Copyright (Naruto) : Masashi Kishimoto

Copyright (Unleashed) : SylvanEnchanter

Chapter II : The Awakening

Tanda petik satu (') adalah Inner

Paragraf center alignment adalah flashback.

'Apollo ? Kontrak dengan dewa ? Meminjam kekuatan dewa ? Apa ini semua adalah bagian dari drama sekolah yang mereka mainkan ? Kenapa mereka semua terlihat begitu gembira ketika hal aneh itu terjadi lagi padaku ? Apakah memang benar jika rentetan kejadian aneh yang aku alami belakangan ini ada hubungannya dengan yang mereka katakan ? Apakah memang benar jika aku ini adalah pemegang kontrak dengan dewa sehingga ada seorang dewa yang meminjamkan kekuatannya padaku ? Lalu dewa apa yang memiliki kontrak denganku ? Lalu apa kekuatanku ? Apakah nanti aku juga akan memiliki sayap ? Apakah nanti akan ada lingkaran cahaya di atas kepalaku ? Ah, tidak... itu sama saja dengan orang mati. Mereka bilang Apollo. Apakah Apollo itu nama dewa ? Namanya seperti roket ulang alik saja. Ini semua benar-benar membuatku bingung. Aku berjalan bersama mereka dan aku masih belum percaya jika hal semacam ini benar-benar ada di dunia ini. Tidak masuk akal'.

Kira-kira seperti itulah pikiran Naruto ketika ia berjalan di koridor menuju kelasnya ketika bel masuk berbunyi. Ia berjalan bersama Sakura, Kiba dan Sasuke. Entah mengapa Naruto merasa bahwa teman-temannya berjalan dengannya menuju kelas seperti tidak ada yang terjadi sama sekali. Padahal mereka baru saja memberitahukan kepadanya sesuatu yang benar-benar di luar nalar otaknya. Dan itu adalah hal yang besar. Bagaimana tidak ? Mereka baru saja menyebut Naruto adalah salah satu dari manusia bumi pemegang kontrak dengan dewa ? Like WTF is that...!!!! Running around and tell people that you're have some contract and agreement with gods..!!! Like hell... no one would believe any of that...!!! Tapi ketika Naruto melihat wajah-wajah temannya, Naruto sama sekali tidak melihat ekspresi kebohongan atau candaan di sana. Ia melihat wajah mereka benar-benar bahagia melihat dirinya. Seperti seorang yang kehilangan hartanya yang paling berharga kemudian menemukannya kembali dalam keadaan utuh. Perasaan bahagia sekaligus lega tersirat di wajah mereka, bahkan di wajah datar Sasuke.

"Jangan khawatir, Naruto. Semua akan di jelaskan nanti".

Tiba-tiba suara berat datang dari arah depan. Naruto mengangkat kepalanya. Dan ternyata suara itu datang dari anak yang bernama Sasuke. Ia tidak begitu mengetahui identitas anak itu, namun anak itu selalu melindungi Naruto tepat ketika ia terjebak dalam masalah. Seperti ketika ia dikeroyok oleh anak-anak SMA sebelah. Atau ketika Naruto sedang kehujanan karena lupa membawa payung. Anak itu seperti melengkapi kecerobohan Naruto, akan tetapi Naruto tidak begitu mengenal latar belakang anak yang bernama Uchiha Sasuke itu.

'Apakah Sasuke itu bisa membaca isi hatiku ya ? Kok mengerikan sekali kemampuannya ? Apa mungkin dia juga pemegang kontrak dengan satu dewa tertentu yang menjadikannya memliki kemampuan membaca isi hati orang lain ? Dewa macam apa itu ? Selama aku melihatnya, anak itu selalu dikelilingi aura yang gelap. Ah, mungkin dia dipinjami kekuatan oleh dewa kegelapan. Tapi apa ada dewa kegelapan ? Bukankah kegelapan itu jahat ? Arrrrrrgggggghhh...!!! Sudah aku bingung. Aku tidak ingin memikirkannya'. Penasaran di hati Naruto kembali bergejolak.

"Iya, Naruto. Aku baru saja dapat pesan. Nanti ketika istirahat jam pertama kau akan di ajak ke basecamp kami. Di sana, ketua sudah menunggumu untuk menjelaskan semua yang belum kau ketahui. Kau bisa tanya apapun kepada ketua". Jelas Kiba.

"Basecamp ?". Sasuke melirik Kiba yang berada di belakangnya.

"Ya, dan kau juga ikut, Sasuke".

"Baiklah. Aku mengerti".

"Yoooooosh.. aku senang sekali ternyata orang itu adalah kau, Naruto. Maksudku bukan orang asing yang perlu berkenalan dari awal dan adaptasi lagi. Jadi jika suatu saat aku membutuhkanmu, aku bisa langsung tanpa sungkan meminta bantuanmu.. hehe". Sakura merangkul bahu Naruto.

"Bicara apa kau Sakura. Kita yang harus melindungi dia. Bukannya malah merepotkan dia". Bantah Kiba.

"Iya, iya. Aku tahu. Aku hanya begitu senang karena dia adalah Naruto. Bukan orang lain yang belum ku kenal. Nee..?? Naru ?".

"Bisakah kalian berhenti berbicara dengan bahasa yang hanya kalian bertiga yang mengerti sebelum aku datang ke basecamp kalian ? Kalian membuat rasa penasaran ku semakin menjadi. Dan itu tidak enak sama sekali. Kalian tahu itu".

"Kalian berdua, stop. Naruto merasa tidak nyaman. Aku tidak akan tinggal diam jika kalian masih melanjutkannya". Tukas Sasuke tajam.

