sehun tetapi Jungkook sangat dekat dengan Sehun,sehingga menjadikan mereka terlihat seperti adik dan kakak ketika keduanya sedang berdebat.


~REGRET~


"Yeoboseyo"

"Ya,Xi luhan! Kau benar-benar pintar eo! Bagaimana bisa kau mengetahui bahwa Rubah licik ini sedang berada di Club dan membolos kuliahnya eo?"

"Jadi dia benar-benar membolos lagi?"

"Ya! Asalkan kau tahu,bahkan ia juga bermabuk-mabukkan dan..."

"Ya Byun Baekhyun! Jangan mentarik-tarik ponselku!" Dan kini sepertinya telepon diseberang sana sedang diperebutkan oleh dua wanita berisik itu.

"Eonni kau bawel sekali!"

"Luhan Eonni jangan pernah percaya pada Kyungsoo eonni sedikitpun dia hanya mengibul!"

"Ya Byun Baekhyun! Apa kau fikir eonni percaya padamu?"

"Jadi eonni lebih percaya pada si pororo itu?"

"Apa-Apaan kau memanggil ku pororo! Dasar anak nakal!" Luhan hanya tertawa mendengarkan pertengkaran dua orang itu di telfonnya. Setidaknya itu cukup menghibur,menurutnya.

"Baekhyun! Siap-siap dirumah nanti! Eonni akan menghukum mu eo!

Pip

Lalu telfon di putuskan secara sepihak oleh Luhan. Luhan lalu menghela nafasnya panjang,dan matanya teralihkan pada pigura foto yang menunjukkan foto keluarganya, Dia,Baekhyun,Eommanya dan Appanya. Perlahan liquid bening keluar dari ujung mata rusanya, dengan cepat dihapusnya dan ditaburinya oleh bedak agar kantung matanya tidak terlalu menghitam karena kebanyakan menangis. Setidaknya ia harus terlihat tegar didepan Baekhyun. Cukup Baekhyun saja yang terus-terusan bersedih,ia tidak mau ikut-ikutan bersedih karena sebagai seorang Kakak ia harus menjaga dan melindungi adik satu-satunya itu. Dan ia harus lebih tegar lagi, untuk membalaskan dendamnya.

Luhan Mengambil berkasnya tadi dan membacanya dengan seksama.

"Direktur Oh"

"Oh? Ah,tidak mungkin. Apa yang kau fikirkan,Xi Luhan! Orang yang bermarga Oh satu-satunya bukan hanya dia. Lagipula bukankah dia pewaris tunggal Oh corporation, tidak mungkin dia menjadi Directur di C&S Corporation. Hahaha,Xi Luhan netralkan pikiran mu!"Ujar Luhan bermonolog pada dirinya sendiri dan kembali melanjutkan bacaannya yang sempat terhenti tadi.

"Oh

Se

Hun

Sa

Jang

Nim"

"MWO?!"

.

.

"Ah,Kwajangnim~~ Jebal,Aku tidak bisa menjadi asisstent mu!"

"Xi Luhan! Ada apa denganmu? Bukankah tadi kau iya-iya saja ketika aku menyuruh mu menjadi assistent pengganti?"

"Ta..tapi sepertinya aku tidak pantas"Ujar Luhan menunduk seolah-olah ia sedang merendahkan dirinya sendiri sekarang.

"Tidak usah merasa sungkan, Aku menyuruh mu menjadi assisten ku agar kau bisa berpengalaman juga!"Ujar Maneger Lee tanpa sedikitpun menaruh kecurigaan ketika Luhan tiba-tiba membatalkan niatnya untuk menjadi assistent pengganti.

"Bukan kah ada yang lebih baik dan berpengalaman dari ku? Kenapa harus aku? Jika nanti aku melakukan kesalahan maka nama baik kwajangnim juga tercoreng!"Ujar Luhan sedikit mengancam manegernya yang sama sekali tidak peka pada keadaan.

