Hallo, readers ku yang paling baik semuanya ^_^v

Terima kasih loh sudah banyak yang membaca dan review tapi please, don't be silent reader! Berikan aku review dong, masih dibuka loh voting pemilihan calon jodohnya naruto di next chapter! Ayo dong kasih aku saran siapa jodohnya biar cepat-cepat aku buat ini lanjutan fanficnya (^_^)v

Sebagai pengobat rinduku kepada semua readers yang paling paling paling baik karena telah mereview dan follow fanfic aku, maka aku bakalan jawab semua reviewnya ya yang sudah masuk ke inbox review My Heart I Give To You & Give Me Your Heart. Huhu, pasti bakalan panjang nih satu halaman cuman buat jawab review, tapi gak apa-apa kan buat readers ku yang paling paling paling baik (^_^)b

Mulai membalas review readers yang paling paling paling baik (^_^)b :

GerhardGemi : Makasih ya sudah baca review fanfic aku… hehe menarik ya fanfic ku ini (^_^")7 , pasti dong lanjut… terus stay di fanfic My Heart I Give To You ya!

Dee chan – tik : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku… fanfic aku seru, bersyukur ternyata masih bisa membuat fanfic yang seru padahal agak pesimis sedikit soalnya takut jauh dari harapan. Sippo, aku tampung ya… 1 vote for Shikamaru ^_^b

989seohye : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku… Sippo pasti lanjut (^_^)/

Yuan : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku… Hehehe, tau saja nih saya baru nongol2 di sekarang-sekarang ini. Soalnya lagi gak sibuk makanya hobi nulis jadi tersalurkan kembali deh. Kasihan juga nih acc sasunaru's anatomy gak di operasionalkan kembali sudah lumutan waktu aku mampir. Sippo, aku tampung ya 2 vote for Shikamaru ^_^b

Armelle Aquamar Eira : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku… Sippo aku tampung ya 1 vote for Neji. Gak apa-apa kok kasih saran, kritik bahkan flame yang aneh-aneh ke aku… santai saja sama aku ^_^v… Maaf ya naruto memang sengaja aku buat untuk tidak bersatu sama si sasuke-kun dan belum kepikiran untuk buat M-preg lagi tapi mungkin kedepan siapa tahu muncul ide untuk diselipkan m-preg di fanfic ini (^_^)

Yuki amano : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku… iya sequelenya baru muncul sekarang, maaf ya sudah buat kamu nangis pas baca Give Me Your Heart. Saya juga nangis waktu buat tuh fanfic, sasuke memang kejam sama naruto (T_T). gak sabar mau lihat sasu menyakiti naruto lagi? Stay tune aja ya terus di My Heart I Give To You, mungkin nih ya sedikit hint hehe keduanya akan saling menyakiti satu sama lain makin hurt & angst deh jadinya \(^0^)/ *evil laugh

Nitya-chan : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku… tetap stay ya baca fanfic ku yang satu ini, sekali lagi makasih udah ditungguin buat update chapter selanjutnya (^_^)

Sivanya Anggarada : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku… salam kenal juga (^_^)v, jadi maunya siapa ya itachi atau kyuubi ya? Aku bingung nampung votenya, hehehe. Hint lagi nih, setiap kehidupan yang bakal dijalanin nanti nih di next-next chapter gak ada kaitannya lagi sama kehidupan yang di Give Me Your Heart. Bisa jadi semua character bakalan reinkarnasi juga (^_^)

Michelia alba : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku… hehehe, diusahakan gak akan lama update tergantung situasi dan kondisi kehidupan nyata aku ya (^_^)… semoga gak kena virus writer block juga, hihi…

ryanfujoshiSN : Makasih ya sudah baca & review fanfic aku…ya jodoh naru untuk sementara waktu bukan sasuke-kun… Aku tampung ya 1 vote for Gaara, bakal dipertimbangkan akan membuar sasuke lebih dan memang harus berjuang lebih keras buat dapatin naruto.