'Lagi-lagi sifat protektif itu lagi. Sebenarnya ada apa sih ini ?'. (-_-)

"Iya, iya. Tidak usah dingin begitu, Sasuke". Kiba mengibaskan tangannya ke arah Sasuke.

Setelah peringatan keras dari Sasuke, mereka menghabiskan sisa perjalan menuju kelas mereka dalam diam. Kelas mereka ada di lantai tiga. Maklumlah perjalanan dari pintu masuk gedung sekolah ke kelas mereka memakan waktu yang cukup lama. Diantara Kiba dan Sakura tidak ada yang berani untuk memulai percakapan yang aneh-aneh karena takut akan memancing kembali rasa penasaran Naruto. Dan jika itu terjadi lalu Sasuke alias Azel sampai bertindak, mereka yakin gedung tiga lantai itu akan berubah menjadi abu hanya dalam waktu satu menit saja.

Mengingat Azel yang murka ketika Apollo menukar nyawanya saja sudah membuat mereka merinding. Bagaimana tidak, ketika ia murka, kekuatan sihir kegelapannya menguat hingga 100 kali lipat. Bahkan Lucifer si Raja Iblis pun lari ketakutan dan melindungi dirinya di dalam pelindung yang ia buat sendiri menggunakan 4 elemen dasar bumi. Ia membuat kurungan itu menjadi 100 lapis agar Azel tidak menemukannya. Karena Azel tidak menemukan ayahnya, ia kemudian melampiaskan kemarahan dan murkanya dengan membantai para petinggi dan jenderal-jenderal bawahan Lucifer seluruhnya. Termasuk 3 jenderal yang memiliki kemampuan untuk memanggil monster, ia bunuh mereka semua tanpa ampun. Total jenderal yang ia bunuh berjumlah 45 orang dari 50 orang. Sisanya berhasil kabur dari Azel meskipun dengan luka parah di sekujur tubuh mereka. Mereka adalah Astaroth, Asmodeus, Veela, Belphegor dan juga Succubus. Kekuatan Azel sebagai keturunan murni Raja Iblis bahkan tidak tertandingi oleh para jenderal yang kekuatannya 100 kali lipat lebih besar dari tentara bangsa iblis biasa.

Sampailah mereka di kelas masing-masing. Jam pelajaran pertama adalah mata pelajaran biologi. Pengajar mata pelajaran itu adalah seorang guru berpenampilan cukup aneh dan kebiasaan yang buruk. Penampilannya aneh karena ia selalu menggunakan penutup wajah dan ikat kepala. Ikat kepala itu ia turunkan kiri (Author ragu. Tolong di kasi tau kalo salah ya readers) untuk menutupi mata kirinya. Tampaklah penampilan sensei itu seperti mumi prasejarah yang bangkit kembali untuk menuntut balas. Dan kebiasaan buruk yang paling dikenal dari sensei satu ini adalah...

T-E-L-A-T.

Ya. Guru yang satu ini hampir tidak pernah TIDAK terlambat. Jam berapapun jadwal yang di berikan kepadanya, pasti guru yang satu ini akan molor dari waktu yang ditentukan. Paling sedikit setengah jam. Dia bernama Hatake Kakashi. Seorang guru muda berusia 25 tahun. Berambut silver dan berbadan tegap nan kekar. Tak sedikit siswi-siswi SMA yang tertarik kepadanya hanya karena penasaran dengan wajah yang selalu ia sembunyikan itu.

Oke, kembali ke kelas.

Seperti biasa, Kakashi-sensei pasti akan terlambat setidaknya setengah jam. Sakura, Kiba, Sasuke dan Naruto langsung mengambil tempat duduk mereka masing-masing. Kiba dan Naruto adalah teman sebangku. Meja mereka terletak di kanan kelas dan berpapasan langsung dengan jendela menuju ke luar gedung. Sementara Sasuke berada di ujung kiri berpapasan dengan jendela menuju koridor. Teman duduknya adalah Sai. Meja Sakura berada persis di sebelah meja Naruto dan Kiba. Sakura duduk dengan seorang gadis pemalu bernama Hyuuga Hinata.

Segera setelah merasa bahwa si Azel sudah berada dalam jarak zona aman, Kiba langsung membuka pembicaraan dengan Naruto. Ada beberapa hal yang ingin Kiba tanyakan pada pemuda berambut kuning pemilik kekuatan dewa cahaya itu.

"Hei, Naru".

"Hmm ?".

"Apa kau yakin kau benar-benar tidak tau apa-apa soal semua ini ?".

"Soal apa ?".

"Ya apalagi ? Soal kontrakmu dengan dewa dan kekuatanmu tentunya, Baka Naru".

"Seenak saja memanggil ku bodoh. Sesama bodoh jangan saling mencela. Baka Kiba".

"Ya ya.. terserah. Jawab saja pertanyaan ku".

"Uhm.. itu.. aku sama sekali tidak tahu. Aku bahkan menganggap aku ini seperti dirasuki oleh arwah jahat sehingga terjadi hal-hal aneh seperti ini".

"Apa kau tidak tahu bahwa kekuatanmu adalah kekuatan Apollo, Dewa Cahaya ?".

"Tidak".

"Apa kau sama sekali tidak memiliki ingatan tentang masa lalu mu dengan Azel ?".

"Azel ? Siapa itu Azel ? Apa dia seorang pria ? Rasa-rasanya nama itu seperti tidak asing di telingaku. Seperti aku pernah mendengarnya di suatu tempat. Sebentar...".

Naruto memasang wajah berfikirnya. Ia diam sambil memejamkan mata. Sementara satu tangannya menggosok dagu nya seakan ia memiliki jenggot. Kiba hanya diam dan terus menunggu jawaban dari si pemuda berambut kuning itu.

