Kyo memasuki halaman SMA Fujimori yang sebagian tertutup guguran daun. Dia mengamat-amati bangunan sekolah barunya. Sebenarnya, dia masuk di saat yang kurang tepat, ~menurut author~ karena nanggung sekali dia masuknya. Kenapa tidak saat musim panas, atau bahkan musim semi, saat penerimaan siswa baru? Tapi kyo tidak peduli, karena Kyo orang yang egois, yang hanya berpikir untuk dirinya sendiri.

Kyo murid pindahan dari sebuah SMA di perfektur G-host. Tentu sudah bisa dipastikan bahwa dia murid yang gak beres. Sudah jelas, dia berasal dari perfektur G-host, yang carut marut. Alasan dia pindah ke SMA Fujimori : untuk bersenang-senang. Entah apa maksud dari bersenang-senang itu, yang jelas banyak pihak yang menentang masuknya Kyo di SMA Fujimori yang tenang. Namun kyo tetaplah Kyo, dia tidak peduli, selain itu, karena SMA Fujimori mulai mendapat ancaman dari sekolah lain, mengakibatkan banyak siswa pindah dari SMA Fujimori, ke sekolah lain di perfektur lain supaya keamanan terjamin. Keadaan seperti itu,membuat keadaan keuangan SMA Fujimori terjepit. Maka, ketika ada siswa baru masuk, walaupun berat, pengurus sekolah menerima murid tersebut, bahkan murid yang berasal dari perfektur paling jahat, dan paling berbahaya sekalipun. Satu hal keunggulan Kyo, dia anak orang kaya. Pengurus SMA Fujimori semakin tidak berkutik.

"Selamat datang di SMA Fujimori," kata kepala sekolah pada Kyo.

"tidak usah banyak omong, bawel! Tunjukkan padaku di kelas mana aku akan ditempatkan!" cara berbicaranya sangat tidak sopan.

"I-i-iya, Kyo, eee....Makoto, tolong antarkan Kyo ke kelasnya."

"Baik, pak kepala sekolah."

Siswi yang bernama makoto mengantarkan Kyo ke kelasnya yang baru, kelas 1-1. sepanjang perjalanan kyo menggumam hal-hal yang menjelek-jelekkan SMA Fujimori.

"Haahhhh....sekolah yang sepi, siswanya sedikit sekali! Kok berbeda sama SMA yang di luar sana? Di sini tidak ada hal yang menyenangkan. Kepala sekolahnya kolot, tidak pintar berdandan. Pasti dia tidak laku, dan sampai sekarang masih sendiri,hahahhaaahahha. Kalian seharusnya mencontoh sekolah di luar sana! Melakukan hal yang menyenangkan, tidak terkurung di sarang reyot seperti ini!"

Telinga makoto sangat panas, namun, dia menahan, seperti ajaran ketua osis mereka. Jangan balas kejelekan dengan kejelekan, sampai tiba saatnya, kejelekan itu akan melihat bahwa merekalah yang salah.

"hey! Cewek semok! ~aduh...costae sebenernya gak mau nulis mpe parah begini bahasanya, tapi berhubung yang costae tulis adalah Kyo,,,jadi harus bagaimana lagi... T_T~ mana ketua OSISmu? Biasanya ketua OSIS yang mengantarkan murid baru berkeliling?"

Makoto menarik nafasnya dalam, mempersiapkan hati supaya tidak meledak ketika berbicara dengan murid baru yang satu ini.

"Ketua sedang mempersiapkan diri untuk ujian negara."

"Ujian? Ketua kalian kelas 3?Teganya sebagai anak buah... dia pasti ketua yang bodoh, yang tidak bisa mendidik bawahan hingga dia harus menderita mengurus sekolah payah ini."

Gigi Makoto sudah bergemeretuk menahan amarah. Dia masih terima jika dirinya atau sekolah yang dilecehkan, tapi dia tidak bisa terima jika ketua OSIS yang baik itu yang dilecehkan. Syukurlah, mereka sudah sampai di kelas 1-1, jadi Makoto bisa cepat-cepat pergi dari wajah memuakkan Kyo.

"Ini kelasmu! Sana masuk!" akhirnya Makoto membentak Kyo juga.

"hooo.....rupanya kau bisa marah juga! Menarik! Selanjutnya, kau akan kujadikan mainan baru!"

"Kurang ajar!" Makoto meninggalkan kelas sambil menghentak-hentakkan kaki, sementara dengan tawa yang lebar, Kyo masuk ke kelasnya.

Di lorong jalan, Makoto bertemu dengan ketua OSIS.

"hai makoto? Kenapa kau tampak marah-marah?"

"Ketua?"

"apakah ada masalah?"

"ehm,,,,,mungkin iya. Ini tentang anak pindahan itu. Aku takut, dia menularkan kebiasaan tidak baik dari perfektur G-host ke sekolah kita,"

"begitu...?"

"ketua, keadaan semakin tidak menentu sekarang, jika dari dalam kita rapuh, maka sekolah kita,,,"

Yukimura menepuk pundak sekretaris andalannya itu.

"tenang, kita pasti bisa melewati tantangan ini bersama-sama."

"iya, ketua!"