Makasih buat yang udah review. Padahal belum ada seminggu di publish. *bagi2 cookies...

masalah huruf kapital. soalnya males...

Ceritanya nanti bakal ada m-preg. Tapi karna genre nya angst (soalnya pengen aja) yah gitu deh. Liat nanti aja. Ini sasunaru, soalnya kalo narusasu aku agak gak dapet feel nya. Rencananya mau bikin translate inggrinya. Tapi masih males. Hehe, enjoy!

disclaimer : naruto bukan milik saya

x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x

Hujan lebat sedang mengguyur desa konoha. Langit malam yang dengan tenang mengalirkan air matanya ke atas bumi. Tidak berbelas kasih pada orang-orang yang berlarian menjoba untuk menghindarinya. Dua sosok pemuda sedang duduk berdampingan dengan tubuh berbalut selimut di atas sofa yang nyaman dan hangat, tidak menyadari ataupun mempedulikan hujan yang meraung diluar sana

Naruto meminum coklat panas yang ada di tangannya sambil bersandar di bahu sasuke. Matanya tak bisa lepas dari layar televisi yang ada di depannya. matanya membelalak menyaksikan adegan horor yang ada di layar. Sasuke hanya tertawa kecil melihat kelakuan sang kekasih sambil menikmati secangkir kopi miliknya. Naruto menengok ke arah kekasihnya, mengirimkan "death-glare" ke arah kekasihnya. Tapi saat dia memandang ke arah bola mata yang menyimpan kemisteriusan malam itu, dia seperti terjebak, tak bisa berpaling. Dia bahkan tak sadar saat sasuke mengambil cangkir berisi coklat panas dari tangannya dan menaruhnya di atas meja. Tatapan mata mereka terkunci, seolah dunia di sekitar mereka menghilang, hanya ada mereka berdua. Sasuke mendekatkan bibirnya ke arah bibir naruto. Mata mereka terpejam saat merasakan bibir mereka bertemu. Awalnya hanya ciuman lembut, tangan sasuke menyusup ke belakang leher naruto dan menarik naruto agar lebih mendekat ke arahnya. Sasuke mengulum bibir bawah naruto, memohon untuk bisa memasuki mulut sang kekasih. Naruto mendesah pelan saat dia merasakan lidah sasuke menginvasi mulutnya.

"mmmh. Sasuke.."

Erangan naruto sontak membuat libido sasuke menggebu tak terkontrol. Sasuke menyambar remot tv yang tepat berada di depannya dan mennekan tombol off, tanpa melepaskan ciuman mereka. Setelah beberapa menit bibir mereka menempel, sasuke melepaskan ciumannya untuk menisi pasokan udara ke dalam paru-paru mereka. Sasuke meanatp kedalam mata kekasihnya, iris langit cerah itu sedikit tertutupi oleh kelopak mata berwarna coklat karamel, kedua mata yang sangat disukai sasuke saat ini diselimuti kabut nafsu yang kedalam mata itu, sasuke tidak bisa lagi menahan dirinya. Dia mengangkat tubuh mungil naruto dan menggendongnya ke kamar mereka. Sesampai didepan kamar, sasuke menendang pintu hingga terbuka.

Sasuke menghempaskan tubuh mungil naruto ke atas kasur dan merangkak di atas tubuh naruto sampai mata mereka kembali bertemu. Sasuke langsung menyerang bibir naruto dalam ciuman panas. Desahan naruto di sela-sela ciuman membuat dirinya semakin memanas.

"naruto, apa kau yakin kau siap? Aku bisa menunggu..."

Perkataan sasuke langsung di hentikan oleh jari telunjuk naruto yang menempel ke bibirnya. Meski telah bersama selama satu tahun, mereka tidak pernah melakukan apapun lebih dari ciuman. Sasuke dengan sabar menunggu hingga naruto siap, karna hubungan mereka bukan tentang sasuke saja, tapi juga tentang naruto.

"iya, aku siap."

Sasuke tidak perlu diberitahu dua kali, karna saat ini dia sedang bersusah payah mengendalikan libidonya untuk tidak langsung mencumbu naruto saat ini juga. Dia harus memastikan naruto juga menikmati apa yang mereka lakukan saat ini, dia tak ingin menyakiti naruto lebih dari yang diperlukan (ehem). Sasuke melepas kaos orange yang di pakai naruto, membenamkan wajahnya di leher jenjang milik kekasihnya itu, menghirup dalam-dalam aroma cytrus yang membuatnya kecanduan. Sasuke menjilat dan mengulum leher naruto membuat naruto mendesah pelan saat sasuke menghisap kencang lehernya meninggalkan tanda merah keunguan sebagai penanda bahwa naruto adalah miliknya, dan miliknya seorang saja. Tidak ada yang boleh menyentuh kekasihnya selain dirinya. Tangan sasuke menyelinap ke punggung naruto memeluknya erat sambil menghujani leher jenjang naruto dengan "kiss-mark".

