Preview

"appa begini saja anggap semua kata penolakkanku tidak pernah ada, dan aku menerima perjodohan ini oke," jelas kyuhyun tegas.

"baiklah jika itu yang kau inginkan, memang apa yang appa bisa lakukan jika kau sudah bersikeras seperti ini ? kalau begitu appa akan pergi dulu sebentar, nanti jika kau sudah selesai dengan sarapanmu segera bereskan semuanya arra ?" ujar hankyung sambil ergi meninggalkan kyuhyun yang masih memasang senyumannya.

Dan tanpa kyuhyun ketahui saat hankyung sudah diluar ruang makan hankyung mengeluarkan seringainya saat melihat anaknya yang terus tersenyum melihat foto ditangannya.

"chullie ternyata rencanamu sangat brilliant" ujarnya dan langsung melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.

.

.

MY MATE

Author : Shin Yoon Hae

Cast : Kyu & Min

Rate : T

WARNING : GENDERSWITCH, TYPO, NO EYD

[a/n] ini terinsprasi dari sebuah film yang pernah aku tonton jaman SMP tapi ga semua sama sebagian aku ambil dari cerita nyata.

No bacot let's go~

"hannie bagaimana apa rencana kita berhasil ?" Tanya seorang yeoja cantik dengan gaun putih berenda selutut yang sedang membawa nampan berisi dua gelas teh dan dua potong cake.

"tentu saja chagy, aku sudah melakuka apa yang kau katakana dabn sedikit penambahan improfisasi" jawab hankyung yang langsung menerima teh dari tangan heechul.

"jinja ? hahaha … aku tidak menyangka ternyata anakmu yang katanya jenius itu bisa dengan mudah dibohongi seperti itu" ujar heechul dengan tawa nistanya dan mendudukan dirinya disamping hankyung.

"yah, tapi itu tidak mudah chagy bahkan aku harus memberikan sedkit improfisasi sehingga ia bisa masuk perangkap" jawab hankyung sambil menaruh gelas tehnya di atas meja.

"improfisasi apa ?" Tanya heechul yang langsung menegakkan tubuhnya yang tadi sempat bersandar di sandaran sofa.

"aku katakana padanya jika dulu yang menginginkan perjodohan ini adalah eommanya bahkan saat eommanya sekarat sekalipun ia tetap menyuruhku untuk mencari sungmin" jawab hankyung sambil menyandarkan punggungnya pada sandaan sofa dan memeluk pinggang heechul dari samping.

"lalu apa dia percaya ?" Tanya heechul lagi.

"tidak terlalu jadi aku menggunakan rencana B" ujar hankyung sambil melipat tangannya didepan dada.

"rencana B ? rasanya kita belum pernah membicarakan rencana B" ujar heechul bingung.

"yah rencana B, Karena aku sempat tidak yakin rencana ini akan berjalan mulus mengingat anak itu pasti tidak akan mudah percaya. Jadi aku menyiapkan rencana B dengan menaruh foto sungmin didalam file dokumenku jadi jika dia tetap menolak aku jatuhkan foto itu didepannya, dan voila semua rencana kita berjalan dengan mulus" ujar hankyung.

"kau memang hebat hannie, jadi ia mau menerima perjodohan ini ?" Tanya heechul lagi.

"bukankah sudah aku katakana jika ia menerimanya ? apalagi saat aku menyebut nama Jungmo ia pasti tidak akan mungkin menolaknya"

"jungmo ? nuguji ?"

"dia adalah sepupu kyuhyun yang tinggal di incheon, dari kecil mereka kurang akur dan selalu tidak mau kalah satu sama lain" jelas hankyung.

"ada untungnya juga berarti mereka tidak akur" ujar heechul sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang hankyung.

"ya, aku juga berfikir seperti itu. Tapi aku harap hanna disana tidak marah kita menggunakan namanya untuk menipu anaknya sendiri untuk perjodohan ini" ujar hankyung sambil mengeratkan pelukannya di pinggang heechul.

