Author : thenewbie (at IrumaAckleschia)

Disclaimer : I own L (yeah, keep dreaming)

Cast : Infinite, bigbang

A/N : teruntuk reviewer, maaf, bukan yaoi :)

side project, iseng publish cerpen jadul di compy. DLDR.


.

.

L for Liar

"Ini, makan malammu.."

Woohyun menyodorkan sekotak makanan kepada Myungsoo.

"Thanks.." ucap Myungsoo kemudian.

"Hey.. berapa usiamu sekarang?" tanya Woohyun sambil menyantap spaghettinya.

"16," jawab Myungsoo pendek.

"Oh.. Dari mana kau belajar bass?" Woohyun melanjutkan perbincangan kaku antara mereka.

"Teman sekolah. Kenapa? Permainanku bagus ya?" Myungsoo tersenyum bangga.

"Lumayan bagiku..,"

"Bandmu juga lumayan bagiku. Di Seoul aku punya band sendiri, d'rockstar," ungkap Myungsoo lagi.

"Itu nama band? Dari namanya saja sudah tidak bagus," ejek Woohyun.

"Memangnya nama bandmu bagus? Infinite..," balas Myungsoo.

"Hey, kau agak mirip dengan ibu.." kata Woohyun mengalihkan pembicaraan.

"Oh, ya? Dia sudah bahagia dengan orang lain..maka dari itulah aku ingin tinggal bersama appa. Tapi sekarang, entahlah."

"…"

"Emm.. lain kali tak perlu diberi acar, ya!" lanjutnya tersenyum.

"Apa?" tanya Woohyun yang tak memperhatikan kata-kata Myungsoo

"Besok aku akan kembali ke Seoul. Kuharap kita bertemu lagi di sana," ungkap Myungsoo.

"Sekarang kau mau ke mana?" tanya Woohyun.

"Hm, mungkin cari hotel untuk malam ini."

Woohyun terdiam. Sesaat kemudian ia berkata, "Menginaplah di tempatku."

"Hey?"

"Mau atau tidak?" tanya Woohyun tegas.

"Umm, mau!" jawab Myungsoo.


Woohyun menatap tajam ban pesawat yang tinggal landas di bandara siang itu sebelum suara yang mulai dikenalnya mengagetkan dari belakang.

"Hey.."

"Sudah?" tanyanya pada Myungsoo.

Yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya.

"Sedang ada trouble sedikit. Kalau mau duluan, tak apa. Terima kasih sudah mengantarku sampai di sini," jawabnya kemudian.

"Kau benar ingin kembali ke Seoul?" Woohyun bertanya. Sedikit raut kecewa nampak jelas di wajahnya.

"Yeah.. kenapa?"

"Kenapa tidak menetap di sini saja?" Woohyun balik bertanya.

"Apa maksudmu?"

"Kurasa..bandku masih butuh bassist dalam waktu yang tidak singkat," jelas Woohyun kemudian.

"…kau ingin aku jadi penggantinya, ya?" tebak Myungsoo.

"Seperti itulah."

"Tapi hyung…", Myungsoo agak ragu dengan panggilan yang barusan ia ucapkan.

"Sebenarnya appa ingin aku menjagamu. Begitu katanya dalam surat," potong Woohyun cepat.

"Ow.. Lalu keputusanmu?"

"Aku…aku tak keberatan, jadi sebenarnya keputusan ada di tanganmu, kau mau tinggal atau tidak."

"Kau ingin aku tinggal?" Myungsoo tersenyum menggoda Woohyun.

"Eemm… Aku tak tahu, kurasa iya…"

"Oke, aku juga ingin tinggal, ayo pulang!" kata Myungsoo semangat.

Woohyun bengong melihatnya.


"Loh?" tanya Hoya bingung melihat Woohyun kembali ke rumah bersama Myungsoo.

"Aku mengajaknya tinggal di sini, paling tidak sampai kompetisinya selesai," jelas Woohyun.

