Setelah Hiatus kurang lebih setahun, akhirnya saya kembali lagi~! Fict ini saya edit karena setelah saya baca ulang, banyak hal yang tidak memuaskan. Jadi, mohon dimaklumi~
Summary : "Banyak orang yang percaya dengan adanya hari sial dan banyak pula orang yang tidak dan tidak akan pernah percaya. Begitu juga dengan Kira, Shinn dan Athrun. Mereka sama sekali tidak percaya dengan adanya hari sial. Namun, apa mereka masih tidak percaya ketika mereka mengalaminya sendiri?"
Gundam Seed Destiny®Sunrise
Hari Sial®Hyori Sagi
Hari Sial Shinn
Pagi ini, matahari bersinar dengan lembut. Burung-burung berterbangan sambil berkicau riang. Monyet-monyet mengikik riang ketika mereka berhasil mencabut rambut para wanita untuk dijadikan pembersih gigi. Para gajah mengamuk karena jatah sarapan mereka telat dibagikan. Dan author mencak-mencak karena digigitin kucing. Oh... Ok, lupakan hal tadi.
Di salah satu perumahan yang asri, terlihatlah sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun tampak luas (Ah... Apa maksud penjelasan ini? Sangat tidak masuk akal -A- #gebuked). Rumah itu nampak sepi dan su...
"GYAAAAAA! MAMA!" Oh, lupakan kata sepi dan sunyi itu. Seorang pria berambut ungu kehitaman menjerit kencang dan menghancurkan keheningan yang ada.
"Ada apa, sayang?" sebuah suara lembut tapi sexy -?- tapi gak lembut -?- menyahuti teriakan pemuda tadi.
"TIKUUUUUUS!"
...Sunyi sekejap...
...
"HAH?"
Sepersekian detik kemudian, lelaki tersebut berlari menuruni tangga dengan hebohnya. Dengan hanya bermodalkan handuk yang melilit di pinggangnya, ia berlari terpogoh-pogoh ke arah ruang makan dan segera bersembunyi di balik tubuh ibunya.
"Itu ma, ada tikus di kamar Shinn!" adu lelaki tersebut yang ternyata bernama Shinn.
"HAHAHAHAHA! Masa' laki-laki takut sama tikus sih?" Adik Shinn, seorang gadis manis berambut sama dengan Shinn meledek sang kakak.
"Biarin! Daripada kamu, takut kok sama kupu-kupu?"
(A/N: Bagi yang merasa tersinggung, maaf ya?)
"Huh!" Gadis tersebut cemberut dan mulai memberikan deathglare pada sang kakak. Shinn pun tidak mau kalah, dia balas memberikan deathglare yang menurutnya paling mematikan. (Kalau tatapan mata bisa membunuh, asyik kali ya? =w=). Dan perang deathglare pun terjadi. Ketika perang berlangsung, author kabur beli es krim #taboked!
"Sudah... Sudah... Semuanya ayo sarapan. Shinn, pakai bajumu dulu. Mayu, bantu ibu mengeringkan piring-piring." Lerai ibu mereka yang author tidak tahu namanya.
_Skip, Skip, Skip~ =w=_
Setelah sarapan, Shinn beranjak pergi ke kamarnya untuk bersiap pergi ke rumah Kira karena dia punya janji dengan Kira dan Athrun untuk hunting buku Gundam terbaru.
Ketika pintu kamarnya dibuka, alangkah kagetnya Shinn ketika melihat . . .
"GYAAAAAAA!" Untuk kedua kalinya Shinn berteriak.
"TIKUS BANDEL! B****S*K LOE TIKUS! B****AT! ITU KAN BAJU KESAYANGAN GUE! ITU KAN HADIAH DARI STELLAR! PADAHAL AKU UDAH JANJI MAU JAGA TUH BAJU! SIALAAAAAAN!
B****S*K! AN***G! BAKA! AHOU! AAAAARGGGGHH . . . GUE BUNUH LOE!" maki Shinn dengan sensor bertebaran. Dia langsung mengambil pedang yang bersandar manja di tembok.
(Dapet dari mane tu pedang? Nyolong punya siapa?)
Shinn : Nih pedang aku colong dari Destiny, kan udah gak perang.
(Oh . . . *manggut-manggut* ya udah . . . Back To Story! XD)
Dihunuskannya pedang tersebut ke arah tikus yang (tak) berdosa (?) dan . . . Wiiiing . . . Si tikus berhasil lolos.
Diayunkan lagi pedangnya dan... Wiiiiiiing . . . Lagi-lagi meleset.
'Nih tikus gesit juga!' batin Shinn.
Wiing . . . Wiing . . . Wiiing . . . .
