preview chapter

"Choi Kibum imnida" sahutku sambil membungkukan badanku padanya

"Kim Heechul imnia, wah jadi kau istri siwonnie? Wah wonnie kau beruntung sekali bisa memiliki secantik kibum-ssi, tapi aku kasihan padamu kibum-ssi kenapa kau bisa mendapatkan pria seperti dia? Aku harap kau bisa sabar nde" ucapnya dengan msenyum mengejek pada siwon oppa.

"ah tidak juga heechul-ssi terlalu berlebihan, justru aku yang beruntung mempunyai suami seperti siwon oppa" jawabku.

"hey chullie, kau ini masih sama saja seperti dulu selalu saja mengejekku !" sahut siwon oppa dengan sedikit merajuk.

Hey apakah hubungan mereka sedekat itu? Sampai-sampai heechul-ssi memanggil siwon oppa dengan siwonnie? Dan sebaliknya siwon oppa bahkan memanggilnya chullie. Apakah hubungan mereka memang sedekat itu?

Dan bahkan dia bisa membuat siwon oppa mengeluarkan sisi lain dirinya yang sebelumnya sama sekali tidak pernah ia perlihatkan. Bahkan padaku.

YOU'RE MY LAST

Author : Shin Yoon Hae

Cast : SIBUM, and other Pure Pair

Rate : romance, sad story, etc.

WARNING : GENDERSWITCH, NO EYD, TYPO

Disclamber : aku Cuma pinjam castnya aja, mereka punya siapanya bebas.

[a/n] Isi cerita aku nyontek dari otak aku dan sedikit ditambah cerita fari duru aku, jadi sebagiannya ada yang cerita nyata dan hayalan.

Tadinya aku mau bikin yang KYUMIN vers. Tapi aku rasa feelnya kurang dapet jadi aku ganti jadi SIBUM aja. Lagian aku kangen banget ama ini couple.

Ready ?

Go !

"wah, adik manis siapa namamu?" Tanya Heechul pada sibum yang sedang duduk di samping wonbum.

"naneun Choi Sibum imnida jjuma" jawab sibum sopan pada Heechul

"aigoo, aigoo kau manis sekali chagi berapa usiamu?"

"6th ahjjuma"

"ommo, kau pintar sekali chagi mirip dengan appamu dan cantik seperti ibumu" sahut Heechul sambil mencubit gemas pipi chubi sibum gemas.

"kalau namamu siapa chagi?"

"namanya Choi Wonbum jjuma, wonbum itu saengku dan sekarang dia sedang sakit"

"eum? Aigoo jadi namamu wonbum, kau sedang sakit rupanya kalau begitu kau harus cepat sembuh ne biar nanti kapan-kapan kita bisa bermain bersama ke taman hiburan otte?"

"taman hibullan? tapi wonbum ingin ke kebun binatang" jawab wonbum dengan raut yang begitu polos.

"kebun binatang? Baiklah kalau begitu kapan-kapan kita pergi bersama dengan anak ahjuma ke kebun binatang otte? Tapi sekarang wonbum harus cepat sembuh dulu ne" sahut heechul sambil mengusap lembut pucuk kepala wonbum.

Melihat mereka yang begitu cepat dekat satu sama lain membuatku merasa seperti benalu di tengah sebuah keluarga yang bahagia harus segera dibuang agar keluarga yang harmonis ini tidak terganggu.

Melihat senyum bahagia yang terus menerus terpancar dari wajah siwon oppa menambah beban berat di dalam hatiku.

Mereka sungguh terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia.

Membuah dadaku semakin tearsa sakit dan sesak rasanya

aku tak kuat untuk menahan tangisku, namun sekuat tenaga kutahan air mataku yang sudah berkumpul untuk segera jatuh dari pelupuk mataku

dengan kekuatanku aku mencoba bicara dengan nada yang dibuat senormal mungkin.

"maaf aku mau kekamar mandi dulu apa aku boleh minta tolong untuk menyuapi wonbum? Karena dia tadi tidak mau makan sedikitpun mungkin jika dengan anda wonbum jadi mau memakan sarapannya" kataku dengan tetap menahan tangis yang aku rasa semakin sulit untuk ditahan.

