"Nah hyung lalu malam ini aku tidur dimana?"
Setelah acara peluk-memeluk Kyuhyun yang mencekik Sungmin tadi akhirnya sekarang mereka berdua berada di dua tempat yang berbeda—Kyuhyun di ruang TV, Sungmin di dapur sedang menyiapkan makanan. Entah kenapa setelah bocah ini masuk kerumahnya energi Sungmin untuk tertawa dan mendorong bocah itu menjauhi pintu tadi terasa sangat banyak keluar dari tubuhnya.
"Itu ada pintu di depan kamar yang terbuka, nah itu kau tidur disitu"
"Ne hyung—Apakah itu kamar Sungpabo?"
Sungmin menyerngit, bocah ini masih bisa mengatai adik kesayangannya itu?
"Ehey hyung—jangan marah dulu, eng itu—itu panggilan sayangku untuk Sungjinmu ketika disekolah" Suara Kyuhyun tiba-tiba terdengar mendekat ke arah Sungmin. Oh, sedang mengambil minum rupanya.
"Hyung sedang apa? Bisa aku bantu?" Tanya Kyuhyun (sok) perhatian sambil duduk di meja makan dengan air putih dinginnya. Membuat Sungmin memutar bola matanya karena tingkah tengil bocah didepannya ini.
"Tidak usah, aku tau anak sepertimu tidak bisa apa-apa. Tidak usah menggangguku" Jawab Sungmin cepat, membuat Kyuhyun—yang merasa di jatuhkan tadi- membuang nafasnya cepat, kesal atas perlakuan Sungmin.
"Aku bisa matematika dan bermain game hyung. Begini-begini juga aku pintar matematika loh hyung aku bahkan sering mengajarkan Sungpabomu itu. Aku juga pernah—"
"Ja! Makanan sudah siap ayo makan"
Kyuhyun merasa double gondok karena tingkah Sungmin yang benar-benar kelewat tidak peduli padanya. Entah tidak peduli dengannya atau hanya perkataannya yang memang sombong. Bukannya seharusnya Kyuhyun merendah serendah-rendahnya karena Sungmin sudah mau menampungnya? Bagaimana kalau tadi yang Kyuhyun gedor adalah kamar seorang nenek-nenek yang langsung memukulnya dengan tongkat bantu jalannya? Atau kamar seorang ibu-ibu hamil yang malah menyuruhnya membawanya ke rumah sakit saat itu juga? Bisa-bisa sudah dinikahan dengan Seo Juhyun dia malam ini juga.
"Hyung kau hanya membuat satu porsi? Untukku mana?"
"Loh kau lapar? Aku kira kau tidak lapar nasinya hanya tinggal segini Kyu, kau kenapa tidak bilang kalau kau lapar juga tadi?"
JDER
Terang saja makhluk berpipi bulat itu tidak mau dibantu. Dia masak hanya untuk dirinya sendiri! Kyuhyun menghela nafasnya panjang, lalu menatap Sungmin yang bahkan sudah memakan setengah porsi dari nasi goreng kimchi yang tadi dia buat. Ah, sudah makan setengah porsi rupanya. Sepertinya nasi goreng kimchi ala chef Sungmin lezat—tercium dari baunya, membuat Kyuhyun melihatnya dengan menelan ludahnya berat beberapa kali. Berbeda dengan Kyuhyun yang sedang melihat Sungmin—atau makanannya ya? dengan wajah berharap kalau dia-yang-sedang-memakan-itu, diam-diam Sungmin tersenyum penuh arti sambil mengunyah nasi goreng kimchinya.
'Kena kau' bathin Sungmin
"Hyung sebenarnya aku mau membuat pengakuan" Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan yang membuat penasaran itu. Membuat Sungmin menggumam 'Mngg?' dengan mulut yang penuh dengan nasi goreng kimchi itu. Sumpah ini adalah hal termanis yang pernah Kyuhyun lihat didepan matanya!
"Hyung sebenarnya tadi aku berbohong, aku tidak bisa memasak dan kebetulan hyung aku lapar sekarang, bisakah kau buatkan aku sesuatu?"
"Delivery saja bodoh, tadi katanya kau mau menjadi budakku dan mau membantuku memasak"
Oh ya! Kyuhyun pabo, dia bisa delivery makanan siap saji terdekat dari sini.
