Author : Chaa Namikaze =D

Summary : Naruto Namikaze, kedatangan anak dari teman dekat Minato dan Kushina dan tinggal serumah dengan mereka untuk sementara waktu mengurus perusahaannya yang hampir bangkrut. Apa saja yang terjadi disana ? DLDR !

Chapter 2 : kyuubi ?

Gadis berambut blonde lurus sepinggang dan berbando merah didepannya ini nampak seperti banteng yang siap menyeruduk. Dan membawa.. centong ? penyiram air ? whaaat ? sungguh tidak menakutkan ! namun safir indahnya berkilat-kilat menunjukan keseriusan.

"Kau yang menonton drama semalam, kan ?" kata kyuubi dengan ekspresi -_- "kushina bachan yang menyuruhku tidur dilantai 2" lanjutnya. "Tapi ini KAMARKU !" teriak naruto. "Kamarmu disebelaaaaah.. demi kami-sama,... kau menjadikanku guling ! kau tidak merenggut keperawananku, kan!?" tuding naruto sambil menunjuk hidung mancung kyuubi.

"Mana aku tau ini kamarmu, bachan hanya bilang kamarku dilantai 2, kau ini juga tidur dibawah selimut, ya aku peluk ! memangnya siapa juga yang nafsu sama kamu ! " balas kyuubi. Gigi naruto bergemelatuk. "Dasar menyebalkan !" ucap mereka berdua bersamaan. "Jangan mengikuti kata-kataku!" lagi, bersamaan. Sampai naruto memilih menarik nafas menunjuk keluar pintu.

"Keluar dari kamarku, dan bawa barang-barangmu, kamarmu disebelah situ, rubah!" kyuubi mendengus dan menyeret kopernya menuju kamar sebelah. Nah.. ini baru kamarnya yang benar ! jauh lebih baik dari kamar naruto. Walau tata ruangannya sama, tapi warnanya elegan, putih dengan abu rokok.

Dan kyuubi memilih melanjutkan tidurnya , melihat jam digital dikamar itu masih menunjukan pukul setengah 6.

...

"Kaachann.. kumohon, ayolaaah" terdengar suara memohon mohon dari naruto dengan suara cemprengnya, sehingga kyuubi bangun dan mengucek ngucek matanya. Kepalanya tertoleh melihat jam, 06.30AM, sebenarnya ia masih mengantuk mengingat malam tadi ia tidur kelewat tengah malam.

Masa bodoh, mengingat kekasihnya yang ada di Tokyo , semangat kyuubi langsung bangkit. Ia harus semangat, benar kata Karin. Semakin semangat ia bekerja, maka semakin sepatlah pekerjaannya selesai.

"Ayolaaah kaachan.." suara itu.. dahi kyuubi berkerut. 'masih bersifat kekanakan. Tidak sadar umur' batinnya sesaat dan tersenyum tipis, meningat pembawaan karin yang dewasa dan penyayang. Sangat terbalik dengan naru.

Kyuubi pun menarik handuk berwarna putih susu yang terlipat rapih didalam lemari pakaian. Setelah memasukan dan merapikan pakaiannya kedalam lemari, kyuubi pergi untuk kekamar mandi... huaaaahh... pagi-pagi, berendam di air hangat dengan aromatherapy.. nyamann.. santaii ...

"Kaachaan... kumohhoon" lagi lagi suara itu. kyuubi mengerjap ngerjapkan matanya. Untuk kali ini, ia harus berterimakasih pada suara cempreng yang membangunkannya dari lamunannya yang nyaris membawanya kembali ke alam mimpi. Bagaimana kalau seorang pria , ehm.. kerenn... ditemukan dengan keadaan telanjang dan tertidur nyaman didalam bath up !? jatuhlah harga dirimu..