Spesial thanks to all readers in Give Me Your Heart : M4yura, CaLL me rEd-Ew, X-tee, K' Moo-chan, K' gHee, Maa-chan-tik, runaway-dobe, Varanoia-Trinity-, naruchu-chan, juju-sensei, shi-4-shi-4, the3LittleRedRidingHood, kagurafuuko dan Aria-TheMosquitoRepellent, Kristi Tamagochi, antichthon, Sumeragi Varan, , Little amber wolf, dafuq-is-this, Arialieur, Naruto, Sasarai Hiragi, uzumaki uchiha gitu, yUmi-zAoLdyEcK, Mini naru c.h.a.n, Red Ocean, Ryuujin Shinkami Ashura, Mendy.d'LovelyLucifer, uzumaki-uchiha-inuzuka g login, Hikari Rio, Chiaki Megumi G Login, This's still Rin, Lady Camille, Yoshizawa Sayuri, charlottecauchemar, PardusPowerawr, dewi-chan, kune-kune, Sana Uchimaki, Light of Leviathan, IchIgow LuPHieR, aokuro, aki, natacchi, jihee46, lovelylawliet, Rotten ApplePine, Guest, my ryuzuki, Na chan, rahmat, chacha, juju yokizawa, Uchimaki Konoichi, Uchiha Naruto-chan, Hana-Chan, Sky pea-chan, Aoirhue Kazune, fuad Khatami, deleted account – nn, ori tsuki, Aguns, Unnamed, Yashina Uzumaki, Nana Mika, Ri-chan, narusaku, Ika chan imut,Neterya imel, , Ulfah, nasusay, minato, vidya, arissha arihyoshi. (….Maaf tidak bisa membalas satu per satu review kalian ya (^_^)v….)

~My Heart I Give To You~

Chapter II

Summary : Penyesalan memang selalu datang terlambat begitu pula apa yang sekarang dirasakan oleh Sasuke setelah kepergian naruto. Apa yang harus ia lakukan untuk menebus segala dosanya dan bisa kembali bertemu dengan naruto? Sequele of Give Me Your Heart

Pairing : Sasuke x Naruto x ?

Genre : Romance/Drama/Angst/Hurt & Comfort

Rating : T (Untuk sementara waktu dan tidak menutup kemungkinan bakalan berubah nanti )

Disclaimer : Sampai kapanpun Naruto bukan punya saya ( T_T) Mau sembah sujud ke Masashi Kishimoto juga kagak bakalan dikasih.

Note : sebelum membaca fanfic My Heart I Give To You ada baiknya untuk membaca fanfic Give Me Your Heart soalnya fanfic ini sequele Give Me Your Heart jadi ceritanya masih nyambung dan supaya para readers bisa enak baca alur ceritanya juga nanti. Kalau kalian gak berminat untuk membaca so don't read this fanfic, okay!

I hope you will enjoy this story...

~My Heart I Give To You~

Chapter II

Special bonus Naruto story

Setting : Naruto Live

Naruto POV

Sejak kejadian itu (pemerkosaan yang dilakukan Sasuke), aku tidak bisa merasakan ketenangan dalam hidupku. Bayang-bayang kejadian pada malam itu terus saja menghantuiku, walaupun perasaanku padanya tidak akan pernah berubah namun perasaan takut kepada Sasuke lah yang kian hari kian menjadi-jadi ku rasakan. Aku belum pernah melihat Sasuke seperti itu, berperangai bagaikan seseorang yang telah kerasukan makhluk halus ataupun monster buas. Sasuke bukanlah orang yang seperti itu sejak aku mengenalnya dari kecil, memang terkadang ia kasar dan selalu bersikap dingin kepada ku namun ia tak mungkin akan melakukan hal keji tersebut kepada ku. Aku tidak berani untuk bertemu dengannya, aku trauma sekali dengan kejadian itu, setiap kali aku mendengar suara Sasuke bahkan deritan langkah kaki Sasuke yang beradu dengan lantai rumah sudah membuatku sangat ketakutan.

Aku selalu mengunci diri di kamar, hal itu kulakukan hanya untuk menghindar dari sasuke dan sebagai pelipur lara serta kesedihanku, aku hanya bisa melakukan suatu pekerjaan yang sedikit bisa menghilangkan sejenak tentang kejadian tidak menyenangkan malam itu yaitu merajut. Merajut memang bisa dikatakan pekerjaan yang selalu dikerjakuan oleh wanita namun aku sangat suka merajut karena selain melatih gerak tangan tapi juga melatih konsentrasiku. Dengan memusatkan konsentrasi, aku tidak memikirkan tentang apapun termasuk sasuke.

Setiap pulang sekolah aku selalu mampir ke toko perlengkapan menjahit untuk membeli benang wol warna-warni, kali ini mataku tertuju pada benang warna biru dan merah. Tiba-tiba yang terlintas diotakku adalah sebuah syal dan sasuke. Sebentar lagi akan musim dingin dan aku ingin membuatkan sebuah syal untuk sasuke. Syal berwarna biru dengan gambar tomat kesukaannya. Aku mengambil benang wol biru dan merah itu dan membelinya. Setelah pergi ke toko perlengkapan menjahit, aku memutuskan untuk segera pulang sebelum sasuke pulang. Aku mendengar bahwa hari ini sasuke tidak akan pulang cepat ke rumah karena ada rapat OSIS disekolah.