"AHH..!!!".

"AZEL...!!! AZEL...!! Sadarlah Azel...!!! Azel, bangun..!! Hik.. hik... jangan mati... jangan mati..".

"Maaf, jika kau saja tidak bisa menyembuhkannya, apalagi kami. Maafkan kami yang tidak bisa berbuat apapun".

"Kau bilang kau akan menjagaku selamanya... hik... hik... AZEEEEEEEEEEELLLL...!!!".

"Ru... Naru...!!!!".

"EH...!!!".

"Hei, kau kenapa ? Kau tidak apa-apa ? Tatapan mu kosong".

"Aku ingat sekarang".

"Apa ? Ingat apa ?".

"Azel. Nama itu pernah ku dengar dalam mimpiku. Sudah beberapa hari ini mimpi itu selalu berulang setiap malam. Dan itu membuatku panik. Maksudku, memimpikan seorang wanita berteriak histeris di samping tubuh pria yang bersimbah darah itu bukanlah hal yang baik untuk dimimpikan. Itu sangat seram".

"Jadi kau melihat seorang wanita berlutut di samping tubuh seorang pria yang sedang terbaring bersimbah darah ? Apakah tangan wanita itu mengeluarkan seperti cahaya ?". Tanya Kiba lagi.

"Ya, kurasa. Hei... tunggu dulu. Bagaimana kau tahu ?".

"Ketika seorang pemegang kontrak dewa mati karena batas umur di luar peperangan, semua ingatan dari pemegang kontrak sebelumnya akan di wariskan kepada pemegang kontrak setelahnya. Para pemegang kontrak dari dewa yang ku pinjam kekuatannya terdahulu belum pernah ada yang mati dalam pertempuran. Jadi semua memori dari pertempuran awal hingga akhir, aku mengingat semuanya. Begitu pula dengan yang lain. Ketika kami bertemu pertama kali, bahkan kami sudah saling mengetahui nama kami masing-masing. Anggap saja kami adalah kenalan lama yang terus bertemu dalam setiap reinkarnasi".

"Lalu mengapa aku tidak mengingat apapun ?".

"Kasusmu berbeda, Naru".

"Berbeda bagaimana ?".

"Dewa yang memiliki kontrak denganmu menukarkan nyawanya dengan nyawa Azel. Apollo yaitu dewa yang memiliki kontrak denganmu dan Azel saling mencintai. Terakhir kali perang besar pecah, Azel gugur dalam pertempuran. Apollo tidak tega melihat kekasihnya terbaring tak bernyawa, sehingga ia menggunakan kekuatan terakhir nya untuk menukar nyawanya dengan nyawa Azel. Manusia pemegang kontrak dengannya saat itu juga ikut mati saat ia menukar nyawa nya dengan Azel. Mungkin itu yang menyebabkan sebagian besar ingatan mu hilang. Tapi, mendengar mimpimu tadi, sepertinya Apollo berusaha mengembalikan ingatan mu".

"Begitu kah ?"

"Ya, itu hanya pendapat ku saja".

"Memang aku masih tidak percaya, tapi dari kisah yang kau ceritakan itu, sepertinya aku akan terlibat dalam sesuatu yang besar".

"Bukan akan, tapi kau sudah terlibat".

"O ya, Kiba. Tentang Azel dan Apollo. Aku melihat dalam mimpiku pemegang kontrak dengan Apollo adalah wanita dan Azel adalah pria. Lalu sekarang aku kan laki-laki, apakah Azel juga akan berreinkarnasi menjadi seorang wanita ?".

"Pfft... BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA".

Kiba tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan polos Naruto itu. Memang tepat jika Sasuke alias Azel itu selalu memanggilnya dobe.

"Heiiii...!!! Kau mentertawakan aku ya..!!! Ada apa..!!! Cepat beritahu aku...!!!".

"Dalam dunia dewa, kami tidak mengenal laki-laki atau perempuan. Dewa tidak akan peduli dengan jenis kelamin manusia pemegang kontraknya. Yang penting bagi mereka adalah kemampuan tubuh dan hati kita dalam menerima kekuatan mereka. Dan juga harus dari keturunan yang sama dengan pemegang kontrak sebelumnya. Jadi kau tidak usah meributkan masalah kelamin. Apollo dan Azel itu saling jatuh cinta, titik. Walaupun kau bilang tidak akan jatuh cinta sekalipun ketika kau mengetahui siapa Azel, pada akhirnya, kau sebagai pemegang kontrak dengan Apollo pasti akan jatuh cinta padanya. Cepat atau lambat. Haha".

"Mengapa pikiranku jadi tidak enak ketika kau berkata tidak mementingkan jenis kelamin... Hei.. katakan padaku, siapa Azel. Maksudku siapa pemegang kontrak dengan Azel ? Dia wanita bukan ?". Naruto bertanya, lebih tepatnya memastikan ke Kiba.

"Azel berbeda dengan kita. Ia tidak memiliki manusia untuk memegang kontrak. Ia memiliki wujud manusia nya sendiri. Ia bisa bebas merubah dirinya menjadi manusia yang diinginkan hati nya. Tapi, ya terlepas dari seperti apa Azel akan berubah, Azel adalah seorang Laki-laki.

"APAAAAAAAAAAAAAAAAAA...!!!!!!!".

Ngiing. Kuping Kiba berdenging karena suara Naruto yang terlalu keras.

"Awww, itai Naru... sudahlah. Cerita lengkap nya nanti saja dengan ketua. Yang penting sekarang kau punya gambaran tentang apa sebenarnya dirimu".

