"...maksud kami memperhatikan adalah, membiarkan kami untuk tinggal sementara hingga kami bisa menemukan cara untuk kembali ke wujud semula tanpa bantuan orang lain.."

.

.

.

.

.

.

.

.

Kata itu yang terngiang di telinga Changkyun saat dia membuka matanya. Ia menengok ke bagian kiri, Minhyuk masih terlelap dengan memeluk boneka beruang miliknya dan dengan seenaknya dia memeluk tubuhnya.

Changkyun melepas pelukan Minhyuk kemudian bangun dari tidurnya, berjalan keluar. Dia melihat Kihyun yang tengah memasak dengan memakai celemek coklat miliknya yang tiidak pernah ia gunakan. " kau sudah bangun ?" tanya Kihyun dengan tersenyum dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Changkyun.

"aku memakai uang mu disana." Tunjuk Kihyun ke alah toples kaca besar dengan tulisan 'uang makan' Changkyun jarang mengambilnya karena dia lebih senang makan ditempat Jaebum atau membeli kimbab di kedai sekolahnya yang bisa dimakan sampai sore. "sepertinya kau tidak pernah mencoba memasak .." lanjut Kihyun sambil menyendok sup ayam ke dalam mangkuk dan menghidangkannya ke meja mini bar didepannya. "cobalah.."

Changkyung duduk dikursi bar dan mengambil sendok. Dan mencicipi kuahnya. Masakan Kihyun enak. "wah ini enak sekali hyung."

"apa kau suka ?" tanya Kihyun sambil mengacak lembut surai hitam Changkyun tidak lupa dengan senyuman puasnya. Changkyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

Kihyun menyelesaikan telur gulung dan tumis jamur , menghidangkan ke depan Changkyun dan masuk kedalam Changkyun membangunkan Minhyuk. Terdengar suara teriakan dari Minhyuk saat Kihyun menggigit tangannya. " apa kau berubah jadi kanibal ?"

"hah ?! itu cara ku membangunkan mu tahu !"

"tapi kita bukan kucing lagi , Kihyun bodoh !"

"lalu ? apa ?"

Suasana kamar menjadi sunyi dan Kihyun keluar duluan disusul Minhyuk dengan wajah kesal. Namun langsung tersenyum saat Minhyuk melihat Changkyun

"uggu uggu.. Changkyunie kau makan eum ? apa kau ingin ku suapi ?" tanya Minhyuk dengan nada imutnya dan mencubit pipi Changkyun yang mengigit ujung sendoknya.

"tidak usah, kau makan sendiri sana." Usir Changkyun sambil menepis tangan Minhyuk dan melanjutkan makannya.

"ah , maaf Changkyun. Aku memakai pakaian mu ini. Apa tidak apa-apa ?" tanya Kihyun sambil menunjuk baju putih dengan celana pendek biru. Changkyun mengangguk lagi.

"pakailah, aku setiap hari hanya memakai dua pasang pakaian, aku tidak keberatan." Jawabnya lagi dan menyeruput sup dari mangkoknya langsung.

Kihyun tertawa sinis. "kau ini.." desisnya dan menaruh jatah makan Minhyuk. Ia kemudian melepas celemeknya dan pergi keluar dari dapur, membuat Changkyun segera menaruh mangkoknya.

"apa kau marah ? kenapa tidak ikut makan ?" tanya Changkyun sambil memutar tubuhnya untuk melihat Kihyun yang pergi dan suara Changkyun menghentikan langkah kaki Kihyun. Changkyun menunduk saat Kihyun balik melihat kearahnya.

"aku marah ? tidak Changkyun.. aku hanya ingin mengambil susu didepan rumah, sepertinya mereka sudah datang.. dan koran milik tetangga sebelah, aku harus cepat sebelum mereka memberikan koran mereka ke tempat sampah." Ucap Kihyun dan melesat cepat keluar rumah.

"tenang saja , dia jarang marah kok hehehe." Kekeh Minhyuk dan menepuk punggung Changkyun.

Terdengar suara pintu dan itu adalah Kihyun. "jam berapa kau berangkat sekolah ?" tanya Kihyun dengan membawa susu dan koran ditangan.

