I Don't Know

.

.

.

Main Cast : Chanyeol, Baekhyun (GS)

Rate : T

Other Cast : Luhan (GS), Sehun and Other exo member

Genre : Romance, Hurt

It's Genderswitch

Don't Like, Don't Read

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar, mengapa hari ini terasa begitu sial baginya. Satu tim bersama orang yang telah membuat adiknya terluka itu benar–benar mimpi buruk baginya.

"Mengapa mukamu bertambah Kusut? " Yoon Hee langsung mencecar pertanyaan itu ketika Baekhyun kembali ke ruangannya dengan wajah muram.

"Aku ditugaskan untuk menangani kasus dengan orang yang paling menyebalkan." Baekhyun menjawab ketus.

"Siapa?"

"Park Chanyeol" Baekhyun menekankan kata tersebut dengan nada tidak suka.

"YA!" Yoon Hee memukul kepala sahabatnya tersebut.

"Waeee? Kenapa kau memukulku?" Baekhyun meninggikan nada suaranya karena kesal. Ia tidak terima karena kepalanya dipukul tanpa sebab.

"Mengapa kau mengatakan jika dia orang yang menyebalkan, huh? dia orang yang hebat, juga cerdas. Apa kau tidak tahu itu? apa kau tidak tahu bagaimana dia memecahkan beberapa kasus yang sulit? selain itu juga dia orang yang tampan." Yoon Hee menceramahi Baekhyun panjang lebar.

Baekhyun hanya memutar bola matanya malas. Ia lupa jika perempuan ini memiliki obsesi tersendiri terhadap seorang Park Chanyeol, bisa dibilang jika Yoon Hee adalah salah satu fans Chanyeol di kepolisian, yang sangat berbanding terbalik dengannya.

"Aku rasa aku membutuhkan udara segar" ujar Baekhyun seraya berdiri dari duduknya mengacuhkan Yoon Hee yang tengah membicarakan Chanyeol dengan antusias.

"YA! Byun Baekhyun, kau pergi kemana? aku belum selesai bicara." teriak Yoon Hee ketika temannya tersebut lebih memilih untuk melenggang pergi daripada mendengarkan ceritanya.

"Mengapa semua orang menyukainya?Cih...yang benar saja dia bahkan tidak bisa melakukan apapun ketika anggotanya terluka." gumam Baekhyun pada dirinya sendiri.

Baekhyun mendudukan diri di bangku taman belakang. Tempat ini benar–benar menyejukan karena ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan dan kolam ikan yang cukup luas, menjadi salah satu tempat favorit Baekhyun jika dia sedang banyak masalah atau ingin menyendiri. Baekhyun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, setidaknya disini ia merasa lebih baik jika harus mendengarkan ocehan temannya tentang Park Chanyeol.

"Baekhyun."

Baekhyun menoleh ketika seseorang menepuk pundaknya dan menemukan Kyungsoo yang tengah tersenyum padanya.

"Kyungsoo–ya, lama tak jumpa." ucap Baekhyun seraya tersenyum cerah.

Baekhyun cukup mengenal baik perempuan dengan mata bulat tersebut bisa dikatakan jika mereka berdua cukup dekat. Sehun yang meperkenalkan Kyungsoo padanya, karena adiknya itu pernah beberapa kali bekerja dengan Kyungsoo.

"Bagaimana kabarmu?" Kyungsoo mendudukan dirinya di samping Baekhyun.

"Aku baik, kau sendiri?"

"Aku juga baik. Bagaimana kabar Sehun?Maafkan aku karena belum bisa menjenguknya." ujar Kyungsoo. Raut wajahnya menunjukan penyesalan.

"Dia baik, dokter bilang dia bisa pulang beberapa hari lagi"

"Syukurlah…apa yang kau lakukan disini? kudengar Kau, Kris, Jongin, Luhan, Zitao dan chanyeol berada dalam satu tim yang sama untuk menangani sebuah kasus. Apa itu benar?"

"Darimana kau tahu?" tanya Baekhyun penuh selidik. Setahu Baekhyun hanya baru segelintir orang yang tahu tentang tugasnya kali ini.

"Chanyeol yang memberitahuku."

"Benarkah?" Jika Baekhyun sedang minum, mungkin saat ini ia tengah tersedak minumannya ketika Kyungsoo menyebutkan nama Chnayeol. Sepertinya ia harus menandai hari ini sebagai hari tersial pikirnya.

Kyungsoo mengangguk sebagai jawaban "Lalu kenapa kau masih disini?"

Baekhyun mengerutkan dahinya karena tidak mengerti atas pertanyaan Kyungsoo barusan "Memangnya kenapa?"

"Bukankah seharusnya kau ada rapat dengan mereka sekarang?"

"Astaga" Baekhyun melirik jam tangannya yang telah menunjukan pukul satu lewat "Kyungsoo maafkan aku, aku rasa aku harus pergi sekarang" ucap Baekhyun yang langsung berlari meninggalkan gadis tersebut.

Baekhyun memukul kepalanya sendiri karena kecerobohannya, karena ia terlambat datang pada rapat penting dengan anggota timnya. Sialan, gara–gara terlalu memikirkan kekesalannya dengan Chanyeol ia sampai harus datang terlambat untuk rapat pertamanya bersama mereka.