Dan akhirnya dengan kemeja putih yang bagian atasnya tidak dikancing, serta celana jeans khas pekerja kantor , kyuubi keluar dari kamarnya. Oke, sekarang ia memakai parfum... wangi geto lohhh =)) ? *plaak

Diliriknya arloji, jam 7 kurang lima menit. Dan benar saja yang dikatakan kushina semalam. Mereka akan sarapan pukul 7 pagi. Disana ada minato, kushina, dan naruto. Dan maid-maid lainnya akan sarapan didapur , dimeja makan yang lain.

Kyuubi mengambil tempat didepan naru. Karena hanya tersisa 1 kursi. Ia duduk disamping kushina yang bersebrangan dengan minato yang duduk disamping naruto "Ohayou mina" sapanya sambil tersenyum tipis.

"Ohayou" jawab minato dan kushina bersamaan. Sementara naruto memasang wajah ditekuk. "Heey.. kau marah padaku, ya ?" tanya kyuubi melihat wajah naruto yang semakin lama semakin masam. Safir itu akhirnya menoleh keatas karena sedari tadi ia menunduk.

"aku sedang badmood, itu gara-gara kaasan" jawab naruto seadanya, matanya mendelik tidak suka pada kushina yang sedang menghela nafas.

"ayolah kau jangan egois. Lagipula , perusahaan kita dan kyuubi hanya berseberangan. Buat apa kau malu semobil dengannya ?" tanya kushina. Naruto memutar matanya bosan "Kita punya 4 mobil disini, kaachan. Dan tousan pakai satu, kaasan juga walaupun diantar supir, untuk si rubah jelek ini, dan 1 nya untuk kupakai ! apa susahnya sih ?! kaasan nyebelin." gerutunya panjang lebar.

"Aku bukan rubah, aku Uzumaki Kyuubi." jawab kyuubi sambil mengoleskan selai kacang pada rotinya, naruto mendelik padanya. "Pokoknya, tidak boleh. Tousan setuju dengan kaasanmu. Kau tega sekali ingin memakai mobil tua kesayangan tousan yang sudah tousan simpan dari tahun 80an ? hey naru bahkan mobil itu adalah pajangan, mesinnya juga pasti sudah butut." kata Minato.

"Lantas kenapa aku tidak ikut tousan saja kekantor !?" balas naru tidak mau kalah. Minato menarik nafas. Anak bungsunya ini benar-benar keras kepala ! "Naru... kau tahu kan ? tousan tidak selalu berada dikantor. Pagi ini kami ada meeting dengan akatsuki corp. Dan itu cukup jauh dari perusahaan kita, naru. Kau mau terlambat kekantor ? sudah cukup. Ikut saja bersama kyuubi" jelas minato,

"Hn. Lagipula apa sih salahku sampai kamu tidak ingin semobil denganku ?" tanya kyuubi dan dibalas angkatan bahu oleh naruto. Jelas. Ngambek !

...

"Heyy.. kau nampak semakin jelek jika terus-terusan merengut seperti itu." BLAM ! kata kyuubi sambil masuk kedalam mobil sambil menutup pintunya. "Kalau aku jelek, jangan lihat wajahku !" protes naruto. "Kau ini, kekanakan sekali. Aku bicara jujur, tahu ! supaya kau tidak jadi pembicaraan ketika datang kekantor nanti" jawab kyuubi cuek.

Wajah naruto semakin merengut. Mulutnya monyong monyong tak jelas. Walau musik jazz mengalun lembut pada mobil ini, gerutu-gerutu kecil sesekali terdengar. Seperti : rubah jelek, menyebalkan dan sebagainya.

Kyuubi menarik nafasnya berat. "Pendek, berjerawat besar ditengah alisnya seperti orang india , mana gede dan kemerahan, pemarah, judes, sering ngambek." balas kyuubi pedas. Sambil melirik penuh kemenangan pada lawan bicaranya dimobil ini. "rasakan kau. Jadikan itu pelajaran" lanjutnya tak berperasaan.

Hik ..

Lho ? kyuubi menoleh , mendapati naru dengan bibirnya yang bergetar hebat dan mata berkaca-kaca. Tapi mulutnya terkatup rapat, berusaha memelankan isakannya. Namun tetap saja terdengar.

