Title : Triwizard Turnamen Parody

Author : nisasandy

Genre : gatau

Rated : General aja kali ya?

Cast : Draco. M, Hermione. G (malfoy sih sekarang), bersama ketiga anak yang duanya OC, well sama beberapa yang lain.

P.S : plagiat? ciee jadi cherrybelle :D

Words : 1318

….

Hermione keluar dari kamar mandi bersama kedua putri kecilnya, Draco terkejut bukan main melihat penampilan istri dan kedua anaknya, sungguh muggle. Hermione menatap Draco yang sedang ternganga dengan heran, Apa sih yang dipikirkan Draco?

"Draco? Kau tak apa?"

"Euh— Ya! Aku tak apa."

"Lantas kenapa ayah memperhatikan kami seperti pertama kali melihat kami saja?" tanya Allison yang berkacak pinggang,

"Tak apa, kalian sungguh muggle— dan dimana kalian mendapatkan celana itu serta atasan nya?" tanya Draco yang sedang 'terheran-heran'

"Mall." jawab Hermione singkat, jelas, dan tepat.

"Mall? Apa itu Mall?"

"Sebuah pusat perbelanjaan yang sungguh besar."

"Kalau yang biasa kita pakai itu kan jubah, apa nama baju yang kau kenakan?"

"Demi jenggot Merlin Draco! Kau tak pernah belajar telaah muggle sekali pun apa!?"

"Jawab saja! Ya aku tak pernah, kau tau kan dulu aku seperti apa—"

"Hotpants dan t-shirt." jawab Hermione cepat dan memotong perkataan Draco, ya—hitung-hitung supaya Draco tidak mengatakan hal yang menyebalkan.

"Hah? Jadi muggle memakai pakaian macam itu?"

"Arab dan beberapa negara disekitar nya memakai baju yang sungguh tertutup." jelas Hermione

"Oh, dan Hermione—"

"Apa?" potong Hermione

"Kau terlihat sexy." Draco menyeringai jahil begitu semburat merah muncul di pipi Hermione,

"Tidak sekarang Draco!" bentak Hermione,

Ya, memang mereka terlihat lebih terbuka atau yang Draco sebut sexy. Mereka mengenakan hotpants dan t-shirt serta jaket yang diikat di pinggang ya— Muggle Sekali.

….

Hermione menyeringai jahil ketika melihat arena parody Turnamen Triwizard, sungguh muggle, well tarik tambang yang ditengah nya lumpur, memanjat tebing, lari tongka estafet dan lain-lain ini Hermione sungguh menguasainya diwaktu kecil! Jadi, ini tidak seberapa.

Burbage terbang menggunakan sapu terbangnya, "Ekhem, mohon perhatiannya—" arena hening, lagi-lagi, hening. "poin-poin yang didapatkan di turnamen ini akan masuk dinilai pelajaran telaah muggle, serta setiap pemenang di beberapa ronde akan mendapat lencana, sekian terima kasih, selamat berjuang!"

Charity Burbage (dibunuh Voldemort di buku ketujuh.), guru telaah muggle yang bawel dan tak pernah berhenti berbicara dalam satu tarikan nafas.

"SILAHKAN DI MULAI!" teriakan lantang—ya sedikit mencicit milik Filius Flitwick, "Ingat! Peraturan lomba tarik tambang itu tidak boleh menggunakan tongkat sihir! Dan ronde pertama dimainkan oleh Rose Weasley bersama Ron Weasley serta Scorpius Malfoy bersama Lucius Malfoy sebagai perwakilan Gryffindor dan Slytherin!"

Ron datang ke sisi kiri bersama Rose, dan Scorpius dan Lucius datang dari arah yang berlawanan, "Siap?" tanya Horace Slughorn, oke Proffesor Slughorn, Ke-empatnya mengangguk mantap, dan terdengar suara lepasan pelatuk yang bertanda pertandingan dimulai,

"Ayo Rose! Sedikit lagi!"

