_Chapter 2 : Maafkan aku
Konoha City..
Pagi yang cerah dan embun yang sejuk menyelimuti keadaan pagi yang membuat Naruto bahagia. Ia tak sabar ingin bertemu dengan Sakura.
Setelah sampai disekolah. Walaupun berbeda 1 tingkat lebih dari Sakura yang baru duduk dikelas 1, bukan menjadi masalah besar untuk Naruto menjalin hubungan. Naruto berharap, Sakura sangat senang jika bertemu dengannya dan perlahan bisa melupakan Sasuke.
Tap tap tap tap... Naruto dengan semangat berlari ke kelasnya.
"Aku harap hari ini bisa membuat tersenyum Sakura dan bisa membuat dia melupakan Sasuke." gumamnya.
"...I want you back, I want you back..." ponsel Sakura berdering dan lekas membuka pesan singkat yang ia terima.
To: Sakura
Message: "Pagiiiiiiiiii Sakura! Apa kamu sudah datang, dear?"
Sakura masih bingung harus apa, padahal ia menerima Naruto karena tak ingin mengecewakannya.
"Pagi-pagi sudah mengganggu.." geram Sakura dalam hati.
To: Naruto
Message: "Sudah Naru, ada apa?"
Dengan bergumam, "aku melakukan ini karena terpaksa!"
To: Sakura
Message: "Apa aku boleh mengajakmu ketemuan berdua dibelakang kantin?"
To: Naruto
Message: "Boleh, tapi sebentar saja ya. Aku tak ingin lama-lama. Nanti dikira aneh-aneh lagi."
Dengan semangat Naruto menjawab.
To: Sakura
Message: "Siapp boss! Aku tunggu disana ya."
Naruto segera bergegas pergi ketempat yang sudah disetujui.
Sambil menunggu Sakura, ia duduk dikursi terdekat.
"Huufffttt, capek sekali. Mungkin aku terlalu bersemangat hari ini. Tapi, kenapa sikap Sakura tak seperti anak-anak lain ketika baru jadian ya?" fikir Naruto dalam benaknya.
Perlahan Naruto mulai curiga dengan sikap kekasihnya. Tapi, ia tak memperdulikan. Naruto harus menepati janji dengan dirinya sendiri.
"Hai!" sapa Sakura kepada Naruto.
Tampak wajah yang aneh saat Sakura bertemu dengan kekasihnya itu. Tapi, seandainya Naruto tau yang sebenarnya...
"Hai juga Sakura!" dengan senyum manis membalas sapaan Sakura itu.
Sakura mendekat ke Naruto...
"Emmm, Sakura?"
"Iya, ada apa Naruto?
"Aku ingin mengatakan kepadamu, kalau aku sangat menyayangimu dan aku akan selalu ada untukmu. Sekalipun suatu saat nanti, kita akan berpisah." mata Naruto hampir menitihkan air mata.
"Apa kau yakin dengan itu, Naru?" jawab Sakura dengan cemberut
"Aku yakin, Sakura!" satu tetes air mata telah jatuh dari mata biru safir pemuda pirang itu karena ia tak ingin kehilangan dan hancur untuk kedua kalinya.
"Jangan sedih, Naru. Aku akan mencoba." jawab Sakura
"Maksudmu mencoba, apa Sakura?"
"T-tidak Naru, tidak apa-apa. Lupakan saja. Maafkan aku, Naruto."
Sakura, merasa bersalah karena keceplosan berbicara seperti itu.
"Ahh, tidak apa-apa Sakura. Aku mengerti kok." dengan senyum Naruto menjawabnya.
"Sakura, apa aku boleh memelukmu?" tanya Naruto
"Boleh kok, Naru." Jawab Sakura dengan senyumnya.
Naruto pun memeluk Sakura dengan erat dan air mata keluar lagi dari mata biru safir Naruto.
"Aku menyayangimu, Sakura." sambil mengeratkan pelukannya kepada Sakura.
"Aku juga, Naru" seraya membalas pelukan Naruto.
"A-a-aku nyaman berada dipelukanmu, Naru" bisik Sakura.
Cara Naruto berhasil membuat Sakura perlahan benar-benar menyayanginya.
"Aku lebih nyaman, dear." membalas bisikan Sakura.