"Begitu.., ini tak ada hubungannya dengan Sunggyu 'kan?"

"Tentu tidak!

"Tapi dia anak yang menyenangkan, sepertimu. Aku jadi merasa seperti waktu kita pertama kali bertemu dulu..ya, dulu kau persis seperti itu?!"

"Hey Hoya..kau benar-benar jatuh cinta padanya, ya?"

Hoya manyun. Woohyun tertawa tapi sesaat kemudian raut mukanya berubah.

"Tapi Hoya.."

"Tapi kenapa lagi?"

"Menurutku dia terlalu kecil untuk masuk ke dalam band. Kau tahu kan band kita selalu punya banyak masalah," kata Woohyun agak cemas.

"Apa? Bukannya dulu kita seumuran dengannya waktu pergi dari rumah? Ada banyak masalah yang aku dan kau hadapi saat itu, tapi kita bisa survive dan bisa minum cola di sini 'kan?

"Tapi ini berbeda Hoya."

"Sudahlah, kurasa kau hanya terlalu khawatir padanya! Dia..benar-benar berbakat dalam membuat orang menyayanginya, ya!"


Ruang rawat Sunggyu jadi bertambah ramai ketika rombongan Infinite muncul.

"Apa kabarmu, Gyu?" tanya Hoya setelah mereka masuk.

"Beginilah, maaf ya teman-teman!" jawab Sunggyu lemas. Di pergelangan tangannya masih tertancap jarum infus.

"Tak apa, ada yang menggantikanmu semalam," kata Woohyun.

"Apa? Siapa?"

"Aku," jawab Myungsoo sembari memunculkan wajahnya. Seisi ruang menatapnya.

"Kukenalkan, Nam Myungsoo..," Hoya berkata sambil tersenyum.

"Apa? Nam? Tapi Woohyun, kau tidak…"

"Dia tidak pernah cerita karena dia memang tidak tahu," potong Myungsoo cepat.

"Begitu, ya? Jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan Infinite lagi untuk kompetisinya. Kan ada kau!" Sunggyu senang.

"Hmm..? kompetisi apa? Kau pasti sudah fit untuk itu," kata Myungsoo agak menolak.

"Hahaha.. kau pasti tidak tahu kapan kompetisi itu berlangsung," Sunggyu tertawa.

"Me..memangnya kapan?" Myungsoo penasaran.

"Kompetisi bandnya tinggal seminggu lagi. Kau mau lihat aku manggung penuh perban?"

"Ow… maaf."


"Kakakmu tak tahu apa-apa tentangmu," kata Hoya ketika menyetel gitarnya.

"Yeah, waktu Woohyun hyung pergi aku masih tinggal dengan eomma," Myungsoo meneguk jus apel di tangannya.

"Lalu bagaimana kau sampai di tempat appamu?"

"Kau sedang menginterogasiku, ya Hoya hyung?"

"… Anggap saja begitu.."

"Setelah eomma menikah lagi aku memintanya untuk membawaku ke tempat appa. Di sana kulihat banyak foto Woohyun hyung, karena penasaran akupun bertanya padanya soal dia dan alasannya pergi," ungkap Myungsoo.

"Mm...lalu berapa usiamu waktu itu?"

"Sekitar 7 tahun…yeah.. Lalu kau sendiri? Sejak kapan kenal dengan Woohyun hyung?" Myungsoo balik bertanya pada Hoya.

"Aku bertemu dengannya saat masih tingkat 1 SMA. Waktu itu hanya dia orang yang kukenal dekat. Kami banyak melakukan hal-hal gila.."

"Dan kabur dari rumah adalah yang tergila?!" timpal Myungsoo.

"Yap!" kata Hoya membenarkan.

"Lalu keluargamu?"

"Keluargaku.. mungkin hanya Woohyun yang benar-benar menjadi keluargaku.. dan Infinite tentunya."

"Oh?"

"Yang ada di Seoul itu keluarga angkatku."

"Begitu, ya?" kata Myungsoo manggut-manggut.

~tbc~