Hazel itu membulat. "N-naru chan ?" tanyanya sedikit khawatir. Naruto tak menjawab kedua tangannya manutup mulut dan hidungnya, menahan isakan yang semakin menjadi-jadi. Sementara air mata terus mengucur dengan deras dari mata safir itu.

"k-kau tidak apa-apa ?" tanya kyuubi sambil meneguk liurnya, sama seperti tadi, naruto samasekali tidak menjawab pertanyaannya.

Hik .. hik ...

Kyuubi terkejut karena naruto sampai sesenggukan keras begitu. Segera ia meminggirkan mobilnya dan berhenti, mengabaikan klakson-klakson dari para pengguna jalan yang lain.

Keadaan didalam mobil menjadi canggung. Pasalnya kyuubi tidak tau harus berbuat apa. Kalau karin yang menangis, mungkin ia langsung memeluk nya dan menenangkannya dengan mengecup jidatnya.

'aah' geram kyuubi pelan. Saat ini bukan karin yang disampingnya. Melainkan naru. 'pasti dia mudah menangis karena menonton drama murahan itu setiap malam' batin kyuubi sempat-sempatnya berbicara.

"N-naru ?" kata kyuubi lagi. Ia mengambil tissue yang menggantung didekat lampu, dilangit-langit mobil dan memberikannya pada naruto. Naruto langsung mengambil –sebenarnya menyambar tissue itu dam memusut air matanya.

"sudah ? kau tidak apa-apa, kan ?" kata kyuubi saat tangis naruto mulai mereda. "Baik, aku jalan." kata kyuubi sambil mengganti gigi dan mulai jalan perlahan.. sepanjang jalan kembali hening, tapi untuk kali ini kyuubi sedikit tenang karena tidak ada lagi isak tangis seperti sebelumnya.

"Gomen" kata kyuubi pelan. Matanya melirik naruto yang masih diam dan menghadap kekiri, kearah kaca. Lebih tepatnya sih menghadap kearah taman yang sebentar lagi akan mereka lewati..

CKIIT..

Akhirnya mereka sampai didepan Namikaze corp, tepatnya perusahaan naruto dan keluarganya. Ia langsung turun tanpa mengucapkan apa-apa pada kyuubi dan terdengar helaan nafas dari kyuubi. 'bagus, belum 24jam bertemu aku sudah bermasalah dengan anak pengambekan itu. Dasar kekanak-kanakan' batin kyuubi sambil membelokkan stirnya kearah kanan, menuju perusahaannya yang hampir bangkrut, yang harus segera diurusnya, agar dapat segera kembali ke tokyo.

...

Saat itu sedang makan siang. Kyuubi dipanggil minato sebentar kekantornya yang berada diruangan paling atas Namikaze corp. Kyuubi berjalan angkuh, menulikan bisik-bisik yang kentara dari para perempuan yang dilewatinya sepanjang koridor.

Tiba-tiba saat akan berbelok kekiri, ia berpapasan dengan naruto yang masih agak jauh jaraknya dari kyuubi , ia berjalan bersama seorang pria yang tinggi ehm.. yang harus kyuubi akui tampan. Rambutnya raven dan sedikti mencuat berwarna biru dongker, di jas kantor yang dipakainya, bagian kanan jas tersebut ada sebuah lambang kipas putih-merah.

'uchiha' batin kyuubi. Naruto dan pria tampan itu tadi bercakap-cakap dengan akrab. Kentara sekali ekspresi gembira yang naruto tunjukkan. Ia bahkan tertawa-tawa kecil dengan senyum yang tulus. Sebenarnya kyuubi mengakui bahwa naruto itu cantik, namun ia ilfeel akan sifat dan pembawaan naruto.

