Just A Joke?

Author:Azzelya Bara

Rated: T

Genre: Romance, Drama

Main Pair: KaiSoo

Length: Two Shot

Summary: Apa 3 kata itu hanya lelucon untukku? Begitu? Aku memang sangat polos sehingga bisa tertipu oleh leluconmu. Kuakui, aku menyesal telah menyukaimu, Jongin/KaiSoo Fic/Two Shot/DLDR


Suasana di halaman belakang sekolah tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa siswa saja. Termasuk 2 Namja yang daritadi duduk di bangku itu. Mereka berdua menikmati bekal sambil sesekali berbincang-bincang. Namja ber-nametag 'Kim Jongin' menyuapi Namja di sebelahnya, begitu pula sebaliknya. Kyungsoo kadang protes ketika Kai menyuapinya makanan terlalu banyak.

"Enak kan, Kai?"tanya Kyungsoo.

"Tentu. Ayam gorengnya enak."jawab Namja berambut brunette itu sambil tersenyum.

Kyungsoo sangat menyukai momen seperti ini—memakan bekal bersama Jongin di halaman belakang. Ia ingin selalu bisa menghabiskan jam istirahat bersama Kai di atas bangku sambil menikmati bekal buatannya. Mulai hari ini dan seterusnya, Kyungsoo akan membuatkan Namja yang hobi menari itu sebuah bekal.

"Jongin!"entah darimana asalnya, datanglah 2 orang Namja yang merupakan sahabat Kai, yaitu Sehun dan Luhan.

"Kalian darimana?"tanya Kai, kaget.

"Kantin. Saat di koridor tanpa sengaja kami melihatmu, jadi kami berniat untuk menghampirimu. Tumben kau akrab dengan Kyungsoo."celetuk Luhan sambil melirik seorang Namja berambut hitam yang tengah menyantap bekalnya di sebelah Kai.

"Dia kan Namjachinguku."dengan sekali hentakan, Kyungsoo melingkarkan tangannya di bahu Kai, tepatnya merangkul Namjachingunya itu. Sehun dan Luhan membelakkan kedua matanya.

"Mwo?! Namjachingu?!"

Dalam hati, Kai sudah mengumpat dengan kesal. Bahkan Ia sama sekali tak mempunyai perasaan cinta maupun suka terhadap Kyungsoo, hatinya hanya untuk Luhan, sahabat sekaligus orang yang sangat Ia sukai. Kai menerima Kyungsoo sebagai Namjachingu hanya dengan alasan terpaksa.

"Sejak kapan?"Sehun terlihat antusias. Jongin menatapnya tajam.

Entah kenapa Luhan merasa sakit di hatinya. Seharusnya Ia senang karena sahabatnya itu sudah memiliki Namjachingu. Tapi kenapa Ia bersedih? Kenapa Ia tidak senang seperti Sehun?

"Kau mau tau saja sih!"ketus si rambut cokelat sambil membuang muka.

"Kemarin! Kai yang menembakku. Dia bilang 'I love you' padaku."Kyungsoo tersenyum. Sehun dan Luhan saling pandang sejenak. "Kenapa?"tanya Namja berambut hitam itu, bingung.

"A-aniya…"Sehun menggeleng.

"Kalian pergi sana. Hush!"usir Kai.

Sehun dan Luhan berpamitan sebelum pergi meninggalkan halaman belakang, menyisakan Kai dan Kyungsoo berdua di atas bangku.


Setelah pergi dari halaman belakang, Sehun dan Luhan memutuskan untuk keliling di koridor sekolah. Sehun bisa melihat raut kecewa yang terukir dengan jelas di wajah Luhan. Padahal sebelum mereka pergi menghampiri Kai dan Kyungsoo tadi, wajah Luhan terlihat lebih ceria dan riang. Bahkan Sehun masih ingat dengan jelas kalau Luhan sempat bercerita soal pengalamannya sambil tertawa sebelum ke halaman belakang.