"ah? Ne baiklah" jawabnya sambil mengambil sendok yang aku berikan padanya setelah itu aku langsung pergi ke kamar mandi yang memang berada di ruang ini, beruntung ini ruangan VIP jadi dindingnyapun kedap suara dan aku bisa bebas menangis sepuas hatiku.

Saat aku suah selesai dengan acara tangisanku aku melihat mereka dari arah pintu kamar mandi, namun apa yang aku lihat ternyata hanya menambah sesak di uluhatiku.

Melihat mereka tanpa aku di tengah mereka membuat mereka seperti sebuah keluarga yang lengkap,hangat dan bahagia.

Mungkin memang bukan disanalah tempatku seharusnya, mungkin memang itu tempat heechul-ssi yang sudah kurebut darinya.

Setelah merasa lebih baik dan sedikit terasa tenang aku keluar dari kamar mandi, tapi sebelumnya aku pastikan jika mataku tidak terlihat merah apa lagi sampai membengkak lalu kembali mendekati mereka.

"eoh, kibum-ssi kau sudah kembali ini wonbum sudah memakan buburnya tapi hanya separuh karena dia bilang dia sudah kenyang dan tidak mau makan lagi" katanya sambil memberikan sendok dan mangkuk bubur yang tadi ia gunakan untuk menyuapai wonbum.

"ne, gwenchana heechul-ssi justru aku berterima kasih padamu karena sudah membujuk wonbum untuk makan sekali lagi aku ucapkan terimakasih" kataku yang entah kenapa saat aku mengucapkan terimakasih seperti ada beban berat yang ada dipundakku.

"ah, sudah hamper siang aku harus segera menjemput aegyaku kalau tidak dia pasti akan marah padaku" katanya sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.

"memang suamimu sibuk ?" Tanya siwon oppa yang dari nada bicaranya seperti terkesan ada nada kecewa di dalamnya.

"eum? Kami sudah bercerai 2th yang lalu siwonnie jadi aku yang mengantar – jemput kyu"

"jadi, kau sudah bercerai ?" tanyanya lagi yang entah kenapa ada nada yang sepertinya begitu bahagia seperti mendengar berita bahwa kau telah memenangkan suatu lotre yang bernilai ratusan juta won.

"ne, ah baiklah aku harus cepat-cepat pergi jika tidak ingin anak itu marah padaku annyeong kibum-ssi, sampai jumpa lagi nanti wonbum, sibum" sahut heechul sambil melambaikan tangannya.

"ah tunggu chullie ah biar aku antar"

"tapi aku bawa mobil"

"kalau begitu biar aku antar kau sampai lobi rumah sakit kalau begitu"

"ah baiklah, kibum-ssi aku permisi dulu sampai jumpa lagi"

"ne hati-hati di jalan"

Dan setelah itu heechul-ssi dan siwon oppapun pergi meninggalkan ruang rawat wonbum. Setelah heechul-ssi pergi tiba-tiba rasanya perasaanku jadi sedikit lebih lega dari sebelumnya, tapi entah kenapa aku merasa nanti akan ada yang jauh lebih menakutkan yang aku sendiri tak tau apa tapi itu jelas membuat perasaanku jadi jauh lebih tak tenag.

2 minggu telah berlalu setelah wonbum keluar dari rumah sakit dan sudah hamper 3 minggu semenjak kejadian di rumah sakit tempo hari

Dan sudah selama itu pula perasaaku selalu diliputi oleh perasaan kawatir, takut dan tidak tenang seakan sesuatu yang buruk akan menimpaku. keluargaku.

Dan semenjak itu aku melihat hubungan siwon oppa dengan heechul-ssi jadi semakin dekat dari hari kehari. Dan perasaan curigakupun jadi semakin menjadi jika aku melihat mereka bersama seperti itu.

Dan aku bertekad walau apapun yang terjadi nanti aku harus bisa mempertahankan pernikahanku dengan siwon oppa, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat membuat siwon oppa bisa mencintaiku dan bisa menerimaku, menerimaku sebagai istrinya sebagai Choi Kibum.

Walaupun aku tidak dapat mempertahankan pernikahanku ini setidaknya aku harus menjadikan tahun ke-7 pernikahanku ini sebagai usaha terahirku untuk bisa mendapatkan hati siwon oppa dan bila memang masih tidak bisa maka aku sendirilah yang akan menyelesaikan pernikahan ini.

