Chap 2
ai selai strawberry
Makasih :33 Yay! Selera kita soal couple sama!
Ermmm ,mulai chap 2, yang pake lo-gue cuma Hyo, dan Fuyu kalau lagi ngomong sama Hyo. Tolong diingat, Hyo anak Aomine, dan Fuyu anak Haizaki. Biar lebih terasa miripnya.
Tenang, update bakal cepet karena author lagi libur kelulusan. Gatau deh kalo udah masuk kuliah, hehe.
Overall, makasih udah baca!
skyesphantom
Oh? Ada NOTP-mu? Eh? Namanya gak susah-susah amat kok. Daiya diambil dari kata Daiyamondo yang berarti berlian, Fuyu artinya musim dingin, Mikado sebutan lain untuk Kaisar selain Houou di jepang, Hyo artinya panther, dan Fukuro artinya burung hantu. Hehe, makasih.
Aakk! Malu ada typo dimana-mana! Erm, kenapa Hyo sama Fuyu pake lo-gue udah dijelasin di balasan komen sebelumnya, ya. Oke, nanti ditambah di chap ini. Hehe.
Dia emang yandere kayak emaknya, Seijuurou. Masalahnya, dia punya tenaga bapaknya juga, bung. Serem kan :33 . Daiya? Sixth? Dia mah fifth :33 . Fuyu emang penampilannya ga biasa, soalnya waktu dia lahir, ortunya kan udah dapat status "mantan anggota kisedai" . Mesumnya Hyo mesumnya uke tapi, rada beda sama mine. xD
Oke! Dan thank you udah ngefave!
"BEGO! BUKAN ITU! Kalau 2X + 3Y =13, dan X =2, maka 3X= 13 – 4, karena = 4! Jadi 9 kan? Nah, terus 3X=9, jadi X= 9:3 = 3! Ngerti gak!? ELU JAWAB 200 DARIMANA!? " Bentak Fuyu, menggebrak meja. Yang dibentak hanya menggigit ujung pensil, memasang ekspresi (:3) dan dengan polosnya menjawab.
"Nggak ssu. Sama sekali nggak. Mikado-cchi sama Nijimura-cchi makan apa sih, kok pinter banget? PR musim panas SEMUANYA udah dikerjain di hari pertama, ssu."
Begitulah, Mikado dan Fuyu memang jenius yang sudah menyelesaikan PR musim panas mereka di hari pertama. Entah mau menyombongkan kejeniusan mereka atau tidak mau diganggu dengan yang namanya PR di tengah asyiknya liburan. Fukuro? Biasanya dia menyelesaikannya di minggu pertama. Daiya? Minggu kedua. Hyo? Sudah mau upacara dimulainya semester baru pun PRnya belum selesai. Karenanya, hari ini, pada hari ketika libur musim panas, Kiseki No Keisei berkumpul di rumah Fuyu. Fukuro? Dia sedang main PS10. Daiya? Nonton DVD pertandingan Kiseki No Sedai dulu. Mikado? Baca novel.
"Ini nggak ada hubungannya sama makanan... Ini soal bakat, tapi kalo nggak bakat, seenggaknya, gue berharap lo selamat dari garis merah. "
"Kenapa harus selamat dari garis merah? Garis merah kan perlambang jodoh. Asyik kali ketemu jodoh ssu?"
"GOBLOK! BUKAN ITU! ITU MAH BENANG, BUKAN GARIS! MAKSUD GUE NILAI SKBM! GUE NYOBA NOLONG LU DARI PR TAMBAHAN DAN REMEDIAL, EH LUNYA MALAH MASA BODO BEGINI! LU BENERAN MAU GUE TOLONG GAK SIH!?"
"Oooh, nilai SKBM toh. Kirain. Habis Nijimura-cchi pake istilah yang susah-susah, guenya gak ngerti ssu. Hehe. " Hyo cengengesan. Fuyu makin emosi. Kulitnya memang dingin, tapi temperamennya panas. Sebelum power forward SoM ini menggebrak meja sekali lagi, sang center menghentikannya dengan kata-kata.
"Sudahlah, Fuyu. Tidak ada artinya bicara kepada Hyo dengan ungkapan dan peribahasa yang sulit. Otaknya lebih kecil dari kacang, kau tahu itu kan? Omong-omong, koleksi novelmu bagus juga ya. Dan Brown? Sepertinya kau suka gore, ya, Fuyu?" Tegur Mikado, setelah menatap Fuyu dan Hyo, membolak-balikkan buku di tangannya.
"Aku tahu! Kau membuatku merasa bodoh sudah berharap usaha akan selalu berefek positif. Yah, kau bicara seakan-akan kau sendiri bukan fans gore. " Jawab Fuyu ketus. Hyo yang memang dasarnya bodoh, malah cengengesan lagi.
"Naaah, kan Nijimura-cchi udah tau gue bego, kita ga usah belajar! Kita ngebokep aja yuk ssu! "
"Gue gak punya video bokep!"
"Dih! Bohong banget cowok seganas Fuu-chan gapunya video bokep nodayo!"
"Ngomong gitu kayak tau aja aku beneran punya video bokep? Kalau memang punya, memangnya dimana, hmm? Jangan asal berbicara tanpa bukti! "
"Tau DETAILnya sih nggak nodayo, tapi please deh, aku sudah kenal kamu sejak kita masih playgroup. Aku punya dugaan dimana Fuu-chan menyembunyikan video pornonya. Dari sifatmu,pasti ada di tempat yang perlu mekanisme khusus untuk membukanya..."
"Dan membuka mekanisme khusus itu, sepertinya aku tahu bagaimana caranya. " Ujar Mikado, beranjak dari tempat duduknya. Dia menatap bagian pojok kiri atas rak buku , bagian yang lumayan sulit dicapai bagi sebagian besar orang, tapi mudah baginya. Dia mencoba meraih sebuah buku bersampul hitam , yang anehnya, judulnya ditulis dengan terbalik-bukan terbalik atas-bawah, tapi terbalik seperti pantulan cermin. Fuyu, yang menyadarinya, langsung memegangi tangan pria heterochromic itu.