Sesampainya dirumah, aku langsung pergi ke kamarku dan memulai untuk merajut syal buat sasuke. Aku melakukannya dengan sangat teliti sekali supaya tidak ada satupun rajutan yang salah. Ketika aku sedang merajut entah kenapa pandanganku mengabur dikit demi sedikit dan kepalaku terasa sakit sekali. Aku memutuskan untuk menyudahi merajut syal yang masih setengah jadi itu, lalu aku mencoba mencari-cari obat penghilang rasa sakit kepala di laci meja. Akhirnya setelah mencari beberapa saat, aku menemukannya. Kemudian aku mengambil air putih untuk minum obat, ketika aku memasukkan obat penghilang rasa sakit kepala ke dalam mulut ku tiba-tiba aku merasa mual dan ingin muntah. Dengan segera aku lari ke kamar mandi untuk mengeluarkan muntahanku tersebut namun tidak ada apapun yang keluar dari mulutku hanya air saja. Sepertinya maag ku kambuh lagi, aku harus segera makan untuk menghilangkan rasa maag ku.

Dengan hati-hati sekali aku keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak ramen. Akupun memasak ramen miso kesukaanku tapi ketika ramen tersebut matang nafsu makan yang biasa saat aku melihat ramen tiba-tiba hilang. Ramen terlihat begitu tidak mengguggah seleraku, dengan perasaan yang malas-malasan akhirnya aku membawa ramen tersebut ke dalam kamar. Ketika aku hendak pergi ke kamar tiba-tiba aku mendengar suara Sasuke yang baru saja pulang.

"Tadaima, Okaa-san." Ucap Sasuke.

"Okaeri, Sasuke." Balas Mikoto Obaa-chan.

Tanpa menghiraukan panasnya kuah ramen yang baru ku masak tadi, akupun segera berlari menuju kamarku dan kemudian mengunci pintu kamarku rapat-rapat. Deruh napas ku yang cepat membuat serangan panikpun menghampiriku. Sasuke telah pulang dan itu membuatku merasa ketakutan kembali. Akupun hanya bisa berdiam diri sambil menyender di pintu kamar dengan semangkuk ramen yang telah mengembang masih terpegang ditanganku, aku berusaha untuk tidak membuat suara apapun yang bisa terdengar oleh sasuke. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya akupun bisa menenangkan diri. Aku sudah tidak bernafsu lagi untuk makan ataupun mengerjakan sesuatu. Aku hanya memandang kosong dalam kegelapan malam.

Keesokan harinya, seperti biasa akupun sekolah dengan ditemani oleh sahabat-sahabat terbaikku yaitu gaara dan kiba. Aku tahu sekali ekspresi wajah mereka yang selama ini sangat mengkhawatirkan ku namun kali ini aku benar-benar tidak bisa menjadi sahabat mereka yaitu uzumaki naruto yang ceria lagi seperti dulu. Aku sekarang lebih memilih untuk diam dan menghindar dari keramaian, aku lebih sering menghabiskan waktu melihat bunga sakura yang bermekaran di pelataran kebun belakang sekolah. Tidak jarang airmata ini menetes membasahi pipiku saat aku berada disana ketika memikirkan nasib ku yang begitu menyedihkan. Ditempat ini dulu aku pernah memergoki sasuke sedang berpacaran dengan sakura dan mereka sedang berciuman. Ketika mengingat kejadian itu lagi, aku merasa hatiku benar-benar telah remuk. Sudah tidak ada lagi kesempatan baginya untuk mendapatkan cintanya Sasuke.

Seberapapun brengseknya sasuke, kenapa aku tidak bisa membencinya? Kenapa perasaan ini tidak hilang? Aku juga ingin hidup tenang dan bahagia walaupun hanya sedikit saja. Jika aku bisa memilih lebih baik aku mati seperti yang dikatakan sasuke dulu. Jika aku mati mungkin aku tidak akan pernah merasakan kepedihan yang teramat sangat ini.

Aku kembali menyelesaikan rajutan syal ku untuk sasuke, kali ini adalah yang terakhir yang dapat aku lakukan untuk mencintainya. Aku lelah dan aku ingin move on dari sasuke. Mengerjakan rajutan syal ini sampai selesai dan kisah cinta ku kepada sasuke akan benar-benar telah hilang selamanya. Rajutan syal yang kukerjakan akhirnya selesai juga. Ku ambil kertas kado berwarna biru untuk membungkus syal ini dan tidak lupa rajutan yang telah tertumpuk banya dikamarku akan aku berikan juga kepada Mikoto Obaa-chan, Fugaku Ojii-san dan Itachi nii-san. Selesai membungkus semua hasil rajutanku dengan kertas kado, aku memutuskan untuk memberikannya kepada mereka semua termasuk sasuke. Memberikan syal ini kepadanya, tidak, lebih baik aku hanya meletakkannya saja didepan kamarnya. Aku bertanya-tanya didalam hatiku, apakah aku sanggup untuk bertemu dengan sasuke menyerahkan syal ini?