"Luhan, kau kenapa?"tanya Sehun. Luhan menoleh dan tersenyum paksa.

"A-aku hanya kaget ketika mendengar kabar kalau Kai dan Kyungsoo sudah jadian."jawabnya.

"Aku sedikit merasa janggal dengan ucapan Kyungsoo tadi. Kai bilang'I love you' padanya? Bukankah itu hanya sekedar lelucon?"

"Tidak mungkin, Sehun. Mungkin Kai benar-benar menyukai Kyungsoo. Lagipula kan, tidak mungkin kalau mereka berdua jadian jika Kai tidak menyukai Kyungsoo."ucap Luhan.

"Tapi kan—"Sehun menghentikan ucapannya. Namja berwajah baby face di sebelahnya menatapnya dengan heran.

"Tapi kenapa?"

"Kai pernah bilang padaku kalau Ia menyukaimu."meski hatinya sesak, Sehun melanjutkan kalimatnya. Sehun memang menyukai Luhan, tapi Ia selalu memendam perasaannya itu demi Jongin. Jika sekarang Kai sudah memiliki Namjachingu, bolehkah Oh Sehun ini menyukai Xi Luhan?

"Mwo?"Luhan membulatkan kedua bola matanya. Rona-rona merah langsung menghiasi wajahnya. "Itu pasti dulu, Sehun."

"Tentu saja."Sehun hanya mengiyakan. Semoga saja Kai sudah benar-benar menyukai Kyungsoo dan telah melupakan Luhan.

"Hah… kenapa aku malah sesedih ini ketika tahu kalau Kai sudah jadian dengan Namja lain?"gumam Luhan sambil tertunduk.

"Sedih? Kenapa kau sedih?"entah kenapa muncul pemikiran aneh di otak Sehun ketika Luhan bergumam seperti tadi. Apa Luhan cemburu?

"Entahlah. Bukannya aku harus senang ketika sahabatku sendiri telah memiliki Namjachingu? Mungkinkah aku cemburu?"tiba-tiba Namja asal China itu mendongak dan menoleh ke arah Sehun. Sehun bisa melihat air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata Namja sahabatnya itu. Perlahan air matanya turun dan membasahi pipinya.

"Luhan, kenapa nangis?"Sehun menghapus air mata Luhan dengan jemarinya.

"Kau tau Sehun? Sebenarnya… aku sudah lama menyukai Jongin."


Sepulang sekolah, Kai dan Sehun tak langsung pulang ke rumah. Mereka berdua pergi ke Ruang Klub Dance untuk berlatih tari. Kai dan Sehun ingin mengikuti festival sekolah bulan depan, jadi mereka berlatih keras agar penampilan mereka terlihat sempurna di atas panggung nanti. Mereka akan melakukan duet, bukan sendiri-sendiri.

Selama perjalanan menuju Ruang Klub Dance, mereka berdua hanya diam. Suasana sangat canggung dan hening. Hingga, Sehun membuka suaranya untuk bertanya soal Kyungsoo.

"Umm… apa kau benar-benar menyukai Kyungsoo, Kai?"

"Menurutmu?"Kai melirik tajam ke pemuda di sebelahnya. Sehun hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu. "Sudah kubilang kalau orang yang kusukai hanya Luhan. Xi Luhan. Jadi jangan bertanya lagi."

"Tapi kenapa kau malah menjadi Namjachingu Kyungsoo?"tanya Sehun ketika mengingat omongan Kyungsoo di halaman belakang tadi siang. Kai menghela nafas berat.

"Aku hanya mengucapkan 'I love you' padanya. Tapi Ia kelewat polos dan menganggap ucapanku sungguhan."terangnya sambil cemberut. "Lalu Ia bilang 'kau mau kan jadi Namjachinguku?'. Aku bingung dan entah kenapa aku malah luluh ketika melihat wajahnya yang melas. Ya sudah kujawab 'iya' saja."

"Kau jahat Kai."komentar Sehun.