"mmmm, punyaku"

Naruto tersenyum geli melihat kelakuan posesif kekasihnya itu.

"yah, punyamu. Possessive bastard."

Sasuke melepaskan leher naruto dari bibirnya, menyusuri setiap tulang rusuknya dan berhenti di salah satu niple, menghisap kuat hingga membuat niple naruto berdiri seketika. Jari jemarinya memainkan niple yang lain dengan asyiknya. Menerima perlakuan sang kekasih, naruto memajukan dadanya dan mengerang dengan keras. Sasuke merasakan dirinya menegang, menggesekan barangnya ke barang naruto melalui celana mereka yang masih bertengger setia pada tempatnya. Sasuke mengangkat tubuhnya dan memandang tubuh mungil naruto yang berada di bawahnya, tubuh naruto yang mungil namun berotot terbalut kulit tan yang exotis, di tambah dengan tanda merah keunguan di sekitar lehernya. Kedua niplenya bediri menantang langit, mulutnya yang menebla karna ciuman mereka sedikit terbuka, nafasnya terengah-engah dan matanya memancarkan nafsu yang baru dilihat sasuke sekarang ini. Sungguh pemandangan yang menggoda siapapun yang melihat, tidak, menggoda nya seorang, hanya sasuke saja yang boleh melihat naruto seperti ini. Sasuke tersenyum bangga karna dialah yang mampu membuat naruto seperti ini.

Merasakan mata kekasihnya melekat ke arah tubuhnya, membuat wajah naruto merah padam karna malu.

"teme! Jangan melihatku seperti itu"

"hn, aku hanya mengagumimu dobe."

Mendengar perkataan 'teme'nya itu wajah naruto semakin memerah.

'manis' pikir sasuke.

Sasuke dengan segera melepaskan kaos hitam, kemudian melepas celananya beserta boxer yang dia kenakan. Wajah naruto merah padam melihat tubuh indah sasuke terpampang di depan matanya. Dada bidangnya yang kuat dan tubuhnya yang berotot benar-benar indah. Pandangan naruto tertuju pada penis sasuke, naruto menelan ludah melihat penis yang menegang itu. 'besar' pikirnya, 'apa bisa masuk?' seolah mengerti apa yang dipikirkan naruto, sasuke mendekatkan bibirnya di telinga naruto dan berbisk lembut,

"tenanglah, aku akan pelan-pelan"

Naruto hanya mengangguk, sasuke mencium bibir naruto untuk menenangkannya. Sasuke melepaskan celana naruto tanpa melepaskan ciumannya (gimana cararanya? Tanya sasuke) keduanya mendesah saat ereksi mereka bersentuhan secara langsung. Sensasi hangat yang memancar dari ereksi masing-masing membuat libido yang sudah menggebu-gebu semakin tidak terkontrol . sasuke menggesekan ereksinya dengan keras pada ereksi naruto yang di hadiahi dengan erangan menggoda dari sang uke.

"aah, sasuke"

sasuke menyusuri leher jenjang naruto yang kini dipenuhi dengan tanda merah, turun kebawah, mengulum niplenyadengan keras namun lembut, menyusuri kebawah menjilati setiap inchi lekuk tubuh naruto hingga dia menemukan yang dia cari. lidahnya menggila menyentuh setiap helai rambut pirang di sekitar kemaluan naruto yang tentu saja tidak sebesar miliknya. dia menjilat ujung penis naruto, menggoda penis yang sudah berereksi sempurna itu, membuat naruto menggeliat karna sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

"sasuke berhenti menggoda ku"

"apa yang kau ingin aku lakukan, naru-chan?"

"nnnnh..hah.."

"aku tidak bisa mendengarmu"

"teme!"

"hn?"

naruto mengangkat pinggulnya, mencoba mendapatkan kembali sensasi yang tadi dia rasakan. melihat sikap kekasihnya yang tidak sabaran akhirnya sasuke memberikan apa yang naruto mau. dia mengulum kemaluan naruto, menghisapnya perlahan-lahan hingga penis naruto berereksi sepenuhnya. Sasuke beranjak dari tempat tidur yang membuat naruto sedikit merajuk. Sasuke mengambil sebotol lube dari dalam laci meja di sebelah tempat tidurnya.

"naruto, aku akan mempersiapkanmu. Ini akan sedikit sakit, kau tak apa?"

"lakukan saja."

Sasuke melumuri ketuga jari-jarinya dengan lube. Menempelkan jari tengahnya ke lubang naruto dan menekannya perlahan. Naruto sedikit mengerang, tidak sakit, hanya terasa aneh dan tidak nyaman. Sasuke memasukan jari kedua yang di ikuti erang kesakitan dari naruto. Sasuke mendekat kearah naruto dan menenangkannya sedikit.