"Aku masih tetap belum bisa percaya pada kata-kata mu".

"Terserah".

"Sudahlah, Naru-kun pasti kau akan lihat buktinya, nanti". Sakura menyahut.

"A-ano.. Sa-sakura... Sebenarnya a-apa yang sedang ka-kalian bicarakan ? Na-naruto-kun nampak begitu serius". Gadis di samping Sakura menanggapi pembicaraan mereka bertiga yang begitu intens.

"Aaaahhh tidak... tidak apa, tidak perlu kau pikirkan Hinata". Sakura mengibaskan tangannya ke arah Hinata.

"Ba-baiklah ji-ka Sakura bi-bilang begitu".

'Phew, syukurlah Hinata terlalu polos. Mudah sekali membuatnya menjadi tidak curiga'.

Sakura pun mencondongkan badannya ke arah Kiba dan Naruto. Kemudian membisikkan sesuatu kepada mereka.

"Hei, kalian berdua. Bisakah kalian membicarakan tentang hal itu di tempat lain ? Kita tidak ingin ada anak selain kita yang tahu tentang ini. Kalian membicarakannya seperti hal itu adalah biasa untuk yang lain. Dasar kalian anak-anak bodoh".

"Kau bilang kami bodoh ?!!!". Sergah Naruto.

"Iya. Lalu apalagi kalau bukan bodoh ?".

"Kami tidak bodoh, kami ini hanya memiliki IQ yang rendah. Kata Kakashi-sensei begitu".

"LALU APA BEDANYA DASAR PAYAAAAAAAAAH...!!".

"Memang IQ itu apa sih Sakura ?". Tanya Naruto dengan polos.

'ANAK INI...!!! Begitu bodohnya ia sampai dibodohi orang lain. Sebenarnya isi kepala 2 anak ini apa sih ? Apa benar isinya otak ? Aku jadi ragu'.

"Kau tanya saja kepada orang yang menyebutmu ber-IQ rendah".

Kreeek.

Terdengar suara pintu geser kelas mereka di buka. Yap tepat setengah jam berlalu sejak bel masuk berbunyi. Pucuk dicinya ulam pun tiba. Orang yang mereka bicarakan akhirnya menunjukkan batang hidungnya di depan kelas. Seperti biasa, ia masuk sambil membaca novel 18 kesayangannya dan akan menyapa dengan...

"Yo".

Kakashi menyapa para muridnya dengan begitu santai tanpa beban. Yahh.. karena terlambat memang sudah menjadi sifat asli dirinya, ia tidak pernah merasa bersalah akan hal itu. Dan kelihatannya, semua anak di sekolah itu dari kelas 1 sampai kepas 3 sudah tahu betul sifat dan kebiasaan buruk sensei misterius itu. Jam pelajaran pertama bersama Kakashi pun dimulai.

Skip time.

Kriiiiiiing.

"Baiklah anak-anak. Sekian dulu untuk pelajaran biologi hari ini. Silahkan kalian keluar kelas. Dan untuk nama-nama yang aku panggil, silahkan tetap berada di dalam kelas". Kakashi menutup kelasnya.

"Hei, Kiba. Apa...". Naruto belum sempat menyelesaikan bisikan nya ke telinga Kiba, tapi Kiba sudah memotongnya terlebih dahulu.

"Iya. Kakashi-sensei adalah bagian dari kita".

"Aku kan belum bertanya".

"Sst.. kita dengarkan saja siapa nama yang akan dipanggil oleh sensei".

"Uzumaki Naruto, Inuzuka Kiba, Aburame Shino, Uchiha Sasuke, Hyuuga Hinata, Sai dan Haruno Sakura. Kalian tetap di kelas. Murid yang lain silahkan beristirahat".

Suara riuh murid kelas 3D langsung menyeruak ke seluruh penjuru kelas. Kemudian suasana berangsur hening hingga benar-benar tidak ada siapapun di kelas kecuali anak yang namanya dipanggil, plus dengan Kakashi.

"Baiklah, langsung saja seperti biasa ya. Pagi ini kita di panggil ketua untuk berkumpul di basecamp. Kita semua dipanggil ke sana tidak hanya untuk membicarakan masalah pertempuran yang kini semakin dekat. Kita dipanggil ke sana juga untuk menyambut sekaligus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada anggota baru, berwajah baru namun berjiwa lama, Uzumaki Naruto. Dengan ini anggota kita akhirnya lengkap dan sepertinya kita sudah siap untuk menghadapi pertempuran. Oh ya, anggota di kelas lain juga sudah di beri tahu, jadi kalian tidak perlu khawatir. Sekarang bereskan semua peralatan ke tas kalian. Kita berangkat. Sepertinya mobil dari basecamp sudah datang menjemput kita".

Anak yang tersisa di kelas Naruto langsung membenahi semua peralatan ke tas masing-masing sesuai dengan perintah dari Kakashi. Semuanya sudah siap untuk mengahadap orang yang dipanggi ketua di tempat yang dinamai basecamp. Jujur, Naruto masih belum memiliki bayangan tentang siapa orang yang dipanggil ketua itu dan tempat seperti apa yang dinamai dengan basecamp. Sebentar lagi, Naruto akan mengetahui semua jawaban dari pertanyaan nya.

"Yoooosh, kita berangkat...".

Berita bahwa dewa Apollo telah menjatuhkan kontraknya kepada Naruto langsung menyebar cepat diantara para anggota yang lain. Tidak terkecuali ayah Naruto, Namikaze Minato yang tanpa sepengetahuan Naruto adalah salah satu pemegang kontrak dari dewa dan salah satu anggota barisan dewa pada pertempuran besar.