"Habis aku bingung, Sehuna."Namja berambut brunette itu membuka pintu Klub Dance dan memasukinya bersama Sehun.

Kai, Sehun, dan anggota Klub Dance lainnya mulai berlatih tari di ruang Klub Dance. Ketua Klub ini adalah Lee Hyukjae, si Dancing Machine dari kelas 3-B. Selama latihan Sehun tampak tidak bersemangat seperti biasanya. Ia sangat lemas, bahkan sering salah gerakan. Meski sudah diajari Eunhyuk berkali-kali, tapi Sehun tak berubah juga. Ada apa dengan Sehun?

"Kau sakit?"tanya Eunhyuk pada Namja berambut blonde itu. Sehun menggeleng pelan.

"Tidak. Aku akan lebih serius lagi, Hyung."

"Oke."Eunhyuk pergi meninggalkan Sehun.

Saat waktu istirahat 15 menit, Sehun duduk di bangku sendirian sambil meminum jusnya. Sebenarnya Ia masih memikirkan ucapan Luhan tadi siang di koridor sekolah, sehingga Ia stres dan tak bisa menari dengan serius.

"Kau tau Sehun? Sebenarnya… aku sudah lama menyukai Jongin."

"Argghhh! Kenapa harus Kai?! Kenapa bukan aku?!"geram Sehun sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

Dari jauh, Kai hanya memperhatikan sahabatnya yang terlihat aneh itu. Ia bangun dari bangku dan menghampiri Sehun kemudian duduk di sebelah Namja berambut blonde itu. Sehun tersentak kaget ketika melihat Kai yang sudah ada di sebelahnya. Ia cepat-cepat menggeser tempat duduknya ke pojok agar bisa menjauh dari pemuda itu. Sungguh, Sehun sedang sebal dengan Kai.

"Kenapa menjauh sih, Sehuna?"Kai malah mendekati Sehun. Si rambut pirang cuek dan tetap menggeser tempat duduknya agar semakin jauh dari Kai. Hingga, tanpa sadar Ia malah terjatuh dari atas bangku.

BRUK!

"Hahahaha! Sehuna, Sehuna."tawa Namja berambut brunette pada Sehun. Sehun mendengus sebal.

"Jangan mentertawaiku, Jongin!"Ia bangun berdiri dan segera duduk di bangku.

"Kasihan deh."Kai meminum jusnya. Sehun hanya membuang muka sambil menahan malu.

"Sehun, sebentar lagi festival sekolah akan diadakan. Kalau gerakanmu masih salah-salah seperti itu, mungkin kau akan terlihat buruk di atas panggung nanti."celetuk Jongin seraya menoleh ke arah sahabatnya itu.

"Aku akan latihan lagi."ucap Sehun tanpa sedikitpun menoleh.

"Kamu kenapa sih? Marah ya?"Kai heran dengan tingkah sahabatnya yang tak seperti biasa itu.

"Iya, aku marah."

"Karena apa? Aku?"

"Iya."

"Mianhae, Sehun."walau tak tahu dengan jelas kesalahan apa yang Kai lakukan sehingga Sehun marah, Ia hanya bisa berucap maaf.


Sudah 15 menit yang lalu seluruh anggota Klub Dance pulang, kecuali Jongin. Namja berambut brunette itu masih saja latihan menari di ruang Klub Dance meski tubuhnya sudah terasa lelah. Kai hanya ingin menyiapkan segalanya sebelum festival sekolah. Ia juga ingin tariannya sempurna di festival nanti.

KREK!

Tiba-tiba pintu ruang Klub Dance dibuka. Tampaklah sosok Namja berambut cokelat dengan dimple di kedua pipinya. Kai menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah orang itu—Zhang Yixing.

"Kau tak pulang Jongin?"tanya Lay. Kai menggeleng.

"Tidak. Hyung pulanglah duluan. 20 menit lagi aku akan pulang kok."

"Oh begitu. Ya sudah. Bye, Jongin!"