Tapi, dalam perasaan Naruto, kekhawatirannya akan kehilangan Sakura masih ada. Ia masih tak percaya dengan semua yang terjadi ini.
Naruto melepas pelukannya dan...
"Sakura, sekarang kamu balik sana. Aku ingin mengerjakan tugasku" sambil tersenyum kepada Sakura.
"Apa kamu nggak marah ke aku, Naru karena tadi?" jawab Sakura sedih.
"*memegang pipi Sakura* Aku tak akan marah ke kamu, kok. Karena aku manyayangimu dan nggak mau buat kamu sedih. Sekarang kamu senyum ya, Saku." Lagi-lagi mata Naruto berkaca-kaca.
"Iya, Naru. Makasih ya, kamu bisa mengerti aku." Sambil menundukkan kepala.
"Sama-sama, Sakura" senyum manispun muncul sebagai andalannya.
Naruto dan Sakurapun kembali ke masing-masing kelas yang kebetualan kelas mereka hanya bersebrangan. Dengan begitu, Naruto bisa melihat Sakura dari jauh.
Tapi, Sakura masih merasa bersalah dengan Naruto. Ia seharusnya tak seperti ini, tapi keputusan ini ia lakukan untuk melupakan Sasuke. Setiap detik ia selalu merasa menyalahkan dirinya. Tapi, ia selalu berpura-pura didepan semua orang termasuk Naruto.
Meskipun seperti itu, Sakura tetap mencoba untuk tetap tegar dan berusaha mencintai dan menyayangi Naruto, meskipun awalnya hanya sebuah keterpaksaan.
Kelas menjadi ramai, dan Sakura hanya terdiam dan merenung..
"Heyyy Ms. Pink, jangan cemberut gitulah. Cantiknya nanti hilang loh. Hehehe" gurau Konan, yang mencoba menghiburnya.
"E-e-e.. jangan panggil aku dengan sebutan Ms. Pink lagi! Aku tak ingin mendengar nama itu lagi!" emosi Sakura membuat Konan ketakutan dan hampir saja pergi.
Tiba-tiba satu sahabatnya lagi muncul secara diam-diam..
*mengagetkan Sakura dari belakang* "Hayooo, yang baru jadian dengan Naruto Sensei! Traktir aku dan Konan dongg!" wajah innocence Karin membuat Sakura semakin geram.
Konan kaget, "Ohhh, jadi kamu baru jadian yahh Sakura? Kenapa tidak bilang dari tadi? Maaf yahh, aku tidak tau. Aku harap kamu Longlast dengan Naruto Sensei." sambil menekuk wajahnya.
Yapp, memang hanya Sakura yang memanggil Naruto tanpa embel-embel.
Dengan hampir menitihkan air mata, Sakura menjawab, "Aku ingin mencoba melupakan dia (Sasuke). Aku harus mengerti keadaannya sekarang. Ia memiliki seseorang baru, walaupun ia sudah berjanji padaku. Aku harap, yaa Naruto bisa menggantikan dia dihatiku secara perlahan."
"Walaupun aku tak bisa berbohong, aku masih menyayanginya." lanjut Sakura.
"Iya, Sakura. Kalian kan jadian sudah hampir setahun lalu waktu kelulusan tingkat dasar, kalian putus. Dan dia adalah first love kamu kan , Saku." balas Karin atas penjelasan Sakura tadi.
Memang Karin lebih mengerti Sakura karena Sakura sering menceritakan masa-masa waktu di tingkat dasar bersama Sasuke. Mungkin Sasuke seharusnya beruntung bisa mendapatkan Sakura. Tapi sekarang ia malah meninggalkannya.
"Sakura, meskipun Naruto sensei hanya cinta keduamu, aku dan Karin harap kamu bisa langgeng bersamanya. Dan tak menyakitinya, dan aku rasa, ia memilihmu untuk menggantikan Temari yang sudah sangat menghancurkannya. Dia anggap kamu adalah malaikat, Sakura. Aku harap kamu mengerti itu." nasihat Konan ke Sakura.
"Terima kasih, kawan. Aku akan berusaha untuk tak mengecawakan kalian dan Naruto." jawab Sakura dengan senyuman penuh keyakinan.
To be continued..