"Jangan! Itu... Disitu.."
"Hmm? Kenapa reaksimu begitu, Fuyu? Tebakanku benar, ya ? Sayangnya, aku masih punya satu lengan lagi. " Dan dengan itu, sang pria jangkung pun mencapai buku hitam yang aneh itu pun, dan lemari pun berputar. Hyo dan Fukuro pun tercengang, sementara Fuyu memalingkan wajah dengan kesal.
Kali ini, nampaklah sisi lain dari koleksi Fuyu, yaitu berbagai macam aksesori bondage dan berbagai macam...yah, segala sesuatu yang kinky. Mulai dari kostum bondage, berbagai macam sex toy, berbagai macam tipe AV, bahkan novel-novel yang agak "melenceng".
"Aku tahu Fuu-chan memang ganas, tapi koleksinya sampai begini...Gatau mau komen apa, nodayo. "
"Ko..Koleksi Nijimura-cchi parah...Rantai dan tali disana-sini... Gajadi nonton ah... Aku sukanya yang biasa aja, yang ada ceritanya dikit, biar romantis dikit ssu.."
"Sampai ada In The Name of The Rose dan Fifty Shades Of Grey segala... Yah, tapi ini lebih parah sih. Dalam artian lain...Harusnya aku tahu ada yang seperti ini di kamar Fuyu, karena di kamar Hyo juga ada yang seperti ini. " Ujar Mikado sambil mengambil salah satu buku porno di "lemari kepribadian ganda" milik Fuyu. Hyo dan Fukuro langsung tertawa berguling-guling .
Yang ditemukan Mikado di kamar Hyo: /6UHiUXgzt4
Yang dilihat Hyo dan Fukuro: /PD6gjggi4u
"HAHAHAHA ANJER TANTE SHOUGO SEME NGAREP, MAJALAH BOKEP DITEMPEL FOTO SUAMINYA HAHAHAHAHA CAPEK BANGET NIH RAHANG KETAWA HAHAHAHA"
"EMANG KAMU PUNYA HAK BUAT KETAWAIN INI PADAHAL BAPAKMU JUGA BEGINI KE EMAKMU!? HAHAHA CAPEK UDAH KENAL FUU-CHAN BERTAUN-TAUN TAPI GATAU ISI LEMARINYA GINIAN HAHAHAHA"
{Nyokap busuk itu! Seenaknya saja memasukkan koleksinya ke dalam koleksiku! } Kutuk Fuyu dalam hatinya.
"Nah, karena rencana Fuyu untuk mengajari Hyo sudah hancur, bagaimana kalau kita bicara soal rencana liburan saja? Kalian belum ada rencana kemana-mana, kan? " ujar Mikado. Tumben si kapten setan ini baik.
"Belom ada sih nodayo, paling biasa, nemenin Fuu-chan terapi. Kenapa emang?"
"Fukuro, jangan bicara dengan gaya bicara seperti itu! Nanti ada yang salah paham , tahu! "
"Heee? Siapa, nodayo? Kalau aku sayang Fuu-chan, itu fakta kok, nodayo. "
"Fukuro! Kubilang, jangan-"
Krrrrk krrrk. Para anggota Kiseki no Keishi sangat mengenal bunyi itu, dan sebelum benda itu dipakai untuk memotong nadi mereka, mereka memutuskan untuk bungkam.
"Baguslah, kalian bisa diam tanpa aku harus bicara. Kita ke Amerika, yuk? Aku ingin mengantar Daiya bertemu dengan orangtuanya, sudah lama dia tidak bertemu mereka... Pasti kau kangen dengan orangtuamu, ya kan, Daiya?"
" Aku pasti bohong kalau aku bilang tidak, tapi aku tidak bisa seenaknya pulang pergi tanpa seizinmu. Dan sekarang kau malah mengajakku ke sana... Aku tidak bisa menolak, baik itu karena perasaan kangenku pada orangtuaku, ataupun karen kesetiaanku padamu. "
"Yay! Kita jadi ke Amerika ssu!"
Tiba-tiba, suatu suara menimpali dari pintu kamar, dan mereka pun mengenali sosok berambut hitam dan bermata kelabu itu.
"Kalau kalian mau ke Amerika, bagaimana kalau Om antar? "
.
.
.
.
"Lama! Sudah telat 15 menit, nih! Dari dulu aku khawatir mengirimkan anak kita ke Teiko ! Nanti dikelilingin psycho seperti kamu dulu!" Decak seorang pria tinggi berambut merah gelap. Pria kecil bermata biru es menenangkannya.
"Tenanglah, Taiga-kun. Terakhir kali Daiya mengirimiku SMS, dia sudah ada di langit Amerika. Dia pasti sudah datang sekarang . "
"Itu benar, Taiga. Sabarlah, mereka pasti datang. "
"Tatsuya? Kenapa kau ada disini?"
"Aku penasaran dengan anak Atsushi, Mikado."
"Kalau begitu sepertinya Himuro-san akan kecewa. Karena secara mental, Mikado-kun lebih mirip Seijuurou-san . " jawab seorang anak dengan rambut merah gelap dan mata biru es. Begitu melihatnya, pria tinggi berambut merah gelap, shade yang sama dengan anak itu, memeluknya erat.
"DAIYA! Papa khawatir sekali padamu , nak... Kamu tidak diapa-apakan oleh teman setimmu , kan? Makan cukup? Tidur cukup? Ingat mandi ?" *ngomel2 ala emak-emak dan memberikan berbagai macam nasihat dan pertanyaan khas ortu parno*
"Otou-san.. Okaa-san... Daiya juga kangen sama Otou-san dan Okaa-san. Tidak , Otou-san, mereka tidak melakukan apa-apa padaku ... Aku malah makan sebanyak Otou-san.. Dan aku tidak lupa mandi, kok. Aku juga cukup tidur. "
Dari jauh, anggota SoM lainnya memperhatikan pertemuan kembali keluarga itu.