Tapi
.
.
.
"Hyung"
"Mngg?"
"Dompetku tertinggal di apartemenku hyung bagaimana ini?"
My Stupid Boy
A Kyumin fanfiction
©presented by endlessong
.
Bagaimana bisa pintu rumahku kemasukan bocah kecil nakal yang awalnya menggedor-gedor pintu apartemenku? Bahkan bukan hanya pintu apartemenku, tapi juga pintu hatiku.
.
Warning: Aku gak tau kenapa tapi aku akhir akhir ini lagi ngefans banget sama "kyupabo" huahaha jadi disini aku bikin Kyu kayak anak sekolahan yang tingkahnya kekanakan, pabo, berantakan sama evil banget. Kalo gasuka bisa langsung close aja kok. Tapi as always aku selalu menerima komen apapun mau itu pedas atau tidak. Jadi silahkan aja baca jika berminat^_^
"Haah dasar merepotkan" Sungmin yang sudah selesai makan dan meletakkan piring kotor ya di dishwasher itu akhirnya duduk lagi di hadapan Kyuhyun yang memang sudah terlihat kelaparan.
"Aku tidak ada uang cash, ambil saja sana ke apartemenmu bodoh"
"Tidak bisa hyung, dulu saat aku kabur dari rumah sakit aku juga lupa membawa dompet. Saat kembali aku melihat kembali ke kamarku hyung, kamarku sudah dipenuhi dengan pengawal yang mencariku hyung! Astaga aku bergidik membayangkannya" Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya seperti manusia yang akan berubah menjadi power ranger. Sebenarnya jika bocah itu mau turun kebawah dan memgambil dompetnya ke kamarnya Sungmin akan segera mengunci pintunya rapat-rapat dan tidak akan membukakan pintunya untuk mengerjainya jika Kyuhyun kembali menggedor-gedor pintu tak berdosanya seperti tadi malam. Ternyata rencana Sungminnie kita gagal saudara-saudara!
"Yaya yasudah biar aku masakan sesuatu kau bisa makan ramen bukan? Aku akan masakkan ramen untukmu" Kata Sungmin singkat. Kata-kata Sungmin sukses membuat bibir tebal Kyuhyun menyunggingkan senyumnya sangat lebar. Ketika Sungmin sedang memasak ramen untuk Kyuhyun, terbersit lagi rencana nakal Sungmin untuk mencampurkan ramen Kyuhyun dengan air kobokan cuci piring yang menetes dari dishwashernya. Tapi teringat ayah Kyuhyun sangat mengenal baik ayah Sungmin dan Sungmin sendiri, dia mengurungkan niatnya untuk melakukan hal licik itu. Apa jadinya jika headline news di korea tiba-tiba menampilkan dirinya dan dishwashernya sebagai "pembunuh anak dibawah umur" nanti?
Sungmin bergidik ngeri membayangkannya.
Nah! Kembali ke acara masak-memasak ramen untuk Kyuhyun, Sungmin melirik bocah nakal itu dengan ekor matanya. Ternyata anak itu sedang memaikan PSP yang entah itu milik siapa dengan kaki yang terangkat ke atas meja. Sungmin hanya bisa (lagi-lagi) menghela nafas melihat tingkah anak itu. Bahkan dirumah orang lain lagaknya seperti bos begitu? Memang dia kira Sungmin pembantunya apa?
"Hey Kyu kau tidak berminat membantuku? Inikan makananmu tuan muda Cho yang terhormat" kata Sungmin sambil mendengus sebal "kau tidak takut makananmu aku racuni?"
"..."
"Ya Cho Kyuhyun!"
"..."
Karena kesal di abaikan akhirnya Sungmin mengambil satu bungkus ramen di rak atas kompornya. Setelah mematikan kompornya, dari tempat Sungmin berada, Sungmin membidik sasarannya dengan seksama—yaitu PSP yang sedang dimainkan Kyuhyun. Kali ini tidak ada yang bisa menghalangi rencananya kali ini.