"sekitar jam 7. Kihyun hyung." jawab Changkyun dan memberesi piring makannya yang sudah selesai.

"ah aku akan mengantarmu." Ucap Kihyun dan menahan tangan Changkyun yang ingin mencuci piringnya. "cepatlah mandi, dan kau Minhyuk, apa kau mau ikut ?" tanya Kihyun. Minhyuk hanya mengisyaratkan dengan menunjukan ibu jarinya.

"baiklah.. cuci piringnya dan cepat mandi." Kihyun tersenyum dan meninggalkan mereka berdua. Changkyun tersenyum tipis dan dengan segera mencuci piringnya dan pergi mandi.

=o0o=

Mereka bertiga sampai didepan gerbang sekolah Changkyun dan Kihyun memberikan bungkusan bekal untuk Changkyun. "makanlah.. itu gimbab.. dengan timun dan daging."

"um.. terima kasih hyung." Changkyun memasukannya kedalam tasnya dan melangkah masuk, sebelumnya ia berbalik melihat mereka berdua. "aku pergi dulu." Selesai mengucapkannya ia membungkuk dan saat mengangkat kepalanya , kedua pipinya kembali memerah dan ia segera lari masuk ke dalam sekolah.

Saat Changkyun sampai dilapangan ia bertemu Hanbin, pemuda Kim itu merangkul Changkyun dengan erat. "eih siapa mereka ? cantik sekali yang berambut coklat , apa mereka ..." Hanbin tersenyum jahil pada Changkyun.

"apa yang kau pikirkan ? mereka hanya teman ku.." Changkyun mendengus dan melepas rangkulan Hanbin.

"ayolah kembaran ku.. kau kan hanya punya aku untuk tempat bercerita.." kekeh Hanbin membanggakan bahwa wajah mereka memang sedikit mirip dan hobby mereka pun sama. Menulis lirik rapp. Sejak saat itu Hanbin merasa menjadi saudara kembar Changkyun.

"baiklah.. mereka kucing ku.." jawab Changkyun dengan jujur dan menatap Hanbin dengan serius. Hanbin mengangguk. Sedetik kemudian kedua mata kecilnya membulat besar hingga Hanbin takut matanya sendiri bisa menggelinding.

"oh tidak,, changkyun.." Hanbin menutup mulutnya kaget.

"kenapa Hanbin ?" tanya Changkyun dengan Bingung dan memegangi tangan Hanbin yang terlihat sangat shock.

"oh tidak,, CHANGKYUN BERMAIN ROLE PLAYER MASTER AND PET , EVERYONE !" teriak Hanbin begitu keras hingga seluruh murid memperhatikan Hanbin dan Changkyun.

PLAAKK ~!

Jangan ditanya lagi itu suara apa, yang jelas sekarang dipipi kiri hanbi ada cap telapak tangan milik Changkyun.

Changkyun berjalan menuju kelasnya dan meletakan tasnya yang sekarang sudah lumayan berat. Tumben sekali, pikir Changkyun. Ia tersenyum tipis.

Ia bahagia dengan keberadaan Kihyun dan Minhyuk, tapi ia juga takut. Bagaimana jika setelah mereka sembuh, apa mereka akan pergi ?

Apa dia akan sendirian lagi ?

Apa sampai mati nanti ia akan selalu sendiri ?

Kihyun.. Minhyuk.. sekarang nama mereka sepertinya lebih beharga daripada nama kedua orang tuanya.

Chankyun termenung memikirkannya hingga tanpa sadar teman-teman memanggilnya tapi tidak dia hiraukan.

"Changkyun.. apakah mereka yang tadi mengantar mu ?"

Changkyun mengangkat wajahnya dan melihat ke arah jendela dimana Hanbin menunjuk. Ia membulatkan matanya. I-itu kan Wonho si sexy, kenapa dia bermain dengan Minhyuk dan Kihyun seakrab itu ?

"apa kalian suka diluar daripada mendengarkan penjelasan ku ?"

Changkyun dan anak-anak yang lain menengok ke pintu masuk. Disana Dasoom Seongsaengnim mendelik kesal dengan buku yang ia gulung menjadi senjatanya.