Minato masih terduduk di kursi kepala sekolahnya. Mash menatap layar ponselnya dan membaca sebuah chat yang muncul di layar ponsel itu berkali-kali. Ia ingin memastikan jika kedua mata birunya tidak salah dalam membaca pesan yang tertera. Pesan itu berasal dari nomor ponsel Kakashi.

"Kontrak Apollo sudah muncul. Dan pemegang kontrak Apollo adalah anakmu sendiri, Naruto. Ketua memanggil kita ke basecamp pada jam istirahat pertama. Naruto juga dipanggil ke sana".

Setelah puas membaca pesan itu sampai 15 kali. Akhirnya Minato pun menyerah. Matanya tidak salah dalam membaca isi pesan singkat dari Kakashi. Naruto adalah pemegang kontrak Apollo yang telah ditunggu-tunggu selama 10.000 tahun lamanya oleh para dewa yang lain.

Minato meletakkan ponselnya di atas mejanya. Kemudian ia menyandarkan tubuhnya ke kursi yang sedang ia duduki. Kedua tangannya ia taruh di belakang kepalanya sebagai bantal. Pikirannya melayang jauh memikirkan anak semata wayang nya yang berambut kuning itu.

"Hhaahh... aku harap keluargaku tidak ada yang terlibat dengan pertempuran ini. Ternyata Apollo malah memilih Naruto sebagai pemegang kontraknya. Bukan hanya aku takut dia akan menderita selama perang karena kekuatannya, aku juga takut ia tidak mampu mengemban tugas Apollo. Naruto itu anak yang kurang disiplin dan kurang memiliki rasa tanggung jawab. Apa benar ia bisa menanggung segala beban Apollo ketika pertempuran pecah ? Apollo, apa yang kau pikirkan sehingga memilih anak itu sebagai pemegang kontrakmu setelah 10.000 tahun ? Yang aku bisa lakukan hanyalah percaya kepadamu dan juga Naruto. Ku harap pilihanmu tidak salah".

Minato berpindah dari posisi bersantainya dan segera menyambar kunci mobil dan ponselnya yang tergeletak tak berjauhan satu sama lain. Sekali samba, tangan besarnya langsung menggenggam kedua benda kecil tapi penting itu. Ia juga langsung menyambar mantel panjangnya yang tergantung di gantungan mantel yang berada di sebelahnya. Minato siap meluncur menuju basecamp.

Sementara itu di kelas 3A dan 3E...

Terlihat dua anak di kelas itu. Mereka masih berasa di dalam kelas padahal bel tanda istirahat sudah berbunyi. Mereka berdua memiliki rambut yang sama-sama dikuncir. Yang satu dikuncir ke atas, sedangkan yang satunya lagi menguncir rambut panjangnya di bagian bawah.

"Kau sudah dapat pesannya, Neji ?".

"Ya, kita meluncur sekarang".

Mereka membereskan tas mereka kemudian pergi tanpa berkata banyak.

Dikelas lainnya, seorang anak laki-laki berambut merah maroon juga sedang bergegas membereskan peralatan belajarnya ke dalam tas. Ia tampak sedikit terburu-buru. Beberapa kali ia melirik ke arah ponsel yang sengaja ia geletakkan di atas meja dalam keadaan layarnya menyala. Sepertinya ia sedang ditunggu oleh seseorang.

"Baik. Semuanya siap. Aku meluncur sekarang".

Ia menyambar ponselnya dan kemudian pergi meninggalkan kelasnya.

Setelah selang beberapa menit, mereka semua telah berkumpul di halaman belakang sekolah. Naruto tidak menyangka, hampir semua teman yang ia kenal adalh anggota dari pasukan itu. Ia merasa seperti orang yang kurang update. Ibarat kata teman-temannya sudah memakai ponsel Android yang canggih, sementara ia masih menggunakan ponsel lawas yang hanya bisa mengirim sms dan telepon. Naruto merasa benar-benar tertinggal sendirian. Maksudnya, bagaimana bisa ? Naruto mengenal mereka dan bertemu mereka setiap hari, tapi Naruto tidak mengetahui sama sekali bahwa mereka menyembunyikan hal sebesar ini dari Naruto.

Total orang yang berkumpul di sana adalah : Uzumaki Naruto, Uchiha Sasuke, Inuzuka Kiba, Aburame Shino, Hyuuga Neji, Nara Shikamaru, Sabaku no Gaara, Sai, Hyuuga Hinata, dan Haruno Sakura. Tak lupa guru biologi mereka yaitu Hatake Kakashi. Kesebelas orang itu adalah pemegang kontrak dari dewa yang berbeda-beda dengan kekuatan dan keahlian yang berbeda-beda.

"Feeling shocked huh, Naru ?".

Shikamaru menepuk bahu Naruto dari arah belakang. Naruto sedikit tersentak kaget ketika Shikamaru menepuk bahunya. Naruto segera berbalik dan menjawab Shikamaru.

"Beyond shocked".

"Haha. Aku sudah menduga kau akan bereaksi seperti itu". Shikamaru terkekeh.

"Sebenarnya, kami juga sangat kaget ketika menerima kabar bahwa kau lah pemegang kontrak dari Dewa Cahaya. Kami tidak menduga sama sekali". Sahut Neji

"Apalagi aku".

"Mobilnya datang". Gaara menunjuk kepada beberapa mobil SUV hitam yang perlahan mendekat.

Ketiga mobil hitam itu berhenti tepat di depan mereka. Tak lama kemudian keluarlah tiga orang yang ditugaskan ketua untuk menjemput para anggota menuju basecamp. Sebenarnya dari ketiga orang itu hanya satu orang yang ditunjuk untuk menjemput mereka, sisanyaaaa...

