Naruto by Masashi Kishimoto

Warning : AU ,OOC,typo,Little bit lime etc

.

..

...

My Red Hair Princess

...

..

.

"Dia seorang yang kudambakan dan aku berharap untuk menjadi kekasihnya suatu hari nanti, namanya, tapi sepertinya.. akan banyak rintangan untuk menggapainya"

Setiap hari aku hampir selalu berpikir tentang Sara membayangkan bagaimana kalau dia bisa jadi kekasihku sepertinya akan sangat menyenangkan, walau banyak anak laki-laki lain yang menyatakan cinta padanya namun seperti apapun orangnya pasti dia tolak mentah-mentah dengan alasan yang tidak jelas, aku juga tidak paham tipe lelaki yang dia sukai itu seperti apa padahal rata-rata anak lelaki di sekolah kami ini kaya-kaya dan tampan-tampan sih, mungkin dia sukanya orang yang introvert seperti aku, haha itu tidak mungkin kan.

Aku terlalu lama melamun sampai-sampai pelajaran yang telah dijelaskan oleh Iruka Sensei sama sekali tidak aku dengarkan, benar-benar membosankan sekali mendengarkan dia mengoceh untung saja dia tidak sadar kalau aku sedang melamun.

"HEI, NARUTO JANGAN MELAMUN!" tiba-tiba suara yang keras membangunkanku dari lamunan.

"Hehhh... siap komandan" aku langsung spontan berdiri degan latahnya.

"KOMANDAN APANYA! Huh.. kau mau berdiri di depan kelas NARUTO!" ancam Iruka Sensei.

"ti.. tidak Sensei aku minta maaf ,aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi" Semua teman-teman di kelas akhirnya menertawakanku termasuk Sara, tapi kenapa perasaanku sama sekali tidak kesal ya. Hmm.. ya sudahlah, mungkin karena baru kali ini aku lihat Sara tertawa Sepuas itu, jujur saja itu semakin memebuatku makin menyukainya. (pokoknya sara number one)

...

Jam istirahat.

Sial baru kali ini aku ditertawakan didepan semua orang, apa gara-gara ekspresiku ini sudah mulai terbaca ya padahal aku sangat tidak suka jadi pusat .. sepertinya kelas sudah mulai sepi jadi aku bisa makan bekalku dengan tenang, ya beginilah aku lebih suka menyendiri dalam melakukan apapun, bagiku sepi itu adalah teman yang paling baik, karena keramaian itu adalah hal yang memuakkan bagiku.

"Hei naruto-kun, kau sendiri saja" tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara seseorang yang familiar , suara yang aku harap akan selalu kudengar setiap hari.

"Swa.. swa... sa.. sara-san" aku pun bingung harus berkata apa karena dia sekarang tepat berada didepan ku dan juga aku bisa mencium baunya yang sangat harum. Ada angin apa sara mulai menyapaku untuk pertama kalinya.

"eh kenapa Sara-san, ada yang bisa kubantu?" aku mencoba tenang berhadapan dengannya, walaupun aku seorang introvert tapi kemampuan komunikasiku tidak lah buruk-buruk amat kok dan juga aku sudah belajar dari drama korea yang sering ku tonton setiap hari (menurutku sangat bagus untuk melatih kemampuan komunikasi kok*iyain saja deh).

"tidak ada kok aku cuman ingin duduk disini, boleh tidak" mendengar Sara yang berkata demikian aku berharap ini bukanlah mimpi semata.

"eh, ya silahkan duduk saja kalau begitu aku lanjutkan makan bekalku bentar ya Sara-san" lalu aku pun melanjutkan makan bekalku dan yang benar saja Sara terus memandangiku dan tentu saja itu membuatku malu.

"Baiklah aku sudah selesai jadi ada yang bisa kubantu sara-san?" aku pun bertanya kembali.