Tuh pedang gak pernah tepat sasaran, selalu aja meleset. Entah Shinn-nya yang memang gak jago pake pedang, entah memang tikusnya yang kelewat gesit. Namun Shinn tidak menyerah begitu saja. Hasrat membunuhnya (?) begitu besar. Ia tak akan berhenti sebelum tikus itu terbunuh. Yah.. Minimal tikus itu tertangkap. Ya gak?
_3 jam kemudian_
Shinn masih berusaha ngebunuh si Tikus, sementara itu...
"Shinn kok lama ya?" ujar Kira bingung
"Iya, ya. Udah 30 menit telat dari jadwal." sahut Athrun (widiiih . . . Setia amat bang!)
"Iya, apa dia lagi ada halangan ya?" tanya Kira lagi
"Coba aja ditelepon dulu." Saran Athrun
"Iya deh" Kira mengambil hp-nya dan mencoba menghubungi Shinn.
~Balik ke Shinn dan si Tikus . . .~
"ANJRIT! Gak dapet-dapet!" teriak Shinn frustasi
*rrr . . .rrrr . . .* hp Shinn bunyi, tapi karena terlalu sibuk "maen" sama tikus, jadi gak denger. Bukan karena dia budek ya?
~Balik lagi ke Kira dan Athrun yang setia menunggu . . .~
"Gak diangkat, Thrun." ujar Kira putus asa seraya menatap nanar Athrun yang berdiri di sebelahnya.
"Ya udah kita tinggal ajalah." Ujar Athrun.
Akhirnya Kira dan Athrun pergi tanpa Shinn.
_5 jam kemudian_
"Ha! Dapet juga!" ujar Shinn puas. Tawanya segera membahana.
"Hm... Tapi kasian juga tikus ini." Shinn mulai merasa kasihan melihat si tikus yang menatapnya dengan puppy eyes eh tunggu, dia kan tikus... Kok puppy eyes ya? Ah sudahlah, lupakan~
"Bunuh, buang, bunuh, buang... Eeeenggg...
Buang aja deh. Kasian"
*TUIIIING . . . ~*
Selesailah perang dingin Shinn vs Tikus. Yang ditandai dengan penandatanganan surat perdamaian oleh kedua belah pihak. Tunggu, tunggu... Ups, ternyata salah. Maksudnya ditandai dengan terbangnya tikus yang bersangkutan keluar jendela.
"Hah~ Selesai juga!" desah Shinn puas.
Shinn merebahkan tubuhnya dikasur. Diambilnya hp yang tergeletak mengenaskan diatas meja yang amburadul dan tak terlihat lagi wujud mejanya (ok, lebay...).
#10 PANGGILAN TAK TERJAWAB#
Shinn cengok ngeliatnya. Di klik tombol lihat dan dilihatnya nama Kira Yamato sebanyak 10! Oh man, banyaknya~
Shinn berusaha mengingat-ingat, ada janji apa dia dengan Kira.
Dan ketika dia ingat...
"EH YA! AKU KAN ADA JANJI SAMA KIRA DAN ATHRUN MAU HUNTING BUKU TERBARU GUNDAM!" jerit Shinn. Dilihatnya jam dinding...
"MEIN GOTT! UDAH JAM 3 SOREEE?" jerit Shinn –lagi-
Shinn segera menelepon Kira...
Tut . . . Tut . . . Trek . . .
"Halo?"
"Kira!"
"Oh Shinn, kenapa?" (innocent banget ya?)
"Udah hunting buku?"
"Dari tadi kali! Ditelepon bukannya ngangkat! Capek tau nunggu kamu setengah jam sambil berdiri. Pegel!"
"TIDAAAAAK!"
Trek . . .
Tiba-tiba sambungan teleponnya terputus.
"WOY KIRA? KOK DIPUTUS SIH SAMBUNGANNYA!
YAH~ TERNYATA PULSAKU YANG ABIS! AAAAAARRRRGGGGHHHH! TIKUS SIALAAAAN!" jerit Shinn frustasi.
Di ujung jalan...
"He? Kaya' suaranya Shinn. Ah, tapi mana mungkin. Shinn kan termasuk cool." Ujar Stellar yang sedang menuju rumah Shinn untuk mengajaknya memasak resep baru yang dia temukan.
~TBC~
Bagaimana? Memuaskankah? Atau malah tambah lebih jelek?
Ok, saya tunggu jawaban dari kalian, wahai para readers yang terhormat (?) di review kalian. Kritik, saran, dan flame sangat diterima. Maka dari itu, segera pencet tombol review di bawah ya? Osh... Jaa ne!
Next Chapter: Hari Sial Athrun
Sign,
Hyori Sagi