"Aku tahu kau pasti tidak akan melakukan kesalahan dan berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Jadi jangan pernah sekalipun kau merasa rendah! Sekarang pergilah keluar, Aku sedang tidak ingin diganggu! Jangan lupa pelajarilah baik-baik!"Ujar Maneger Lee sambil memijat tengkuknya dan mengibaskan tangannya menyuruh Luhan keluar dari ruangannya.

"Ne! Arraso!" Luhan membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan Manegernya tersebut.

'BAM'

Pintu itu tertutup keras dan Maneger Lee hanya menatap aneh pada Pegawai magangnya yang baru itu.

'Ada apa dengannya? Benar-benar aneh!' Ujar Maneger Lee bermonolog.


~REGRET~


'BAM'

Luhan menutup pintu ruangan Manegernya itu dengan keras. Lalu menyandarkan dirinya di dinding tembok koridor perusahaannya dan mengantuk-antukkan kepalanya dengan keras. Pegawai-pegawai yang berlalu lalang hanya menatapnya keheranan tanpa mau menegurnya satu pun.

"Ini gila! Benar-benar gila!"Ujarnya bermonolog pada dirinya sendiri.

"AH! BAGAIMANA BISA PRIA ITU KEMBALI LAGI!"teriaknya dan membuat pegawai-pegawai lain semakin menatapnya aneh dan curiga. Karena tidak ingin merusak citra imagenya,Luhan buru-buru membungkuk meminta maaf kepada semua orang.

Dan tiba-tiba terdengarlah suara ricuh yang membuat pegawai-pegawai lain langsung beranjak berjalan kearah suara kericuhan itu tanpa memperdulikan Luhan lagi. Luhan hanya menatap bingung dan ia menghentikan seorang pegawai wanita yang sesama pegawai magang sepertinya.

"Ada apa?"Tanya Luhan

"Sepertinya Direktur baru sudah datang"Ujar wanita tersebut dan berlalu meninggalkan Luhan. Sedangkan Luhan hanya terdiam terpaku disana.

"MWO?!"seakan tersadar dari lamunannya, Luhan membelalakkan matanya dan berlari kembali kekantornya dilantai atas,karena ia memang sengaja menghindari Direktur baru itu tidak seperti yang lain.

.

.

"Hah! Bagaimana ini!"

"Apa yang harus kulakukan!"

"Kenapa Wanita tua (Manegernya) itu tidak mengerti keadaan ku!"

"Xi Luhan,Kau benar-benar dalam bahaya sekarang!"

"Gila! Ini benar-benar gila!"

"Apa aku harus bunuh diri saja disini?"

"Tidak Luhan,Kau yang sudah gila. Jika kau mati nanti,siapa yang memberi makan dan menafkahi Baekhyun"

"Baekhyun maafkan eonnimu!"

Luhan sedari tadi mondar-mandir tidak karuan dan berbicara sendiri sambil memegang kepalanya dengan pusing. Untung saja ia sedang sendiri sekarang dikantor,karena yang lain pasti sedang menyambut Direktur baru dibawah sehingga ia tidak perlu merusakkan imagenya sendiri dan dianggap gila.

"Baiklah, Luhan kau harus menetralisasikan fikiranmu"

"Hembuskan nafas mu dalam-dalam"

"Lalu keluarkan!"

"Hembuskan nafas mu dalam-dalam"

"Lalu keluarkan lagi!"

"Aish,Jinjja! Ini benar-benar tidak mempan!"

"Ya Tuhan! Aku harus apa?"

Barang siapa yang melihat Luhan sekarang maka ia pasti akan berfikir bahwa wanita itu benar-benar gila dan harus diantarkan kerumah sakit jiwa sekarang. Kalau ada yang bertanya,adakah orang yang berbicara sendiri lalu menjawabnya sendiri maka orang itu benar-benar ada! Luhan lah orangnya. Ia benar-benar terlihat sangat frustasi sekarang. Bahkan keringat dingin sudah mengucur dibadannya.

"Xi Luhan, Apa yang kau lakukan disini?"Tiba-tiba suara seorang wanita menyadarkan Luhan dari kegilaannya.

"kk..Kwajangnim"

"Ayo cepat bawa berkas mu dan ikuti aku! Kita akan rapat sekarang!"