Sekelebat, hazel dan safir itu bertemu. Naruto langsung memicingkan matanya dan membuang muka. Mendapatkan tatapan bingung dari pria uchiha bermata onyx itu tadi. "Naru, kau kenapa ?" tanyanya. "Tidak apa-apa." jawab naruto sambil terus berjalan tanpa memperhatikan keberadaan kyuubi lagi yang benar-benar disampingnya tadi.

Saat suara keduanya menjauh, kyuubi merasa sedikit kesal dan mendecak, kemudian ia berjalan cepat menuju lift yang berada diujung koridor kantor tersebut.

...

Malam itu, kyuubi sedang asyik menonton televisi. Ehh, rlat deh kata-kata sedang asyik. Walaupun matanya menuju kearah televisi dan wajahnya datar seperti biasa, ia sebenarnya memikirkan naru.

Flashback

Kyuubi melihat arloji hitam miliknya, sudah pukul 15.45 , berarti sudah 45 menit ia menunggu kepulangan naruto dari jam pulang kantor biasanya. Dia mendecak tidak sabar 'dasar menyebalkan !' umpat kyuubi.

Namun alibin bin bin bin *ngasal ngomong , hazel yang terkantuk-kantuk itu membulat. Naruto lewat dari arah kanan tempatnya duduk sekarang, didalam mobil bersama pria uchiha itu tadi. Tatapan mata kyuubi menajam setajam silet #plaak. Dengan cepat ia bangkit dari tempat duduknya dan pulang dengan raut wajah masam.

FLASHBACK END

"Tadaimaa"

Kyuubi diam. Bisa bisanya masuk kerumah, tanpa merasa bersalah sedikitpun, apalagi dengan wajah watados nya itu. Ditungguin bukannya datang dan minta maaf, malah sudah ada dimobil , pulang bersama laki-laki lain.

"Heyy rubaah" naruto mendadah-dadah kyuubi ketika melepas jaketnya dan melemparnya disofa. Lalu berlari-lari kecil kearah dapur. kyuubi tertegun. Bukannya tadi marah, ya ? mood naruto benar-benar labil. Kyuubi hanya mendnegus kecil sebagai jawabannya.

Mungkin ,

Pria bermarga uchiha tadi telah membuat mood nya yang buruk menjadi lebih baik sekarang. Bagus, kalau naruto menceritakannya pada pria tadi .. kyuubi bakal malu !

Setelah mematikan televisi, kyuubi naik kekamarnya dan menelepon kekasihnya, karin.

"Moshi-moshi kyuu."

"Hn. Apa kabarmu disana ?"

"Ah aku sedang berada dirumahmu. Ibumu mengundangku untuk makan malam. Kau tau, ibumu senang sekali kau mau membantu ayahmu yang sibuk itu, membantunnya ke perusahaan di konoha."

"Heh, kaasan memang begitu orangnya."

"Hehee, iya. Hm bagaimana kabar perusahaanmu disana, kyuu?"

"Cukup sibuk. Aku baru saja memecat kurang lebih 10 orang pegawai yang jarang masuk kantor dan kurang efisien dalam bekerja. Mungkin ini akan lebih cepat. Aku akan segera pulang."

"Oh, okay okay. Aku akan menunggu. Hmm, kudengar ditempat teman ayahmu, minato jiisan , ada anak perempuan, ya ?"

"Hm .. ada"

"Bagaimana orangnya ?"

Sementara itu ..

"Naru , tolong panggilkan kyuubi dikamarnya, ya.. kita akan makan malam diluar malam ini. Kaachan sedang malas masak. Para maid juga kaachan suruh bikin makanan sendiri." kata kushina.

" Oki doki kaachan" kata naruto sambil bangkit dari depan televisi dan naik kelantai dua untuk memanggil kyuubi. Tap tap .. hari ini naruto senang sekali. Tumben, teman lamanya, sasuke uchiha itu ada waktu untuk menemaninya seharian. Biasanya , di konoha saja jarang sekali. Mungkin dalam sebulan, hanya bertemu sesekali. Itupun ia sedang sibuk dan tidak ada waktu.