Hari ini masi sama seperti hari sebelumnya, sebelum menjemput anak-anak aku selalu berkumpul dengan teman-temanku di café langganan kami, lalu saat jam makan siang selesai aku pamit terlebih dulu untuk menjemput anak-anakku.

Saat sampai dirumah aku membantu mereka mengganti baju dan membuat PR.

lalu saat semua pekerjaan itu sudah selesai aku pergi meninggalkan mereka untuk mengambil buku cerita yang baru saja aku beli tadi saat aku mampir ditoko buku yang memang sengaja aku beli untuk mereka.

Namun saat aku kembali dari kamar putri sulungku Sibum tiba-tiba keluar dari ruang kerja appanya dan menghampiriku.

"eomma .. eomma.. computel appa masi menyala dan ada buaanyak sekali tulisannya" kata sibum sambil menunjuk-nunjuk kearah computer yang ternyata memang masih menyala dan telah menampilkan sebuah halaman e-mail.

"aigoo~ chagi kau tidak boleh membuka-buka computer milik appa di dalam sini ada banyak file penting sayang" nasehat kibum pada putri sulungnya itu sambil menuntun sibum ke meja dekat computer itu disimpan.

Namun saat aku hendak mematikan computer itu apa yang aku lihat membuat mataku jadi melebar melihat apa yang ada di layar computer itu.

Yang aku lihat di layar computer itu adalah sebuah e-mail yang sepertinya belum sempat dikirimkan.

Dan isi e-mail itu sungguh membuat hatiku perih dan sangat sakit, membuat keyakinan yang sudah aku bangun dengan susah payah menjadi hancur berkeping-keping.

Membuat air mataku jatuh dengan sendirinya tanpa bisa aku tahan, terlalu sakit rasanya mengetahui kenyataan jika akan sepahit dan sesakit ini.

Tapi aku tidak mau menyerah begitu mudah ini adalah perjuangan terahirku di usia pernikahanku yang ke-7 dan mungkin juga akan menjadi yang terahir.

Dan kalian tau apa isi dari e-mail itu ?

Dear Heechullie

Chullie seandainya dulu kita bertemu kembali 8 tahun yang lalu sebelum aku menikah, seandainya saja dulu kau tak memutuskan untuk pergi ke China pasti aku akan lebih memilih untuk menikah denganmu dari pada perjodohan ini.

Seandainya saja dulu kau tak pergi ke China kita pasti sekarang sudah hidup bahagia bersama aegya-aegya kita, melihatmu begitu dekat dengan aegyaku membuat aku begitu bahagia dan berharap bahwa kaulah istriku bukan kibumiie.

Dan asal kau tahu Chullie-ah perasaanku padamu dari dulu hingga saat ini masih belum berubah sedikitpun. Aku masih sangat berharap bahwa aku bisa mnikah denganmu.

Karena walaupun aku sudah menikah dengan kibumiie selama hamper 7th tapi sedikitpun aku tidak pernah bisa mencintainya seperti aku mencintaimu.

Selama ini aku bertahan dalam pernikahan yang membosankan ini hanya karena tanggung jawabku sebagai seorang ayah dari anak-anakku dan tanggung jawabku terhadap kibumiie eomma dari anak-anankku, hanya itu tidak lebih.

Selain itu aku tidak bisa mencintai dia seperti aku mencintaimu karena kalian sangatlah berbeda kau begitu dewasa baik sikap ataupun perbuatan, tidak selalu bergantung pada orang lain, kau bisa memanfaatkan waktumu dengan baik dan dengan kegiatan yang positif pula dan kaupun juga mandiri.

Tapi kibumiie dia itu begitu manja, egois, selalu menghamburkan uang untuk hal yang tidak berguna,selalu menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, dan selalu mengandalkan orang lain tidak bisa hidup mandiri sepertimu.

Sejujurnya saja saat aku tahu bahwa kau sudah bercerai dengan suamimu yang dulu rasanya hatiku begitu bahagia. Sejujurnya aku sudah jenuh dengan pernikahanku bersama kibumiie dan sudah sejak dulu aku ingin sekali bercerai dengannya tapi jika mengingat kedua orang tuaku aku selalu mengurungkan keinginan itu karena aku tidak mau membuat mereka kecewa padaku.