.

.

.

Hampir tiga puluh menit Baekhyun terlambat untuk menghadiri rapat tersebut. Baekhyun melewati koridor kantornya dengan tergesa–gesa untuk segera sampai di ruangan Kris, dimana tempat rapat tersebut diadakan. Beberapa kali ia menabarak orang–orang yang berjalan berlawanan arah dengannya hingga berkali–kali juga ia membungkuk untuk meminta maaf.

Tok…tok…tok…

Baekhyun mengetuk pintu ruangan paling pojok di lantai lima, yang ia yakini sebagai ruangan Kris. Ia segera melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan tersebut ketika mendengar suara yang menyuruhnya untuk masuk dari dalam ruangan tersebut. Sudah ada Zitao, Luhan, Jongin dan Chanyeol disana. Dan tentu saja sang pemilik ruangan, Kris.

"Maaf aku terlambat" ujar Baekhyun menyesal, ia benar–benar merasa bersalah sekarang karena telah membuat teman–temannya menunggu lama. Sebenarnya Baekhyun bukanlah tipe orang yang suka datang terlambat, bahkan bisa dikatakan dia orang yang selalu datang tepat waktu. Ia bukan tipikal orang yang suka membuat orang lain menunggu, karena menurutnya menunggu adalah hal yang paling membosankan. Tapi kali ini justru dialah yang membuat teman–temannya harus menunggu karena ia datang terlambat. Dapat ia lihat wajah Zitao yang menahan kesal karena keterlambatannya, ia benar–benar merasa tidak enak kepada teman-temannya.

"Kuharap kau bisa datang tepat waktu lain kali, kali ini aku maafkan." ucap Kris sambil memberikan selembar kertas kepada Baekhyun. Baekhyun bersyukur karena yang menjadi ketua tim untuk menangani kasus kali ini adalah Kris bukan Chanyeol. Ia bersyukur karena Kris memberinya toleransi. Mungkin jika Chanyeol yang menjadi ketua timnya, Chanyeol tak akan segan-segan untuk menghukumnya karena tidak disiplin. Itulah yang Baekhyun dengar dari rekannya sesama polisi yang pernah bekerja dengan Chanyeol. Tapi walaupun begitu Baekhyun mungkin akan memilih untuk dihukum dan sengaja datang terlambat karena ia tidak ingin berlama–lama bertatap muka dengan orang tersebut.

"Itu adalah daftar rincian tentang Kim Joon Hyun, disana juga terdapat jadwal–jadwal penting yang akan dihadiri oleh Kim Joon Hyun. Aku ingin kalian mencari tahu kembali informasi tentang dia. Selama ini data yang diperoleh tentangnya masih sangat minim. Kita akan mencari informasi tentangnya lebih jauh. Kita akan mulai melakukan pengintaian mulai besok. Wajib diingat, selain dia terlibat dalam bisnis obat–obatan terlarang jaringan internasional, dia juga merupakan salah satu pemasok senjata api ilegal. Dia melakukan transaksi dan juga pengiriman barang melalui jalur laut agar dengan mudah mengelabui petugas" ujar Kris menerangkan tentang Kim Joon Hyun. Kim Joon Hyun adalah target penangkapan untuk kasus mereka kali ini. Nama Kim Joon Hyun sudah tertera dalam daftar pencarian orang di kepolisian Kota Seoul. Bisa dikatakan jika Kim Joon Hyun adalah bandar atau mafia obat–obatan terlarang jaringan internasional. Sudah beberapa kali kepolisian kota Seoul melakukan penangkapan untuk Kim Joon Hyun namun karena sedikitnya informasi, membuat polisi selalu gagal karena dia selalu berhasil lolos. Kim Joon Hyun tidak hanya terlibat dalam jaringan narkoba internasional tapi juga terlibat dalam bisnis senjata api ilegal.

Kris melanjutkan kembali pembicaraannya yang belum selesai "Untuk memudahkan mencari informasi tentangnya, maka aku membagi kalian dalam beberapa tim. Zitao dan Luhan akan berada dalam satu dan Chanyeol. Dan kau Baekhyun, kau denganku. Apa ada pertanyaan?" tanya Kris mengakhiri pembicaraannya.

"Tidak aku rasa ini sudah cukup jelas" jawab Jongin.

"Baguslah jika tidak ada pertanyaan, dan ini–" Kris mengeluarkan beberapa kunci dari dalam saku jacketnya dan menyerahkan pada setiap anggotanya.

"Mulai dari sekarang kita akan tinggal bersama." ucap Kris yang berhasil membuat Baekhyun terkejut.

Baekhyun tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, matanya terbelalak hingga matanya yang sipit tampak lebih besar dari biasanya, bahkan bisa dikatakan bola matanya nyaris saja keluar. Ucapan Kris barusan cukup membuatnya terkena serangan jantung mendadaksa 'Tinggal bersama' kata–kata tersebut terus terngiang dikepalanya. Itu artinya ia akan tinggal serumah dengan Park Chanyeol orang yang paling dia benci. Ini sebuah bencana baginya.

.

.

.

To Be Continue

.

.

.