Christmas Eve

My Lost Love Sequel

Oneshoot

By Yuya Matsumoto

Desclaimer: Sungmin is always MINE… forever

Pair: WonKyuMin, Genderswitch (Minnie)

Thanks to All Readers who have given a great Review for me

Summary: Malam natal telah datang, apa yang dilakukan Kyu bersama kedua sahabatnya, Sungmin dan Siwon? Akankah mereka melewati malam natal terbaik mereka?

.

.

\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9

.

.

Udara kota Seoul semakin membeku, membuktikan saatnya Natal akan hadir. Kota sudah dipenuhi oleh hiasan-hiasan natal yang berwarna-warni. Warna merah dan hijau berpadu dalam khidmat suasana natal ini. Beberapa toko sudah sibuk menjual bermacam-macam kado natal dan diskon besar-besaran yang terjadi setiap tahunnya.

Aku mengeratkan jaket tebalku agar tidak tertusuk dinginnya malam. Saat ini aku sedang berjalan di tengah kota, menikmati keindahan kota Seoul. Sepanjang jalan aku melihat tawa bahagia dari setiap orang saat mereka menikmati waktu mereka bersama pasangan dan orang terkasih. Mungkin hanya aku dari beratus orang disini yang bermuram durja dan berjalan seorang diri. Mungkin ini adalah malam natal tersuram yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di dunia. Malangnya akulah yang merasakan dinginnya christmas eve. Tanpa orang-orang terkasih dan tanpa kehangatan suasana indah natal. Only me who feel it. Yup! It's me.

Aku memasuki sebuah coffee shop yang terlihat begitu menyenangkan dan nyaman dari luar. Aku sudah sangat kedinginan dan perlu menyesap sedikit kehangatan untuk organ tubuhku yang membeku. Mataku mencari bangku yang kosong karena coffee shop ini sedang ramai-ramainya. Maklum malam natal, semua orang mau merayakannya dengan orang-orang yang dicintai dengan moment paling tak terlupakan.

Ah, akhirnya aku menemukan sebuah bangku yang letaknya cukup strategis dan dekat dengan pohon natal yang megah di pojok ruangan. Aku memutuskan duduk disana dan memesan secangkir coffee latte. Berharap sebuah keajaiban natal akan menghangatkan hatiku yang mengeras seperti es ini.

.

\(^o^)/ ~YuyaLoveSungmin~ (=w=")

~~Christmas Eve~~

.

PLAAAAK!

Sebuah pukulan keras mengenai belakang kepalaku, menyebabkan nyeri yang teramat sangat. Aku meringis kesakitan, menahan airmata yang sebenarnya akan mengalir deras. Coba saja kalian merasakan pukulan tadi, pasti kalian akan menjerit kesakitan dan menangis keras. Untuk seorang Cho Kyuhyun yang tampan dan berwibawa ini, itu sangat memalukan. Lebih baik aku menahannya daripada aku malu seumur hidup.

"Apa yang kau lakukan di sini, bocah nakal?", tanya pelaku utama benjol kepalaku ini, Choi Siwon.

Aku memasang wajah innocent-ku dan senyuman termanis yang kumiliki. Siapa pun orang di dunia ini pasti akan meleleh setiap melihat senyuman terindah milik pangeran tampan bernama Kyu-ganteng ini. Hahaha… Tapi aku salah, karena orang yang ada di hadapanku ini semakin memasang wajah garangnya.

"Berhenti tersenyum aneh seperti itu! Kau pikir akan mempan untukku? Cepat bekerja, Kyu. Toko sedang ramai sekarang", perintah Siwon-hyung tanpa berprikemanusiaan. Ia membuang coffee latte yang sedang asyik kuminum tadi. Huh! Kalau Siwon-hyung sudah dalam Boss mode on, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perintahnya.

Annyeong, choneun Cho Kyuhyun imnida. Namja tertampan sedunia, mengalahkan Kangin-hyung yang menjadi namja tertampan se-Korea itu. Aku adalah magnae diantara pertemananku bersama dua orang lainnya, Lee Sungmin dan Choi Siwon. Tadi kalian sudah lihat namja bertubuh tinggi, atletis dan bidang itu bernama Siwon-hyung. Bodyguard kami. Hahaha… Sedangkan yeoja manis yang sedang berdiri di meja kasir itu adalah Lee Sungmin. Walau wajah manisnya tertutupi kacamata tebal dan rambutnya yang berantakan serta beberapa jerawat yang menghiasi sisi pipi chubby-nya, bagiku dia tetap yeoja termanis yang pernah ada.