Tapi untuk kali ini aku akan menceraikannya karena aku tau aku masih memiliki harapan untuk aku bisa bersatu denganmu.

Maka dari itu apakah kau mau menungguku samapi aku benar-baner bercerai dengan kibumiie? Aku harap kau mau menunggu hal itu karena hanya tinggal sebentar lagi saja aku akan menceraikan kibumiie.

With love, Choi Siwon

Setelah membaca e-mail itu air mata ku tak bisa ku hentikan untuk tidak mengalir, rasanya begitu perih, sesak san sakit bercampur menjadi satu.

Namun tiba-tiba suara gadis mungil yang ada dalam gendonganku menyadarkanku dari kesedihanku.

"eomma… kenapa eomma menangic? Stttth ulijima eomma" ucapnya mencoba menenangkanku sambil tangan-tangan mungilnya mengahapus air mata yang terus saja meleleh dari ke-2 mataku.

"ani, gwenchana chagi eomma tidak apa-apa" sahutku meyakinkannya.

"oh iya chagi kau harus janji pada eomma kalau kau tidak akan menceritakan hal ini pada siapapun arra, dan jangn sekalipun kau mengatakan pada appamu jika eomma masuk kedalam ruang kerja appamu ini ne. yakseok ?" tanyaku sambil menjulurkan jari kelingkingku untuk membuat pinky promise.

"ne arraso eomma, naega yakseoke" jawabnya sambil menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingkingku.

"anak pintar" sahutku sambil mengacak pucuk kepalanya. Lalu stelah itu aku mengetikkan beberapa kalimat di e-mail itu.

Dear Siwon Oppa

Oppa aku tau selama ini Oppa tidak pernah benar-benar mencintaiku, aku juga tahu sebenarnya dari dulu ada seseorang yang Oppa cintai, namun dulu aku tidak tahu siapa sebnarnya orang yang oppa cintai itu.

Namun sekarang aku tahu siapa sebenarnya orang yang oppa cintai itu dia itu Heechul-ssikan?

Oppa aku minta maaf bila selama ini aku ternyata begitu membuatmu kecewa karena tidak bisa menjadi seperti apa yang oppa mau, menjdi seseorang yang oppa sukai, menjadi seseorang yang oppa cintai.

Aku memang tidak bisa berjanji untuk berubah sesuai dengan apa yang oppa inginkan karena itu snagatlah sulit bagiku oppa karena aku adalah aku, aku adalah Kim Kibum ah bukan tapi Choi Kibum.

Aku adalah Choi Kibum yang begitu mencintai Choi Siwon apapun keadaannya. Walaupun aku tidak bisa berubah menjadi seperti seorang Kim Heechul yang begitu sempurna di matamu.

tapi aku akan mencoba menjadi jauh lebih baik dari Choi Kibum yang manja, egois, selalu menghamburkan uang untuk hal yang tidak berguna,selalu menghabiskan waktu denganhal-hal yang tidak berguna, dan selalu mengandalkan orang lain dan tidak bisa hidup mandiri.

Menjadi seorang Choi Kibum yang baru yang bisa membuat oppa melihatku walau sedetik, membuat oppa bisa menyadari keberadaanku walau sekejap, membuat oppa bisa mencintaiku walau hanya sebentar.

Dan berubah agar bisa membuat oppa bangga karena pernah memiliki istri seperti Choi akan berusaha sekuat tenaga agar aku bisa mewujudkannya, dan bisa membuat oppa bisa mengakui keberadaanku di samping oppa sebagai istri oppa sebagai seorang Ny. Choi.

With love, Choi Kibum

Setelah menulis e-mail itu aku segera menyimpannya kedala kotak draft di e-mail milik siwon oppa dan segera mematikan computer itu sebelum siwon oppa pulang.

Setelah itu aku membawa serta Sibum keluar dari ruangan itu dan setelah itu aku bertekad dengan seluruh kesungguhan hatiku bahwa mulai dari sekarang aku akan berubah agar siwon oppa mau nmengakui keberadaanku walaupun dia tidak membalas cintaku setidaknya itu saja sudah cukup.