"UUUUUUUHH! UNYU BANGET... KAYAKNYA KOKOROKU UDAH PECAH SSU... KOKORO MIDORIMA-CCHI GIMANA? "
"YA MENDING KAMU PECAH, PUNYAKU MALAH LULUH LANTAK JADI DEBU NANODAYO. NYUSUNNYA GIMANAAAAAA. EH HYO-CHAN MASIH PUNYA TISU?"
"Tau gak sih, kalian bener-bener keliatan bego kayak gitu. Toh kalian malah tiap pulang sekolah selebay ini, peluk bonyok dulu. Kalo Daiya wajar, bertahun-tahun gak ketemu. Lah kalian? Kelebihan adrenalin..." Komentar Fuyu. Kalau di adegan di manga, biasanya ada tetes air besar di sisi kepalanya.
"IIIIIIIHHH! FUYU-CCHI NGGAK BERPERASAAN SSU! INI PERTAMA KALINYA GUE LIAT DAIYA-CCHI MENUNJUKKAN EMOSI-"
"Walaupun kadang Hyo-kun yang suka menempeliku itu menggangu, tapi aku betah disana, kok Otou-san..."
"KYAAAA! DAIYA-CCHI KEJAAAAAAAMM! GUE DIBILANG GANGGUUUUU! "
Krrrk Krrk. Hyo dan Fukuro langsung diam.
"Maaf atas keributannya, Tetsuya-san, Taiga-san, Tatsuya-san. Saya tak yakin anda masih mengingat saya, mengingat saya sudah tumbuh drastis dibandingkan pertama kali kita bertemu. Perkenalkan, saya Akashi Mikado, kapten tim basket Teiko pada saat ini, yang disebut Kiseki no Keishi alias Successor or Miracles."
"Mikado-kun... Aku masih mengingatmu dengan jelas. Mata heterochromiamu benar-benar mirip Akashi-kun... Dan sekarang kau lebih tinggi dari Murasakibara-kun, aku tidak yakin bisa melupakanmu setelah ini." Jawab Tetsuya.
"Terimakasih atas perhatiannya. "
"Daiya benar...Fisikmu memang lebih mirip Atsushi, tapi dari kepribadianmu... Kau lebih mirip Seijuurou daripada Atsushi. " Sinis Himuro.
"Dan dari gaya bicara Anda, sepertinya Anda menganggap itu adalah kenyataan yang menyakitkan." Jawab Mikado tak kalah sinis.
"Huh... Kalau nama kalian begitu, berarti SEMUA anggota tim basket Teiko sekarang anak-anak dari GoM, ya.. "
"Iya juga ya! Kalau diperhatikan, semua disini mirip dengan GoM... Anak berambut biru itu pasti anak Aomine, kan? Power Forward kalian pasti dia kan? Menarik! Sini, one on one denganku! Aku belum menyelesaikan pertarunganku dengannya!" Geram Taiga sambil mengepalkan tinjunya. Hyo hanya menunjuk dirinya sendiri dengan bingung."
"Gue, ssu? "
"Iya! Memangnya ada lagi yang berambut biru dan berkulit hitam disini selain kamu? Kedua ciri tu terlalu mirip Aomine! "
"Eeeehhh... Iya..Gue anak pa bro Aomine ssu... Tapi gue bukan Power Forward SoM, ssu. Gue small forward, ssu. Walaupun bisa Formless Shot juga, hehe. Tapi power forward kami itu..."
"FUU-CHAN JANGAN PULANG, KITA GAK NYUEKIN FUU-CHAN KOK. " Teriak Fukuro, kedua lengannya menggelantung pada tangan kiri Fuyu, sementara tangan kanan sang power forward memegangi koper.
"AKU TIDAK MARAH! AKU HANYA INGIN MENUKARKAN UANG, AKU LUPA MENUKARKANNYA!"
"MARAH ENGGAK, NGAMBEK IYA NODAYO ! MAU NUKER DUIT DOANG KOK BAWA KOPER, JELAS-JELAS MAU PULANG. DAN PEREMPATAN-PEREMPATAN DI DAHIMU ITU JELAS MENANDAKAN KALAU KAU TERSINGGUNG !"
"KUBILANG AKU TIDAK MARAH! LEPASKAN AKU FUKURO, SEBELUM KAU BABAK BELUR!"
Kali ini Mikado yang memegangi tangan kiri Fuyu, karena disana hanya dia yang lebih kuat dari cowok albino itu.
"Hentikan , Fuyu. Perilakumu seperti anak kecil. Shuuzou-san pasti kecewa melihatnya..."
"Aku kecewa kalau melihat apa?" Tanya seorang pria jangkung dengan rambut hitam belah tengah dan iris kelabu. Melihatnya, Tetsuya tertegun.
"Anda..."
"Lama tak jumpa, Kuroko. Ah, sekarang jadi Kagami, ya? Kapan terakhir kali kita bertemu? Pada waktu pernikahanku, ya? Kagami Taiga, perkenalkan, namaku Nijimura Shuuzou. " ujar Shuuzou sambil mengulurkan tangannya. Mendengar namanya, Himuro tercekat. Taiga, dengan polosnya menjawab.
"Anda siapa ya? Kenapa Tetsuya begitu menyeganimu?"
Pik pik. Pik pik. Perempatan mulai muncul di pelipis sang mantan kapten Teiko. Himuro segera menyeretnya ke pojok, dan berteriak sambil berbisik.
"TAIGA! KAU TAHU KAU SEDANG BERBICARA DENGAN SIAPA!? "
"Tidak. Kenapa reaksimu begitu, Tatsuya? Dia kenalan Tetsuya , tidak mungkin orang macam-macam. "
"Kau benar-benar helpless, Taiga..Bodoh! Tentu saja aku akan panik kalau sedang berhadapan dengan yakuza paling berpengaruh di dunia! Gilanya, dia naik ke posisi itu di usia 25 tahun! "
"Hah... Yakuza? Tapi.. Kok Tetsu bisa kenal yakuza? Dia tidak pernah berurusan dengan dunia hitam...Walaupun namanya memang hitam."