"Bye!"

BLAM!

Setelah Lay pergi, Kai kembali latihan dance. Hingga, tariannya kembali berhenti ketika musik yang tiba-tiba berhenti dan lampu yang mati. Kai mendecak sebal. Akhir-akhir ini sekolah sering sekali mati lampu. Pihak sekolah bilang kalau lampu sekolah akan dimatikan jika sedang turun hujan. Tunggu. Turun hujan?!

"Mwo?!"Kai segera berlari ke jendela dan menatap keluar. Ia bisa melihat tetes demi tetes air yang jatuh dari atas langit. Langit mulai menggelap dan sesekali petir menyambar.

Namja berkulit tan itu menghampiri tasnya di bangku dengan tergesa-gesa. Ia mengambil ponselnya dan hendak menyalakannya. Tapi tak menyala karena baterai-nya habis. Kai baru ingat kalau tadi malam Ia lupa mengisi baterai handphone-nya. Namja berambut brunette itu mengarahkan pandangannya ke penjuru Ruang Dance. Ruangan sangat gelap, hanya ada penerangan dari cahaya yang menembus jendela.

Tiba-tiba saja sebuah petir menyambar dengan keras, membuat pemuda berambut brunette itu diam mematung. Perlahan tubuhnya mulai gemetaran.

"Bagaimana ini?"gumamnya, panik.


Seorang Namja berambut hitam tengah berdiri di koridor sekolah sambil menyenderkan tubuhnya di dinding. Ia mengambil ponsel dari saku celananya dan segera menulis sebuah pesan singkat.

To: Kai

Kau sudah pulang belum? Aku menunggumu di koridor sekolah. Cepatlah pulang!

Setelah menekan tombol send, Ia memasukan handphone-nya ke dalam saku celana. Sudah hampir setengah jam Kyungsoo menanti Namjachingunya itu di koridor sekolah. Tapi yang ditunggu belum juga menampakkan batang hidungnya. Kata Kai, setelah selesai dengan Klub Dance-nya Ia akan segera menemui Kyungsoo dan pulang bersama.

"Kyungsoo!"merasa namanya dipanggil, Namja bertubuh mungil itu menolehkan kepalanya ke sumber suara. Rupanya Zhang Yixing, teman Kai di Klub Dance.

"Lay Hyung! Liat Jongin?"tanya Kyungsoo.

"Dia masih di Ruang Klub Dance. Padahal jam Klub Dance telah berakhir sekitar 15 menit yang lalu. Katanya, Kai akan pulang 20 menit lagi."jawab Lay. Kyungsoo melirik arlojinya. Sekarang jam setengah empat. "Aku pulang dulu ya! Bye!"

"Makasih, Hyung. Bye!"

Usai berpamitan dengan Lay, Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju Ruang Klub Dance. Ruangan itu tak terlalu jauh dari ruang klubnya, Klub Vokal.

Saat perjalanan, tiba-tiba saja lampu mati. Kyungsoo segera mengambil ponselnya dan kembali berjalan dengan menggunakan ponsel sebagai penerangan. Ia bisa mendengar bunyi rintik hujan di luar sekolah. Hal ini sudah biasa baginya. Pasti sekolah akan mati lampu jika hujan turun.

Setibanya di depan pintu Ruang Klub Dance, Ia segera memutar kenop pintu dan berjalan masuk. Kyungsoo mengarahkan handphone-nya ke penjuru ruangan, hingga kedua matanya menangkap seorang Namja yang tengah duduk di sudut ruangan sambil menekuk kakinya dan menyembunyikan wajahnya. Kyungsoo segera menghampiri orang itu.

"Jongin?"panggil si rambut hitam, ragu. Namja yang duduk di sudut ruangan itu mendongak dan menatap sosok di depannya sambil tersenyum tipis.

"Kyungsoo…"suara Kai terdengar bergetar.