Langkah kaki yang terasa berat melangkah dikit demi sedikit menuju tempat yang paling aku takuti di dunia yaitu kamar sasuke, kamar dimana sasuke telah melakukan hal keji itu kepadaku. Aku memegang knok pintu kamar sasuke secara perlahan dengan tangan yang gemetaran ku buka pintu tersebut. Aku masih berada didepan pintu, tidak berani untuk melangkah masuk ke dalam. Beberapa menit terlewati olehku yang hanya berdiri berdiam diri, Sasuke berada didalam kamar sedang tertidur pulas. Aku memberanikan diri meletakkan bingkisan yang berisi syal tersebut diatas meja belajar sasuke dengan hati-hati. Aku melirik sedikit kearah sasuke dan tanpa ku sadari aku berkata dengan suara yang lirih dan berbisik, "Sasuke, aku merindukanmu."

Entah sasuke mendengar atau tidak, ia menggerakkan tubuhnya sedikit namun sepertinya ia masih tertidur. Akupun berjalan pelan meninggalkan kamar sasuke. Hari ini aku tidak bisa tidur, aku memutuskan untuk membereskan kamar ku hingga bersih dan tanpa ku sadari pagi pun hampir menjelang. Aku mutuskan untuk membuatkan sarapan pagi ini untuk Mikoto Obaa-chan, Fugaku Ojii-san, Itachi nii-san dan sasuke. Memasak begitu banyak makanan kesukaan mereka membuatku merasa sangat bahagia. Setelah masakan siap terhidang di meja makan, aku siap-siap untuk berangkat sekolah. Hari ini aku akan membantu teman-teman menyiapkan keperluan peringatan ulang tahun sekolah. Mikoto Obaa-chan bangun terlebih dulu dan bermaksud untuk memasak namun ia sangat terkejut ketika melihat makanan sudah siap tersaji.

"Ohayou gozaimasu, Mikoto Obaa-chan." Sapa ku dengan penuh keriangan.

"Ohayou, Naruto. Ini sarapan begitu banyak kau yang memasaknya?" tanya Mikoto Obaa-chan.

"Iya, aku yang memasaknya, Mikoto Obaa-chan." Jawab ku

"Ada apa ini tumben sekali kau memasak makanan sebanyak ini?" tanya Mikoto Obaa-chan

"Aku lagi mood masak aja, Obaa-chan." Jawab ku singkat.

"Oh begitu… terima kasih ya anakku yang paling baik hati, naruto." Ucap Mikoto Obaa-chan

"Sama-sama, Obaa-chan." Balas ku tersenyum

"Naruto, kau memberikan hadiah rajutan lagi ya untuk Obaa-chan dan Ojii-san?" tanya Mikoto Obaa-chan.

"Iya, Obaa-chan. Habisnya rajutanku sudah menumpuk dikamar, jadi aku memberikannya untuk Obaa-chan, Ojii-san, Itachi niisan dan Sasuke juga." Jawab ku

"Arigatou gozaimasu, Naruto." Ucap Mikoto Obaa-chan

"Douitashimashite, Mikoto Obaa-chan. Obaa-chan, gomen aku tidak bisa ikut sarapan pagi ini karena pagi ini aku harus segera ke sekolah membantu persiapan acara ulang tahun sekolah. Maaf sekali ya Obaa-chan, aku buru-buru takut terlambat. Salam sama semuanya ya Obaa-chan! Aku pergi dulu ya, selamat tinggal Obaa-chan." Balas ku tersenyum sambil melambaikan kedua tangan ku.

"Iya, hati-hati ya Naruto!" ucap Mikoto Obaa-chan

Ketika mendengar ucapan perhatian yang diberikan oleh Mikoto Obaa-chan tadi walaupun terdengar seperti biasa saja namun aku bisa merasa sesuatu yang berbeda hari ini, perhatian obaa-chan membuatku ingin memeluknya sambil membalas ucapannya dengan berkata, "Obaa-chan, arigatou gozaimasu."

Mikoto Obaa-chan membalas pelukanku dan tersenyum, ia mengantarku sampai pintu depan rumah. Hari ini akan menjadi hari yang baru bagi ku, aku memutuskan untuk move on dan kembali menjadi naruto yang ceria lagi tanpa ada baying-bayang sasuke.

~0~

Pekerjaan persiapan ulang tahun sekolah sangat sibuk sekali, pagi-pagi saja sudah banyak anak-anak yang datang. Aku walaupun berniat untuk move on tapi masih harus bersikap hati-hati, jangan sampai bertatap muka dengan sasuke. Untung sekali aku tidak sekelompok dengan sasuke. Aku membawa satu box alat-alat dekorasi menuju panggung, betapa kurang beruntungnya aku hari ini ternyata didekat panggung sudah ada sakura dengan sasuke yang sedang bermesraan. Aku hanya bisa terdiam dan mencoba menjauh mencari jalan supaya tidak berpapasan dengan mereka tapi saat aku ingin berjalan, tiba-tiba ada suara dari atas yang berkata, "Awas… baloknya jatuh!".