"Kalian berani juga ya, membicarakan orang tepat di depannya." Himuro bergidik. Kali ini, Taiga juga, karena sekarang dia sudah tahu siapa itu Nijimura Shuuzou. Melihat kedua lawan bicaranya bergidik mendengar suaranya, Shuuzou tersenyum, dan melanjutkan dialognya.
"Aku belum menjadi raja dunia hitam ketika Tetsuya mengenalku, aku masih SMP waktu itu...Aku ini kapten Teiko pada waktu itu... Yang menyusun Kiseki no Sedai pertama kali juga aku. Bukan Seijuurou."
"Dan posisimu waktu itu pasti power forward. Kalau power forward SoM bukan anak Aomine, pasti anakmu, kan? Ini baru menarik...Tidak kusangka Teiko pernah punya power forward yang melebihi Aomine." Geram Taiga, ciutnya hilang dan digantikan naluri bersaing.
"Benar, dan aku dulu dikenal sebagai power forward terkuat di liga SMP. Aku berhenti dari basket karena aku harus menggantikan ayahku yang sakit...Karenanya ketika kau tiba di jepang, kau belum mengenalku. Tapi itu masa lalu. Kalau kau menginginkannya, maka akan kuperlihatkan, kekuatan dari orang yang disegani Akashi Seijuurou dan dipatuhi Haizaki Shougo."
"Orang yang dijuluki power forward terkuat pada waktu 20 tahun lalu menantangku one on one? Aku tidak mungkin menolaknya!"
"Baiklah, kalau begitu biar aku mengantar kalian ke lapangan terdekat. " Senyum Himuro.
"Wah, Om Taiga mau one on one sama Om Shuuzou, ssu? Bentar! Daiya-cchi sama Fuyu-cchi pake kostum cheerleader dulu, biar Om sekalian semangat! " Sontak Hyo. Niatnya mau nyemangatin, yang ada dimaki-maki.
"NAJIS! LU MAU GUE UMPANIN KE HIU!? "
"Hyo-kun, kalau mau berbuat yang aneh-aneh, jangan ajak-ajak orang deh."
"Kemampuanmu lumayan juga...Memang tidak salah ...Sebagai orang yang diakui Daiki dan Tetsuya ." Puji Shuuzou kepada Taiga, sambil mengelap keringatnya.
"Kau juga. Skorku hanya ¾ skormu...Padahal kau sudah 20 tahun tidak main basket, bakatmu mengerikan..." jawab Taiga.
"Begitu? Omong-omong, aku titip anakku selama mereka disini, ya."
"Papa nggak perlu ngomong kayak gitu! Aku udah gede, gaperlu diurus !"
"Apaan. Papa tinggal bentar langsung ngambek. " ujar Shuuzou sambil mengacak-acak rambut Fuyu. Sang anak hanya bisa terdiam, mata kelabunya bertemu dengan mata kelabu sang ayah, wajahnya memerah.
"CIEEEEE! FUU-CHAN MUKANYA MEMERAH! MALU NIH YEEEEE, MASIH DIPERHATIIN BOKAP!"
"AKU GAK MAU DENGER ITU DARI YANG ORTUNYA NYARIIN CUMA KARENA JAM 9 MALAM BELOM NYAMPE RUMAH!"
"BERHENTILAH MENJADI TSUNDERE FUYU-CCHI, KITA SEMUA UDAH NGERTI APA YANG ADA DIHATIMUUUUU!"
"SIAPA YANG TSUNDERE!? KALIAN PENGEN BANGET KUKIRIM KE RS!?"
Krrrk krrrk. Lalu hening.
"Tetsuya-san, Taiga-san, kita tidak naik taksi, kan? Kurasa bertujuh terlalu banyak untuk naik taksi... "
"Nggak lah, kalian naik van. Argh! Gajiku bulan ini..."
"Maafkan Daiya, Otou-san. Karena Daiya ngajak teman-teman Daiya ke rumah , jadi buat transportasinya ngabisin gaji Otou-san. Daiya maaf banget ..." ujar Daiya sambil memeluk papanya, dan menengadah dengan puppy eyes. Papa mana yang tidak sayang anak? Dan lagi sudah jadi pengetahuan umum kalau Daiya itu moe. Untung belum diajari aegyo dan moe-moe sama Hyo.
"Bu...Bukan begitu, Daiya... Papa hanya mengeluh sedikit... Tapi..Papa tidak sekecewa itu, kok... "
Ujar Taiga sambil memalingkan wajahnya dari putranya yang moe. Senang mendengar jawaban ayahnya, sang bayangan SoM ini berbalik, menatap teman-teman setimnya, dan dengan senyum malaikat papanya, yang tersungging di wajah yang mirip mamanya, berkata
"Syukurlah... Ternyata Otou-san tidak marah kalian berkunjung..."
KREEEEEKKKK PRAAAAANGG JLEEBBB DOOORRRR PRAAAAAKK .
Bunyi kokoro hancur. Fuyu langsung mengacak-ngacak rambut Daiya sambil memalingkan wajahnya, Mikado mengubur wajahnya di bahu kanan Daiya sambil memeluknya, sementara Hyo dan Fukuro memeluknya di kedua sisi.
"Kalian kenapa?"
"Bukan apa-apa, Daiya. "
"Kalian! Cepetan naik mobilnya!"
"Iya om Taiga ! Betewe om gaasik banget ah, om beneran pemadam kebakaran kan? Kok gak pake mobil dinas, ssu?"
"Ngurus suratnya susah tau!"
"Oooh. Kirain gampang , habis Pa bro suka minjemin mobil dinasnya buat aku kebut-kebutan sih ssu. Hehe. "
"Wah! Asik banget tuh kebut-kebutan pake mobil polisi! Tapi kebut-kebutan pake ambulans gakalah asik nodayo!"
"IKR? Apalagi kalo udah nyalain sirine ssu!"
"Ini RT banget nodayo! Full bebas macet! Asyik banget deh pokoknya!"
