Yaaa..Minna!!! Chapter ke dua nih !!Maap nih kelamaan update-nya, lagi pusing~_~! Gak tw caranya update fic (hadbang ke tembok terdekat)

a/n : cerita pendek+gaje author

Author : (lari gaje keliling ruangan sambil teriak-teriak) "Hiaaaa Aaaaaa,,,Ancur… Gaje … AU… OOC … Pendek …Bahasa Baku banget…Uwaaaa"

Minato : (bangun dari tidurnya) "Woy author aneh berisik! Bisa diam gak sih gue lagi tidur nih!!"

Author : (masih teriak) "Uaaa… dodol… cerita paan sih yang gue bikin ??? Waaaa Aaaaa…gak jelas ..gak mutu (head bang ke tembok)

Junpei : (datang dan duduk di sebelah Minato) "Yo Bro! udah bangun lo, tumben gak tidur lagi ? biasanya jam segini lo masih ngorok"

Minato : "Eh gue bangun gara-gara Author baru sialan tu" (nunjuk Author yang masih head bang) "Padahal gue baru aja tidur 2 jam yang lalu, eh dia malah datang trus teriak gaje"

Junpei : "Oh author baru, emang napa dia jadi kayak orang stres gitu??"

Yukari : (muncul gaje) "Wee Stupei, tumben lo peduli ma orang lain"

Junpei : "Emangnya salah kalo gue peduli ma ni Author baru?? Dan lagi Jangan manggil gue Stupei!!"(tampang sewot)

Yukari : "Biarin, eh Minato tu anak ngapain di sudut??"

Author : (duduk di pojok, pundung)

Minato : "Gara-gara fic yang dia buat gak jelas ceritanya..Ouaahhh….Udah ah gue ngantuk mo tidur lagi. Oh ya satu lagi, tolong kalian bujuk tu author buat lanjutin ceritanya. Ati-ati (nguap lagi+tidur lagi)

Junpei : "Haah dasar lo Minato"

Yukari : (Pergi keluar)

Junpei : "Eh Yukari, lo mau kemana??"

Yukari : "Gue baru inget tadi Mitsuru-senpai manggil"

Junpei : "Lah, terus ni Author gimana??"

Yukari : "Lo aja yang urus ndiri, gue buru-buru. Good luck Stupei"

Junpei : "Haaahh!!! Huh, ya udah (mendekati Author)

Author : (masih duduk sambil menundukkan kepala)

Junpei : "Yo Author ngapain sih manyun gitu? Ceria dong. Dari pada meratapi nasib, mending lo lanjutan deh fic lo ntu" (menghibur Author sambil jongok)

Author : (masih diam)

Junpei : "Hey ayolah lo ngambek lama amat sih! Buruan lanjutin ceritanya"

Tiba-tiba sang Author teriak(lagi?) sambil mengangkat kepalan tangannya ke atas seperti orang menang undian. Tanpa sengaja Author malah meninju Junpei yang ada di atasnya, membuat pemuda bertopi itu jatuh terjungkal dan pingsan

Author : (berdiri+teriak lagi) YOSH!!. Aku gak boleh begini terus! Fic itu harus di lanjutin (berlari ke dalam kamar yang ada di lantai dua meninggalkan Junpei yang tergeletak di lantai)

a/n : "Yah kepanjangan ya? Udah ah lanjut aja ceritanya. Oh ya arigatou buat Monkey D. Samanosuke, udah mau review "

Disclaimer : masih sama. Persona 3 asli punya ATLUS dan One Piece asli punya nya Oda Sensei. Karakter tetap, tapi kalo alur ceritanya asli punya saya~

Warning : AU, OOC, GAJE, bikin bingung, lamban, dll.

Summary : Sebuah keadaan yang mengharuskan mereka untuk pergi menjelajahi sebuah dunia baru yang belum pernah mereka kenal

Enjoy It's!!!

Persona 3 Thriller Brak

Chapter 2 : Keadaan Terdesak

#Lantai 102#

Di salah satu lorong gelap tartarus, dua orang laki-laki sedang berjalan sambil melakukan kegiatan masing-masing. Salah satunya, seorang pemuda berambut biru emo sedang mendengarkan Mp3 dengan headset yang di kalungkan di leher dan volume suara yang bisa memekak kan telinga jika dipasang di telinga. Memakai seragam bertuliskan Gekkoukan dan terikat sebuah kain bewarna merah di lengan kiri yang bertuliskan S.E.E.S. Dia berjalan dengan santainya sambil mengangguk kan kepala.

Lain lagi dengan anak laki-laki yang berjalan di sampingnya. Anak itu terlihat lebih muda dari pemuda emo. Anak itu berambut coklat susu dengan seragam yang sama dengan pemuda emo di sebelahnya, dia terlihat sedang memainkan sebuah tongkat atau lebih tepatnya tombak.

Ditengah perjalanan menyusuri lorong yang di penuhi oleh darah yang berceceran di lantai, terdengar sebuah suara atau bisa dibilang sebuah teriakan dari microfone yang masih terpasang rapi di telinga si pemuda emo. Mereka pun berhenti sebentar.