"jika kalian memang suka, silahkan berbaris dan kelilingi lapangan 30 putaran.!"

=o0o=

Changkyun mengedarkan pandangan menuju lapangan dimana Kihyun dan Minhyuk tadi berada dengan Wonho. Sekarang sudah jam istirahat dan mereka tidak terlihat. "apa mereka pulang ya.."

"siapa yang kau cari ?"

Changkyun membeku, ia hafal suara ini. Ia berbalik ke belakang dan melihat Wonho yang terengah dengan keringat membasahi tubuhnya.

"aku.. mencari dua pemuda itu.." jawab Changkyun sedikit gugup.

"apa mereka teman mu ? mereka sangat keren.. siapa mereka ?" tanya Wonho lagi sambil mengipas wajahnya yang kemerahan karena kepanasan.

"mereka Kihyun dan Minhyuk... aku baru mengenalnya kemarin..ah aku punya tissue sunbae.." Changkyun dengan cepat mengeluarkan stock tissue disaku celananya dan menyodorkannya kepada Wonho. "kau terlihat lelah sekali."

"ah biasa.. Dasoom Saem menghukum ku karena mengacaukan perhatian anak-anak kelas X. Bisakah kau menyeka keringatku ? tangan ku lelah sekali.." Wonho duduk dibawah dan menunjuk wajah dan lehernya.

Changkyun mengangguk dalam diam. Ia mengusap dari kening Wonho, pelan dan gently hingga saat tangannya sampai dipelipis Wonho, keduanya bertemu pandang.

"apa kau sakit ? pipimu lebih merah dari pipi ku.." Wonho menempelkan punggung tangannya di kening Changkyun dan tangan yang lainnya dikening sendiri. "sehat tuh.."

"kau... menyebalkan !" Changkyun melempar pack tissuenya ke wajah Wonho dan lari meninggalkannya dengan kedua tangannya memegangi pipinya.

Selama berlari ingatan tatapan mata Wonho benar-benar mengacaukan kewarasannya. Ia masuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya. Lagi dan lagi. Hingga dengan kalap ia membasahi seluruh kepalanya.

Masih belum puas ia hampir membasahi badannya namun terhalang suara bell masuk pelajaran. Changkyun kemudian dengan cueknya masuk ke dalam kelas dan mendapat perhatian aneh dari teman sekelasnya.

"hey Changkyun.. kau sehat ?" Junhong ketua kelas mendekatinya dan menyentuh kening Changkyun yang menatap meja belajarnya dalam diam.

"harusnya aku menciumnya.. atau mengakui perasaan ku..aku memang idiot.. idiot Im.." racau Changkyun dan kemudian membenturkan keningnya kuat-kuat ke meja. Beberapa murid wanita memekik kaget.

"astaga.. anak ini.. hey, buka ruang Uks.. Changkyun demam !"

Setelah aksinya membenturkan kepala, Changkyun ternyata panas dan dibawa ke ruang uks dan segera diberi obat. Junhong menungguinya sambil mengecek suhu badannya 15 menit sekali. Setelah 45 menit suhu badan Changkyun kembali normal dan dia sudah bangun.

"ah ketua kelas.." sapa Changkyun dengan suara serak dan Junhong memberikan segelas minuman hangat. Dan Changkyun langsung menghabiskannya.

"jika kau sakit sebaiknya kau pulang saja, aku yang akan memberi ijin pada Hyorin Saem.. mengerti ?" Junhong tersenyum dan Changkyun mengangguk mengerti.

Junhong pamit keluar dan tak begitu lama Hanbin yang datang dengan membawa tasnya. "apa kau sakit ? cepatlah sembuh.." ucap Hanbin dengan wajah sedihnya.

"aku hanya perlu tidur. Tenang saja." Changkyun tersenyum dan menerima tasnya dan berjalan berdua dengan Hanbin menuju gerbang.

"baiklah hati-hati dijalan ya.."

=o0o=

Changkyun berjalan lesu pulang kerumah. Ia membuka pintu rumah. Dan tidak ada suara apapun. "Hyung ?"

Hening.

Kemana mereka ? Changkyun menaruh tasnya dan membuka seluruh ruangan dirumah. Nihil , mereka tidak ada.