"sshhhh, tidak apa, relax."

Sasuke menggerakan jari-jarinya berusaha melebarkan lubang masuk naruto yang masih sangat perawan itu, sambil mencari sesuatu di dalamnya. Saat naruto mengerang nikmat, sasuke tau dia sudah menemukan yang dia cari. Dia menusuk lembut titik syaraf itu dengan kedua jarinya, yang di sambut erangan penuh nafsu dari naruto. Sasuke ingin langsung memasukan ereksinya kedalam lubang naruto yang hangat dan sempit, tapi dia tidak ingin menyakiti kekasihnya. Jadi dia harus menahan nafsunya sebentar lagi.

"nnnh, sa..suke..."

Sasuke memasukan jari ketiga, melakukan gerakan yang sama untuk memperlebar lubang naruto dan menusuk lembut prostat naruto.

"naruto, apa kau siap?"

"nnhh" pertanyaan sasuke hanya di jawab dengan erangan dan anggukan kepala dari naruto. Sasuke melumuri ereksinya dengan lube. Sedikit bergidik saat cairan dingin itu bersentuhan dengan ereksinya yang memanas.

"ini akan sakit, tahan ya."

"iya..."

Sasuke menempelkan ujung penisnya ke lubang naruto dan mendorongnya kedalam pela-pelan. Seketika naruto berteriak kesakitan, meski tidak terlalu keras, namun teriakan itu sukses membuat hati sasuke mencelos karna rasa bersalah. Naruto menggigit bibir bawahnya mencoba menahan teriakannya. Rasanya sakit sekali, padahal baru ujung penis sasuke yang masuk. Wajar saja melihat ukuran penis sasuke yang memang besar(pastinya). Sasuke berdiam diri, menunggu naruto untuk beradaptasi dengan ukurannya.

"sshhhh, relax. Tenanglah, katakan padaku jika kau sudah siap, aku akan mulai bergerak jika kau sudah siap. "

Naruto sekuat tenaga mencoba merelaxkan otot-otot rectumnya. Sedikit relax rasa sakitnya sedikit demi sedikit mulai menghilang. Naruto menangguk, memberi tanda pada sasuke untuk masuk lebih dalam. Sasuke yang menerima tanda tersebut perlahan-lahan membenamkan ereksinya jauh ke dalam lubang naruto. Setelah ereksi sasuke masuk sepenuhnya, sasuke menunggu naruto untuk kembali beradaptasi dengan ukurannya.

"nnnnh... sa..su..ke, sa..kit"

Erangan kesakitan dari bibir kekasihnya itu membuat sasuke merasa bersalah. Sasuke mendekat kearah naruto, dada dan perut mereka bersentuhan, mendekatkan bibirnya ke tellinga naruto, membisikan kata-kata untuk menenangkan sang kekasih.

"sshhh, tenang. Relax saja, aku akan menunggumu."

Naruto mencengkaram pundak sasuke, meninggalkan gurat merah di kulit porselen itu.

"nnhhh, sakit sekali"

"ssshhhh, tidak apa.."

Sasuke memeluk tubuh mungil naruto, mengelus-elus rambut nya untuk meringankan rasa sakit yang di derita kekasihnya saat ini. Hatinya terasa sakit saat dia merasakan cairan hangat dari iris yang bahkan dapat membuat langit iri milik kekasihnya mengalir ke bahunya. Naruto berusaha dengan keras untuk relax, tapi rasa sakit di lubang duburnya tidak tertahankan. Rasanya seperti di robek dari dalam. Naruto mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal, mencoba merelaxkan otot-ototnya. Tidak, sakit seperti ini bukanlah apa – apa, asalkan dia bisa membuat sasuke bahagia, tidak apa. Sasuke menghapus air mata yang mengalir di pipi naruto.

"jangan menangis."

"tidak apa teme"

Setelah rasa sakitnya mereda, naruto menggerakan pinggulnya. Memberi tanda kepada sasuke untuk bergerak. Sasuke mengeluarkan ereksinya hingga hanya ujungnya yang ada di dalam, memasukan kembali dan langsung tepat mengenai prostat kekasihnya yang memberinya erangan penuh kenikmatan. Sasuke hafal letak prostat naruto hanya dengan sekali menemukannya dengan jari jemarinya. Hell, dia tidak dipanggil jenius tanpa alasan. Dia kembali mengeluarkan ereksinya dan memasukannya. Kembali tepat mengenai prostat naruto.

"nnnnhh, sasuke, faster"

Sasuke menuruti keinginan sang kekasih dengan senang hati. Mempercepat tempo gerakannya, membuat naruto mengerang dan meraung tak jelas.