"Aku sudah berusaha ayah!"

"Kakek aku hampir mengenai lumpur!"

"Ayo tarik lagi!"

"Ayo Rose!"

"Ayo kakek!"

"Aku berusaha ayah!"

BLUR

Scorpius tercebur kedalam kubangan lumpur ya karena dia di bagian depan—sementara Lucius hampir terjatuh kalau ia tidak menyeimbangkan tubuhnya secepatnya,

"Arrggh!" erang Scorpius sembari bangun dari posisi nya, Hermione terkekeh melihat keadaan jagoan nya

"Kau sudah berusaha Scorpius, sebenarnya yang memenangkan ayah ku dan Gryffindor bukan aku." Rose mengecup pipi Scorpius yang memerah karena malu lalu pergi, Scorpius terkesiap dan tersenyum memandang Rose, "Aku dicium.." gumamnya senang,

"Ekhem! Jadi rumor itu benar.." ledek Draco dan Hermione, dan seketika baju Scorpius bersih kembali setelah Hermione mengucapkan mantra yang cukup rumit, Allison dan Addison memandang Scorpius sembari ternganga, "Kita harus bertindak untuk menjauhkan kakak kita dari Weaselbee itu Addie." ucap Allison geram,

"Aku setuju denganmu," mereka pun berkacak pinggang melihat Scorpius yang menceritakan semuanya dengan girang pada Draco dan Hermione.

"Ronde selanjutnya, Katie Kettleburn bersama Julian Kettleburn dengan Patricia Wilson bersama Hudson Wilson! Mewakili Ravenclaw dan Hufflepuff!" teriak Septima Vector atau Proffesor Vector.

Scorpius terduduk di rumput, agak jauh dari keramaian supaya ia bisa menenangkan diri dan menerima kekalahan dengan lapang dada, ya anak yang satu ini egois dan keras kepala seperti Draco dan kedua adiknya.

"Hey jagoan tampan," panggil Draco yang langsung duduk begitu saja tanpa babibu,

"Hm, apa ayah?"

"Kau masih marah dengan keluarga Weaselbee?"

"Psstt.. Kalau ibu dengar nanti malam kita tidur di lapangan!"

"Memang, tapi yah— ibumu tak ada."

"Ayah, bagaimana rasanya menyukai seorang perempuan yang ada di Gryffindor?"

"Aneh."

"Aneh?"

"Rasanya itu tak mungkin, karena kita sebagai Slytherin kan yah— bermusuhan dengan Gryffindor," Draco merangkul anak laki-lakinya, "tapi cinta tak mengenal logika." sambung Draco yang langsung disusul oleh senyuman yang terlengkung jelas di wajah tampan Scorpius,

"Hey para pirang! Ayo lanjut!" Hermione berteriak dengan nafas yang tersengal-sengal—karena habis berlari mencari mereka, serta menghancurkan momen manis ayah dan anak ini,

Draco bangkit bersama Scorpius, "Ingat ya tampan, cinta tak mengenal logika,"

"Like father like son," ucap Scorpius dan disusul oleh tawa renyah milik Draco, Draco dan Scorpius mendekati Hermione dengan cemberut,

"Apa?" Tanya Hermione bingung, "seingat ku, tadi kalian tertawa disana, tapi kenapa sekarang malah cemberut gitu hm?"

"Berhenti memanggil kami pirang Nyonya Malfoy." ucap kedua nya sambil menunjukkan wajah datar nan dingin milik keduanya,

"Terserahlah, aku akan mencari kedua putri kecil ku,"

"Mereka sudah 12 tahun, tak pantas dibilang kecil."