Aku pun melihat balok-balok berjatuhan dari atas dan balok-balok tersebut tepat diatas Sasuke dan Sakura, tanpa pikir panjang aku berlari sekuat tenaga untuk mendorong Sasuke dan Sakura menjauh dari jatuhan balok-balok tersebut. Namun akhirnya aku lah yang tertimpa balok-balok tersebut, rasa sakit kurasakan diseluruh tubuhku dan darahpun mengalir banyak dari tubuh ku. Samar-samar aku melihat kerumunan orang yang mencoba memindahkan balok-balok tersebut dari tubuhku. Suara mereka sayup-sayup terdengar olehku, kesadaranku mulai menghilang perlahan namun aku mendengar suara yang sangat ku kenal yaitu suara Sasuke.

"Panggil ambulans!" teriak Sasuke kemudian aku bisa sedikit merasakan bahwa ia telah merangkul tubuhku

"Dobe… Dobe… Naruto… Naruto… bukalah matamu… Naruto!" kata Sasuke panik dan ketakutan sambil menyentuh pipi ku

Aku pun membuka mata ku dan bola mata biruku menatap bola mata onyx milik sasuke kemudian aku berusaha dengan kuat untuk mengucapkan sesuatu yang selama ini ingin aku sampaikan kepada Sasuke, "Sass…suu…kee… Aishiteru… Syu... syukurlah kau selamat." Ucapku dengan penuh rasa syukur dan cinta, lalu buliran air mata membasahi pipiku. Hatiku benar-benar ikhlas jika aku harus pergi meninggalkan sasuke selamanya sekarang, impian sasuke telah terwujud, aku akan pergi menyusul kedua orang tuaku. Hanya perasaan damai yang tiba-tiba menghampiri seluruh tubuhku, aku pun tersenyum memandang wajah sasuke. Suaranya tidak lagi terdengar oleh ku dan akupun tidak sadarkan diri lagi selamanya.

~0~

Setting : Naruto Died

Normal POV

Sinar yang begitu terang dan hangat membangunkan naruto dari tidur panjangnya, sentuhan lembut jari jemari seseorang turut membangunkannya. Naruto membuka kedua matanya dan ia melihat kedua orang tuanya yaitu Minato dan Kushina sedang berada disampingnya.

"Naruto, bukalah matamu nak." Ucap Kushina dengan penuh sifat keibuan.

"Okaa-san, Otou-san, benarkah ini kalian?" tanya Naruto yang baru pertama kali melihat kedua orangtuanya secara langsung.

"Iya, Naruto. Aku adalah otou-san mu dan wanita cantik ini adalah okaa-san mu." jawab Minato.

Naruto tidak bisa membendung tangisan bahagianya karena ia telah bertemu dengan kedua orang tuanya. Ia merasakan kebahagiaan yang tiada tara.

"Naruto, kami datang untuk menjemputmu nak. Ini sudah waktunya kau kembali bersama kami lagi." Ucap Kushina

"Kenapa kalian baru menjemputku sekarang, Okaa-san, Otou-san?" tanya Naruto.

"Karena inilah waktu yang tepat naruto. Maafkan kami meninggalkan mu seorang diri di dunia dan membuatmu menderita seperti ini." Jawab Kushina.

"Berarti aku sekarang sudah meninggal?" tanya Naruto

"Iya, Naruto. Kau harus segera menghadap Kami-sama." Jawab Minato.

"Okaa-san, Otou-san, berikan waktu kepada ku untuk berpamitan dengan seseorang. Bisakah kalian menungguku?" Ucap Naruto sambil memohon

"Siapakah orang itu, naruto?" tanya Minato.

"Sasuke, Otou-san. Bisakah aku berpamitan dengannya?" jawab Naruto

"Waktumu tidak banyak Naruto hanya 3 menit , setelah waktu yang ku berikan habis kau harus ikut dengan kami. Oleh karena itu, kau harus memanfaatkan dengan baik waktu yang sedikit ini untuk berpamitan dengannya. Apa kau mengerti?" ucap Minato

"Iya, Otou-san. Aku mengerti." Balas naruto

"Naruto, ikuti jalan setapak ini dan kau akan terhubung ke dalam alam bawah sadar sasuke karena hanya lewat jalan tersebut kau bisa berpamitan dengannya." Ucap Kushina.