Saat ini aku sedang berada di Kona Beans Coffee Shop milik eomma-ku, eomma Sungmin-noona dan eomma Leeteuk-hyung. Sungmin-noona bukanlah yeoja yang kaya, tapi keakraban antar keluarga kami membuat eomma kami saling percaya untuk membuat coffee shop ini. Kenapa bekerja sama dengan eomma Leeteuk-hyung bukannya eomma Siwon-hyung? Karena eomma Siwon-hyung sedang tidak berada di Korea, sedangkan eomma dekat sekali dengan keluarga Leeteuk-hyung yang notabene kekasih Kangin-hyung itu. Complicated, but it's so fun. Biarkan saja para eomma saling dekat seperti anak-anaknya yang memiliki hubungan di luar akal sehat ini.

"Ya! Kyu! Bantu kami cepat!", teriak Siwon-hyung yang berhasil merusak semua khayalanku. Ugh! Dasar namja menyebalkan.

Aku menghentak-hentakkan kakiku, mengerucutkan bibirku, tanda kalau aku ngambek berat kepada namja satu itu. "Ya! Appo, noona!", teriakku saat Sungmin-noona mencubit pipiku.

"Kamu jelek, Kyu! Kamu tidak pantas ber-aegyo seperti itu", cibir Sungmin-noona sambil tertawa kecil.

"Noona menyebalkan sekali sih!", ujarku sebal. Aku ikut membantu Sungjin, adik Sungmin-noona yang sedang sibuk membungkus beberapa pesanan.

"Jangan menggerutu terus, Hyung. Cepat bantu kami, jadi kita bisa pulang dan merayakan christmas eve bersama malam ini", ujar Sungjin dengan senyumannya kepada setiap pelanggan yang datang.

Akhirnya aku membantu semua keluargaku dengan sekuat tenaga. Benar kata Sungjin. Jika ingin semua pekerjaan selesai pada waktunya, aku harus ikut serta membantu. Malam ini adalah malam natal. Semua orang pasti ingin sampai di rumah tepat waktu dan menikmati menu andalan kami. Begitupula dengan kami yang juga ingin menikmati malam natal dengan khidmat. Semangat Cho Kyuhyun!

"Baby-Kyu! Wonnie! Kemarilah", teriak Sungmin-noona dari luar toko. Dia nampak senang dan berjingkrak senang.

Aku dan Siwon-hyung bergegas menghampiri yeoja kekanak-kanakan itu. Ia sedang berputar-putar dengan kedua tangannya yang membentang luas ke udara. Wajahnya sumringah dan sangat bahagia, merasakan salju yang menerpa seluruh tubuhnya.

"Salju pertama di malam natal", ujarnya senang. "Ayo! Rasakan indahnya christmas eve dalam genggaman kalian", katanya sambil menarik aku dan Siwon-hyung agar mengikuti gerakannya yang seperti anak kecil itu.

Aku tersenyum menanggapinya. Kami bermain bersama di bawah hujan salju yang begitu romantis ini. Keluarga kami yang lainnya ikut bersama kami untuk menikmati keindahan malam natal. Semua rasa lelah dan letih hilang dalam kegembiaraan. Christmas eve memang yang paling indah. Oh, Tuhan! Tolong hentikan waktu di sini, agar aku tidak kehilangan moment yang indah ini untuk selamanya.

Tak berapa lama, kami semua melakukan doa bersama, mensyukuri semua karunia yang telah diberikan Tuhan dan harapan-harapan kami di masa depan. Ya, memang malam natal digunakan untuk kumpul keluarga dan menghargai segala anugerah yang telah diberikan Tuhan selama satu tahun penuh. Chirstmas eve sering disebut malam tenang. Kami semua selalu pergi ke gereja untuk berdoa bersama, setelah itu menghabiskan malam bersama dengan keluarga kami. Lain halnya dengan kami bertiga yang memilih menikmati christmas eve bersama.

"Merry chrismas, chingudeul!", ujarku kepada dua orang sahabat kesayanganku.

"Merry Christmas, Baby-Kyu", balas mereka berdua secara kompak. Baby-Kyu memang panggilan kesayangan mereka kepadaku. Wajarlah karena aku memang magnae mereka. Hehehe… I love their love to me.