"Nanti kalian berakhir seperti Phaethon* , kalau kalian tidak berhati-hati." Celetuk Mikado tiba-tiba.
"Hee? Siapa tuh ssu?"
"Bukan siapa-siapa...Hanya ungkapan Yunani kuno."
"Artinya?"
"Kau keterlaluan, Akashi. Tidak akan berakhir setragis itu...Kalau gue elu, Hyo, gue gaakan nanya lebih lanjut... Sudah begitu sesatlah kalian, meng-abuse pengaruh orangtua kayak gitu. "
"Ujar anak yakuza, ssu."
"Biarlah gue anak yakuza, seenggaknya gue gak pernah nge-abuse pengaruh ortu kayak lo bedua. "
"Kalau nge-abuse kekuatan sendiri sering nodayo."
"Masalahkah itu untukmu? Kekuatanku adalah milikku, terserah aku bagaimana aku akan menggunakannya."
"Ah, kita sudah sampai." Gumam Daiya. Mereka pun segera membereskan barang-barang . Pasangan Kagami tinggal di sebuah rumah kecil dekat pantai. Romantis? Emang. Namanya juga KagaKuro. *plak*
Karena masih agak sore, Fuyu pun mengeluarkan payungnya. Payung hitam, tentu saja, warna terbaik untuk menyerap cahaya.
"Neee, Fuyu-cchi, kita one-on-one 2 jam lagi ya, ketika matahari sepenuhnya terbenam!"
"Hm."
Ketika yang lain sudah masuk rumah, Mikado menyandarkan dirinya pada mobil, dan melihat ke arah Fuyu.
"Tidak biasanya kau membiarkannya."
"Biarkan saja. Disini, orang biasa memanggil kenalannya dengan nama pribadi, kan?"
"Kalau kita sudah kembali ke Jepang, kalau dia memanggilmu begitu, kau akan membuatnya babak belur?"
"Begitulah. Kau akan mengizinkanku kalau tidak ada pertandingan dalam waktu dekat, kan?"
" Sepertinya? Dan seingatku, kau pernah bilang bahwa kau benci musim panas. "
"Aku memang benci musim panas. Tapi mumpung sedang jauh dari tempatku biasanya berada, aku mau melepaskan stres dulu."
" Hm. Kau kan tahu bagaimana caranya mengendalikan diri , jadi aku tidak merasa harus mencegahmu."
"Begitulah. Dan karena ponsel kita semua ada GPS-nya, aku tak perlu memberitahumu aku akan kemana, ya."
"Fuyu-cchi! Fuyu-cchi!" Teriak Hyo rusuh.
"Kalau kau mencari Fuyu, Hyo, bagaimana kalau coba mengecek GPS ponselmu?"
"EH!? Tapi dia udah janji mau one on one sama gue ssu!"
"Kau bilang akan bermain 7200 detik lagi, sementara itu, baru 4924 detik berlalu . Tidak usah panik."
"Kan mau jaga-jaga ssu! Yawdah, gue juga pergi deh!"
"Ikut nodayo!"
"Taiga-san, sepertinya ketiga ekor makhluk nokturnal itu tidak akan makan malam disini."
"...Kamu kan kapten mereka, kok bisa dengan santai ngomong begitu?" Ujar Taiga sambil menyiapkan makan malam.
"Karena ketiga orang itu memang dasarnya lingkungannya seperti itu. Dan lagi, aku tahu mereka akan kemana, dan kalau mereka macam-macam disana, sudah ada yang akan menghukum mereka selain aku. " Jawab Mikado tenang sambil memasang sapu tangan di lehernya.
"Sejak awal Mikado-kun sudah melihat ini pada Emperor Eyes-mu, ya?" Tanya Daiya
"Tidak, tapi seseorang pernah memberitahuku disana itu tempat milik siapa. Yaaah, semoga saja mereka bisa pulang dengan selamat... Semoga, ya."
Setelah berjalan agak jauh, kedua duo rusuh pun mencapai tempat yang ditunjukkan sinyal GPS. Keduanya tercekat. Mereka jelas-jelas berada di depan pintu masuk sebuah bar. Lebih tepatnya, mereka memang sedang ada di Las Vegas.
"Hei , Hyo-chan... Tempat ini.."
"Kita tau Fuyu-cchi, oke, ssu. Tapi datang ke tempat seperti ini..."
"Hei, kalian ngapain?"
Hyo dan Fukuro tersentak. Fuyu sudah ada di belakang mereka.
"Eeeeh.. katanya mau one-on-one sama gue, kok ngibrit, ssu?"
"Gue emang bilang mau one-on-one sama lu, tapi emang gue bilang gaakan pergi sebelum itu? Nggak kan?"
"Nggak sih..."
"Nah , itu tau. Yuk pulang!" Ujar Fuyu, kedua tangannya mencoba untuk memegang pergelangan masing-masing duo night hunter dan menyeret mereka kembali ke rumah pasangan yang mereka tumpangi, sebelum itu, keduanya menepis tangan saljunya.
"Weh! Tapi kita udah jauh-jauh kesini! Masa gak menikmati dunia malam Amerika, ssu? Ini AMERIKA, lho?"
"Terus? "
"Cewek Amerika oppainya beda sama cewek jepang, ssu! Lebih gede!"
"...Gue pulang, Hyo. Kalo lo mau menikmati suasana red light district lebih lama lagi, sama Fukuro aja. Gue pusing, mau tidur."
"Ah! Fuu-chan habis minum ya? Kok nggak mabok?"
"Bodoh! Mana bisa aku membiarkan diriku mabuk di kota asing dan aku tidak punya kenalan di dalamnya? Aku cuma minum sedikit untuk menghilangkan stres! Sudahlah, aku pulang!"
Lalu sang power forward pun melangkah pergi. Ketika sosoknya sudah tak lagi dalam jarak pandang (bahkan dari mata Fukuro), barulah keduanya mulai berbicara.
"Dia beneran ninggalin kita, nodayo. Pake Hawk Eye juga aku ga ngeh dia dimana..."