Naruto pun menyusuri jalan setapak tersebut dan akhirnya ia tiba dialam bawah sadar sasuke, lebih tepatnya adalah mimpi sasuke. Naruto sekarang berada di dalam rumah kediaman uchiha dengan segera ia mencari-cari Sasuke. Naruto berpapasan dengan Mikoto, Fugaku dan Itachi namun tidak ada seorang pun yang dapat melihat bahkan mendengarnya. Naruto pun berlari ke kamar Sasuke, Naruto benar-benar frustasi karena tidak bisa menemukan Sasuke dimana pun. Akhirnya ia memutuskan untuk menunggu sasuke di dalam kamarnya. Naruto hanya bisa menangis tertidur ditempat tidur sasuke.

Dan tidak butuh waktu yang lama tiba-tiba Sasuke masuk ke dalam kamarnya dengan ekspresi wajah yang penuh kekhawatiran dan terkejut ketika melihat seseorang ditempat tidurnya yang memilik ciri-ciri seperti naruto. Sasuke menghampiri naruto yang sedang menangis dan berkata,

"Naruto, apa kau tidak apa-apa?" tanya Sasuke yang sempat melihat airmata yang masih membasahi pipinya naruto.

"Sasuke, kau bisa melihat ku? HuwaAAAaaa… dari tadi aku berkeliling rumah gak ada orang dan saat aku bertemu dengan ojii-san, obaa-chan dan Itachi niisan semuanya mengacuhkan ku, Sasuke…" Jawab Naruto terisak-isak.

"Naruto, kau sama sekali gak terluka kan?" tanya sasuke kembali memastikan

"Apa? Aku terluka? Sasuke, aku memang terluka." Jawab Naruto

"Bagian mana yang sakit, hah?" tanya Sasuke panik

"Hatiku yang terluka dan sakit, Sasuke. Aku sadar ini mimpi dan ini bukan kenyataan. Apakah kau mengkhawatirkan aku, Teme?" Jawab Naruto sambil tersenyum dan mengusap airmatanya.

"Tidak mungkin ini mimpi, Dobe! kau kelihatan sehat, aku sangat senang. Akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum lagi dan mendengarkan suaramu lagi." Sasuke berkata sambil memeluk Naruto tapi Naruto malah menangis lagi.

"Hei, Dobe! Mengapa kau menangis lagi? aku suka melihat senyum mu, aku sangat amat merindukan senyuman mu itu."

"Ehm… hiks…hiks… gomen Sasuke… tapi ini mimpi. Aku datang dalam mimpi mu untuk mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kalinya dan mungkin untuk selamanya."

"Apa maksudmu, Dobe?" Tanya Sasuke heran sambil meletakkan kedua tangannya di pipi Naruto yang halus.

Naruto pun menggenggam tangan Sasuke dan berkata, "Ini adalah pertemuan kita yang terakhir Sasuke. Sebelumnya, aku ingin meminta maaf kepadamu. Aku gak pernah sama sekali memikirkan perasaanmu, Sasuke. Selama ini aku selalu mengganggumu dan mendesakmu untuk menyukaiku. Aku ini orangnya emang gak peka seperti mu, Sasuke. Aku hanya bisa seperti itu untuk mengungkapkan rasa cinta ku kepadamu. Aku mencintaimu, Sasuke… Aishiteru… aku tau kau tidak akan pernah mencintai ku tapi aku sudah berusaha. Semua yang telah kau katakan tentang ku itu benar. Aku memang orang yang paling menyedihkan di dunia. Aku orang yang paling menyusahkan dan aku hanya ingin dicintai dirimu, Sasuke. Percayalah Sasuke ini adalah mimpi dan kecelakaan itu benar terjadi. Aku akan pergi ketempat kedua orang tua ku tinggal dan itu untuk selamanya. Aku akan mengikuti semua perkataan mu, aku akan benar-benar lenyap dari kehidupan mu Sasuke dan ku berharap kau akan terus bahagia dan tersenyum untuk keluargamu. Aku…" belum sempat Naruto menyelesaikan omongannya Sasuke menutup mulutnya dengan sebuah ciuman yang hangat dan lembut tepat dibibir Naruto. Sasuke benar-benar ingin mencium bibirnya yang lembut itu dan menghentikan omongannya yang menyakitkan itu.

"Apa kau sudah selesai dengan omongan mu itu? Kau cerewet sekali, Dobe. Lupakan semua yang pernah ku katakan! Kau tidak boleh meninggalkan ku disaat aku mulai men.." sekarang giliran Naruto yang memotong pembicaraan Sasuke dengan meletakkan telunjuknya didepan mulut Sasuke.

"Kumohon dengarkan semua perkataanku ini, karena waktuku benar-benar sudah habis. Aku tahu kau pasti suatu saat akan menyadari dan mengatakannya kepada ku tapi itu terlambat. Hidupku sudah diambang kematian Sasuke." Naruto terlihat sekali menahan emosinya dan sasuke tau sebenarnya naruto ingin sekali mendengar kalimat itu keluar dari mulutnya.