"ha Ahhh, sa... suke...ah"

"nnh, naruto"

Sasuke menggenggam ereksi naruto yang sudah sangat mengeras dan mengeluarkan precum, dan mengocoknya dengan cepat. Membuat si empunya menggila karna kenikmatan tak terkira yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

"sa..s..sasuke, aku akan..."

Belum sempat naruto menyelesaikan kalimatnya, cairan citanya menyembur ke tangan sasuke dan perut mereka berdua. merasakan dinding rectum naruto meremas penisnya sudah cukup membuat sasuke klimaks, menyemburkan semennya jauh didalam kekasihnya dan langsung jatuh ke atas tubuh kekasihnya. Mereka berdua menarik nafas dengan rakusnya setelah ejakulasi yang mereka alami. Setelah sasuke pulih dari ejakulasinya , dia mengangkat tubuhnya, menatap lekat pada sosok yang dicintainya. Sasuke mendekatkan tangannya yang berlumuran semen naruto ke arah bibirnya dan menjilatnya.

"manis..."

Ucapan sasuke langsung membuat wajah naruto semerah tomat. Sasuke perlahan-lahan mengeluarkan penisnya dari lubang naruto disambut erangan kekecewaan dari naruto. Dia merebahkan tubuhnya disamping naruto dan melingkarkan lengannya disekitar tubuh naruto.

"teme, tubuhku lengket, aku mau mandi."

"besok saja."

Sasuke mempererat pelukannya, tidak mengijinkan naruto untuk beranjak dari tempat tidur. Naruto menghela nafas tanda menyerah dan membenamkan wajahnya ke dada bidang sang kekasih. Membiarkan kegelapan memeluknya untuk mengantarkannya kedalam alam mimpi.

x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x

bola mata sekelam malam terbuka perlahan seiring cahaya mentari yang memaksa masuk kedalam kamarnya. Perlahan pandangannya mulai fokus pada helaian rambut emas yang terbenam di bawah dagunya. Menghirup dalam-dalam aroma cytrus dan vanila yang disukainya. Mempererat pelukannya, tak mau melepaskan sang kekasih. Bibirnya mengembang menjadi senyum simpul saat melihat dua kelopak tan bergerak dan terbuka perlahan, memamerkan kepada dunia iris biru yang bisa membuat siapa saja tenggelam.

"ohayou dobe"

"ohayou teme."

"ayo mandi dobe"

"teme..."

"hn?"

"pantatku sakit"

Sasuke hanya tertawa (ala uchiha) mendengar ucapan kekasihnya yang polos itu. Ya wajar saja kalau pantatnya sakit mengingat apa yang dilakukan merka semalam.

"jangan tertawaa!"

"perlu bantuan ke kamar mandi naru-chan?"

"tidak usah! Kau menyebalkan!"

Naruto mencoba berdiri dari dari tempat tidur. Tapi saat mencoba berdiri, naruto malah terduduk kembali dan meringis kesakitam.

"ouch.."

"jadi? Perlu bantuan naru?"

"hmp"

Naruto menggembungkan kedua pipinya, membuatnya terlihat seperti anak usai sepuluh tahun meski dia adalah seorang remaja enambelas tahun. Sasuke tersenyum melihat kelakuan kekasihnya yang satu ini, bukan, kekasihnya satu-satunya ini. Sasuke beranjak dari tempat tidur dan menggendong kekasihnya (ehem, bridal style) dengan hati- hati agar tidak menyakiti kekasihnya ini lebih lanjut. Sasuke berjalan menuju pintu kamar mandi, menendang pintu kamar mandi hingga terbuka dan melesat masuk kedealam kamar mandi. Sasuke menurunkan naruto pelan-pelan, naruto bersandar pada wastefel sebagai pegangan karna kakinya terasa lemas.

"ouch!"

Sasuke menyalakan kran air hangat untuk mengisi bathtub untuk mereka mandi. Mendengar kekasihnya berteriak kesakitan, dia menyelinap kebelakang naruto dan memeluknya dari belakang. Menyenderkan dagunya di bahu naruto yang dipenuhi dengan kiss-mark.

"maaf..."

Naruto tertawa mendengar permintaan maaf dari kekasihnya.

"yah, jadi kau harus menggendongku kemana – mana teme"

"hn, dengan senang hati."

Sasuke menggendong naruto ke arah bathtub dan menurunkantubuhnya perlahan-lahan sebelum dia ikut masuk kedalam bathtub.

"kita harus bertemu kakashi kan?" tanya naruto.

"tidak, hari ini kita akan libur seharian"

x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x

yeeee, chapter ke 2 kelar...

ps: wajahku merah semua waktu nulis ini, pertama kalinya nulis lemon.