1
2
3
PUKK
"HYUNG YAH GAMEKU HYUNG YAH GAME OVER AISH"
Kyuhyun menengok ke arah tempat Sungmin berada sambil mengacak rambutnya frustasi. PSP itu sukses jatuh ke lantai dan mati. Awalnya Kyuhyun menatap Sungmin dengan sebal. Tapi semuanya berubah ketika disana ternyata Sungmin sudah siap membuang isi dari panci warna emas itu. Kyuhyun menatap Sungmin dengan wajah kosong, lalu dengan segera Kyuhyun mendatangi Sungmin dan menyelamatkan ramen yang malang itu. Sebelum melangkah ke arah Sungmin tak lupa dia mengambil PSP tak berdosa miliknya yang layarnya berwarna hitam sekarang.
"Hyung jangan buang ramenku kasihan perutku dari pagi aku belum makan hyung"
"Tadi kenapa kau tidak menyautku hm?"
"Aku main game hyung sudah level terakhir tadi aish—iyaiya aku minta maaf" Jawab Kyuhyun memelas sambil meletakkan PSPnya di sembarang tempat, lalu menunduk.
Kasian Kyuhyun kecil kita, dia lapar sangat ternyata.
Dan Sungmin iba melihatnya.
"Ah ne jangan memelas seperti ini tuan muda Cho, aku masih ada sedikit kimchi di kulkas kau bisa makan dengan kimchi"
"Terima kasih hyungku pemilik SendBill perusahaan terbaik di Korea bahkan di dunia ini"
Kyuhyun tersenyum lebar sambil memindahkan panci berwarna emas itu dari tangan hyungnya ke atas kompor lagi lalu merentangkan tangannya lebar menuju arah Sungmin. Tak lama Kyuhyun memeluk Sungmin dengan sangat erat! Tapi berbeda dengan pelukan sebelumnya yang membuat Sungmin sesak nafas, pelukan ini sungguh terasa...menyenangkan. Entah kenapa ada rasa kehangatan yang membuat Sungmin nyaman berada didalamnya. Tak lama setelah acara peluk-memeluk tadi, pipi Sungmin memanas ketika bibir tebal itu mencium pipi putih Sungmin.
CUP
"Terima kasih tuan muda Lee!"
Sungmin hanya bisa memegang pipinya dengan tatapan pasrah setelah Kyuhyun pergi dengan panci ramen di tangannya. Setelah bengong sendiri dengan perasaan tak menentunya itu akhirnya Sungmin mengikuti Kyuhyun menuju meja makan, tak lupa membawakan PSP bocah itu yang tertinggal di samping kompor karena Kyuhyun meletakkan pnya sembarangan tadi. Sesampainya di meja makan, Sungmin setengah melempar PSP itu ke hadapan Kyuhyun.
"Uh h ungm ja an di em par"
"Telan dulu makananmu bodoh"
"Glek! Ah sudah! Jangan dilempar hyung itu pacarku"
"Pacarmu? PSP bodoh ini?"
"Dia punya nama dan tidak bodoh hyung, namanya Blackie"
"Seperti nama anjing"
"Suka-suka"
Sungmin akhirnya memutuskan untuk mengakhiri percakapan bodohnya dengan anak ini. Bagaimana bisa anak ini jadi anak dari seorang pengusaha korea nomor satu itu? Sungmin benar-benar tidak yakin bocah tengil ini dapat meneruskan usaha ayahnya. Untung saja Sungmin tau bahwa perusahaan Cho akan diwariskan ke kakak dari bocah ini, Cho Ahra. Tapi bukankah itu lucu? Seharusnya penerus perusahaan kan anak laki-laki.
"Hyung kau ini lucu ya, kaukan lebih tua dariku kenapa kau lebih pendek dariku?"
Lihatkan, dia malah menghina Sungmin.
"Kau menghinaku?"
"Bukan maksudku hey hyung berapa umurmu? Wajahmu terlihat masih sangat muda untuk menjadi seorang pengusaha" Sergah Kyuhyun basa-basi.
"Kenapa kau ingin sangat tau tuan Cho yang terhormat?"
Kyuhyun akhirnya menyuap suap terakhir dari mi ramen yang rasanya sangat enak di lidahnya itu. "Karena kita akan tinggal serumah hyungku, kita harus saling mengenal lebih jauh" Jawabnya santai sambil mengerlingkan matanya sebelah ke arah Sungmin. Tebar pesona rupanya.