Sasuke mencoba menyingkirkan tangan Naruto dan saat ini sasuke sudah habis kesabaran. Sasuke benar-benar takut kehilangan Naruto dan mulai berteriak,

"Naruto, aku mencintai mu. Kumohon bertahanlah demi aku, Naruto! Mengapa harus kau yang tertimpa balok-balok itu? Mengapa kau selamatkan aku? Seharusnya aku yang ada diposisimu sekarang? Mengapa kau mau meninggalkan aku disaat aku menyadari kalau aku sangat amat menyukaimu, merindukanmu, mencintaimu? Aku tidak bisa hidup tanpamu, Naruto! aku menyesal…" teriak sasuke dan sasuke mulai menangis dan kemudian memeluk Naruto sangat erat… sasuke bersumpah tak akan pernah membiarkan Naruto pergi darinya. Sasuke belum pernah merasakan hal yang paling menakutkan seperti ini sehingga membuatnya menangis.

"Sasuke, gomen. Seharusnya memang aku yang meninggal. Aku yang harus terkena balok-balok itu karena aku yang menginginkannya. Aku sudah tidak kuat menanggung semua ini, Sasuke. Aku bahagia hidup dengan keluargamu dan dirimu. Bagiku itu sudah cukup membuatku bahagia, Sasuke, ketika semua orang meninggalkan ku, tidak ada yang merawatku, keluargamu yang merawatku… aku harus menyelamatkan mu untuk membalas semua kebaikan keluargamu. Sasuke, jika kau yang diselamatkan tidak akan ada yang sedih berlarut-larut, tidak akan ada yang marah kepada ku seumur hidup karena aku menolong mu, kau lebih berharga dariku Sasuke. Semua orang menyukaimu, mencintaimu sedangkan aku jika aku meninggal sama sekali gak ada orang yang akan sedih berlarut-larut dan peduli dengan kematianku, seharipun mereka bisa melupakan aku. Aku itu orang yang sebenarnya tidak berharga sedikitpun dibandingkan kau. kalau kau yang pergi, semua orang akan sedih, keluargamu akan membenciku dan juga semua orang akan membenciku. Aku gak bisa menanggung semua derita itu, Sasuke. Terimakasih, kau mencintai aku. Aku tau itu, hanya kata maaf dan terimakasih. Aishiteru… Hari ini aku banyak sekali berbicara sudah lama aku tidak berbicara banyak dengan mu. Waktu ku habis, saat kau buka mata mu… aku sudah tidak ada lagi." Naruto berkata seperti itu dengan linangan airmata dan saat terakhir ia tersenyum dengan senyuman termanisnya.

Perlahan tubuh naruto menghilang dari hadapan sasuke dan Narutopun kembali ke tempat awal dimana ia bertemu dengan kedua orang tuanya. Naruto terduduk sambil menangis menatap kosong dimana tempat sasuke berada tadi. Naruto sedih dan juga senang akhirnya sasuke menyadari bahwa dia mencintai naruto namun semua itu terlambat. Kushina memeluk naruto, ia memberikan kehangatan seorang ibu yang sudah lama sebenarnya ia ingin berikan kepada naruto. Minato pun yang melihat anaknya bersedih seperti itu ikut merasakan kesedihan anaknya tersebut. Minato dan kushina mengajak naruto untuk menghadap Kami-sama.

Ketika naruto menghadap Kami-sama, ia pun diberikan sebuah pilihan yang akan selalu kami-sama katakan kepada semua orang yang baru saja meniggal dunia.

"Naruto, kehidupanmu didunia telah usai sekarang. Aku akan memberikan pilihan kepadamu yaitu memilih untuk tidak dilahirkan kembali dengan konsekuensi kau akan tinggal disurga atau neraka atau pilihan terakhir bereinkarnasi kembali memperbaiki segala kesalahanmu dimasa lalu. Bagaimana apa pilihan mu?" Kata Kami-sama yang berwujud sebuah sinar yang begitu terang kepada Naruto

Setelah naruto ditanya oleh kami-sama, naruto hanya bisa melihat ke kedua orang tuanya yaitu Kushina dan Minato. Naruto hanya ingin bersama kembali dengan kedua orang tuanya sekarang. Sepertinya Kami-sama mengetahui kegundahan hati naruto saat ia memberikan pertanyaan tersebut kepada naruto, lalu Kami-sama pun berkata kepada Minato dan Kushina.

"Kushina, Minato. Kalian sudah bertemu dengan anak kalian naruto. Lalu, pilihan kalian waktu itu masih berlaku kah untuk bereinkarnasi kembali?"