Saat tangan naruto hampir saja mengetok pintu kayu jati tersebut, ia mendengar sayup sayup sebuah suara. Ia pun memutuskan untuk menguping pembicaraan kyuubi. Entah dengan siapa itu.

"Hm.. orangnya pendek dan cengeng. Juga kekanakan. Huft.. aku heran padanya, sifatnya seperti anak 3 tahun, kau tau !"

Mata naruto membelalak. Tunggu, ia harus mendengar lebih !

"Namanya Namikaze Naruto. Cukup aneh kurasa , untuk nama seorang anak perempuan !"

CUKUP !

BRAAK !

Naruto membuka pintu itu dengan kasar. Kyuubi sontak terkaget-kaget sampai HP nya terjatuh dan mendelik pada naruto yang dirasanya kurang sopan. "Hey! Kau tidak tau tata krama, ya ! ketuk dulu pintunya, baka !" sembur kyuubi lantaran blackberry nya langsung terbuka cassing, dan pecah layarnya.

"Kau benar-benar menyebalkan !" geram kyuubi.

Naruto tersenyum getir, sebenarnya mencoba menahan tangis. "Oh jadi begitu, ya ? kau pikir kau punya tata krama, huh ? membicarakan orang seenaknya !" bentak naruto. Air matanya meleleh begitu saja. "Aku tau aku memang cengeng" katanya dengan suara bergetar. "Kau terus saja mengataiku, kau kira enak hah ?" lanjutnya dengan suara memilukan.

Hik .. "Aku muak denganmu" kata naruto sambil berlari dari kamar kyuubi. Kyuubi mendecak dan mengacak rambutnya frustasi. Minato menatap bingung anak semata wayangnya yang berlari kelantai 3 dengan berurai air matanya, pasalnya ia naik kelantai 2 karena merasa aneh dengan suara ribut-ribut. Tanpa pikir panjang, minato pun ikut naik kelantai tiga 'ada apa dengan mereka ?' batinnya.

"Hiks .. hikss "

"Naru." suara dalam penuh kelembutan itu mengagetkan naruto. Dengan cepat dihapusnya air mata yang masih mengalir. Walau sia-sia, liquid itu tetap meluncur menciptakan anak sungai di pipinya.

"Touchan .." kata naruto lemah , ia segera bangkit dari tidurannya dan duduk disitu, sambil menatap minato. 'ada yang tidak beres' batinnya. Minato menekan tombol itu dan terbukalah atap nya. Lalu mengajak naruto kembali berbring sambil melihat bintang.

"Touchan ?" panggil naruto.

"Iya ?" sahut minato sambil menatap naruto disebelahnya. Air matanya sudah tidak mengalir lagi, tapi ia menatap sendu langit bertaburan bintang diatasnya

"Aku .. cengeng, ya ? kekanakan ?" tanya naruto pelan. Minato terdiam sebentar lalu tersenyum simpul. "Iya, kau memang begitu" jawabnya jujur. Seterusnya terdengar helaan nafas dari naruto disebelahnya.

"Tapi .."

"Touchan rasa, sifatmu yang kekanakan itu justru membuatmu lucu, kau nampak bagai mentari yang membawa kebahagiaan bagi setiap orang, itu kelebihanmu " Lanjutnya.

"Lalu kenapa kyuubi mengataiku seperti itu ?"

"Karena itu memang benar. Mungkin, ia hanya belum melihat sisi baikmu saja." sahut minato cepat sambil menekankan kata belum.

"Mungkin saja." sahut naruto pelan. Tangan Minato terulur untuk mengelus pucuk kepala naruto. "Jadi .. " kata minato. Naruto menoleh "Ya ?" "Kita jadi tidak makan diluar ?" tanyanya. Naruto tersenyum simpul. "Tidak masalah, ayo" katanya sambil bangkit.

"Touchaan.. aku siap-siap dan turun kebawah duluu.. " teriak naruto dari anak tangga. Sementara minato hanya diam dan menekan tombol untuk menutup atap kembali. Dan turun kebawah.