"Kenapa kau masih di sini?"tanya Kyungsoo heran sambil berjongkok di depan Namjachingunya. "Ayo pulang!"ajaknya sambil menarik tangan Kai, namun Kai buru-buru menepisnya.

"Nanti saja. Sampai hujan berhenti."ucap Jongin. Ia menutup telinganya dengan kedua tangan.

JDARR!

Sebuah petir menyambar. Kai kembali menyembunyikan wajahnya dan memeluk kedua kakinya erat. Kyungsoo semakin heran dan mendudukan dirinya di samping Kai.

"Gwaenchana?"

"Kyungsoo… aku takut…"lirih Kai, pelan.

"Takut apa? Di sini ada aku, Kai."

"Aku takut petir, Kyungsoo."jawab Namja berambut brunette itu. Kyungsoo ber-oh ria.

Pemuda berambut hitam itu segera mengambil sebuah headphone dari tasnya. Ia segera menyambungkan headphone tersebut dengan ponselnya. Kyungsoo memutar lagu dengan volume suara yang cukup keras dan menempelkan headphone-nya ke telinga Jongin. Kai sedikit kaget ketika headphone itu ditempelkan ke telinganya, namun perlahan-lahan Ia terlihat lebih rileks daripada sebelumnya. Kyungsoo harap, Kai tak bisa mendengar suara petir di luar sana, tapi hanya mendengar alunan musik yang indah.

Neoui sesangeuro Yeah yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro Eodieseo wannyago
Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo
Manyang idaero hamkke georeumyeon
Eodideun cheongugilteni

"Apa kau masih mendengar suara petir?"tanya Kyungsoo sambil memeluk pemuda berambut brunette itu. Kai menggeleng pelan sambil memejamkan matanya. Oke, mungkin Kai tak mendengar suara petir tersebut, tapi Kyungsoolah yang mendengarnya.

"Baguslah."ujar Namja berpipi chubby itu. Tanpa Ia duga, Kai malah membalas pelukannya, sontak wajah Kyungsoo bersemu merah.

"Gomawo, Kyungsoo."bisik Kai tepat di telinga Kyungsoo.

"Ne, Jongin."Kyungsoo hanya mengangangguk.


Esoknya…

Seorang pemuda berambut pirang tengah duduk di salah satu bangku taman sambil menunggu seseorang. Sesekali Ia melirik arloji yang melingkari pergelengan tangannya. Sehun menolehkan kepalanya ke pintu taman belakang, mengharapkan sosok yang Ia tunggu datang. Namun sampai saat ini sosok yang Ia tunggu belum datang juga.

"Di mana dia? Sejam menunggu tapi belum muncul."Sehun menggerutu sebal.

Akhirnya, sosok yang Ia tunggu datang juga. Seorang Namja berambut hitam dengan kedua mata bulatnya berlari ke arah Sehun, dan duduk di samping pemuda berambut pirang itu. Kyungsoo terlihat kelelahan setelah kabur dari Klub Vokal-nya. Demi menepati permintaan Sehun untuk menemuinya di halaman belakang sekolah, Kyungsoo rela membolos jam Klub Vokal, dan memberikan alasan sakit kepada ketua Klub Vokal sebelum pergi menemui Sehun.

"Ada apa? Aku sampai bolos, lho!"ujar Kyungsoo sambil menstabilkan deru nafasnya.

"Sebenarnya—"

"DO KYUNGSOO!"teriak seseorang, sontak Sehun dan Kyungsoo menoleh berbarengan. Ternyata Byun Baekhyun. "Jangan lupakan tugas kelompok kita!"

"Oh iya!"Kyungsoo menepuk keningnya lupa. Baekhyun berjalan mendekati mereka berdua.

"Kau sih, menundanya terus, padahal Lee Seonsaengnim memberikan waktu untuk mengerjakannya dari minggu kemarin. Ayo, Kyungsoo! Kan, harus dikumpul besok."Baekhyun menarik-narik pergelangan tangan sahabatnya.