"Kalo gitu ini kesempatan, kan!? Gak selalu lho, Mikado-cchi melepaskan kita kayak gini. Yuk! Kita puas-puasin main , ssu!." Ujar Hyo, menggandeng akhirnya mereka malah pergi ke kasino dekat situ.
"Hyo-chan? Kok malah ke kasino?"
"Ke kasino itu, sekali dayung 2-3 pulau terlampaui ssu! "Main" sama cewek seksi, minum2 sekalian, terus yang lebih penting lagi, DAPET DUIT LEBIH, SSU!"
"Oh! Tumben Hyo-chan pinter! Biasanya jadi "juara terbalik" nodayo!"
"Ih! Midorima-cchi jahat ssu! Yawdah, kita mulai main yuk!"
Baru mau mulai main, tapi ternyata itu kasino formal. Jadilah mereka beli jas dulu di mall terdekat.
"Jadi, kita mau mulai dari mana, ssu?"
"Lah, kan kamu yang ngajak, nodayo. Yawdah, aku yang mutusin ! Kita langsung coba roulette, nodayo!"
"EEEEEEEEEEHHH?! LANGSUNG ROULETTE!? GIMANA KALO KALAH, SSU!? "
"Tenang aja, hari ini Sagitarius ada di peringkat atas kok! Aku juga bawa lucky item Sagitarius hari ini, KONDOM FIESTA RASA KIWI!"
"Entar minta ya ssu, mau godain mbak2 di depan pintu. "
"Gampang itu nodayo. Udahlah, kita mulai main aja, yuk!"
Kemudian mereka menukarkan sebagian uang mereka untuk chip, dan mulai berjudi habis-habisan. Anehnya mereka menang terus, sehingga nilai credit mereka pun mencapat 6 digit.
Sampai Hyo mempertaruhkan semua chip mereka, dan bodohnya, kalah.
"KOK GINI!? KOK GUE KALAH, SSU!?"
Fukuro pun segera mengecek jam tangannya. Jam menunjukkan pukul 12.05 .
"GAWAT! HARI UDAH BERGANTI NODAYO! LUCKY ITEM SUDAH TIDAK BEREFEK LAGI!"
"EEEEEEHH?! JADI, KITA..."
Sebelum Hyo menyelesaikan kalimatnya, sekuriti sudah meringkus Hyo dan Fukuro. Hyo pun berteriak.
"Please wait! I.. Still have something !" Kemudian dia melepas dasinya, lalu berkata dengan senyum menggoda.
"Ladies, anyone want to buy this?"
Langsung, semua cewek berduit disitu (bahkan yang datang bersama suami mereka, hoho.) pun langsung melelang dasi tersebut.
"JADI INI STRATEGIMU, Hyo-chan!? SERU!" Respon Fukuro. Yaelah, nikmatin ternyata.
Begitulah, karena keberuntungan mereka hilang karena hari telah berganti, mereka kalah terus. Dan terus menerus melelang pakaian mereka. Mulai dari dasi, jam tangan, anting, lalu jas, celana, sampai akhirnya celana dalam. Keduanya menelan ludah.
"Hyo-chan."
"Ya?"
"Aku sih gapapa sama chirarism*, tapi...Aku bukan exhibitionist, nodayo."
"Gue juga gitu, ssu. Kalau kita kalah...Ini celana dalam, lho, ssu. Kalau masih kalah juga, kita terpaksa jual kemeja..."
"Dan kita jadi bugil, nodayo. Ergh!"
Dan sayangnya , mereka...KALAH. Semua cewek dilokasi udah histeris. Readers juga pasti udah semangat liat mereka telanjang, kan? Ngaku aja, author juga, lho.
Sementara Hyo dan Fukuro, dengan berat hati, mulai membuka kancing baju mereka. Para cewek yang menonton mereka semakin histeris saja. Sampai ada suara yang tiba-tiba memecah keributan itu, dan suara "Kyaaaa" berubah menjadi "yaaaah."
"Kalian ini masa harus ditolong terus, kapan mandirinya!? Nih! Kuberi dasi, tapi setelah ini aku takkan menolong kalian lagi!"
Fukuro dan Hyo langsung memalingkah wajah mereka ke belakang. Rambut bening dan mata kelabu itu... Ternyata Fuyu sedari tadi mengawasi mereka. Tapi kalau memang dia masih bersama mereka, kenapa Hawk Eye Fukuro tidak dapat mendeteksinya?
"Fuyu-cchi..."
"Fuu-chan.."
"CEPETAN AH ! UDAH DITOLONGIN JUGA!"
Dan masih kalah. Penonton histeris lagi, Hyo dan Fukuro terisak di sisi Fuyu. Fuyu, menelan ludah, bersiap untuk melepas jasnya, lalu tiba-tiba ada suara yang sangat dikenalnya, memanggil namanya.
"Fuyu?"
Fuyu pun segera berbalik. Pemilik suara itu tidak lain adalah Nijimura Shuuzou, ayahnya.
"Papa? Papa ngapain disini?"
"Harusnya Papa yang nanya begitu! Ini kasino punya Papa!"
Hyo dan Fukuro pun menelan ludah.
"Mampus! Ini kasino punya om Shuuzou, ssu! Gilak, sampe punya cabang di amrik segala ssu! Bisa rest in peace nih! BTW, waitress-nya bohai semua,
Amerika emang mantab ssu!"
"Bukan rest in peace lagi, rest in pieces nodayo! Tau ya? Amrik emang top banget. Pistol sekuritinya juga beda."
"Tapi kayaknya dihajar Om Shuuzou masih mending daripada disiksa Tante Seijuurou, ssu."
"Loh, bukannya kita tau itu dari dulu makanya suka nempel ke Fuu-chan tapi gaberani sama Mika-chan? Sama aja, nodayo."
"Iya ya ssu?"
Shuuzou, yang menyadari kedua teman anaknya yang sibuk berbisik-bisik (dan hanya memakai kemeja), menyadari bahwa kedua anak inilah sumber keributannya, dan berteriak memanggil mereka.