"Baik ! aku sudah siap !" kata Naruto. Simpel sekali. Kaos putih bergambar kupu-kupu bersayap warna warni yang nampak kegedean. Bagian lengannya terlalu panjang, bahkan sampai bagian jempol jarinya tertutupi. Lalu panjang dibagian bawahnya kira-kira 10cm diatas lutut. Ia mengenakan celana pendek hitam selutut.

"Panggil kyuubi, mau ?" tanya Minato. Naruto berjalan mendekati minato. "Hm.. tapi aku mau kasih tau sesuatu" bisik naruto. "Apa ?" "Tadi aku mengejutkan kyuubi sampai Blackberry nya rusak, touchan. Jadi kemungkinan dia marah padaku. Bagaimana ?" bisiknya. Kushina mendelik-delik kearah suami dan anak bungsunya yang selalu ada rahasia.

"Lho ? bukannya didalam lemari touchan ada 5 jenis Blackberry yang masih didalam kotak ? ambil satu, deh." Bisik minato balik. "Ah iya ! benar ! baik aku ambil satu, yaa" balas naruto sementara Minato hanya mengangguk, lalu naruto berlari keruang kerja minato dan mengambil blackberry yang berwarna putih. Jenisnya sama dengan blackberry kyuubi , hanya berbeda warna.

Tok tok tok , kali ini naruto mengetuk pintu. Ditariknya nafas dengan berat. Jujur ia takut. Menunggu reaksi dari dalam, sampai ..

"Siapa ?" suara itu..

entah mengapa naruto jadi takut bertemu kyuubi setelah kejadian tadi. "N-naruto" jawabnya takut-takut. Didalam sana, kyuubi mengela nafas dengan malas. 'mau apa lagi anak ini' batinnya.

"Hn, masuk."

.. krieet ..

Naruto membuka pintu itu dengan takut-takut. Yah walaupun kyuubi tidak dapat melihatnya karena pintu itu terbuka begitu kecil. Jadi yang nongol hanya pucuk kepalanya sampai bagian mata yang dapat kyuubi lihat dari dalam kamar.

"I-ni.. k-kuganti HP mu.. voucher nya rusak nggak, biar ku ganti juga" kata naruto sambil menjulurkan tangannya dari balik pintu dan meletakan HP itu diatas bufet.

"Kenapa kau menggantinya ? tidak perlu" sahut kyuubi datar.

"s-sudah terima saja ! g-gomenn ya aku tadi menghancurkan hp mu.." jawab naruto takut. Nada bicara kyuubi terkesan begitu dingin. Mimik wajahnya juga tidak berarti.

"Hn , tidakapapa. Tapi kau tidak perlu mengganti HP ku"

"Sudah tidakapapa, touchan yang suruh, kok"

"Hh yasudah. Arigatou, naru."

"I-iya. Jadi kita dirumah ini a-akan makan malam di luar. K-kamu mau ikut ? m-maaf menganggu mu, a-aku memang t-tidak s-sopan" lanjut naruto yang tergagap-gagap. Jujur, ia masih takut dengan kyuubi.

Kyuubi diam dan menatap naruto yang terlihat takut padanya. "A-ah k-kalau kau tidak mau ikut tidak apa-apa. A-aku akan turun. M-maaf m-menggang—"

"aku ikut" potong kyuubi. "Gomen ne , tadi aku membentakmu, naru" lanjutnya. "I-iya . gomen, aku juga tadi membentakmu, sudah yaa. Kami tunggu dibawah" lanjut naruto, kemudian menutup pintu yang memang terbuka sangat sedikit itu.

Naruto sedang mencoba sepatu sandal berwarna putih gading yang baru saja dibelikan kushina saat kyuubi turun. Baju merahnya hanya menyembul sedikit karena tertutupi jaket berwarna biru muda.

