Disclaimer: Masashi Kishimoto
WARNING: SasuSaku, Abal. Gaje, Alur kecepatan or kelambatan, OOC, Typo(s), Miss-Typo(s), etc
DON'T LIKE? DON'T READ!
Keterangan:
Sakura: 15 tahun. kelas X-1
Sasuke, Ino, Hinata, Naruto, Sai, Tenten: 16 tahun. sekelas Sakura.
Neji, Shikamaru, Temari: 17 tahun. XI-1
Adventure of Five Close Friends
.
Chapter 1: Rumah Hantu?
.
.
.
Di kantin pada saat jam istirahat berlangsung…
"Eh, kalian tau gak, katanya ada rumah hantu, loooh…" tanya Ino pada anggota geng The Guardian Angels yang lain.
"Masa, dimana?" tanya Temari penasaran dan antusias.
"Loe tau rumah yang kebakaran seminggu yang lalu, 'kan?"
"Tau," kata yang lain sambil mengangguk.
"Disana katanya ada yang ngelihat penampakan disana," kata Ino sambil memasang wajah ter-horror miliknya.
"Gimana?"
"Apanya?"
"Penampakannya."
"Katanya sih, mirip kayak," Ino memasang pose berpikir."… gak tau, deh…" sambung Ino sambil nyengir.
"Oooh…" balas mereka, malas.
"Woi, ekspresinya kurang," celetuk Ino
"Whatever," balas mereka kompak.
"Hhhh…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"Hei," panggil Ino.
"Nani?" kali ini cuma Sakura yang menyahut.
"Kita uji nyali disana, yuk!" ajak Ino.
Sontak mereka saling berpandangan beberapa saat. Kaget mereka mendengar ajakan Ino. Tidak biasanya Ino mau dengan hal-hal yang berbau mistis 'n horror –menilik dia malah menghindari hal-hal tersebut.
"Kamu, yakin?" tanya Sakura ragu-ragu.
"Yakin, seyakin-yakinnya dari yang teryakin di dunia yakin," jawab Ino, lebay
Mereka pun berpandangan lagi. Berakhir dengan helaan napas, mereka pun menyahut usul Ino.
"Gue ikutan yang lain aja," sahut dari sang leader The Guardian Angels.
"Asal yang lain ngikut, gue sih ikut," ujar Tenten cuek.
"A-aku i-kut aja." udah tau 'kan dari siapa?
"Iya aja, deh." nah, kalau ini dari Anggota tertua, Temari.
"Sippp! Berarti semuanya ikut." Ino mengacungkan jempol pada semuanya dan memasang muka riang. Semuanya hanya tersenyum melihat perilaku sahabat mereka yang kelewat centil itu.
"By the way, kapan kita ke rumah itu?" tanya Sakura.
Tampak Ino merenungi pertanyaan Sakura. Padahal dalam hati dia udah bilang 'Aduh si Jidat itu, bisa gak sih gak usah tanya yang kayak gitu?'
Tiba-tiba muncul bohlam menyala tak kasat mata muncul di kepala Ino.
"Girls, hari ini yuk! Jam 9. Kan besok libur…"
"Kumpul dimana?"
"Dirumahku."
Yang lain pun cuma mengangguk tanda setuju.
Teng… teng… teng…
"Kita masuk, yuk!" ajak sang gadis bermata emerald. Mereka pun bergegas masuk ke kelas. Takut dihukum adalah alasan mereka cepat-cepat ke kelas masing-masing.
Sss_ Adventure of Five Close Friends _ssS
"Hoahm… Hinata mana, sih?" gerutu seorang gadis berambut blonde diikat empat.
"Kamu ngantuk, Tem?" tanya Ino.
"Gak. Cuma Hinata lama banget," gerutu Temari, lagi.
"Biar aja, 'kan kita janjiannya jam 9. Sekarang baru jam," Tenten menengok kearah jam yang ada di kamar Ino."… 08:45."
Bertepatan Tenten menyelesaikan kata-katanya, ada orang yang memencet bel rumah Ino. Ino pun turun dari kamarnya di lantai 2 untuk membukakan pintu.
Tak lama kemudian Ino datang dengan dibuntuti Hinata dibelakangnya.
"Woi, Hina, loe lama banget," celetuk Tenten.
"Panjang umur…" tambah Temari.
"Te-teman-teman jangan marah, ya! Aku tadi harus ngerayu tou-san dulu," jelas Hinata sambil menundukkan kepalanya.
"Iya, gak pa-pa, kok. Kamu juga gak telat," kata Sakura lembut. Hinata pun mengangkat kepalanya, menatap Sakura.
"Yah, mau gimana lagi… walaupun loe ngelakuin hal sejahat apapun kami tetap gak bisa ngebenci loe," ucap Temari sambil tersenyum.