"Tahun ini adalah tahun paling berharga milik kita semua, karena tahun depan kita akan lepas seragam. Kita akan menjadi mahasiswa terhebat sedunia", kata Siwon-hyung memulai acara kami. Dialah sosok paling alim dalam persahabatan kami. Bukan hal aneh jika ia selalu mengucapkan asma-asma Tuhan di setiap ucapannya.

"Yeah. Betul sekali, Hyung!", teriakku menyetujui setiap ucapan Siwon-hyung.

"Walaupun banyak masalah yang kita lalui, tapi persahabatan ini tetap kental dan terikat kuat. Tidak ada satupun yang bisa menghancurkannya", ucap Sungmin-noona penuh keyakinan.

"Kita harus selalu bersama. Aku menyayangi kalian. Jangan pernah tinggalkan aku. Yaksok?", pintaku sambil memeluk kedua orang kesayanganku.

"We will do our best, Kyu", jawab Siwon-hyung membalas pelukanku.

"Hei, daripada bersedih seperti ini, lebih baik kita buka kado natal kita", usul Sungmin-noona.

Malam ini kami bertiga berdiri di depan pohon natal terbesar di tengah kota. Tengah malam seperti ini tengah kota sudah sepi, karena setiap rumah terisi canda-tawa pemiliknya. Hanya kami bertiga yang masih setia memandangi pohon natal ini. Hampir setiap tahun kami selalu ke sini untuk memanjatkan doa, karena tempat ini tempat favorit Sungmin-noona.

Kami bertukar kado. Dimulai dari Sungmin-noona untuk membuka kado natalnya. Sebuah kacamata berwarna pink, pemberian Siwon-hyung dan sebuah kalung dengan liontin inisial KS berwarna pink, pemberianku. Sungmin-noona menjerit senang ketika melihat warna kesukaanya di setiap kado natal miliknya. Ia langsung memelukku dan Siwon-hyung dengan sangat erat, hingga kami sulit bernapas.

"Gomawo. Jeongmal Gomawo yo!", ucapnya sambil menunduk berkali-kali kepada kami.

Siwon-hyung memakaikan kacamata itu kepada Sungmin-noona. "Aku tahu kacamatamu sudah sangat rapuh dan tua, makanya aku membelikan yang baru. Untung saja aku tahu ukuran minus yang kamu miliki. Hehehe…", ujarnya malu-malu. Sungmin-noona tersenyum lebar.

Kali ini giliran aku memakaikan kalung pemberianku. Kalung itu begitu sempurna di leher putih menggoda milik Sungmin-noona. "Arti kalung ini adalah Sungmin milik Kyuhyun selamanya. Hahahaha… Jadi noona nggak boleh meninggalkan aku sedetik pun", kataku penuh ancaman pada kalimat terakhir. Sungmin-noona tertawa lantang.

"Hahahaha! Bisa saja kau ini, Kyu! Gomawo. Kalung dan kacamata yang sangat bagus", ujarnya berterimakasih sekali lagi.

Sekarang giliran Siwon-hyung untuk membuka kado natal dariku dan Sungmin-noona. Aku memberikan sebuah al-kitab, sedangkan Sungmin-noona memberikan jaket kulit. Siwon-hyung langsung memakai jaket kulit pemberian Sungmin-noona. Ia jadi terlihat seperti ketua gangster yang sangat tampan, walau kacamata tebalnya bertengger tenang di atas hidung mancungnya. Sungguh ketampanan namja satu ini tidak bisa dipungkiri.

"Bagaimana? Apakah aku terlihat tampan?", tanyanya sambil bergaya bak seorang model di depan kami.

Aku ternganga melihat dirinya yang begitu sempurna. "Looks so great, hyung", jawabku yang diikuti oleh anggukan dari Sungmin-noona.

"Gomawo, Sungmin-noona! Gomawo, Baby-Kyu! It's so wonderful. Wah, aku akan selalu membaca al-kitab ini setiap hari. Kyu, kau tidak kepanasan saat memilih al-kitab ini?", cibir Siwon-hyung sambil menjulurkan lidahnya.

"Maksud hyung?", tanyaku tak terima.

"Kau kan iblis, Kyu! Mana ada iblis yang mampu membeli al-kitab seperti ini. Apa kamu sudah taubat?", jelas Siwon-hyung penuh dengan sindiran yang menusuk.

