Cinta Masa Kecil
Naruto @ Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Friendship
Pairing: Sasuke U. x Sakura H. slight Naruto U. x Sakura H.
Warning: OOC pasti, typo(s), AU, Sakura POV, dll
Summary: Dapatkah mereka kembali seperti masa itu?
Aku sendirian membawa botol kosong yang terbuat dari kaca. Aku mengisi botol kaca itu dengan air yang keluar dari pancuran di samping rumah. Di sebelahnya ada kolam ikan, tempat Ibu biasa membuang sisa makanan. Tempat itu dipenuhi lumut sehingga aku berjalan dengan amat hati-hati, nyaris membungkuk sambil mendekap erat botol yang ku bawa. Sialnya, aku cukup ceroboh untuk bersikap hati-hati. Botol itu terlepas dari tanganku dan jatuh tepat ke kakiku. Awalnya akutidak merasakan apa-apa. Kemudian rasa sakitnya menyerangku. Saat itu aku berumur tujuh tahun. Dan aku menangis sejadinya.
Tangisanku hari itu tak kunjung berhenti. Aku terduduk di depan pintu rumahku. Tidak ada yang menemaniku atau mencoba menenangkanku. Aku tidak ingat ke mana orangtuaku saat itu. Yang aku tahu aku menangis. Lama sekali. Sampai Naruto lewat di depanku.
"Sakura-chan? kenapa?"
Aku kian larut dalam tangis, tidak sanggup menjawab pertanyaannya. Di balik gerbang rumahku ia berdiri terus. Hanya melihatku menangis. Aku malu, tapi aku tidak mau mengusirnya. Aku mau ditemani.
Naruto menungguku sampai tidak ada air mata yang merembes dari mataku.
"Udah?" aku mengangguk.
"Masuk. Terus tidur. Besok main lagi." Ucapnya sambil tersenyum lebar.
Aku mengangguk lagi. Tanganku menggapai gagang pintu dan menumpukan seluruh berat badanku ke sana. Aku berbalik sekali ke arah Naruto. Dia masih di sana, di balik gerbang rumahku.
Aku memberinya lambaian.
Terima kasih!
Tidak tahu kenapa, aku tiba-tiba ingin menyerukan nama Sasuke. Hari belum berganti, dan aku baru saja melihat wajahnya. Tapi kini tidak.
Sasuke!
Sasuke!
Jauh sekali langkahnya di depanku, punggung itu kini hanya nampak segaris dengan tiang-tiang yang menjulang tinggi di sana. Ada melankoli yang terbit di sela langkah kakinya.
Sasuke!
Mengapa kamu pergi?
Sosoknya hilang. Hanya ada Naruto di sampingku. Dia menepuk pundakku.
"Kita pasti ketemu Sasuke lagi."
Yakin sekali Naruto pada kata-katanya itu. Aku mengangguk saja. Semua ucapannya aku bisa percaya. Dia membiarkanku memandangi hilangnya Sasuke dari kehidupan kami sampai puas. Lantas tiba-tiba meraih tanganku. Sontak ku tarik kembali tanganku, terkejut.
Naruto tidak bicara apa-apa, hanya ada bola mata yang melebar saling berpandangan-milikku dan miliknya.
Waktu itu, aku hanya gadis kecil umur tujuh tahun.
-End-