"MINATO-SAN, MINATO!!! BISAKAH KAU MATIKAN SEBENTAR SAJA MP3-MU ITU????.....aku mau bicara INI PENTING!!!" teriakan itu mengejutkan si pemuda emo yang di panggil dengan nama Minato itu. Sadar, Minato langsung mematikan Mp3-nya.

"Huh! Kau ini, selalu saja menghidupkan Mp3 dengan volume maximum, apa telingamu tidak sakit mendengarnya hah, bla bla bla…." omel Fuuka seperti ibu-ibu kehilangan dompet. Sekarang suara yang di dengar Minato bukan lagi alunan musik melainkan sebuah ceramah yang sudah biasa didengarnya dari cewek berambut hijau lumut ini yang sudah dianggapnya sebagai adik.

Omelan atau bisa disebut ceramah yang berlangsung sekitar 5 menit, akhirnya selesai juga

"Kau mengerti??" tanya nya setelah selesai mengeluarkan kekesalannya

"Ya ya aku mengerti. Sekarang ada masalah apa? Kau menghubungi ku bukan untuk menceramahi ku kan??" setelah mendengar pertanyaan itu, Fuuka langsung teringat tujuannya tadi

"Oh gomen, hampir lupa. Tadi aku merasakan ada sekelompok shadow sedang mendekat ke tempat kalian berada sekarang. Dan dari yang ku rasakan, mereka ada sekitar 20-an shadow dan mungkin akan bertambah. Sekarang shadow-shadow itu berjarak kurang lebih 2 kilo meter dari tempat kalian berada" jelas Fuuka dengan suara di penuhi kecemasan.

"Hu-uh, jadi kami harus bagaimana??" tanya Minato

"Kalian tetap waspada, sekarang Mitsuru-senpai dan yang lainnya dalam perjalanan menuju ke sana" jawab Fuuka, "Kalian berhati-hatilah"

"Baiklah, kami akan waspada. Terima kasih informasinya".

Setelah Minato mematikan microfone-nya, anak laki-laki yang sejak tadi memperhatikan Minato mulai bertanya

"Minato-senpai, ada masalah apa?" tanyanya

"Uh, Fuuka bilang ada sekelompok shadow akan mengepung kita" jawab Minato yang kini sudah menyiapkan sebuah pedang dan evoker

"Terus apa yang akan kita lakukan kalau mereka muncul? Kita hanya berdua saja disini" tanya anak itu lagi

"Yah, kita hanya bisa melawan dan bertahan. Mitsuru-senpai dan yang lainnya akan segera datang. Kau tenang saja Ken, aku akan menjagamu. Sekarang, kita lanjutkan perjalanan ini" jelas Minato

"Aku mengerti" jawab anak yang bernama Ken itu

"Tetap waspada"

"Baik!"Mereka pun jalan kembali dan tetap waspada akan kemunculan para shadow yang akan menyerang

*#*

#Lantai 97#

Terlihat sekelompok orang sedang berlari melewati lorong-lorong dan menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa. Semuanya memasang ekspresi cemas dan lelah. Salah seorang diantara mereka mulai bicara masih dalam keadaan berlari

"Uh, mereka berdua ada di lantai berapa sih? Aku sudah capek!" keluh Stup-eh-Junpei

"Aku juga, Mitsuru-senpai kita istirahat dulu sebentar!" seru Yukari dengan tampang lelah

"Ya, kita istirahat dulu disini" kata Mitsuru yang sudah berhenti dan duduk di lantai

"Hei Mitsuru, kau masih ingat mereaka ada di lantai berapa? Sejak kita di lantai 94 tadi sampai sekarang aku belum juga merasakan kehadiran mereka berdua" tanya Akihiko memulai

"Maaf aku lupa, akan ku hubungi Fuuka dimana mereka berada". Belum lagi Mitsuru bicara melalui microfone, sebuah suara menyerupai teriakan lebih dulu terdengar

"SENPAI!!"

"Ah maaf Fuuka, microfone-nya tadi ku matikan. Ada apa? Kenapa kau sampai berteriak seperti itu?"

"maaf, gawat senpai. Para shadow itu semakin dekat dengan Minato-san dan Ken-kun. Kalian harus segera kesana!" katanya dengan tergesa-gesa

"Ya, tapi Fuuka aku lupa mereka ada di lantai berapa?"

"Mereka ada di lantai 102. Iyo capeklah!!(?)"

"Baik!" berdiri dari duduknya, "Ayo kita pergi, mereka ada di lantai 102 tinggal 3 lantai lagi dari sini."