"Sial kau, hyung! Itu Ahra-noona yang membelikannya. Aku hanya menyarankan sebuah al-kitab kepadanya, lalu ia yang membungkusnya untukku", jelasku kesal.

"HAHAHAHA! Pantas saja!", tawa Siwon-hyung meledak.

"Diam, hyung! Kau menyebalkan", teriakku marah sambil memukul punggung Siwon-hyung.

"Sudah! Sudah! Jangan berkelahi di malam natal yang indah ini", lerai Sungmin-noona saat aku dan Siwon-hyung akan memulai pertengkaran yang lebih besar lagi. "Sekarang buka kado natalmu, Kyu! Aku tidak sabar"

Terakhir adalah giliranku. Aku membuka kado natal dari Siwon-hyung terlebih dahulu. Sebuah jam tangan yang terlihat sangat mahal. Wow! Siwon-hyung memang berselera tinggi. Kado natal dari Sungmin-noona sangatlah sederhana. Sebuah syal berwarna hijau dengan gambar kelinci pink dan huruf CK dibawahnya. Aku tersenyum melihat kedua kado ini. Terdapat kehangatan kasih sayang mereka untukku. Aku sontak memeluk kedua hyung yang sangat aku sayangi ini.

"Mianhae, Baby-Kyu. Aku tidak bisa memberikan kado mewah. Ini buatanku, makanya sedikit berantakan. Mianhae", ujar Sungmin-noona dengan tatapan sendunya.

Aku memakai syal itu dengan perasaan bangga dan senang bercampur satu. "Ini sangat indah, noona. Tidak ada syal yang bisa menandingi syal buatanmu. Aku sangat menyukainya"

"Pakailah selalu, Kyu, agar kamu tidak kedinginan dan mudah sakit", saran Sungmin-noona.

"Kalau jam itu agar kamu selalu menghargai waktu. Jangan buang waktumu percuma hanya untuk game-game bodohmu itu, Kyu", jelas Siwon-hyung masih dengan nada menyindirnya.

"Iya! Iya! Jamnya bagus kok", ujarku terpaksa.

"Ayo kita berdoa untuk tahun-tahun yang lebih membahagiakan daripada tahun ini", ajak Siwon-hyung.

Kami bertiga berdiri di depan pohon natal ini, mendekapkan kedua tangan kami di depan dada. Kami memanjatkan doa kami secara bersamaan di dalam hati kami.

'Ya Tuhanku. Persatukanlah aku kepada orang-orang yang senantiasa menyayangiku. Bahagiakanlah mereka selalu. Jangan pisahkan aku dengan kedua orang tersayangku ini. Jadikanlah tahun-tahun selanjutnya menjadi tahun yang lebih indah dari tahun ini. Amin', panjatku dalam hati.

Kami selesai berdoa hampir bersamaan. Kami saling pandang, lalu tersenyum sumringah.

"It's time for fireworks", usul Sungmin-noona yang telah memegang kembang api miliknya, lalu memberikan bagian milikku dan Siwon-hyung.

Malam natal ini kami habiskan dengan bermain kembang api bersama. Kebiasaan sejak kami masih kecil yang sudah menjadi adat yang tak pernah bisa kami tinggalkan. I love both of them, my lovely bestfriends.

.

\(^o^)/ ~YuyaLoveSungmin~ (=w=")

~~Christmas Eve~~

.

"Maaf, tuan Cho! Kami akan tutup", kata seorang waitress kepadaku yang masih asyik berkelana ke dalam kenangan tujuh tahun lalu.

"Ah?", kagetku. Hampir saja aku tersedak coffee latte milikku. "Oh, okay! Sebentar lagi aku akan pulang", jawabku dengan lesu. Sebenarnya aku masih ingin menikmati malam natal di dalam coffee shop ini.

Toko ini masih toko yang sama, yaitu Kona Beans Coffee Shop yang dipenuhi oleh kenanganku bersama orang-orang yang sangat aku cintai. Masih toko yang sama namun sudah sangat berbeda, karena tidak ada lagi canda tawa yang keluar dari bibir keluarga besar kami. Sejak kepergian Sungmin-noona sekeluarga, eomma tidak tertarik mengurusi bisnisnya ini. Begitupula dengan eomma Leeteuk-hyung yang akhirnya memutuskan untuk membiarkan orang lain yang mengurusi coffee shop ini. Ahra-noona yang bersedia mengatur keuangan toko ini dengan beberapa pegawai kepercayaannya. Jadilah aku di setiap malam natal selama tujuh tahun ini, menghabiskannya dengan kenangan yang masih tersisa di setiap sudut coffee shop.