"KALIAN! KESINI! AKU BUTUH PENJELASAN DARI KALIAN, HEI ANAK-ANAK INGUSAN!"
Yang dipanggil bergidik, kemudian Hyo malah cengengesan.
"Ampun om, Hyo belum mau mati. Belum senggama sama 1000 cewek ssu."
Fuyu facepalm. Perempatan di kulit Shuuzou nambah. Fukuro cengo.
"Hyo-chan, kamu bukan Panty..."
"SUDAH, CUKUP! GUARDS! TAKE THESE BRATS TO MY ROOM! FOR THIS CLEAR-HAIRED ONE...I'll take care of him by myself."
Kemudian Hyo dan Fukuro pun diseret ke ruangannya Shuuzou. Fuyu? Dia ikut, tapi dia jalan dengan kakinya sendiri. Setelah dilempar ke lantai, kedua hewan malam itu bersin-bersin. Yaiyalah, Cuma pake kemeja. Untung Fuyu berbaik hati melemparkan taplak meja kepada mereka. Kenapa ga selimut aja? Ya, karena gaada di ruangan itu!
"Jadi, kalian bisa jelaskan kenapa kalian berakhir disini? " ujar sang mantan kapten Teiko. Kedua uke tersebut pun cengengesan.
"Awalnya kita ngejar anak om, nodayo."
Fuyu emosi lagi. "Jangan memfitnahku! Kalian sendiri yang mau kesini! Tadi kan kita ketemu di depan bar karena aku emang habis minum-minum!" .Fuyu pun segera menutup mulutnya, menyadari bahwa dia keceplosan.
"Minum? Fuyu, kamu tadi mabok? " Keping kelabu mencoba menatap keping kelabu lain, tapi sang pemilik rambut bening menggelengkan kepalanya.
"Papa, aku tidak ma-"
"Tapi Fuyu-cchi kan tadi emang minum minuman keras, ssu. Ngerokok pula. Udah beberapa jam yang lalu sih, jadi baunya udah ilang. Tapi tadi dia beneran minum alkohol biarpun gak sampe mabok, ssu." Potong Hyo. Fuyu menatapnya kesal, tapi pandangannya teralihkan ketika tangan ayahnya menampar pipi saljunya.
"Kapan aku mengizinkanmu untuk melakukan hal seperti ini, Fuyu?"
Fuyu terdiam. Lalu ia pun melanjutkan.
"Aku stres, pa. Papa baru mereka berdua bikin ulah hari ini aja udah kesel banget, kan? Aku mengurusi mereka tiap hari, pa. Bayangkan saja aku se-stres apa, ditambah, terkadang Mikado menyuruhku untuk mengerjakan tugas-tugas yang dianggapnya terlalu membosankan. Kenapa semuanya dibebankan padaku? Aku punya batas sendiri. Lagipula aku tidak mabuk, aku tidak melakukan hal seperti itu setiap hari... Hanya beberapa bulan sekali.. Ditambah pula disini siapa yang mengenalku? Papa tidak perlu semarah itu, kan?"
Semua yang ada di ruangan itu terdiam. Lalu tangan Fuyu yang meraba pipinya yang memar pun pindah ke keningnya yang terasa pusing.
"Ng... Dan lagi, aku pusing dan ngantuk banget... Papa, bolehkah aku pinjam satu ruangan saja? " Mata kelabunya memantulkan kelelahan. Sang ayah segera memberinya salah satu kunci ruangan, dan dengan lesu, melangkah Fuyu sudah melangkah keluar dari ruangan itu, Shuuzou meremas tinjunya.
"Nah, anak-anak nakal, kalian sudah siap untuk hukuman, kan?"
Hyo dan FUkuro cuma bisa terisak sambil saling peluk. Nah, karena author gamau ini berubah rated M, adegan bak-bik-buknya kita longkap ya. Dijamin bonyok, kok. Hehehe.
Selesai menghajar habis duo hewan malam, Shuuzou pun masuk ke kamar dimana Fuyu terlelap. Di ruangan itu, didapatinya sang anak sedang tertidur sangat lelap. Biasanya dia mudah bangun , karenanya Shuuzou sendiri jarang melihat wajah tidur Fuyu karena ketika pintu dibuka, Fuyu akan terbangun. Tapi kali ini tidak. Dia benar-benar kelelahan. Dia bahkan tidur dengan baju formal lengkap.
Shuuzou pun mengelus rambut kaca Fuyu.
"Maafkan Papa, Fuyu. Papa tidak tahu kamu punya beban sebanyak itu. Maafkan Papa yang tidak bisa meluangkan lebih banyak waktu untukmu. Maafkan Papa yang terlalu sensitif akan apapun masalah yang menyangkutmu. Papa hanya ...Tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan mamamu..."
"Fuyu juga minta maaf, pa.. Fuyu sudah mempermalukan Papa. .."
"Fuyu!? Sejak kapan bangun?"
"Eng.. Sejak Papa ngelus rambut aku. Aku ... Malu sekali tadi bisa lepas kendali seperti itu, aku..."
"Sudahlah, tidak apa-apa. Papa juga kalau ada masalah gak dipendem, kok. Apa-apa itu jangan dipendem sendiri, nanti stres. "Ujar Shuuzou sambil mengacak-acak rambut kaca Fuyu.
"Kayak Papa yang biasa bonyokin Mama dulu? " Fuyu menarik kesimpulan, dengan ekspresi (-_-).
"Hahaha, nah, itu tau. Yaaaah, toh kamu kan bandel pada waktu dan tempat yang tepat, dan jarang pula, gak kayak Mamamu, jadi Papa rasa, tidak apa-apa membiarkanmu lolos. Kamu sudah membandel dengan benar di masa remajamu. "
"...Papa serius?"
"Dilolosin bingung, dihukum gamau, kamu maunya apa..."
"Nggak! Nggak! Aku beneran berterima kasih Papa meloloskan aku kali ini!"
Lalu ponsel Fuyu pun bergetar, dan yang punya ponsel pun mengeceknya. SMS.