Setelah kejadian itu aku benar-benar berusaha sebisaku untuk tidak lagi bersikap egois kepada kedua orang tuaku ataupun kepada siwon oppa, akupun mencoba untuk tidak lagi menjadi wanita yang boros seperti yang siwon oppa katakan.

Yah memang dulu aku selalu merengek pada orang tuaku untuk membelikanku barang-barang yang bermerek mahal. Bahkan sampai aku sudah menikahpun aku masih tetap meminta pada orang tuaku.

Dan yah memang semua barang-barang yang selalu aku inginkan memanglah tidak murah.

Bukan berarti siwon oppa tidak pernah memberiku uang untuk keperluanku sehingga aku meminta kepada kedua orang tuaku. Hanya saja bagiku meminta kapada kedua orang tuaku jauh lebih cepat bagiku untuk mendapatkan apa yang aku mau. Egois.

Namun itu dulu, sekarang aku ingin berubah. Berubah menjadi Choi Kibum yang baru.

Jika dulu siwon oppa mengatakan bahwa aku tidak bisa mandiri maka sekarang bakan ku tunjukan bahwa akupun bisa hidup mandiri.

Jika dulu siwon oppa mengatakan aku selalu menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak berguna maka sekarang bakanku tunjukan bahwa aku tidak hanya bisa menghamburkannya tetapi juga bisa menghasilkannya sendiri.

Dengan usahaku sendiri, dengan tenagaku sendiri dan dengan hasil jerih payahku sendiri.

Aku memulai dengan menjual semua mobil mewah yang aku miliki dan hanya menyisakan satu yang benar-benar aku sukai. Dan mulai belajar menyetir mobil sendiri agar aku tidak membebani lagi orang lain.

Dengan uang dari hasil aku menjual semua mobilku, aku gunakan untuk membuka sebuah butik, dan di butik itu juga aku menjualkan semua koleksi barang-barang bermerek yang siwon oppa katakana tidaklah berguna.

Dan semenjak butikku buka beberapa waktu yang lalu aku tidak pernah lagi meminta uang tambahan kepada siwon oppa bahkan sekarang uang itu selalu bersisa banyak karena memang aku hanaya memakainya sesuai dengan kebutuhan saja.

Dan sepertinya siwon oppa sudah mulai menyadari perubahan yang ada pada diriku. Namun akupun masi belum yakin dengan itu karena sikap siwon oppa masih sama seperti sebelumnya. Dingin.

…...

Dan seperti hari sebelumnya aku kembali membuka e-mail milik siwon oppa, dan di kotak outbox aku melihat beberapa e-mail yang sudah siwon oppa kirimkan pada heechul-ssi dan inbox balasan yang Heechul-ssi kirimkan.

Dear Heechullie

Kau tau chullie entah ini hanya perasaanku saja atau memang ini benar. Aku sekarang jadi merasa bahwa sikap bumiie akhir-akhir ini jadi berubah.

Dia sekarang jadi lebih perhatian dari sebelumnya pada orang tuanya dan juga orang tuaku, padahal kau taukan bahwa bumiie adalah anak yang manja dan juga egois, yang tidak pernah memilirkan orang lain selain dirinya sendiri.

Dan kau tau? Sekarang dia sudah menjual semua mobil-mobil yang dulu ia miliki dan hanya menyimpan 1, mobil Audi berwarna sapphire blue kesayangannya.

Selain itu juga ia tiba-tiba berkeinginan untuk membuka butik sendiri, dia bilang dia ingin mencoba berwirausaha.

Tapi enyahlah aku merasa kurang yakin dengan apa yang ia katakan padaku dan juga orang tuak kami.

Walaupun begitu tetap saja aku masi belum bisa membuka hatiku untuknya.

Mungkin jika ia ingin aku bisa meliriknya walaupun sedikit, ia harus lebih berusaha dngan sangat keras. Karena bahkan sampai sekarang aku masi belum bisa melupakanmu.

Tapi Chullie kau masi maukan menungguku? Kau masi maukan bersamaku seperti saat kita kuliah dulu.

Aku sangat berharap kau mau kembali lagi padaku, karena aku masi sangat mencintaimu.

Saranghae Kim Heechul, yeongwonhi.

Dear Siwonnie

Jika benar seperti itu bukankah seharusnya kau bahagia? Buknakah itu yang kau harapkan selama ini? Melihat kibum-ssi berubah menjadi lebih baik.

