Hai-hai lagi..
Chapter kali ini udah di update, sekedar informasi Fic kali ini akan lebih sedikit panjang dari Fic di chapter lalu..Cekidot !
...
Disclaimer : Naruto ini miliknya om-Kishimoto loh, jangan salah..
Warning : Gaje, OOC (Maybe), Abal-abal, Susah dimengerti dll..
Rating : T (Teen)
Pairing : NaruHina x SasuSaku
R&R Please
Dont Like Dont Read !
...
"Hinata, boleh kau mengambil segelas air untuk Naruto ?" Tanya Sasuke. Hinata hanya mengiyakan. 'Huh, dasar pemuda blo'on. Naruto..namanya aja sudah seperti sampah.' Batin Hinata marah.
"Terima kasih, Hinata-chan." Kata Naruto berterima kasih pada Hinata. Tapi..kok pakai akhiran –chan dibelakangnya ? itulah yang sedang dipikirkan Hinata sekarang.
"I-iya. Naruto-ku-kun." Balasnya dengan senyum yang dipaksakan, walaupun begitu..dia tetap saja tampak manis.
"Mas, ada telepon dari Ibu nih." Sahut Sakura dari tempat istirahatnya. Sasuke segera meninggalkan Naruto dan Hinata untuk menerima telepon tersebut.
Sasuke POV
"Halo ?"
"Aa-apa ?"
"Ba-bagaimana mungkin."
Normal POV
Seketika Sasuke menjatuhkan telepon yang dipegangnya dari genggamannya. Wajah Sasuke tampak lesuh. Tangannya gemetaran
"A-ada apa Mas ?" Tanya Sakura pada Sasuke yang saat itu terlihat aneh.
"A-ayah Sakura, A-ayah."
"Ayah kenapa Mas ?" Tanya Sakura lagi. Hinata, Naruto dan Ayane yang mendengar pembicaraan Sakura dan Sasuke itu hanya bisa duduk terdiam.
"Ayah, men-meninggal Sakura." Terlihat Sasuke meneteskan air mata, mungkin untuk yang pertama kalinya. Sakura yang mendengar itu pun hampir dibuat pingsan.
"Tidak-tidak mungkin kan Mas. Katakan kalau itu hanya candaan." Teriak Sakura yang membuat seisi rumah sunyi.
"Hiks..Hiks..Hiks.." Tangis Sakura memecah seisi ruangan.
"Sakura, bersiap-siaplah..kita akan menghadiri pemakaman Ayah besok." Kata Sasuke yang masi juga gemetaran.
"Ba-baiklah Mas."
(Keesokan Harinya)
Pagi yang cerah mejadi tidak begitu cerah bagi Sasuke dan Sakura, dan tentunya Hinata. Kematian Ayah mereka membuat hidupnya seakan hancur..terlebih buat Sasuke.
"Hinata, Kakak dan Mas pergi dulu. Tolong jaga , ngomong-ngomong dimana Naruto ?" Tanya Sakura pada Hinata yang berdiri didepannya. Hinata hanya menggeleng tanda tidak tahu.
"Naruto sudah pergi bekerja dari tadi pagi. Dia cepat-cepat jadi tidak bisa memberikan kabar pada Kalian." Jelas Sasuke pada Sakura dan Hinata yang hanya mengangguk.
"Mas ? gak bawa Ayane ?" Tanya Sakura pada Sasuke yang hanya bisa menggelengkan kepala.
"Dia masih tidur. Hinata, tolong jagain yah."
"Yuk Mas, kita berangkat." Ajak Sakura pada Sasuke. Mereka segera menaiki mobil Mercynya dan segera melaju ketempat pemakaman ayahnya.
...
3 Jam telah berlalu. Namun, Sasuke dan Sakura juga belum balik dari tempat pemakaman ayahnya. Bahkan, Ayane yang baru bangun pun sudah merasa mereka pergi begitu lama. Hinata yang merasa perutnya sudah keroncongan pun segera menuju ke dapur untuk membuat mie untuk dirinya dan Ayane.
"Laper nih. Kakak perginya lama lagi..hmmm.." Keluh Hinata sembari memegang perutnya yang sudah keroncongan abis. *Kebetulan, Author juga XD*
Ketika dalam perjalananya ke dapur, Hinata tanpa sengaja menyenggol lemari milik kakaknya yang berada di ruang keluarga sehingga foto Sakura dan Sasuke pun terjatuh dan pecah menjadi 2. 'Pecah ? Perasaanku gak enak nih.' Batin Hinata. Hinata yang melihat itu segera membersihkan foto kedua kakanya yang pecah dan membuangnya terlebih dahulu.
Naruto baru saja pulang dari kerjanya yang menjadi sales produk milik Sasuke, Juicekita *dicerita aslinya produknya bernama MaduKita :D*.
"Sasuke-sama, aku pulang." Sahut Naruto dari kejauhan. Naruto segera memasuki kamarnya dan merebahkan dirinya diatas Springbed milik Sasuke—yang sengaja diberikan kepadanya—itu.
"Paman Naruto udah pulang yah ?" Tanya Ayane pada Naruto yang hanya meng"iya"kan, namun dalam hatinya...dia berkata 'Gak, baru mau pergi Ayane' tampaknya Naruto ini sangat mudah kesal
"Ayane, Paman istirahat dulu yah. Sasuke-sama dan Nyonya-sama dimana ? belum pulang dari pemakaman yah ?" Tanya Naruto pada Ayane. Ayane hanya mengangguk dan segera berlari kedapur.
"Tante Hinata..Tante.." Teriak Ayane pada Hinata yang sedang memberikan bumbu pada mienya.
"Ya sayang ?" Tanya Hinata pada Ayane yang dari tadi menarik-narik bajunya.
"Pacar kakak udah pulang tuh, Paman Naruto." Sahut Ayane cepat. 'Eh, pacar ? kok anak kecil bisa tau begituan sih ?' Batin Hinaa bingung.
"Ehehehehe, bukan sayang. Itu hanya teman Mas Sasuke. Ya udah makan dulu. Nih, mie spesial ala chef Hinata." Kata Hinata membanggakan diri.
(Di Kamar Naruto)
"Eh, ada sms dari Temen kantor nih." Ujar Naruto sembari membaca pesannya yang bertuliskan begini :
Dear Naruto
Naruto, ini aku Ten-ten..maaf, tapi baru dapat kabar kalau Bos meninggal bersama Nyonya tadi di perempatan dekat Ichiraku ramen akibat kecelakaan tunggal. Aku turut belasungkawa yah
From 081XXXXXXXXX (Ten-ten Kantor)
Naruto yang kaget dengan sms yang dibacanya pun segera memberitahukannya ke Hinata yang berada didapur.
"Hinata-chan, baca ini." Kata Naruto pada Hinata sambil memberikan HP-nya pada Hinata.
"Apa ?"
...
Akhirnya Chapter 2 selesai juga. Gimana ? masih gak bagus ? hmmm..ya udah deh nanti Author berusah buat ngebagusin lagi. Kalau yang bilang bagus, tankyuu yah.. Jangan lupa Reviewnya loh