"Kami-sama, terima kasih telah mengabulkan permohonan kami untuk menunda waktu reinkarnasi kami sampai bertemu dengan anak kami kembali, naruto." Ucap minato

"Otou-san, Okaa-san, Kalian akan meninggalkan ku lagi?" tanya naruto.

"Naruto, jodoh kami dikehidupan ini dengan mu sekarang benar-benar telah usai. Kami memohon kepada Kami-sama untuk menunda reinkarnasi kami sampai kita bisa bertemu lagi. Otou-san, Okaa-san ingin meminta maaf kepada mu karena telah meninggalkanmu sendirian didunia. Setelah kami mendapatkan maaf dari mu maka inilah waktunya kami bisa bereinkarnasi kembali ke dunia untuk memperbaiki segala kesalahan kami." Jawab Minato.

"Iya, Naruto. Apa yang dikatakan oleh Otou-san mu semuanya benar. Kami memohon kau bisa mengerti dan Naruto, sekarang adalah kesempatan mu kembali untuk memperbaiki kehidupanmu di kehidupan yang baru." Ucap Kushina menambahkan.

Setelah mendengarkan perkataan kushina dan minato, Naruto merasa sedih, kecewa dan marah karena ia harus kembali ditinggalkan oleh orang yang ia sayangi lagi. Kehidupannya yang dahulu begitu malang dan menyedihkan. Naruto tidak membayangkan bahwa ternyata kehidupan setelah meninggal pun akan seperti ini, akhirnya naruto memutuskan untuk bereinkarnasi.

"Baiklah, Kami-sama. Aku memutuskan untuk bereinkarnasi kembali dengan catatan yaitu dikehidupanku yang akan datang, aku tidak ingin bertemu dengan siapapun yang berkaitan dengan ku dikehidupanku yang dulu termasuk kedua orang tua ku, keluarga uchiha dan siapapun itu yang mengenalku dulu serta yang paling penting aku tidak ingin bertemu kembali dengan Sasuke. Putuskanlah jodohku dengannya!"

Kushina dan Minato memahami apa yang dikatakan naruto barusan. Kami-sama pun menyetujui permintaan Naruto. Kushina, Minato dan Naruto pun pergi ke jembatan kehidupan. Sebelum mereka meneguk air suci untuk menghilangkan ingatan masa lalu. Kushina dan Minato mengucapkan salam perpisahan kepada Naruto.

"Kushina, Naruto, senang bisa menjadi bagian keluarga kalian di kehidupan yang dulu. Aku mohon maaf kepada kalian berdua, belum bisa menjadi kepala keluarga, suami dan ayah yang baik untuk kalian. Selamat tinggal!" ucap Minato.

"Naruto, maafkan aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk mu. Jika aku dapat diberikan kesempatan lagi menjadi ibu mu, aku tak akan pernah meninggalkan mu. Maafkan lah segala perbuatanku kepada mu. Selamat tinggal!" ucap Kushina.

"Aku sudah memaafkan kalian. Lebih baik dikehidupan yang akan datang jangan pernah bertemu lagi! Selamat tinggal!" Ucap Naruto dengan nada yang agak marah dan kecewa. Naruto melangkahi Kushina dan Minato untuk berjalan di jembatan kehidupan, Naruto mengambil secangkir air suci dan meminumnya sekali teguk. Naruto berjalan menyusuri jembatan kehidupan tanpa menoleh kebelakang, sinar putih diujung jembatan menarik tubuhnya dengan cepat melewati sinar tersebut dan kemudian naruto telah terlahir kembali menjadi seorang bayi mungil yang tampan dan juga cantik.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Akhirnya selesai juga nih, chapter special bonus Naruto story \(^0^)/

Ini readers yang minta cerita dari sudut pandang naruto sudah aku kerjakan, bagaimana? Apa kalian semua merasa puas dengan hasilnya? Semoga saja iya ya…kalo yang masih bingung sama chapter ini coba baca ulang Give Me Your Heart ya!

Sudut pandang naruto aku sengaja ambil setelah scene lemon ya dan memang ada beberapa flash back beberapa plot cerita yang aku ambil dari give me your heart. Semoga masih nyambung…

Oh iya nih mengingatkan kembali tentang jodoh naruto, please...tolong berikan aku saran secepat mungkin biar aku juga updatenya cepat! Dimohon untuk readersku yang paling paling paling baik untuk tidak menjadi silent readers ya! Setidaknya kasih voting buat jodohnya naruto aja deh juga gak apa-apa kok (^_^)v

Akhir kata yang bisa aku ucapkan adalah terima kasih sudah membaca dan sekali lagi dimohon untuk meninggalkan jejak readers yang paling baik dengan cara review/saran/kritik/flame tapi seperti biasa yang membangun hati saya.

Arigatou gozaimasu ^_^