"apa mereka membeli makanan ?" pikir Changkyun dan melihat jam dikamarnya. "masih jam 6, tunggu saja sebentar.. mereka pasti akan pulang...kan.." Changkyun sendiri ragu dengan ucapannya.

Changkyun duduk diruang tengah tanpa menyetel tv atau apapun benda lainnya. Ia melihat jam lagi sudah 9 malam. Apa mereka memang meninggalkannya setelah mereka normal.

Atau mungkin, mereka tersesat dan berubah menjadi kucing lagi ?

Changkyun meraih kasar jaket panjangnya dan memakai topi kemudian berlari keluar. Ia kembali menyusuri jalan menuju sekolah memeriksa sampai ke dalam hasilnya nihil.

Sekarang hujan lebat. Dan Changkyun membiarkan tubuhnya basah ia tetap mencari kedua hyungnya. "K-kihyun hyung.. Minhyukiee hyung.." Changkyun berteriak memanggil mereka.

Melewati gang kecil dan mengejar suara kucing dimanapun ia mendengarnya. "apa kalian benar-benar meninggalkan ku.. hiks.." Changkyun terisak sambil berlari tak tahu arah. Ia kembali menengok jam, menunjukan setengah 11 malam. Dan ia sudah kehujanan setidaknya sejama 1jam penuh. Hujan sekarang menyisakan gerimis ringan.

Changkyun akhirnya merasa pusing dan memutuskan untuk pulang. Ia membuka pintu rumahnya dengan menangis ketika menyadari Kihyun dan Minhyuk belum kembali. Mereka tidak bisa ia temukan. Ia melepas jaketnya dan duduk dilantai sambil kembali menangis. "hyungiee...hiks.." ia memeluk lutunya dan menangis dengan keras.

Ia menangis keras hingga tidak mendengar suara pintu yang terbuka.

"ne dia pasti suka,, aih Changkyuunnie kau kenapa ?!"

"kenapa kau berteriak Minhyuk ? hey Changkyun ada apa?!"

Changkyun mengangkat kepalanya ia bisa melihat wajah panik Kihyun saat melihatnya. Dan bagaimana Minhyuk sibuk melepas jaket dan pakaian basahnya. "k-kalian pulang ? hiks .. kalian sudah pulang ?" Changkyun kembali menangis sambil memegang tangan Kihyun dan Minhyuk.

"kenapa kau bicara begitu, cepat ganti pakaianmu !" bentak Kihyun dan menuntunnya ke kamar mandi, menyalakan kran bathub dan mengisinya dengan air hangat. Ia memasukan Changkyun yang mengigil kedalamnya. Ia membasahi kepala Changkyun dengan air hangat.

"berjanjilah hyung.." Changkyun kembali menangis tanpa melepas tangan Kihyun.

Kihyun menatapnya sedih dengan kedua mata kuningnya dan mengangguk. "aku berjanji tidak akan meninggalkanmu Changkyunie.. sekarang menurutlah dan kita bersihkan tubuh mu, mengerti ?" ucap Kihyun dan dengan cepat menghangatkan kembali suhu Changkyun. Mengeringkan rambut dan badannya dan membawanya kekamar.

Disana Minhyuk sudah siap dengan obat dan air minum. "cepat minum ini dan tidur.. kau anak nakal." Minhyuk menyentil hidung Changkyun sebelum pemuda Im itu meminum obatnya. Minhyuk sangat panik saat menyentuh kening Changkyun yang terasa panas tadi saat Changkyun masih menangis dilantai.

Changkyun naik ke tempat tidur , ia juga menarik tangan Kihyun dan Minhyuk untuk tidur disebelahnya. "jangan pergi.. kumohon.."

Keduanya berpandangan sesaat dan akhirnya masuk kedalam selimut dan memeluk Changkyun agar lebih hangat lagi. "aku tidak akan pergi, aku akan menjaga mu , eum .." Minhyuk mendaratkan ciuman dikening Changkyun.

"ne . aku tadi sudah berjanji kan pada mu , Changkyunnie.. sekarang tidurlah." Ucap Kihyun dan menepuk pipi Changkyun yang memerah.

"hm.. saranghae hyung.."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Next ?