"Hoi... Kakashi.. Shikamaru...".

"A-asuma-sensei... ?".

"Yo Naruto... selamat ya..!! Aku tidak mengira kalau kau orangnya... hahahaha".

"Iya, selamat ya. Naruto".

"Pa-paman Iruka juga ?".

'Semua orang itu pemegang kontrak, semua orang itu pemegang kontrak, semua orang itu pemegang kontrak'. Kata-kata itu terus terulang dipikiran Naruto. Ia pun duduk meringkuk dan ada aura hitam bergaris diatas kepalanya.

"Kalian semua itu pemegang kontrak dan aku tidak tahu".

"Ayo semuanya cepat naik. Ketua sudah menunggu kita". Akhirnya satu-satunya orang yang benar-benar di tugaskan oleh ketua pun muncul. Seorang wanita berambut hitam pendek bernama Sizune. Ia merupakan supir pribadi ketua.

Belum sempat mereka naik ke mobil yang telah berjejer rapi itu. Tiba-tiba aura jahat terasa menusuk di sekitar mereka. Para anggota pemegang kontrak dewa itu langsung bersiap dengan kuda-kuda masing-masing. Sasuke langsung berlari kemudian berdiri di depan Naruto.

"Naruto, apa kau juga merasakannya ?".

"Ya. Aku merasa aneh. Tapi perasaan aneh ini sangat kuat".

"Itu adalah perasaan ketika aura kejahatan mendekat. Ingat baik-baik, perasaan seperti itu akan muncul ketika musuh sedang mendekatimu. Kau harus segera bersiap menghadapi mereka".

"Umm... aku mengerti".

"Kebetulan sekali, sudah lama rasanya sejak pertarungan terakhirku". Kakashi membuka sebelah matanya yang selalu ia tutupi. Ternyata mata itu berwarna merah. Di dalam iris nya terdapat tiga titik yang saling berhubungan dengan sebuah pola garis. Mata yang indah namun juga menakutkan. Apalagi untuk orang yang pertama kali melihatnya seperti Naruto.

'Jadi itu yang selama ini disembunyikan oleh Kakashi-sensei. Matanya... berwarna merah'.

"Naruto...!!". Sasuke segera menyadari bahwa orang yang berada di belakangnya sedang lengah.

"Jangan lengah. Kita sedang bertarung".

"Baik".

"Haha, aku lebih baik menonton saja. Bertarung terlalu merepotkan. Lagipula sudah ada Sasuke, Kakashi-sensei, Asuma-sensei dan Iruka-san. Biarkan yang dewasa saja yang beraksi". Shikamaru bernada malas seperti biasanya. Ia pun sedikit melangkah mundur menjauhi arena pertempuran. Diikuti oleh murid yang lain. Sepertinya mereka sepaham dengan Shikamaru.

"Iruka kau siap ?".

"Tentu Asuma-san".

Tiba-tiba muncul sebuah portal entah dari mana asalnya. Portal itu berwarna hitam. Portal itu tadinya berbentuk sepeti goresan kecil. Namun seiring waktu semakin membesar dan keluarlah beberapa orang dari portal itu.

"Mereka adalah Commander. Meskipun kita lebih kuat, mereka berjumlah lebih dari tiga. Mereka tidak bisa dianggap remeh". (Kiba)

"Kau benar". (Sakura).

"Shino..!! Sekarang..!!". Secara tiba-tiba Kakashi berteriak ke arah Shino. Shino tidak kaget sama sekali. Bahkan ia paham apa maksud Kakashi.

"Naruto, perhatikan". Sasuke memperingatkan Naruto untuk tetap fokus.

"Wahai Perseus pemilik kekuatan Aegis dan Helm Hades. Yang telah membunuh Medusa dengan tangannya sendiri. Pinjamkan aku kekuatan dan peralatan perangmu sekarang. Sesuai dengan kontrak yang engkau buat denganku... LEPASKAN..!!!".

Ngiiiiinggg...

Sebuah pola sihir berwarna biru muncul dan bercahaya di bawah kaki Shino. Kemudian muncullah sebuah bola berlambang bulan, bintang dan tulisan sihir berwarna biru. Bola itu merupakan 'bentuk kecil' dan juga penggabungan antara Aegis, perisai cermin dan juga Helm Hades milik Perseus, dewa yang memiliki kontrak dengan Shino. Shino melempar bola itu ke atas sehingga bola itu pecah di udara dan membentuk sebuah kubah dimensi. Dari luar akan terlihat tidak terjadi apa-apa walaupun di dalam kubah terjadi pertarungan besar. Kekuatan Aegis membuatnya seperti cermin dan juga membuatnya sulit untuk di tembus. Sementara Helm Hades membuat siapa pun yang berada di dalam kubah itu tidak terlihat dari luar kubah.

"Kau lihat itu, Naruto ?".

"Iya. Wow. Aku tidak menyangka Shino memliki keuatan yang keren sekali".

"Bukan waktunya untuk kagum. Terus amati jalannya pertempuran ini. Aku ingin kau mengetahui keadaan pertempuran yang sebenarnya. Jangan khawatir, aku pasti akan melindungi mu".

"Baik".

"Kami mendengar bahwa Dewa Cahaya Apollo sudah kembali dari tidurnya. Tanpa basa-basi lagi kami ingin segera membunuh Apollo agar mendapatkan kekuatan serta kedudukan disisi Lucifer yang agung. Hahahaha... hahahaha...".