"Semua sudah siap ?" tanya minato. "Ya" jawab naruto, sementara kushina dan kyuubi hanya mengangguk saja. "Siapa yang menyetir, jisan ?" tanya kyuubi. Minato menoleh sambil mengambil kunci mobil dari gantungan ditengah rumah ."Biar jisan saja"

...

Siang hari yang panas pada hari minggu, naruto sedang duduk disofa ruang tengah dan menonton televisi, serta asyik-asyiknya menjilati es krim yang sudah membuat mulutnya belepotan, namun tidak menghilangkan kata manis dari wajahnya.

Telelelet ... naruto mengambil HP nya yang tergeletak diatas meja didepan sofa itu. 'Niisan' tanpa berpikir dua kali, naruto langsung menekan tombol telepon berwarna hijau yang ada dibagian kiri telepon.

"Moshi-moshi Gaara-nii !" sahut naruto semangat. Kyuubi yang kebetulan baru pulang dari jalan-jalannya sedikit bingung melihat naruto menelepon seseorang dengan raut bahagia. Apalagi ia samar-samar mendengar nama gaara . entah kenapa kyuubi berdecak.

"eh ? akan pulang selama dua minggu untuk liburan ? HOREEEEEE" teriak naruto pada kata hore. Kyuubi yang sedang menaiki lantai 2 , hanya mendengar teriakan hore nya saja karena naruto berteriak pada kata itu. Ia mengernyit dalam 'siapa gaara ?' tanyanya dalam hati.

Keesokan harinya, kyuubi terbangun karena teriakan kencang naruto dari kamar sebelah. Karena dia kira ada kebakaran atau apa , refleks ia berlari kekamar sebelah dan langsung sweatdrop melihat naruto sedang berpelukan ala teletubies dengan seorang pria berambut merah bata bertato ai

'Laki-laki itu ... kalau tidak salah' batin kyuubi. "Hey kyuu ! kenalkan ini niisanku, Namikaze Gaara ! hey ayo salam kenal dong !" kata naruto yang menyadari keberadaan kyuubi didepan pintu kamarnya yang terbuka lebar

Gaara menatap kyuubi dari atas sampai bawah. "Namikaze Gaara" katanya sambil menjulurkan tangannya. Kyuubi menyambut uluran tangan tersebut. "Hn, Uzumaki Kyuubi" katanya datar. 'ternyata niisannya'

"Okeee !" teriak naruto. "Jadi jadi, niisan !? kapan kita jalan-jalan ?" lanjutnya dengan suara menggebu-gebu. "Hah, mungkin sore nanti ? aku baru tiba 30menit yang lalu, naru. Dan lihat lingkaran hitam dibawah matamu. Kau masih sering menonton drama murahan itu, ya ?" tanyanya dengan pandangan menuntut.

"Tidaak kok. Hhehee.. aku tadi malam tidak dapat tidur gara-gara tidak sabar akan kedatangan niisan" dustanya sambil tertawa hambar, berusaha meyakinkan kakaknya itu. Gaara mengangkat sebelah alisnya.

"Bohong." sahut kyuubi datar sambil kembali beranjak menuju kamarnya, kalau saja gaara tidak mengatakan "Tunggu, uzumaki-san." katanya. Kyuubi menoleh "ya ?" jawabnya. Gaara berjalan menuju kyuubi sambil berkata pelan agar naruto tidak mendengarkan "jadi, kau tidak jatuh cinta pada imotou ku, kan ?" tanyanya. Kyuubi mengangguk "tentu saja tidak."

"Bagus" gaara menepuk pundak kyuubi. "Kita teman sekarang" katanya sambil terkekeh pelan. "Hn, aku permisi kekamar. Aku mengantuk" sahut kyuubi malas sambil berjalan menuju kamarnya dan menutup pintu itu dengan pelan 'Overprotective' batinnya sesaat sebelum kembali masuk kedunia mimpi.

TBC :3

Wqwqwq.. alay modeon :D aduh aku bingung bikin perpotongan to be continued nya dimana -/ jadi begini deh :# okeeh RnR pliss ;;)