"tidak akan, ia pasti mengerti. Lagipula aku yakin ia juga akan senang bisa memiliki menantu yang cantik juga baik seperti sungmin" ujar heechul mantap.

"iya aku harap." Ujar hankyung.

"oh ia apa kau sudah memberitahu keluarga Shim jika kita akan pergi kesana akhir pekan nanti ?" Tanya hankyung lagi memecahkan keheningan yang sempat melanda mereka.

"kau tenang saja tadi pagi aku sudah mengirim mereka e-mail jika kita akan kesana untuk liburan sekaligus mengurus perjodohan itu." Ujar heechul.

"baguslah jika begitu" dan stelah itu suasana kembali hening, menyisakan sepangan kekasih yang masi menikmati pelukan satu sama lainnya.

SKIP TIME

Akhirnya akhir pekan yang ditunggu datang juga, terlihat keluarga Cho dan calon nyonya Cho sedang berkemas memasukkan semua barang bawaan mereka kedalam bagasi mobil.

Yah sesuai dengan rencana mereka bahwa pada akhir pekan mereka akan pergi ke rumah keluarga Shim.

[someone pov]

Sebenarnya aku tidak ingin menerima perjodohan yang changmin ahjussi katakan. Karena aku ingin menikah dengan orang yang benar-benar mencintaiku dan juga aku cintai.

Tapi mengingat perkataan viky ahjumma, membuat aku ragu untuk mengatakan tidak.

Flashback …

"sungmin dengarkan aku baik-baik, kau sudah dengar tadi apa yang dikatakan suamiku bukansoal perjodohan itu. Meskipun suamiku mengatakan semua tergantung keinginanmu, tapi aku mau kau harus menerima perjodohan ini mengerti ?" ujar viky ahjuma padaku dengan nada seperti biasanya selalu ketus.

"tapi kenapa ahjuma ?"

"pokonya kau harus menerima perjodohan ini,mau tak mau, suka ataupun tidak kau harus menerimanya"

" anggap saja dengan kau menerima perjodohan ini kau sedang membalas budi pada kami karena kami sudah merawatmu sejak kecil dan membiayai semua keperluanmu bahkan hingga kau kuliah sekarang arraseo !"

"lagipula orang yang kami jodohkan denganmu berasal dari keluarga terpandang diseoul selain itu mereka juga kaya raya dan berpengaruh. Jadi jika kau menikah dengannya selain hidupmu akan terjamin"

"mereka juga bisa membiayai hidup kami disini, dan yang paling penting kau tidak lagi merepotkan kami dengan menumpang tinggal disini"

"jadi aku harapkan kau tidak bertingkah dan menerima perjodohan ini, karena jika tidak sekarang lalu kapan kau akan membalas hutangmu pada kami yang sudah susah payah membesarkanmu dan mengurusmu"

"Bahkan kedua orang tuamu itu saja tidak menyimpan uangnya sedikitpun pada kami untuk mengurusmu. Jadi seharusnya kau berterimakasih pada kami setidaknya dengan menerima perjodohan ini, arra ?"

"oh ya, lusa keluarga Cho akan datang dan aku harap kau mengerti apa yang harus kau lakukan dan katakan arra ?" ujar viky ahjumma sambil berdiri dari duduknya di atas kasurku dan melangkah pergi keluar dari kamarku.

Sedari tadi viky ahjuma bicara aku terus menundukan kepalaku, berusaha untuk menahan air mata yang sewaktu-waktu akan keluar.

Dan saat viky ahjumma sudah benar-benar keluar aku sudah tidak bisa lagi membendung air mataku, mereka terus menerus keluar dari kedua mataku.

Sebenarnya aku sudah terbiasa mendapatkan perkataan kasar sekalipun dari ciky ahjumma tapi entah kenapa air mata itu selalu saja keluar. Apalagi jika ia sudah mengatakan sesuatu mengenai kedua orang tuaku.

Mengingat mereka membuat aku sedih dan berfikir mengapa mereka begitu jahat padaku, mengapa mereka pergi tanpa mengajakku dan malah meninggalkan aku disini sendiri.