Salah satu Commander itu angkat bicara. Kemudian ia tertawa terbahak-bahak dengan sombong. Seakan ia sudah bisa memastikan bahwa misi mereka untuk membunuh Apollo akan benar-benar berhasil seperti yang mereka rencanakan. Kakashi pun menyahuti mereka dengan tak kalah sombong.

"Jadi kalian fikir kalian bisa mengalahkan kami lalu membunuh Naruto dengan mudah ? Cih...!! Kalian berlima maju menyerang bersamaan pun tidak akan mampu mengalahkan 2 orang dari kami".

"Siapa bilang kami hanya berlima ? Hahaha...".

Salah satu dari mereka merentangkan tangannya dan muncullah kembali portal bewarna hitam yang tadi sempat hilang. Dari sana muncul pasukan iblis berupa hewan seperti kadal namun memiliki tinggi mencapai 2 meter dan berjalan dengan 2 kaki. Ujung kedua tangannya berbentuk lancip sehingga mampu digunakan untuk menusuk musuh. Warna mereka hitam legam karena terbuat dari kegelapan dan kebencian. Commander itu memanggil ratusan pasukan iblis untuk bertempur.

"Nah, sekarang. Kami tidak hanya berlima bukan ?".

"Naruto, tetap di belakangku dan jangan bertindak gegabah. Kekuatan mu masih belum bangkit secara sempurna".

"Oh lihat siapa di sana. Yang mulia Mammon anak Raja Lucifer. Sungguh kehormatan bisa bertemu langsung dengan anda". Salah satu dari 5 Commander itu menapak di tanah kemudian berlutut dengan nada mengejek.

"Raja Lucifer berjanji menghadiahkan kekuatan kegelapan bagi siapa saja yang berhasil membunuh tuan Mammon, atau harus ku panggil, Azel ?".

'Jadi, Sasuke adalah... what ???!! Berarti, aku dan dia. Oh fuck'.

Ngiiing.

Sasuke langsung memunculkan pedangnya. Sebuah pedang besar bermata dua berwarna hitam. Rasanya tidak perlu menggunakan kekuatan sihir untuk melawan mereka. Cukup dengan pedang sudah bisa untuk menghabisi Commander yang mencoba mendekati Naruto.

"Ayo, Iruka".

"Baik, Asuma-san".

"Wahai Vulcan penguasa api dan panas. Pembuat senjata dan pandai besi untuk para dewa. Pinjamkan aku senjata dan kekuatanmu sesuai dengan kontrak yang telah kau buat... LEPASKAN...!!!".

"Buri. Dewa es penjaga bintang utara. Lahir dari es dan berperang dengan es. Pinjamkan aku senjata dan kekuatanmu sesuai dengan kontrak yang kau buat... LEPASKAN...!!!"

Pola sihir berwarna merah muncul bersamaan dengan Asuma mengangkat tangannya. Pola sihir itu bercahaya tepat di atas kepala sang pria Sarutobi. Sementara itu pola sihir Iruka berwarna biru muda. Menyala terang tepat di hadapannya. Senjata Asuma adalah sepasang pedang berukuran sedang. Tidak panjang seperti katana dan juga tidak pendek seperti belati. Kedua pedang itu bisa berubah menjadi api dan memanjang. Sementara Iruka mengambil sebuah busur dari dalam pola sihir yang ia buat. Ia tidak memerlukan anak panah karena ia dapat membuat nya sendiri menggunakan sihir es nya. Iruka juga mampu menciptakan air kemudian mengendalikan nya dan menggunakan air itu sebagai alat untuk menyerang musuh.

"Lihatlah, Naruto... kau dengar mantra yang mereka ucapkan ? Itu adalah mantra pemanggil. Dewa mereka akan menuntun mereka untuk melakukannya. Kau juga bisa melakukannya. Konsentrasi pada dirimu dan kosongkan pikiran mu. Apollo akan menuntunmu. Ini waktu yang tepat untuk menjajal sampai dimana kekuatanmu telah bangkit". Sasuke terus menerangkan tentang kekuatan dewa kepada Naruto sambil mengayunkan pedangnya.

"Bagaimana kalau aku diserang ketika aku berkonsentrasi ? Aku masih pemula, aku tidak tahu apa aku akan secepat Asuma-sensei atau paman Iruka, dan...".

"Naruto...!!! Kau lupa aku ada di sini untuk melindungimu ? Aku yang akan melindungimu bahkan dengan nyawaku sebagai taruhannya. Berapa kali harus ku katakan itu padamu ?!! Sekarang tutup matamu dan berkonsentrasi lah..!! Bangkitkan kekuatanmu...!!!".

"Baik".

Naruto pun menutup kedua matanya. Kepalanga tertunduk ke bawah, menandakan ia benar-benar memfokuskan pikirannya. Tanpa sadar keadaan sekitarnya menjadi semakin hening dan semakin hening, hingga akhirnya ia tidak mendengar suara sama sekali. Tubuh Naruto diam tak bergerak. Pikiran Naruto sudah memasuki alam bawah sadarnya. Alam bawah sadar nya begitu gelap. Kedua mata birunya tak mampu menangkap obyek apapun. Hingga akhirnya muncul seberkas cahaya putih menyinari Naruto.

"Naruto. Aku telah memilihmu sebagai manusia pemegang kontrak dariku. Setelah 10.000 tahun aku menunggu, aku akhirnya yakin bahwa kaulah yang pantas untuk bertempur melawan Raja Lucifer dan pasukannya".