From: Murasakibara Mikado
To: Nijimura Fuyu, Aomine Hyo, Midorima Fukuro
Content: Aku harap kalian cukup bersenang-senang malam ini. Nanti pagi, aku harap kalian sudah ada di pantai pada jam 9 tepat. Aku harapkan kesiapan kalian untuk memainkan "Permainan Hukuman" kalau kalian terlambat barang sedetik saja. Aku ingin percaya bahwa kalian semua cukup kompeten untuk memenuhi harapanku.
Fuyu langsung keringat dingin.
"Oi!Hyo! Fukuro! Gawat nih! Si Mikado..."
Hening.
"Pa.
"Hm? "
"Kenapa ya... Kalau lagi digerecokin, kita stres terus, giliran nggak digerecokin...Ada rasa sepi yang aneh yang memenuhi hati?"
"Haha, papa juga gitu dulu sama emakmu. Oiya, kamu disuruh apa sama kaptenmu langsung keringat dingin gitu?"
"Cabut ke pantai sebelum jam 9! Dasar gila, sekarang aja udah jam 8!"
"...Dia ternyata mirip emaknya, toh. Yawdah, Papa antar. Cuma bentar ini. "
"Terlambat 7 detik." Tegur Mikado pada saat trio itu sampai di pantai. Mereka sampai pantai masih pake baju formal kayak semalem? Nggak lah, beli celana renang sama hoodie dulu di toko terdekat. Kok lupa baju beli!? Namanya juga anak-anak kebanyakan duit. Damn rich kids.
"Kita kan cuma telat 7 detik nodayo! Murasakibara kejam amat?! Dan lagi, tau gak, masa Fuu-chan beli tanning lotion sementara Hyo-chan malah beli whitening lotion? LOL banget ga sih? "
Cres. Cutter memotong sedikit rambut hijau Fukuro, dan lehernya berdarah sedikit. "Siapa yang mengizinkanmu untuk menengadah, Fukuro? Dan ya, itu lucu banget. Itu namanya tidak mensyukuri apa yang ada... Yaaah, manusia memang tak pernah puas, makanya bisa maju. "
Begitulah, saat Mikado bicara, lawan bicaranya harus menunduk. Kalau Seijuurou memandang rendah orang lain secara harafiah karena harga dirinya, dan Atsushi memandang rendah orang karena tinggi badannya secara literal, kalau Mikado keduanya. Kearoganannya didukung oleh tinggi badannya.
"Baiklah, kalau begitu kita mulai saja Game hukumannya. Game hukuman kali ini..." Mikado menatap licik ketiga temannya itu. Mereka bakal diapain , ya... Tunggu chapter berikutnya! :D
Oke , kayaknya barusan itu maksa. Niji jadi yakuza dan kekuatannya diatas Aomine juga headcanon gue (kata wikia, dia pemain terkuat di SMP waktu dia masih di Teiko). AND ENJOY SOME FAMILY MOMENT OF NIJIMURA FAMILY, U FUYU FANS. ADA FAMILY MOMENTNYA KAGAMI FAMILY JUGA SIH. HEHEHE. Chapter berikutnya mau author bikin berpusat pada siapa? Hehehe. Heh? Hubungan Niji sama Jaki kenapa kok dia bilang "Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan mamamu" ? How about next time. *Author dihajar*
Dan gambaran Fuyu yang dibuat kouhai di TL: /sOemW1lOkO
Footnote:
Phaethon: Dalam mitologi yunani, dia adalah anak dari dewa matahari Helios, namun kadang juga disebut sebagai anak Apollo. Intinya, dia mengaku sebagai anak dewa, tapi teman-temannya mencemoohnya. Lalu dia pun pergi ke kuil ayahnya dan minta bukti. Ayahnya bilang dia akan memberikan apa saja. Lalu anak itu meminta agar dipinjamkan kereta matahari ayahnya. Sang ayah menolak karena ini akan berbahaya bagi Phaethon sendiri juga, tapi Phaethon memaksa. Dasar papa sayang anak, akhirnya diizinkan juga. Ujung-ujungnya, Phaethon tidak bisa mengendalikan kereta kuda itu dan menyebabkan bencana dimana-mana sampai akhirnya Zeus sendiri menjatuhkannya dengan petir , :( poor kid. . Belum lagi saking sedihnya, ayahnya menolak untuk mengerjakan tugasnya sebagai dewa dan sibuk meratapi anaknya. :( karena memanjakan tidaklah selalu cara yang tepat untuk menyayangi...
Chirarism: Memperlihatkan sedikit kulit yang biasanya tidak terlihat agar nampak seksi. Bedanya dengan exhibitionist adalah chirarism hanya menampakkan SEBAGIAN KECIL kulit, kalau exhibitionist kan semua diperlihatkan. Biasanya chirarism dilakukan dengan memamerkan lengan atau kaki, tapi kalau dada hanya sedikit belahannya dan bukan keseluruhan payudara, maka itu juga masih masuk chirarism, bukan exhibitionist.
Author mau mengajukan beberapa pertanyaan nih...
1: Siapa member Kiseki no Keishi favorit kalian?
2: Favorite couple kalian apa?
3: Banyak yang bilang Fukuro pasangin aja sama anak KiyoHyuu, tapi author bingung ngedesainnya orz. Any idea?
4: Ini mau langsung masuk sekolah atau chapter berikutnya masih libur aja?
5: Mendingan author bikin english version dulu apa update?
6: Habis ini, kalian mau FF ini fokus ke family moment masing-masing anggota Kiseki No Keishi , atau kehidupan sehari-hari dan kisah cinta (homo) mereka? Tapi author jelas bakal bikn hubungan Fuyu sama Hyo dan Fukuro yang retak nyambung lagi kok :) namanya juga remaja :) Dan kalau family moment, keluarganya siapa, dan kalau kisah cinta, enaknya fokus ke couple mana?
Sekian, dan Drace pamit. I love you guys, muach *kissbye*
Reviewnya ditunggu, ya. Pasti dibalas, kok ~