"Tutup mulut—" bibir Hermione tersumpal dengan sesuatu yang kenyal dan melumat bibirnya tanpa seizin dirinya, tak salah lagi, Draco menciumnya. Semburat merah muncul di pipi Scorpius, menahan malu melihat kedua orangtuanya melakukan adegan di film-film yang bernuansa romansa, "Ayah! Ibu! Hentikan!" Draco melepas pagutan bibirnya dengan bibir Hermione,

"Draco lain kali lihat keadaan nya dong!" Draco pun tertawa renyah,

"Setelah ini, kita akan menyaksikan pemberian lencana untuk Rose Weasley serta Katie Kettleburn! Dan juga ada—" Scorpius tak menyimak pengumuman yang dilontarkan oleh si raksasa Hagrid, ya ia tak tertarik, mengenal asrama nya kalah dan ia tercebur kubangan lumpur.

"Hey Scorpius!" Narcissa menepuk bahu Scorpius pelan,

"Apa nek?"

"Nenek akan pulang, istirahat yang baik ya, jadilah rekan yang kompak bersama kakek Lucy, dan lapor pada nenek Cissa kalau ia terlalu galak. Okay?"

"Yeah, jangan khawatir, akan ku lakukan nek." Narcissa mencium pipi Scorpius lalu memeluk nya singkat,

"Selamat tinggal!" Dan Narcissa pun hilang setelah ber-Apparate

Dan seketika, ia termenung memikirkan ucapan nenek Cissa nya, Jadilah rekan yang kompak bersama kakek Lucy. Well, sudah seharusnya! Tadi ia sedikit malas karena malu, besok ia harus menang! Dan membuktikan Weaselbee senior—Ron itu kalau sebenarnya ia tidak cengeng dan payah! Ya, ia harus melakukannya! Demi Rose dan Slytherin!

Scorpius tersadar akan lamunan nya setelah Allison berkali-kali mengayunkan tangannya didepan wajahnya, "Alice! Kau—"

"Mengagetkan ku, aku tau." koreksi Allison,

"Wow! Kau menggunakan Legimelincy pada ku eh?"

"Tidak, hanya saja aku begitu mengenal dirimu."

"Oh."

"Dan ya aku baru ingat! Titipan dari Rose! Ini.." Addison menyodorkan sepucuk surat pada Scorpius, dan tulisannya seperti nya memakai sihir bukan tangan, sebegitu malasnya kah ia menulis untuk dirinya?

Dear Scorpius,

Scorpius, kumohon jauhi aku, kau tau kan ayah kita saling membenci dan akan saling melemparkan kutukan jika bertatap mata, aku tak mau mereka bertengkar secara terus-menerus, kau tau? Sungguh tak nyaman.

Lebih baik kita saling berjauhan dan tak saling menegur jika bertemu, aku tak mau masalah Weasley dan Malfoy meruncing. Hanya saja, tak nyaman berada didekat mu apalagi disaat kedua adik mu itu berada disekitar kita, ya— bukan karena mereka masalahnya hanya saja aku tak bisa menjelaskan dan aku tak mau terkena hukuman lagi setelah mengecup pipi mu tadi pagi, selamat tinggal.

P.S : Dan setidak nya ini kalimat semut yang berjejer rapi yang terakhir kalinya kutujukan padamu, setelah ini tak ada lagi surat-menyurat denganmu, setidaknya itu yang dikatakan ayah ku.

Rose

Scorpius meremas kuat perkamen yang sudah lecek di genggaman tangan kirinya, "Namamu bukan Weasley, Tapi Weaselbee!" rutuk Scorpius kesal,

Allison dan Addison pun saling bertatapan tak percaya, mereka berdua belum melakukan apapun untuk memisahkan kakaknya dengan Weaselbee—eh maksud nya Weasley itu, tapi kakak mereka terlebih dahulu membencinya dan propokator nya adalah paman Won-won!

Rose yang mengintip dari balik pohon hanya menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan tangisnya—ia diwarisi sifat cepat sedih milik Ron,

"Aku mencintaimu," gumam Rose sedih, Hugo hanya menepuk-nepuk bahu Rose pelan berusaha menyemangatinya, "dan aku tak mau mengenal yang namanya logika dan insting."

To be continued..