Setidaknya jika aku ikut bersama mereka, aku tidak akan merasakan hal seperti ini terus. Marasa iri pada temanku yang memiliki sebuah keluarga bahagia, merasa iri pada mereka yang bisa merayakan ulang tahun bersama kedua orang tua kandung mereka.

Tidak seperti aku yang terkadang selalu melakukan semua itu seorang diri meskipun terkadang ada Amber dan Changmin ahjussi yang menemani tapi tentu itu berbeda.

Dan mungkin apa yang dikatakan oleh viky ahjuma benar, aku harus menerima perjodohan ini, lagipula aku juga tidak ingin membuat changmin ahjussi kecewa meskipun itu artinya aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri.

Flashback off …

Akhir minggu, long weekend saatnya untuk keluarga Cho dan calon nyonya Cho pergi berlibur ke Jinan, sekaligus mengurus perjodohan anak semata wayangnya yang sepertinya sedikit bergeser otaknya karena sedari tadi terus tersenyum didalam mobil itu.

Yup, 3 hari sebelum keberangkatan hankyung mengatakan pada kyuhyun jika pada akhir pekan ini mereka akan pergi ke jinan untuk berlibur sekaligus bertemu dngan sungmin dan keluarganya.

Diberi tahu akan bertemu dengan sungmin sontak membuat kyuhyun begitu senang bahkan sampai-sampai membuat hankyung harus ikut bergadang menemani anaknya ini yang tidak bisa tidur saking gugupnya akan bertemu dengan orang yang sudah merebut semua perhatiannya hanya dengan melihat fotonya.

Ckckck… lee sungmin pesonamu sungguh Cetttarrr membahana hingga kecakrawala … #=.= dih apaan coba.

Dan begitulah keadaan tuan muda Cho kita ini sedari tadi perjalanan dari Seoul sampai mereka hampir sampaipun senyum di wajah kyuhyun tidak pernah luntur sedikitpun, bahkan terkadang ia akan tertawa sambil melihat pemandangan diluar jendela mobil yang sedang membawanya pada sang pujaan hati.

Tak jarang hal itu membuat heechul yang duduk tepat disampingnya menjadi bergidig ngeri kalau-kalau calon anak tirinya ini tiba-tiba menderita gangguan jiwa. Dan tak jarang pula heechul menempelan punggung tangannya di kening kyuhyun.

Takut-takut ternyata kyuhyun sedari tadi demam, dan ternyata memang benar. Kyuhyun sepertinya terkena 'demam cinta' yang disebabkan sebuah nama Lee Sungmin. Hah~ hankyung yang melihat itu dari kaca sepion mobil jadi menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua orang yang ia cintai.

Cinta~ memang bisa membuat siapa saja yang merasakannya menjadi gila.

Tidak lama mobil itupun sampai didepan sebuah rumah yang cukup besar naum sederhana dengan design yang minimalis membuat rumah iut terlihat begitu indah ditambah dengan adanya berbagai macam tanaman hias di depan dan samping rumah ini.

Dan dapat dilihat sepasang suami istri yang sedang berdiri dibalkon depan rumah itu dengan seorang yeoja yang Sangat terlihat seperti seorang namja disamping mereka.

Setelah mobil berhenti kyuhyun, hankyung dan heechulpun turun dari mobil dan langsung disambut dengan pelukan hangat dari sang pemilik rumah.

"hankyung hyung, sudah lama kita tidak bertemu" ujar Changmin sambil merentangkan tangannya hendak memeluk hankyung yang baru saja berdiri dihadapannya.

"yah changmin-ah kau ini tidak berubah sedikitpun" ujar hankyung sambil balas memeluk changmin.

"eonnie, lama tidak bertemu" sapa Victoria.

"qian ? waah … kau bertambah cantik saja" ujar heechul sambil merangkul Victoria sebentar.

"kau juga eonnie, bahkan kau jauh lebih cantik sekarang" ujar Victoria.

"jadi, kau yang akan bertunangan dengan noonaku ?" Tanya amber ketus.