Aku mengutak-atik ponselku, mengirim statusku di twitter pribadi milikku. "Depressed after christmas", ucapku sama seperti status yang kubuat. Inilah yang kurasakan di setiap malam natalku.

"Semoga natalmu indah, tuan Cho", ucap seorang pelayan saat aku beranjak keluar dari coffee shop milik keluargaku itu.

Aku tidak menjawab, hanya semakin mengeratkan jaket dan syal pada tubuhku. Syal pemberian Sungmin-noona sudah begitu rapuh dan warna telah memudar, namun aku masih setia memakainya. Masih dapat kurasakan kehangatan yang Sungmin-noona salurkan kepada syal ini. Aku tidak ingin Sungmin-noona bersedih jika tahu aku sakit karena tidak memakai syal miliknya.

Ah! Jam tanganku menunjukkan sudah hampir tengah malam. Pasti pelayan tadi tidak tega mengusirku hingga ia baru akan menutup coffee shop sebegini larutnya. Ada rasa bersalah terselip di dadaku. Aku membuat natal orang lain suram. Besok aku akan meminta maaf kepada mereka. Aku bergegas ke tengah kota, tempat kesukaan kami bertiga. Jam tangan pemberian Siwon-hyung selalu kupakai, terutama di saat terpenting milikku. Sejak mereka meninggalkanku, aku sibuk meniti hariku dan mengurangi kesenanganku terhadap game. Ya, akhirnya aku sadar seberapa besar arti kedua orang itu untukku.

Aku memandang pohon natal terbesar yang ada di kota Seoul. Pohon natal yang selalu menjadi saksi kebersamaan kami bertiga dan kesendirianku setiap natal. Aku berdiri takjud di depannya yang tidak pernah kehilangan cahaya indahnya. Pohon natal ini memang pohon terbaik yang pernah ada. Walau setiap tahun susunan hiasannya berbeda, tapi semangat natal yang dipancarkan tak pernah berubah.

TUUUK!

Sebuah salju jatuh di atas kepalaku. Salju pertama untuk malam natal ini. Biasanya Sungmin-noona akan menjerit senang saat ia yang mejadi orang yang merasakan salju pertamanya. Aku merindukan moment-moment indah itu. Betapa aku menyesalnya telah menyia-nyiakan orang paling aku cintai itu. Setelah tujuh tahun berlalu, aku baru sadar bahwa aku mencintai yeoja mungil itu. Yeoja yang selalu memiliki pesona di mataku.

Aku memejamkan mataku, mendekap kedua tanganku di depan dada. 'Tuhan, aku akui ini memang kesalahan terbesarku. Kurang cukupkah hukuman yang kau berikan untuk menghapus dosaku ini? Engkau mengetahui betapa tersiksanya aku tanpa Sungmin-noona. Aku mencintainya Tuhan. Aku juga merindukan sosok hyung pada diri Siwon-hyung. Aku mohon kepadamu, Tuhan, kembalikanlah mereka dalam hidupku. Aku berjanji akan menjadi namja yang taat. Aku memohon kepadamu, Tuhan!', panjatku sungguh-sungguh dalam hati.

Aku ingin Tuhan mengabulkan doaku kali ini. Setiap tahun aku selalu datang ke depan pohon natal ini, memanjatkan semua harapan dan doaku. Walau Tuhan belum pernah mengabulkannya, namun aku tahu suatu saat nanti Tuhan akan merasa bosan, lalu mengabulkannya.

Drrt! Drrt! Drrt!

Ponselku bergetar di kantung celanaku. Eomma is calling. Aku mengangkat telepon dengan malas.

"Ya! Cho Kyuhyun-chagi! Cepat pulang! It's Christmas Eve", ujar eomma langsung menodongku dengan semua pernyataan miliknya.

"Ne, eomma! Nanti aku ke sana deh", jawabku malas. Sebenarnya aku akan ke sana kalau sudah pagi dan sudah saatnya misa natal.

"Babbo-saeng! Kamu jangan terlarut dalam kesedihanmu! Kami selalu ada untukmu. Pulang atau aku akan mencoretmu dari daftar adikku", omel Ahra-noona di balik sambungan telepon ini.