Mungkin kibum-ssi memberi ahjussi dan ahjuma hadiah sebagai ucapan terimakasih atau mungkin itu gambaran rasa syukurnya karena sekarang boutique yang ia kelola sedang maju. Bukankah kau yang bilang bahwa sekarang ia membuka boutique ?

Mungkin feelingnya sebagai seorang istri bekerja, hehehee….

Dan merasa bahwa sekarang suaminya yang pampan sedang berusdaha menggoda wanita lain di belakangnya.^^ hahahahaha…

Entahlah, tapi itu bisa saja terjadi bukan? Kemungkinan itu akan selalulsaja adakan? Dan untuk masalah aku kembali padamu, aku masi memikirkannya. Karena bagaimanapun aku tidak mau menjadi duri dalam daging, menjadi wanita yang menghancurkan rumah tangga orang lain.

Walau harus ku akui bahwa perasaan itu memanglah masi ada di lubuk hatiku.

Mungkin bila kau memang sudah benar-benar berpisah dengan kibum-ssi aku akan mencoba untuk kembali lagi padamu, namun aku juga masi harus memikirkannya lagi.

Tanpa harus diperintah lagi air mataku sudah jatuh membasahi kedua pipi putihku, rasanya begitu perih dan menyesakkan, begitu mengetahui bahwa selama ini tidak ada cinta dihati siwon oppa walaupun hanya setitik kecil.

Yang ada di dalam hatinya selama ini hanya Chullie oennie seorang dan sepertinya memang tidak ada celah tempat untukku.

Apakah aku harus menyerah setelah tahun-tahun yang aku lalui bersamanya? Haruskah aku mengembalikan semua yang sudah terjadi menjadi yang seharusnya? Mengembalikan siwon oppa pada orang yang benar-benar dicintainya dan juga mencintainya?

Tapi jika aku melakukannya maka aku akan hancur, tapi jika tidak itu artinya aku sungguh egois.

Dengan menegakkan sedikit tubuhku dan menghapus air mata yang mengalir di pipiku, aku akan melakukan usaha terahirku untuk bisa membuat siwon oppa bisa melihatku walau hanya sesaat. Sebagai seorang Cho Kibum bukan Kim Kibum.

Setelah sekian lama mengatur nafasku yang sedikit tersengal karena menangis, aku langsung mengetik sebuah catatan lagi untuk siwon oppa yang aku tahu pasti catatan ini tidak akan mungkin dibaca olehnya.

Dear Siwon Oppa

Mian karena selama ini aku tidak bisa menjadi wanita yang oppa inginkan

mian karena aku oppa jadi tidak bisa bersama dengan orang yang oppa cintai

mian karena selama ini aku selalu bersikap kurang baik di mata oppa

mian karena aku tidak bisa membahagiakan oppa seperti apa yang oppa inginkan

mian karena aku tidak bisa menjadi seperti Heechul eonnie yang begitu sempurna di matamu oppa

mian karena aku telah mengekangmu didalam ikatan pernikahan bodoh ini, karena mungkin sudah seharusnya pernikahan ini tidak pernah ada.

Tapi tenang saja oppa setelah usaha terakhirku ini ternyata tidak bisa membuatmu mencintaiku juga maka aku akan menyerah, dan aku tidak akan mengganggumu lagi.

Aku hanya akan menganggap bahwa semua kenangan yang pernah kita lewati meskipun itu bukanlah sebuah kenangan manis tapi aku akan tetap menyimpannya sebagai kenangan terindahku bersamamu oppa. Atau mungkin mimpiku yang terindah.

Dan setelah itu kau bisa bebas mencapai kebahagiaanmu bersama Heechul eonnie.

Dan kau bisa menganggap aku bahkan keluarga kecil kita sebagai sebuah mimpi, mimpi yang begitu jauh untuk kau gapai.

Tapi setidaknya berikanlah aku kesempatan terakhir untuk bisa membuatmu mencintaiku oppa, tapi jika itu benar-benar tidak berbuah manis maka aku akan benar-benar menyerah.

With Love Choi Kim Kibum

Setelah aku kembali menyimpannya di dalam draft aku segera mematikan computer milik siwon oppa dan kembali mengerjakan pekerjaanku yang sempat tertunda.