"benar, jadi kau adiknya? Kenapa kalian sangat jauh berbeda ? bahkan seperti langit dan bumi" ujar kyuhyun tak kalah ketus.

"aku peringatkan saja padamu, jika kau samapi menyakiti hati noonaku. Kau akan berhadapan denganku tuan dan aku pastikan kau akan menyesal telah dilahirkan" ujar amber sambil memberikan death glear andalannya.

"tenang saja itu tidak akan pernah aku lakukan, kau bisa pegang kata-kataku. Bukankah seorang namja pantang menarik kembali kata-katanya ? dan anggap saja ini janji atar laki-laki" ujar kyuhyun yakin.

"bagus jika kau bisa memegang kata-katamu tadi" ujar amber.

"nah hyung kenalkan ini adalah PUTRI kami Amberayo kenalkan dirimu" ujar changmin pada anak kesayangannya.

"annyeong hasaeyo ahjussi, Shin Amber imnida" ujar amber memperkenalkan dirinya dengan dsenyum manisnya.

"omo omo … jadi kau yeoja ? aku sempat mengira jika ia adalah namja. Tapi kau manis juga" kata heechul rempong sambil mencubit pipi amber gemas.

"yah, anak itu memang seperti itu eonnie susah diberi tahu. Bahkan saat aku membelikannya gaun yang cantik ia malah menjualnya pada teman sekolahnya, ditambah minie yang terlalu memanjakannya" keluh Victoria.

"sudahlah sudahlah lebih baik kita langsung masuk saja tidak enak bicara diluar begini" kata Changmin.

Setelah mengatakan hal itu mereka semuapun memasuki rumah itu.

"ja-jadi kau ini yeoja ? kenapa kau berdandan seperti namaja ?" Tanya kyuhyun shock.

"itu benar, kau saja yang bodoh tidak bisa melihat yang mana namja dan yang mana yeoja. Dasar idiot" ujar amber dengan dinginnya dan langsung berlalu meninggalkan kyuhyun yang masih cengo.

Setelah tersadar dari kecengoannya, kyuhyunpun mengikuti appa dan calon eommanya masuk kedalam rumah itu.

Dan begitu ia masuk ia langsung di tarik oleh tuan Shim untuk langsung keruang makan, karena memang sekarang sudah memasuki waktu makan siang.

dan perlu diingatkan saja jika tuan Shin adalah orang yang taat pada jam makan tidak perduli keadaan sedang seperti apa jika itu sudah memasuki jam makan maka ia akan langsung meninggalkannya. Atau setidaknya menundanya dahulu.

Saat kyuhyun memasuki ruang makan itu ia langsung disuguhi dengan begitu banyaknya makanan yang ada di atas meja makan, tidak lupa dengan orang tuanya yang sudah ada di salah satu tempat duduk di sana.

"kyuhyun, ayo duduklah kita makan bersama" ucap Victoria.

"oh nde, ahjumma" ujar kyuhyun canggung.

Namun begitu ia mendudukan dirinya di bangku kosong yang ada, ia langsung menengokan kepalanya kesemua arah yang bisa ia lihat. Namunj hasilnya nihil, apa yang ia cari ternyata tidak ada di ruangan itu.

Melihat kyuhyun yang sepertinya duduk dengan gelisah, membuat changmin yang melihatnya sedikit heran.

"kyuhyun, apa kau baik-baik saja ?"

"nde ? ah gwenchana ahjussi" jawab kyuhyun kikuk.

"ah aku tau kau pasti mencar inyakan ? tapi benar juga kemana sungmin kenapa belum kemari ?" Tanya changmin yang baru menyadari jika sungmin belum bergabung dengan mereka.

"sungmin noona sedang ganti baju appa, karena tadi bajunya sedikit kotor karena terkena tepung appa" ujar amber sambil menusuk-nusuk cake yang ada di depannya.

"jinja ? kalau begitu kau cepat panggilkan dia" ujar changmin.

"baiklah appa" kata amber malas sambil beranjak dari tempat duduknya.

Namun begitu amber handak berjalan menuju lantai 2 langkahnya langsung terhenti saat mendengar suara orang yang dimaksud sudah ada di ruangan itu.