Aku tersenyum mendengar kata-kata kakakku itu. Setiap tahun selalu memberi ancaman yang sama. Dia pikir aku akan merasa takut. Tidak akan pernah.

"Aku tidak akan takut dengan ancaman noona! Weee!", balasku sambil menjulurkan lidahku. Aku paling senang menggoda noona-ku itu.

"Ya! Saeng bandel", teriak Ahra-noona. "Biar sini eomma yang bicara", terdengar suara lembut eomma di balik teriakan tidak jelas milik noona.

"Pulanglah, Kyu. Malam ini sangat dingin. Eomma tidak ingin kamu sakit. Pulang, ya", pinta eomma dengan lembut kepadaku.

Aku mengangguk pelan. "Ne, eomma! Aku akan segera pulang sekarang. Annyeong", jawabku, lalu menutup sambungan telepon kami.

Aku memandang pohon natal ini sekali lagi. Sekelibat aku melihat seseorang sedang memandang pohon ini di seberangku. Sepertinya ia sedang memanjatkan doa di depan pohon natal ini. Jarang sekali ada orang di tengah malam mau menghabiskan malamnya di sini. Pandanganku tak berhenti memandang orang itu. Rasanya hatiku menghangat, seperti ada sesuatu yang bergetar di dalam dada. Mungkinkah?

Orang itu mendongakkan kepalanya. Ia melangkah pergi dari tempatnya berdiri. Aku mengikuti orang itu. Wajahnya tak dapat kukenali karena ia memakai penutup wajah yang cukup tebal. Aku yakin dia adalah seseorang yang aku cari selama ini.

"Chakkaman", panggilku kepada orang itu.

Merasa dirinya dipanggil, orang itu berhenti. Ia memandangku tajam. "Ne. Wae yo?", tanyanya penuh dengan rasa kesal. Mungkin aku sudah mengganggunya.

"Sungmin-noona?", tanyaku penasaran. "Bisakah kamu membuka maskermu agar aku bisa melihat wajahmu?", pintaku sesopan mungkin.

"Hah?", kagetnya, lalu berjalan meninggalkanku.

Aku mencegah orang itu. aku harus tahu apakah ia benar-benar Sungmin-noona atau bukan. "Aku mohon kembalilah kepadaku, hyung"

Ia menepis tanganku dengan kasar. "Hei, Kamu gila ya! Aku bukan orang yang kau sebutkan tadi", jelasnya.

Aku masih tetap penasaran sebelum ia membuka masker yang menutupi wajahnya. "Kalau memang bukan, tunjukkan wajahmu padaku"

Ia membuka maskernya secara perlahan, membuat aku gugup.

JEDAAAAR!

Seperti disambar petir saat aku melihat wajah orang di depanku ini. Aku membungkukkan badan, meminta maaf berkali-kali atas kesalahanku. Dia bukan Sungmin-noona. Aku benar-benar salah. Mungkin aku memang harus menuruti keinginan eomma, kembali ke rumah.

Aku menatap langit luas di atas kepalaku, merasakan dinginnya salju yang jatuh di atas wajahku. Malam natal ini aku lewati tanpa Sungmin-noona dan Siwon-hyung lagi, tapi aku yakin suatu hari nanti aku akan kembali bersama mereka. Di kala saat itu datang, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka.

Saat kita kehilangan orang yang sangat berharga, yang hadir hanyalah penyesalan. Ketahuilah hidup ini tidak akan berhenti dan keajaiban Tuhan akan selalu hadir dalam hati setiap hambaNya yang terus berharap. Jangan pernah putus asa karena setiap kesedihan pasti menanti sebuah kebahagiaan di depannya. Di kala sedih, keluargalah tempat kita kembali. Mereka orang terdekat kita, jadi jangan pernah sia-siakan moment kebersamaan itu

-THE END-


..::Cuap2 Author::..

Annyeong Chingudeul…

Yuya lagi sakit sekarang, tp Yuya paksain untuk buat sekuel ini. Mianhae kalau jelek dan OOC,,, Ini usaha terbesar Yuya.

Yuya harap chingudeul mendapatkan hikmah dan pesan yang Yuya sampaikan di FF ini. Maaf terlalu singkat ya! Semoga sekuel ini memuaskan hasrat Chingudeul semua. Hhe…

Selamat membaca!

Jangan lupa REVIEW-nya!

GOMAWO