Mereka pun segera berlari kembali menuju lantai atas

*#*

#Lantai 102-Minato POV#

Masih tetap siaga dengan pedang yang kupegang, aku dan Ken mulai berlari meninggalkan lantai ini. Tapi, uh- sialan aku tidak tahu arah menuju tangga bawah kemana. Dan lebih sialnya lagi, microfone-ku dan Ken tidak berfungsi. Akhirnya, kami hanya berputar-putar di lorong yang sama berkali-kali. Karena lelah, Ken mengajak ku untuk istirahat

"Senpai, kita istirahat sebentar, aku lelah"

"Ya, tapi tetap rasakan keberadaan para shadow yang akan muncul"

"Baik"

Kami pun duduk untuk istirahat sejenak. Selang tiga menit kemudian, tiba-tiba aku merasakan banyak sekali kekuatan datang mendekat. Kaget, aku pun langsung berdiri

"Ada apa Senpai? Apa mereka sudah datang?" tanya Ken sedikit panik

"Ya, bersiaplah untuk pertempuran". Seperti yang dikatakan Fuuka, para shadow itu muncul berkelompok. Meskipun kelihatannya lemah, tapi kalau sebanyak ini? Uh- semoga saja Mitsuru-senpai dan yang lain segera datang. Huh, mereka mulai menyeang, "Ken, berhati-hatilah!!"

"Baik!"

*#*

#Normal POV-Lantai 101#

"Oh tidak! Aku merasakan banyak sekali shadow di lantai atas. Kita harus cepat!" kata Yukari cemas

Tapi, belum mereka menaiki anak tangga menuju ke atas, tiba-tiba saja sekelompok shadow muncul menghadang dan langsung menyerang mereka

"Oh Shit, biar aku dan Akihiko saja yang mengurusi ini. Kalian cepatlah ke atas akan kami buka kan jalan" perintah pemuda bertopi dan berjaket panjang selutut berwarna merah darah (bayangkan sendiri) pada yang lainnya

"Oke, ayo cepat! Berhati-hatilah Akihiko-Shinjiro, kami duluan" kata Mitsuru sambil lari lagi diikuti Yukari dan Stup-Junpei-ah!- di belakangnya

"Ayo Shinji, kita habisi mereka!" seru Akihiko pada yang di panggil Shinjiro itu. Mereka berdua pun mengeluarkan persona masing-masing dan langsung menyerang kumpulan shadow di hadapan mereka

*#*

#Lantai 102#

Slash…! Bruakhh…!

"Uh, banyak sekali. Ken teruslah bertahan" teriak Minato yang masih terus menyerang dengan pedang di tangannya

"Baik! Hah..hah.." Ken terengah-engah. Dengan sisa kekuatan yang ia miliki, dia men-summon , "PERSONA!!" teriak Ken, sesosok makhluk aneh muncul di hadapan nya. "Nemesis, Zionga!!" perintahnya pada makhluk itu

Zrash…uoowhh….

Dua ekor shadow langsung musnah. Sekarang, tinggal enam shadow lagi yang harus mereka basmi. Tapi, tanpa di sadari tiba-tiba saja Ken sudah di kepung banyak shadow.

"Tidak, Ken!! Bertahanlah!" teriak Minato yang sudah kewalahan dengan shadow yang ada di depannya membuat dia tidak bisa berbuat banyak

"Minato, Ken!!!" teriak Mitsuru, Yukari, dan Junpei bersamaan

Saat ingin menolong, segerombolan shadow muncul entah dari mana yang membuat mereka kewalahan karenanya. Keadaan mereka sekarang sungguh sangat terdesak. Minato harus melawan lima shadow sekaligus, Mitsuru-Yukari-Junpei juga melawan Boss yang muncul tiba-tiba. Dan yang lebih parah lagi, Ken yang sudah melemah di kerumuni enam shadow sekaligus membuatnya tak bisa berbuat apa-apa.

Saat mereka sedang berjuang menghadapi para shadow yang banyak itu, gedung menara yang disebut Tartarus ini pun bergoncang hebat. Saking kuatnya guncangan itu, mengakibatkan lantai tempat Ken dan keenam shadow yang mengepungnya hancur, membentuk sebuah lubang besar.

"Uwaaaa….!!!!" teriak Ken

Untunglah, dia tidak langsung jatuh. Dengan cepat Ken merentangkan tombak panjangnya sehingga ia selamat dan kini ia bergelayutan di mulut lubang itu. Tepat saat goncangan itu berhenti, semua shadow yang tadi menyerang mereka lenyap dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas sedikitpun. Mereka yang sadar, langsung berlari menuju lubang tempat Ken bergelantungan.

Sayang, belum sempat mereka mendekat guncangan tadi terjadi lagi. Dan kini tombak tempat Ken bergelantungan jatuh ke dalam lubang gelap itu

"Aaaaaaa…..!!!!" teriak Ken yang sudah masuk ke dalam lubang

"Tidak!! Keeeennnn……..!!!!!!!"

Tbc…

Author : "Yosh!! Selese juga nih! Tapi… Waaaaa… kenapa malah jadi membingungkan begini??? (head bang ke tembok terdekat)

a/n : Yah bingung ya?? Saya juga(digepak). Maaf nih lama updatenya lagi sibuk banget.

Ohh senangnya akhirnya ku LULUS UN!! Yeah !!! tinggal nunggu hasilnya aja, moga-moga nilainya memuaskan AMIIIN!!

Yah, setting one piece kayaknya di chapter 3 nih.

Mohon di repiu ya,ya,ya. Saya sangat butuh itu

Please Review-review-riview….