Sungmin hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah bocah bodoh itu
"Eng aku...26 tahun. Aku lulus cepat dari universitasku dan menjalani sekolah bisnis selama 1 tahun jadi ya beginilah aku"
"NE? 26 TAHUN?!" Kyuhyun membukatkan matanya seketika, dan sedikit tersedak ramennya "Uhuk—woah hyung umur 26 tahun dengan wajah begitu sudah menjadi pengusaha kaya?! Zuper zekali!"
Kyuhyun tak henti berdecak kagum mendengar penjelas hyungnya. 26 tahun memiliki wajah seindah itu dan sudah menjadi pengusaha kaya? Baginya itu mustahil! Bahkan Kyuhyun sering dikatakan sudah menjadi mahasiswa. Berbeda sekali dirinya dengan Sungmin. Pasti orang-orang mengira Sungmin masih anak kuliahan.
"Hey aku tidak pernah menyianyiakan diriku hanya dengan bermain game sepertimu! Lagi pula memang wajahku boros seperti wajahmu?"
"Wajahku bukan boros hyung, hanya terlalu tampan saja"
"Mana ada yang seperti itu"
"Karena aku terlalu tampan untuk usiaku jadi wajahku seperti ini hyung. Akukan idola di sekolahku. Jika aku tunjuk satu yeoja untuk menjadi satu pacarku pasti mereka mau hyung"
"Memang kau pikir aku tidak huh? Siapa yang tidak mau dengan pengusaha muda kaya sepertiku?"
Sungmin mulai terkena demam narsis Kyuhyun rupanya. Sejak kapan narsis menjadi virus yang menular?
"Yang ada mereka tidak mau memiliki pacar yang lebih cantik dari mu hyung" Kyuhyun mencibir, membuat Sungmin mengerucutkan bibirnya.
"Aku tidak cantik aish kenapa dengan semua orang" Sungmin mengacak rambutnya dan akhirnya memutuskan kembali ke ruang tv. Sedangkan Kyuhyun—yang melihat punggung Sungmin makin menjauh dari meja makan- langsung mengintili Sungmin menuju ruang tv. Jangan lupakan Blackie si PSP yang dilempar Sungmin tadi, tentu saja Blackie selalu ada di tangannya. Dan sekarang, jadilah mereka duduk sebelahan. Sungmin memutuskan untuk mencari channel berita mengenai saham-saham di korea, sedangkan Kyuhyun sedang bermain lagi dengan pacarnya.
"Bisa-bisanya kau lupa membawa dompet tapi kau membawa PSP mu Cho" Kata Sungmin sambil melirik Kyuhyun yang sedari tadi asik bermain itu
"Dia punya nama hyung, namanya Blackie" Jawab Kyuhyun—dengan mata yang tidak mengalihkan pandangannya dari Blackie kesayangannya "Blackie selalu ada di kantungku hyung, makanya dia tidak pernah lupa aku bawa. Sedangkan dompet dan ponselku selalu aku letakkan di meja atau di dashboard mobil jadi mereka sering tertinggal"
"Ceroboh, Blackie tidak penting bodoh lebih penting dompet dan ponselmu"
"Hyung.." Kyuhyun menghentikan permainannya di benda yang ia sebut sebagai Blackie, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin yang ternyata sedari tadi sudah menatapnya "Blackie ini pacarku, dia yang terpenting dari segalanya. Lagipula... Aku curiga hyung menyukai Blackie ya? Jangan coba-coba mengambil Blackie dariku hyung"
Kyuhyun mengakhiri perkataannya dengan tatapan sinis-tapi-jahilnya. Sedangkan Sungmin? Dia sedang ternganga dan heran atas perkataan Cho muda itu. Mengambil Blackie milik Kyuhyun? Oh tidak-tidak Sungmin masih normal, Sungmin masih menyukai manusia bukan benda seperti bocah yang ada didepannya ini.
"Dasar bocah bodoh, aku tidak butuh Blackiemu itu" Sergah Sungmin cepat lalu mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun, kembali melihat tv yang sedang menampilkan deretan huruf huruf lambang saham serta tanda panah naik dan turun itu.
TING TONG
"Hyung siapa malam malam begini—"
"Ah itu pasti Sungjin!" Seru Sungmin senang lalu beranjak dari kursinya
Tunggu, itu Sungjin?
LEE SUNGJIN?