"Mwo? Bukan kah Anda bilang bahwa rapatnya dan Direktur baru itu akan tiba sore nanti?"Ujar Luhan sambil berdoa supaya Manegernya ini benar-benar termakan omongannya.

"Aku juga tidak tahu mengapa ia datangnya cepat sekali tidak sesuai dengan jadwal! Ah sudahlah,ikuti saja aku tidak usah banyak tanya!"

"Ah,Ne!"Ujar Luhan sambil memaksaka senyumannya . Ia benar-benar kesal pada Manegernya ini yang suka seenak jidatnya menyuruhnya, padahal ia baru satu hari bekerja di Perusahaan ini.

'Xi Luhan sadarlah kau hanya pegawai magang dan turuti saja perintah manegermu itu'Ujar Luhan bermonolog dalam hati.


~REGRET~


1 Jam yang Lalu. Bandara Incheon.

"Hyung,bisakah kau membantu ku mengangkat ini? Ini benar-benar sangat berat ugh!"Ujar Lelaki muda yang bernama Jungkook itu yang membawa 2 Koper di tangannya dan 1 tas besar yang dikalungi dilehernya.

"Angkat saja sendiri! Lagi pula, berani-beraninya kau menyuruh atasan mu kookie-ya!"Ujar Sehun mengedipkan matanya dan menggoda Jungkook. Sedangkan Jungkook tengah mengumpat sendiri atas ketidak berperike'Jungkook'an atasannya ini.

"Simpan umpatan mu itu eo! Apa kau fikir kita sedang berada di LA? Di korea, Jika kau mengumpat seperti itu maka kau benar-benar bawahan yang kurang ajar! Apa kau mau aku memecatmu?"Ujar Sehun sedikit mengancam assistentnya yang sekarang terdiam itu.

"Pecat saja! Lagipula aku tidak tahu assistent mana yang akan betah denganmu,Hyung!"

"Ya! Dasar bocah kurang ajar!"Umpat Sehun,sedangkan Jungkook hanya tertawa karena telah membuat atasannya itu kesal. Jungkook berkata seperti itu karena ia yakin Sehun tidak akan benar-benar memecatnya karena Sehun sangat menyayanginya seperti adiknya sendiri.

"Hyung, Kita akan kemana sekarang?"Tanya Jungkook setelah puas menertawakan atasannya itu.

"Kita langsung ke Perusahaan sekarang!"

"Mwo? Bukankah jadwal rapatmu sore nanti? Mengapa sekarang hyung? Ayolah Hyung, aku benar-benar letih! Lagipula dipesawat tadi aku tidak sempat tidur karena hyung terus-terusan menggangguku!"Protes Jungkook sedangkan Sehun hanya tersenyum tipis atas kelakuan manja asisstentnya itu.

"Sebenarnya tadi aku juga ingin langsung pulang,karena tidak tega melihatmu. Tetapi karena kau menertawakan ku membuat rasa tegaku itu hilang! Dan bukankah memang tugas seorang assistent untuk menemani atasannya setiap waktu eo?"

"Mana ada atasan yang mengganggu bawahannya,Hyung!"Rengek Jungkook, sedangkan Sehun hanya tertawa puas dalam hati karena telah membalas kejahilan Assistentnya ini.


~REGRET~


"Ah,Aku benar-benar letih sekarang!"Ujar Sehun dan langsung menghempaskan dirinya di kursi ruangan miliknya itu.

"Hyung,kau benar-benar tega!"Ujar Jungkook yang juga ikut-ikutan menghempaskan tubuhnya di sofa ruangan milik Sehun itu.

"Ya! Siapa yang menyuruh mu untuk tidur di sofa ku?"

"Hyung,Jebal!" Dan lagi-lagi Sehun tertawa puas karena mendengar rengekan Jungkook. Keduanya benar-benar sangat letih ketika baru sampai di Perusahaan ini tadi. Karena pegawai-pegawai disini menyambut nya 'sangat' antusias,seperti mereka bertemu dengan idolanya Sehun dan Jungkook yang berwajah keidola-idolaan itu membuat para pegawai wanita disana menjadi berbunga-bunga melihat ,Sungguh itu sangat berlebihan sekali.