"hem...hem.. kau ini lucu sekali ya naruto-kun baru kali itu aku tertawa dengan lepas sekali, tapi perasaan kita sudah sekelas dulu ya, aku sampai hampir lupa bahwa kita dulu pernah sekelas haha..." Maskudnya mungkin hawa keberadaanku ini sampai tidak terasa sampai-sampai dia tidak mengingatku (sedih sekali*author turut berduka).

"Hei, Sara-san ngomong-ngomong dimana Ino dan Sakura biasanya kan kalian selalu bersama?" aku mencoba kembali membuka pembicaraan kami.

"Aku tidak tahu kami sedang bertengkar" jawab Sara dengan ekspresi yang ngambek.

"Boleh tahu masalahnya apa Sara-san, siapa tahu aku bisa membantu" Karena penasaran akun pun bertanya kembali. (aduh kepo ya)

"Aku sedang tidak ingin membicarakan hal itu" Jawab Sara kembali.

"Baiklah aku tidak akan memaksamu kok terkadang tidak semua hal harus diutarakan" jawabku sambil menggarukkan kepala.

"Hei Naruto-kun maukah kau menjadi...temanku" aku sampai kaget dikira akan ditembak oleh Sara (itu mustahil BAKA).

"Tentu saja Sara mulai sekarang kita berteman kok" Dan pada akhirnya baru pertama kalinya aku punya teman mengobrol dan itu adalah wanita yang ku sukai.

...

Akhirnya Bel Pertanda Pulang sekolah pun berbunyi, aku tidak menyangka bisa berbicara dengan Sara walau hanya sebentar dan aku merasa dia mulai menyukaiku sebagai teman.

Tiba-tiba Sakura dan Ino mencegatku ditengah jalan.

"hei namamu Namikaze Naruto kan?" tanya Sakura dengan tatapan yang mengintimidasi

"iya memangnya ada apa Sakura-san?" tanyaku dengan ekspresi bingung dan sepertinya aku mencium aura membunuh dari mereka berdua dan yang benar saja mereka pun langsung menyerangku dengan pukulan bertubi-tubi diawajahku dan membuatku terjatuh.

"ingat ini Naruto , orang sepertimu tidak pantas dekat dengan Sara" Ucap Ino sambil mengepalkan tangannya.

Dan setelah itu mereka langsung saja meninggalkanku tergeletak. Apa benar itu pukulan seorang perempuan ternyata rumor bahwa mereka itu ahli taekwondo memang bukanlah isapan jempol belaka, aku mendengar bahwa jumlah lelaki yang menembak Sara sudah berkurang dan mungkin saja ini gara-gara perbuatan mereka yang terlalu overprotective terhadap sara.

"Aku pulang, " ujar ku sesampai dirumah.

"hei kenapa dengan wajahmu Naruto" Ibu langsung menghampiriku dan langsung saja memukulku (kalian kira dia itu ibu yang normal, aku menyebutnya monster kyuubi ekor sembilang*plak dasar anak durhaka) .

"Apa yang terjadi padamu Naruto" ujar ibuku sampai marah-marah.

"sudahlah kushina paling dia habis berantem" celoteh ayahku yang sedang membaca koran.

"apa benar kau berkelahi" tanya ibuku kembali.

"iya " jawabku

"apa kau menang?" pertanyaan orang tua macam apa itu.

"aku kalah"

"Hah.. sudah kuduga lagian kau ini tidak pernah melatih otot-ototmu dan selalu berdiam diri dirumah bermain game apalah itu" ucap ibuku sambil menghela nafas.

"kushina bagaimana kalau kau latih saja dia" ucap ayahku kembali.

"mengajarkanku? Maskudnya? Apa kaa-san" aku pun bertanya-tanya.

"naruto kau tidak tau kan kalau ibumu saat muda dulu itu adalah Sang juara taekwondo tingkat nasional kau bisa belajar darinya mengenai bela diri" jelas ayahku.

"TIDAK MUNGKIN...!" aku pun shock mendegarnya.

TBC

A/N : maaf kalau agak lama updatenya reader-san dan juga agak pendek ya , mungkin next chapter bakal sedikit lebih panjang jadi jangan lupa reviewnya ya , arigatou.