Otak Kyuhyun yang tadinya fokus terhadap game didepannya lama-lama memikirkan nama yang Sungmin sebut tadi. Lee Sungjin? Itu berarti...
Kyuhyun dakam bahaya.
"HYUNG! BIAR AKU YANG BUKA PINTUNYA—YAH JANGAN DIBUKA DULU PINTUNYA JANGAN"
Kyuhyun melesat ke arah pintu dan langsung menghalangi hyungnya membuka pintu persis seperti tadi—dengan merentangkan tangannya. Sungmin kembali menyerngit, ada apalagi sekarang?
"Biar aku bukakan pintu hyung! hyung menonton saja disana tadi... Ah! aku rasa tadi ada berita yang ada hubungannya dengan mu hyung! Tentang hubungan perusahaanmu dan ayahku!"
"Ah jinjja? Aku kira berita itu ditayangkan kemarin. Baiklah kau bukakan pintunya ini sudah dini hari kasian Sungjin" Jawab Sungmin lalu kembali ke ruang tv
'Dasar bodoh mana ada berita macam itu, Sungmin hyung bodoh' bathin Kyuhyun
Ternyata Kyuhyun membohongi Sungmin, bung! Sungguh bocah yang nakal. Akhirnya setelah Sungmin sudah pergi dari tempat Kyuhyun sekarang dia mengecek siapa yang datang malam-malam begini. Oh ternyata benar, Sungpabo itu yang datang. Kyuhyun membuka pintunya, lalu tiba-tiba—
"Yak! Hyung kemana saja kau ini biasanya kau—O-omo apa aku salah—Kyupabo?"
Sungjin menatap orang yang ada didepannya dengan tatapan bingung. Dengan cepat Sungjin melihat nomor ruangan apartemen itu, 1137—lalu menatap orang yang ada di belakang pintunya lagi, disana ada Kyuhyun. Masih merasa belum tepat Sungjin mengucek matanya lalu kembali melihat ke nomor ruangan itu, dan lucunya nomornya masih nomor 1137. Lalu dia kembali melihat orang yang daritadi sedang menatapnya dengan tatapan malas. Siapa lagi kalau bukan Kyupabo itu. Tak lama Sungjin berusaha menangkap apa yang terjadi dengan pintu apartemen hyungnya dan Kyupabo didepannya ini.
1
2
3
"YAK KYUPABO SEDANG APA KAU DI APATERMEN HYUNGKU—YAH!—HMPPPHHH"
TBC
HOLLA GUYS sorry aku update baru sekarang. Aku mau liat reaksinya dulu soalnya hoho biar makin mantab ffnya. Ternyata banyak yang suka ya? Aku terhura banget ihiw (?) yang nanya umur Min sama Kyu lebih tinggi apa lebih rendah dari Sungmin udah kejawab ya? kkkk
Btw guys, yang aku maksud 'kyupabo' bukan kyu bodoh idiot yang beneran gitu bukaan. Maksudku tuh Kyu yang versi di ff ini kyu anak sma yang urak-urakan evilnya ga ketulungan terus tingkahnya kayak anak kecil. Kalo jago mtk sih teteup, pinter main game juga beuh teteup dah jangan sampe kelewat kalo ga ada game ga ada Kyu juga(?) pokoknya aku yakin lah readers ngerti apa yang aku maksud 'kyupabo' kkkk. Sekali-kali dong Sungmin demen brondong tampan nan pabo macam Kyu gini;;) kan biasanya Kyu tuh cool ganteng ga ketulungan kan, buat yang nanya pairing... tetep KYUMIN kok bukan MINHYUN LOL
Oh ya aku mau tanya nih, 2000words chap 1 kependekan ga guys? Kalo kependekan di chap selanjutnya aku jadiin 3000+ words aku butuh banget tanggapan readers biar readers enak juga bacanya. Mungkin di chap awal awal bakalan lambat alurnya, nanti di chapter selanjutnya aku usahain cepet deh
YANG UDAH REVIEW THANKS BERAT YAAAA AKU GABISA SEBUT SATU SATU TAPI AKU SAYANG KALIAN SEMUAAAA({}) yang mau request ff seperti biasa bisa PM aku yang mau ngobrol juga boleh /plakk
Terakhir, RnR?^_^
