The Little Escape

"Ayolah, bolos sesekali tidak apa, kan?"

Taehyung memandang laki laki di hadapannya jengah. Kenapa dia ngotot sekali sih?

"Sudah kubilang aku tidak mau, Jeon."

Ia kembali memasukan buku – buku pelajarannya ke dalam ransel merah yang berada di atas sofa ruang tamunya.

"Ayolah, Taehyung. Tinggal bilang saja kau sakit, atau keluargamu ada urusan, atau semacamnya." Jungkook menutup ransel Taehyung secara tiba – tiba dan memandang Taehyung terus menerus, seolah dengan melakukannya Jungkook bisa mengubah pikiran kekasihnya.

"Tidak mau. Kau pergi saja sendiri." Taehyung menahan tawa kecilnya saat melihat Jungkook memutar kedua bola matanya jengah, lalu ia mengusir tangan Jungkook dari ranselnya dan kembali melanjutkan aktivitasnya memasukan buku yang sempat tertunda.

"Kau adalah orang yang paling tidak menyenangkan, Taehyung."

Kali ini Taehyung tidak berusaha untuk menyembunyikan tawanya. Ia terkekeh sebentar lagi menatap ke arah Jungkook. "Aku tau."

Ia melangkahkan kakinya menuju rak sepatu, mengambil sepatu putih kesayangannya dan memasangkan sepasang sepatu itu ke kedua kakinya. Ia kembali menatap Jungkook yang masih betah berada di ruang tamunya.

"Hei, kau jadi mau mengantarku ke sekolah atau tidak?"

Jungkook menghela nafas lalu akhirnya menjauhkan badannya dari sofa putihnya.

"Baiklah, murid sok rajin. Ayo berangkat."

-oOoOoOoOoOoOo-

"Jeon Jungkook, kau benar benar cari mati ya?"

Taehyung memandang kekasihnya dengan tatapan setajam yang ia bisa. Sementara yang ditatapi hanya cengengesan kecil melihat perilaku kekasihnya.

"Hei, ayolah.." Jungkook berusaha menyentuh tangan Taehyung, namun langsung ditepis kasar oleh sang pemilik tangan. Jungkook kembali tersenyum lebar.

"Aku kan hanya bilang 'ayo berangkat', aku tidak bilang akan berangkat ke sekolah bukan?" Tatapan jahil masih dengan setia melekat pada mata laki – laki yang berdiri tak jauh dari Taehyung sekarang.

"Tapi kan aku sudah bilang kalau aku mau ke sekolah, Jeon~"

Ayolah, Taehyung sangat tidak suka jika harus menunjukan sisi manjanya kepada kekasihnya, tapi sekarang ia tanpa sadar sudah merengek lucu di depan Jungkook.

Dan Jungkook menyukainya, tentu saja.

"Demi Tuhan, Jungkook! Pagi ini aku ada kelas Ms. Lee! Bisa kau bayangkan hukuman apa yang akan aku dapat dari guru killer itu?" Taehyung ingin sekali rasanya memukul kepala pacarnya yang terlalu menganggap enteng masalahnya saat ini. Apa si Jeon ini tidak bisa lihat betapa paniknya dia?

"Jadi kau lebih memilih Ms. Lee dibanding aku?"

Satu detik.

Dua detik.

Tiga det—

"Eh?"

Jungkook tersenyum maklum. Ah, sepertinya sifat pelupa kekasihnya kambuh lagi…

"Kemarikan tanganmu."

Taehyung menyodorkan tangan kanannya yang langsung digenggam oleh Jungkook secara lembut. Terasa begitu hangat dan terasa begitu pas, dan Taehyung merutuki dirinya sendiri saat rasanya kedua pipinya mulai memanas.

Jungkook menarik tangan Taehyung, membuat tubuh keduanya semakin berdekatan. Tersenyum saat raut wajah bingung masih tercetak jelas di wajah kekasihnya, ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Taehyung dan bernafas lembut tepat di depan telinganya.

"Selamat hari jadi yang kedua ratus, sayang."

Taehyung membeku seketika. Astaga, bagaimana dia bisa melupakan hari ini? Ia yakin benar sudah menandai setiap hari – hari penting mereka di kalender kecil di samping tempat tidurnya.

Jungkook melepaskan tautan tangan mereka dan mengacak rambut Taehyung pelan.

"Ju-Jungkook.."

Jungkook tersenyum lembut dan mengelus kepalanya sayang. "Mau ke cafe?"

Taehyung menganggukan kepalanya tanpa berpikir. Ia membalas senyuman Jungkook dengan senyuman lebar, lalu memeluk lengan Jungkook dan mulai menarik laki – laki itu untuk berjalan menuju tempat tujuan mereka.

Sekarang, siapa yang peduli dengan sekolah?


A/N:
Ini juga absurd TT_TT

Terimakasih sekali kepada kalian yang sudah mau menghabiskan waktu kalian untuk membaca fic ini!