"E-eh… tapi…"Kyungsoo melirik Sehun dengan ragu.

"Sudahlah. Lain kali saja."ujar Sehun.

"Oke. Maafkan aku, Sehun!"kata Kyungsoo sebelum pergi meninggalkan halaman belakang sekolah bersama Baekhyun.


Setelah tugas kelompok Kyungsoo dan Baekhyun selesai, Kyungsoo memutuskan untuk menelepon Sehun. Ia-pun mengambil ponselnya yang berada di atas meja nakas, dan mengetik sebuah pesan singkat kepada Sehun untuk bertemu di suatu tempat. Setelah mendapat pesan balasan dari Sehun, Kyungsoo segera menaruh ponselnya di atas meja nakas, dan meraih mantelnya.

Pemuda itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan rumah setelah mendapat izin dari orang tuanya. Ia berjalan menuju salah satu taman yang tak terlalu jauh dari rumahnya. Di sana, Ia menduduki sebuah bangku dan menunggu Sehun.

Belum lama menunggu, sosok pemuda berambut pirang yang Ia tunggu tiba di taman. Dia menghampiri Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum kecil ke pemuda itu ketika Sehun duduk di sebelahnya.

"Lama menungguku?"tanya Sehun.

"Tidak kok. Aku juga baru datang di sini."jawab Kyungsoo. "Jadi apa yang ingin kau katakan padaku, Sehun?"

"Umm… sebenarnya…"Sehun menggigit bibir bawahnya ragu. Ia bingung ingin memberitahukan hal ini kepada Kyungsoo atau tidak. Namun, Sehun tak ingin melihat Kyungsoo semakin menderita karena ulah sahabatnya yang berbohong—Kai. Maka, Dia segera memberitahukan hal itu kepada Kyungsoo.

"Sebenarnya… ucapan Kai waktu itu hanya bohongan."ujar Sehun.

"U-ucapan yang mana?"Kyungsoo mengerutkan keningnya bingung.

"Ucapannya di Ruang Kesehatan dulu."

"Maksudmu?"Kyungsoo tambah bingung. "Tolong langsung jelaskan semuanya padaku."

"Ucapan Kai yang 'I love you' di Ruang Kesehatan itu hanya bohongan, dan dia menerimamu karena terpaksa."Sehun tertunduk. Sungguh, Ia tak berani melihat wajah Kyungsoo, apalagi jika pemuda bertubuh mungil itu menangis. "Kau tak tahu kalau Kai sering menggunakan lelucon itu? Kai memang hobi mengerjai teman-temannya dengan 3 kata itu… maaf, Kyungsoo."

"Hanya… bohongan?"gendang telinga Sehun menangkap suara Kyungsoo yang bergetar. Sehun mendongak ke arah pemuda di sebelahnya. Kyungsoo menangis.

"I-iya. Aku memberitahukanmu hal ini agar kau semakin tidak menderita oleh kebohongan Kai."ujar Sehun. Dia turut sedih ketika Kyungsoo terisak di hadapannya. Entah kenapa Sehun malah menyesal telah memberitahukan kebohongan Kai pada Kyungsoo. Seharusnya Sehun tak perlu memberitahukan hal itu karena nanti Kyungsoo akan mengetahuinya—tapi, jika Kyungsoo akan mengetahui hal itu nanti, mungkin Ia akan sangat sedih daripada sekarang. Toh, lebih baik tahu di awal daripada harus tahu di akhir.

"Kenapa aku tidak mengerti lelucon?"isak Kyungsoo sambil menghapus air matanya. "Aku memang bodoh… ini salahku yang terlalu polos…"

"K-Kyungsoo…"

"Terima kasih telah memberitahukan hal itu, Sehun."Kyungsoo tersenyum ke arah Sehun meski air matanya masih menetes. "Aku pergi dulu."

Drap! Drap! Drap!

