"Semua! Lakukan formasi yang kita rencanakan sebelumnya! Sekarang bersama kapten kalian, mulailah berpencar!" teriak Commander Irvin, dan seketika semuanya menyebar dalam formasi yang sudah ditentukan.
Kau memacu kudamu bersama dengan yang lain, kalian sudah berjalan cukup jauh. Sejauh itu semua terlihat aman-aman saja, tapi kalian tetap memasang wajah waspada, kalau-kalau ada titan yang menghampiri dengan cepat. Dan kenyataan itu terjadi... Ada sebuah deviant class yang berlari ke arah kelompokmu dari depan sana.
Titan itu menjijikkan, gigi-giginya runcing, dia mengeluarkan air liur, dan caranya berlari persis waria yang dikejar trantib.
Titan itu semakin mendekati kalian. Kapten regumu agak ragu-ragu untuk menyerangnya. Kau mengambil ancang-ancang untuk menyerang titan itu. Kau menyiapkan 3DMG-mu dan mulai terbang ke arah titan itu, teman di sebelahmu yang melihatmu terbang ke arah titan itu langsung mengambil tali kudamu dan membawanya bersama dengan miliknya.
Melihatmu terbang dan berhasil menancapkan 3DMG-mu ke dahi titan itu, sang Kapten mengambil inisiatif untuk memacu kudanya dan memotong kaki titan itu. Titan itu kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur. Kau memanfaatkan kesempatan itu dengan bergerak cepat dan menyayat bagian leher belakang titan itu. Dan berhasil, titan itu terbakar menjadi tengkorak.
"[nama-mu]! Hebat! Teruskan! Bunuh mereka semua! Kau membuatku hampir mati ketika tiba-tiba menyerang titan itu! Untunglah kau menyerangnya kalau tidak matilah kita!" beragam teriakan menghampiri-mu dan kau hanya bisa tersenyum kecil mendengarnya. Setidaknya kau bahagia sudah mengurangi satu titan di muka bumi ini.
Namun tiba-tiba wajah teman-teman dan kapten regumu menjadi ketakutan, badan mereka gemetaran, wajah mereka menengadah ke atas atau mungkin ke belakangmu.
Kau menoleh kebelakang dan mendapati tiga titan sedang berlari dengan wajah lapar mereka kearah regu mu. Kau mengambil kedua pedangmu, dan mulai mengoperasikan 3DMG-mu. Ketika kau terbang, titan-titan itu berusaha untuk menggapai teman-temanmu yang gemetar ketakutan, entah apa yang kapten regu pikirkan, dia berpatung diri, kau memicingkan matamu. Dengan gerakan memutar kau menebas ketiga leher titan itu dan ketiga-tiganya menjadi tengkorak berasap.
Teman-temanmu masih tercengang dengan kejadian barusan, mungkin mereka memikirkan diri mereka mati digigit dan terbelah dua oleh titan. Kau segera menghampiri kudamu dan berteriak kepada yang lain, tidak peduli walaupun pempimpin disitu adalah sang Kapten, "Semua! Kita harus bergerak, kalau kita terus-terusan disini, bisa jadi kita dikepung oleh titan-titan itu! Kapten!" kau mengarahkan pandanganmu pada sang Kapten yang masih terkejut juga, payah sekali kapten seperti dia itu, pikirmu.
Sang kapten segera bangkit dari terkejutannya dan menyetujui usulanmu. Regu kalian pergi menuju arah yang sudah ditentukan. Kalian semua berkuda dalam diam, tidak ada canda atau tawa. Beberapa kali kamu melihat tembakan asap, namun tempat-mu sangat jauh dan kapten regu-mu tidak membelokkan kudanya ke tempat asap itu sedikitpun .
Ketika semuanya sudah kembali ke markas, kau segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirimu. Kau hanya mengenakan kaus putih lengan panjang dengan celana bahan berwarna hitam serta handuk kecil bertengger di leher mu untuk mengeringkan rambut [warna]-mu yang [panjang/pendek] dan [bentuk rambut].
Saat kau sedang menggosok-gosok rambutmu dengan handuk agar kering, Kapten regumu yang tadi menghampiri dan mengatakan bahwa kau dan dia harus menghadap Corporal Rivaille sekarang juga. Kau tidak tahu apa yang terjadi, tanpa mengeluarkan suara kau hanya mengangguk dan pergi mengikuti perintah yang ada.