"loh? Amber kau mau kemana ?" Tanya sungmin heran sambil mengedipkan kedua matanya foxynya polos.

"oh kau sudah datang ternyata, ayo cepat duduk kita akan mulai acara makannya"ujar changmin pada sungmin dan menyuruhnya untuk langsung duduk di bangkunya. Tepat didepan seorang nanja berambut ikal kecoklatan yang kini sedang memunggunginya.

Saat kyuhyun mendengar suara seorang wanita yang diduga dialah sungmin, tiba-tiba saja jantungnya jadi berdebar begitu cepat. Tangannya jadi berkeringat, dan entah kenapa tenggorokannya jadi begitu seset bahkan hanya untuk menelan salivenya saja. Nerves eoh ?

Terdengar suara derap langkah kaki yang sepertinya mendekat padanya, dan membuat kyuhyun jadi semakin berdebar saja. Rasanya sama seperti saat kau menunggu hasil ujian. kelulusan sangat menengangkan.

Saking tegangnya tanpa kyuhyun sadari ia langsung memejamkan matanya saat sosok itu terlihat hendak mendudukan tubuhnya di bangku yang ada di hadapannya.

Begitu sungmin mendudukan tubuhnya di kursi itu, sungmin sempat ter kesiap saat pandangannya melihat seorang namja tampan yang ada di hadapannya.

Sempat beberapa saat pandangannya terus tertuju pada namja yang terus memejamkan matanya itu, sepertinya lee sungminpun sudah terpesona oleh Cho kyuhyun.

Melihat anaknya yang terus memejamkan mata membuat hankyung ingin tertawa dibuatnya. Dengan sedikit berdehem hankyung langsung menyadarkan dua sejoli itu yang sepertinya melupakan yang lain yang ada di ruangan itu.

"kyu, gwenchana ?" Tanya hankyung sambil menahan senyum yang terus ingin berkembang di wajahnya.

Mendengar namanya disebut sontak kyuhyunpun langsung membuka matanya dan pemandangan pertama yang ada di hadapannya membuat ia tidak ingin mengedipkan matanya.

Untuk sesaat kedua pandangan itu saling berhadapan satu sama lain, tanpa ada yang mau mengalah untuk menghentikan tatapan masing-masing hingga suara deheman amber menyadarkan mereka berdua dari 'keterpesonaan' mereka.

"EHEM ! kalian ini seperti anak SMP saja =.= " keluh amber yang berhasil membuahkan tertawaan dari para orang tua.

"ahahahahahaa … kau bernar amber-ah sepertinya kedua calon pengantin ini sudah siap disandingkan di pelaminan" ujar Changmin setelah dapat meredakan tawanya dan diganti dengan senyum penuh maknanya.

"kau benar apa sebaiknya kita percepat saja pernikahan mereka ? dan tidak perlu ada pertunangan saja ?" tanya heechul dengan terselubung maksud untuk menggoda kedua sejoli yang sedang berblusshing ria disana.

"bagaimana kyu ? min ? apa kalian tidak keberatan jika pertunangan kalian di batalkan dan langsung menikah saja ?" tanya hankyung.

"itu~" ujar Kyuhyun dan Sungmin bersamaan. Dan untuk sesaat mereka saling bertatapan dan langsung tersenyum geli dengan tingkah masing-masing.

Hening sejenak di antara keduanya, hingga yang terdengar hanya suara tawa para orangtua saja.

"ehm … itu terserah kalian saja, kami hanya mengikuti saja (^.^)7" ujar kyuhyun dengan wajah yang sedikit merona.

TeBeCeh

Sekian chapter 2 terlalu panjang? terlalu pendek? aneh? gaje? nikmatin ajalah namanya juga masih baru. (^.^v

Untuk yang menunggu sekian lama mohon maafkan aku~ tapi insya allah buat ch.3 akan di update lebih fast dari yang ini, sekali lagi mianhae =/\=

Buat yang udah baca maksih, moga ga sawan atopun terguncang.

Akhir kata GOMAWOYO m(-,-)m