Setelah berpamitan, Kyungsoo langsung kabur meninggalkan taman. Sehun berusaha mengejar Namja bermata bulat itu, tetapi Ia tertabrak seseorang sehingga terjatuh ke tanah. Sehun bangun berdiri dan membantu orang yang Dia tabrak itu berdiri. Ia tersentak kaget ketika tahu kalau orang itu adalah sahabatnya sendiri. Kim Jongin.

"Kai? Kenapa kau di sini?"tanya Sehun. Kai hanya tersenyum lebar sambil menunjuk dua buah tiket di tangannya.

"Aku baru saja membeli tiket nonton bioskop. Besok aku ingin mengajak Kyungsoo kencan."ujarnya. Sehun membelakkan kedua matanya.

"Tunggu… kau bercanda, kan?"

"Bercanda? Tidak kok. Aku benar-benar serius dengan Kyungsoo, dan sedikit demi sedikit aku akan berusaha untuk melupakan Luhan."ucap Kai. Dia sedikit heran dengan wajah Sehun yang terlihat sangat panik. "Kenapa, Sehun?"

"Bodoh… Kenapa kau baru bilang sekarang?!"

TBC

Author's Note: Pertama-tama, aku ucapin maaf karena lama update Fic ini U.U

Karena chapter 2 bakal kepanjangan, jadi aku bikin 2 part. Chapter ini adalah chap 2 part 1, jadi chapter depan itu chap 2 part 2 a.k.a ending

Terima kasih kepada readers yang telah review fic ini:

HyunieKyungie, AF 13, siscaMinstalove, arvita. kim, Guest, AnieJOY'ERS, Audrey AR, ajib4ff, IyaSiBum, KaiSoo Fujoshi SNH, baby kyungie, Sihyun Jung, Brigitta Bukan Brigittiw, KrystalCloudsJaejoongie

Dan, terima kasih kepada readers yang telah membaca fic ini


:::Balas Review::

HyunieKyungie:Kalo mau dipraktekin, hati-hati ya! Nanti jadinya sama kayak Kai lagi. Ini udah dilanjut. Makasih review-nya!

AF 13:Ini Kai-nya terima, tapi awalnya cuma main-main aja, dan akhirnya dia malah suka beneran ama Kyungsoo. Makasih review-nya!

siscaMinstalove: Kyungie kan masih polos, jadi belum ngerti soal bercandaannya si Kkamjong. Kai laper, jadi seneng ngambil makanan Kyungsoo XD. Makasih review-nya!

arvita. kim: Iya, nanti Kai gak bakal mau pisah ama Kyungie... kkkk... makasih review-nya!

Guest: Sori telat update U.U ini chapter 2-nya. Semoga suka & makasih review-nya!

AnieJOY'ERS: wkwkwkwkwk, siapa suruh ngerjain Kyungsoo? kkkk... makasih review-nya

Audrey AR: Mungkin lain kali aku bikin Fic anime, drey. Makasih review-nya!

ajib4ff: Tebakan kamu bener! Ini si Kyungie jadi tau kalo Kai boongan, dan dia bakal benci ama Kai. Padahal Kai udah sayang beneran ama dia. kkk... makasih review-nya!

IyaSiBum: Emang ga cocok ,_, tapi Kai-nya bandel sih :/ Ini udah dilanjut. Makasih review-nya!

KaiSoo Fujoshi SNH: Salam kenal! Kai-nya emang jahat di Fic ini :( jawabannya Kai 'iya' tapi cuma bercanda. Makasih review-nya!

baby kyungie: Yang bercanda itu si Kai. Makasih review-nya!

Sihyun Jung: Kkkk... nanti aku coba persatuin HunHan deh. Mereka kasian juga ya :D. Ini udah dilanjut. Makasih review-nya!

Brigitta Bukan Brigittiw: Dia bercanda, tapi akhirnya juga sayang beneran ama Kyungie. Makasih review-nya!

KrystalCloudsJaejoongie: Mian lama update. Ini chapter 2-nya. Makasih review-nya!


Mohon kritik & sarannya, review please!