"Hyung apa kita langsung keruangan rapat setelah ini?"

"Ya,begitulah"Ujar Sehun pelan dan menutup kedua matanya sejenak untuk beristirahat sebentar meskipun tidak tertidur pulas.

.

.

.

"Pemasaran pada produk kita meningkat dibulan Januari bla bla bla bla..."

"Hoam" Sehun terus-terusan menguap mendengarkan presentasi dari seorang yang sedang berdiri didepan infokus tanpa memperdulikan lingkungannya sedikitpun termasuk tatapan dari seorang wanita yang terus-menerus menatapnya tajam.

"Sekarang kita akan mempersilahkan Direktur Baru kita untuk memperkenalkan dirinya kepada kita semua"Ujar seseorang yang berada di depan tadi. Sedangkan Sehun langsung tersadar dan berdiri lalu membungkuk hormat kepada mereka semua yang berada di rapat itu.

"Saya Direktur Baru disini, Oh Sehun Imnida!"Dan terdengarlah tepuk tangan yang meriah dari orang-orang yang menghadiri rapat tersebut. Lalu, Sehun mulai berpidato panjang hingga rapat mereka selesai.

.

"Huh! Aku benar-benar selamat! Untung saja dia tidak melihatku tadi!" Ujar Luhan membuka kacamata bulatnya dan bersandar didinding sambil meneguk air nya yang hampir habis. Ia benar-benar kehausan karena melihat pria itu kembali,siapa lagi kalau bukan Oh Sehun.

"Luhan-ssi, segera kembali kekantor mu!"Ujar manegernya dan berlalu meninggalkan Luhan. Sedangkan Luhan hanya membungkuk pelan dan mengumpat pelan karena manegernya itu sangat-sangat membuat nya kesal. Dan Luhan segera beranjak kekamar mandi karena ia harus mencuci mukanya yang benar-benar merah padam itu.

.

"Benar-benar tidak memiliki citra kedirekturan!"

"Jika ia melihatku tadi maka tamatlah riwayatku dan Aku pasti akan didepak dari sini sekarang juga!"

"Xi Luhan,Tuhan benar-benar menyayaingimu" Ujar Luhan lagi bermonolog sambil mencuci mukanya berulang-ulang kali karena ia harus memadamkan kemarahannya dengan air segar.

'Krek'

Pintu Kamar mandi itu terbuka dan Luhan benar-benar tidak memperdulikan seseorang yang baru saja keluar dari WC itu. Namun,Orang itu juga ikut-ikutan mencuci mukanya disamping Luhan dan membuat Luhan bisa menyadari siapa orang yang berada disampingnya sekarang.

"Kau!"

.

.

.

.

.

"Xi Luhan!"

"Tamatlah riwayatku!"

.

.

.


TBC

1 = trainee/pegawai magang.

NAN IREOKE ULDA ULDA ULDAGA! Annyeong kembali lagi pada saya Muehehehe!

Alhamdulillah respon nya bagus semua, jeongmal gomawoyo!

Maafkan saya karena chapter 1 nya benar-benar jelek dan tidak 'sebagus prolognya'.

Karena saya memang orang yang PHP. HAHA iyain.

Maaf kalo ceritanya jelek. namanya juga author baru yang sok2an buat cerita dan ngepost.

Sumpah ini nyiapinnya harus 5 jam! Karena otak ngadet banget kalo bahasanya agak formal gt, kan biasanya bikin yang humor dan juga buat nepatin kata katanya kitu susah karena gue bukan anak sastra.

Udah ah gak usah banyak bacot. pokoke

Thanks to hunrilu;Kiranmelodi;NoonaLu;Samiyatuara09;LisnaOhlu120;1two4;Ohjuna93;geumhee;bbcskl;tjanbaek;niaswety93;retaecth; .7; dan orang-orang yang memfollow serta menfav ff ini :*

SARANGHAE

13052015