Seberkas cahaya itu berubah menjadi wujud manusia. Seorang pria tampan berambut putih dan hanya mengenakan penutup di tubuh bagian bawahnya. Gaya pakaian yang ia kenakan bernuansa Yunani kuno. Semua kegelapan sirna. Ruangan yang tadinya hitam gelam karena kegelapan kini menjadi putih dengan cahaya. Bahkan mata Naruto merasa silau dengan cahaya yang muncul dari pria itu. Pria itu mengulurkan tangannya ke hadapan Naruto.

"Mari. Aku akan menuntunmu, Naruto".

"Kau kah Apollo ?".

"Aku adalah Kau dan Kau adalah Aku. Seorang pemegang kontrak dengan dewanya adalah satu kesatuan. Kau boleh memanggilku Naruto jika kau mau".

"Baiklah, kalau begitu aku akan memanggilmu Naruto kedua. Hahahahahaha".

Apollo tersenyum.

"Baiklah. Tidak terlalu buruk. Sekarang pegang tangan ku. Akan ku tunjukkan pada mereka bahwa Dewa Cahaya telah bangun dari tidurnya".

"Oke".

Tap

Tangan mereka bertamu dan saling menggenggam satu sama lain. Pikiran Naruto langsung kembali ke dunia nyata setelah tangannya bersentuhan dengan Apollo. Tanpa ada yang mengajari, Naruto bisa mengucapkan mantra pemanggil nya sendiri.

"Apollo yang memiliki cahaya. Yang mengusir kegelapan dan menggantinya dengan sinar. Beri aku kekuatan untuk menunjukkan cahayamu kepada mereka... (Mata terbuka) LEPASKAN...!!!".

Ngiiiing...

Sebuah lingkaran berpola sihir muncul dan bercahaya di bawah kaki Naruto. Lingkaran sihir itu berwarna kuning. Efek dari kekuatan sihir cahaya Apollo membuat baju dan rambut Naruto tertiup ke atas. Naruto mengangkat dan membuka kedua tangannya lebar-lebar kemudian menggenggam kedua tangannya rapat-rapat.

Dengan cepat, bulatan cahaya berwarna kuning menyebar ke seluruh area pertarungan. Setiap pasukan iblis yang terkena bulatan cahaya itu hancur menjadi kepingan-kepingan kecil. Sontak saja arena pertempuran itu menjadi terlihat menyilaukan mata karena dipenuhi dengan cahaya kuning milik Naruto.

"Inikah kekuatan Naruto ? Indah sekali. Aku tidak ingat kekuatan Apollo dari pemegang kontrak sebelumnya bisa seindah ini". (Sakura).

"Naruto... ceroboh sekali...!!!". (Kiba).

"Indah". (Shino)

"Kau berhasil, Naruto". (Iruka).

"N-naruto-kun". (Hinata)

Kekuatan sihir kegelapan dari para Commander melemah dikarenakan arena pertempuran dipenuhi dengan cahaya Naruto. Karena mereka memiliki tingkatan yang lebih tinggi, mereka tidak hancur seperti pasukan iblis biasa. Para Commander tetap hidup walaupun kekuatan mereka menurun drastis.

Mereka pun berusaha kabur dari medan pertempuran. Akan tetapi dengan cepat Iruka memanah mereka semua hingga mereka membeku dan menjadi sulit untuk begerak. Asuma berlari membawa pedang api nya yang membara. Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar Shino memanggil namanya.

"Asuma-sensei, bolehkah aku ?".

"Eh ?". Wajah kaget Asuma melembut.

"Baiklah. Itu bagian mu, Shino".

Tak lama kemudian, Shino mulai beraksi. Lima bola berwarna biru seperti bola pertamanya muncul di atas tangannya. Shino segera membuka tangannya dan mengarahkan tangannya ke arah para Commander yang sedang membeku dan sulit bergerak.

"Pemurnian".

Wuush.

Kelima bola itu terbang mengarah kepada 5 Commander yang sedang kesulitan bergerak. Bola itu terpecah menjadi sesuatu yang berbentuk runcing. Masing-masing bola menjadi benda runcing yang menusuk tubuh para Commander dan berubah menjadi sebuah salib di belakang tubuh mereka. Para Commander itu pun tampak pasrah ketika tubuh mereka tersalib oleh bola pemurnian milik Shino.

"Hancurkan".

Pyar...

Tubuh para Commander itu hancur menjadi kepingan hitam yang kecil-kecil dan terbang tertiup angin. Pertempuran kecil itu telah selesai. Memang tidak ada yang perlu di khawatirkan. Kecuali tubuh Naruto yang mendadak ambruk berlutut setelah pola sihir nya hilang. Tubuhnya terasa lemas setelah ia mengeluarkan kekuatan yang besar secara tiba-tiba.

Segera Sasuke menangkap tubuh Naruto yang akan ambruk ke pelukan nya. Badan Sasuke begitu besar dan pas ketika Naruto ambruk ke pelukan nya. Naruto yang masih setengah sadar bisa merasakan hangatnya bahu Sasuke saat wajahnya dan bahu itu saling bersentuhan.

"Azel...".

Sasuke tersentak kaget. Matanya terbelalak. Sudah lama sekali sejak ada seseorang yang memanggil nama nya dengan nada seperti itu. Pasti Naruto sedang mengigau.

"Azel... terima kasih".

"Tidak, terima kasih. Nyawaku ini adalah nyawamu. Aku milik mu seutuhnya, Naruto".

TBC

Update yeaaaay... disini banyak banget penjelasan guys... Syl berharap kalian ga bingung sama gaya bahasa Sylvan ya...

More romantic stories coming up soon... cerita asmara sebelum pertarungan itu emang bener2 ga ngebosenin kalo buat Syl. Haha

Maaf kalo ada typo bertebaran guys

Sekian dan terima kasih

Syl out.