"Terimakasih, teman-teman." Hinata pun memeluk Temari. Temari pun membalas pelukan Hinata.
"Kacang-kacang, siapa mau, harga satu juta perbutir!" Ino pun memperagakan gaya pedagang asongan.
"Hahahahaha…"
"Sekarang, kita pergi aja, yuk!" ajak Sakura.
"Oke, leader!" balas mereka –minus Sakura. Mereka pun segera berangkat ke tempat tujuan memakai mobil mereka –kecuali Hinata yang tadi diantar oleh Neji yang kebetulan juga ingin keluar- terpaksa menumpang ke Tenten.
Sss_ Adventure of Five Close Friends_ssS
30 menit kemudian…
"Ihhh… seram!" kata Ino. Yups! Sekarang mereka sudah berada di depan 'Rumah Hantu' tujuan mereka. Baru saja berada di depan 'Rumah Hantu' itu, Ino sudah merinding ketakutan.
"Ino, Ino. Tadi siapa yang ngajak dengan semangatnya, sekarang siapa yang paling takut, HAH?" geram Tenten marah. Siapa yang tidak marah? Wong Ino lengket banget sama Tenten. Mungkin orang yang tidak tau apa-apa akan menganggap mereka yuri, mungkin.
"I-iya, deh. Gue gak tau kalau seseram ini, Ten," jawab Ino ketakutan. Tenten pun cuma menghela napas sebagai tanggapan.
"Kita masuk, yuk!" ajak Temari. Tanpa meminta persetujuan dari yang lain, Temari langsung membuka gerbang rumah itu. Tiba-tiba, debu berjatuhan hampir mengenai Temari.
"Ihh, banyak banget debunya," keluh Temari. Temari pun melangkah memasuki pekarangan rumah itu.
"Sayang yah, rumah segede ini kebakaran," gumam Sakura. Sakura pun menyamakan langkah kakinya dengan Temari. Setelah sampai di depan pintu, Sakura memberikan kode kepada Temari agar sama-sama membuka pintu tersebut. Sakura, Temari, Tenten, Ino, dan Hinata menghitung bersama-sama.
"Satu…"
"Dua…"
"Tiga…"
Kreeet!
"Aaaaa…" teriak Ino dan Hinata histeris. Sedangkan sisanya cuma kaget ngeliat tikus sama kelelawar terbang keluar.
"Hhhhh… ku kira apa," ucap Ino.
Mereka pun masuk lebih ke dalam lagi. Disana lebih berdebu dan lebih banyak hewan-hewan yang berkeliaran disana. Tiba-tiba sekelebat bayangan lewat didepan mereka. Sontak Ino, Hinata, dan Temari menjerit histeris. Sakura dan Tenten? Mereka stay cool aja tuh…
Sss_ Adventure of Five Close Friends_ssS
Setelah berkeliling, mereka tidak menemukan hal-hal yang terlalu aneh lagi. Ya, kecuali kalau tiba-tiba gelas pecah sendiri, sebuah lukisan besar hampir menimpa mereka, atau ada sesorang menyentuh bahu Hinata –padahal tidak ada satu pun dari mereka yang menyentuh Hinata, bukan sebuah keanehan?
Sesampai mereka di sebuah tangga, mereka pun berinisiatif menaiki tangga itu walau hati mereka semua berbunyi dag-dig-dug-duar.
Di lantai 2…
Tiba-tiba…
Wushhh…
… angin menerpa mereka. Sontak mereka kebingungan. Pasalnya, disana semua jendela tertutup. Jadi, darimana anginnya? Itulah yang ada di benak mereka masing-masing. Bulu kuduk mereka pun berdiri. Setelah sedikit agak tenang, mereka melanjutkan penjelajahan mereka. Tak lama kemudian, sesosok makhluk yang sering dipanggil masyarakat sebagai pocong melintas didepan mereka. Mereka pun lantas mengambil langkah seribu –kabur dari rumah itu.
- T.B.C. -
-OMAKE-
5 menit setelah Sakura dkk kabur…
"Bwahahahaha…" terdengar se–err, maksudnya beberapa orang tertawa di dalam 'Rumah Hantu' itu. Hantu? Bukan. Mereka adalah anggota geng The Handsome Devils.
"Enak juga ngerjain anggota geng The Guardian Angels, hahahahaha…" ucap sang leader dari The Handsome devils.
"Liat ekspresi mereka, gak? Lucu banget," ejek Naruto. Oooh, ternyata…
- T.B.C. (Beneran) -
ish, fic yang ini gaje banget! gaje ceritanya, plotnya, pokoknya kurang banget!
Bersediakah mereview fic ini? segala jenis review saya terima.
jadi,
R
E
V
I
E
W
