Tidurlah, sayang.... XD (Harap membaca fanfic ini sambil mendengarkan lagu Gita Gutawa – Lullaby)
JENG JENG JENG JEEENG!!! Kita mulai fanficnya!!! (Gita Gutawa – Lullaby)
----- (Lillia POV) -----
"Huweee~~~" Popuri menangis di pangkuanku. Wajar saja. Ayahnya, Rod, pergi meninggalkan kami mulai malam ini demi menyembuhkanku, mencarikan bunga khusus untuk menyembuhkan penyakitku. "Cep, cep, Popuri sayang..."
Rick... Yah, dia memang anak sulungku yang baik. Dia mau tegar dan mengerti mengenai keadaanku dan sikap ayahnya demi menyembuhkanku. Sekarang dia sudah lebih dulu tidur.
"Popuri sayang, sudah malam, tidur ya?" bujukku. Popuri tetap menangis. Pasti dia tidak mau ayahnya pergi... Aha! (0o0)
"Popuri, ibu mau menyanyikan lagu. Dengar, ya nak! Begini lagunya..." Aku menarik napas. Popuri agak terdiam, tapi tetap terisak-isak.
*****
"....Mentari tlah pergi... Gelap hadir....." aku mulai menyanyi.
"Hari telah usai... Pergilah ke alam mimpi..." Popuri mulai agak tenang. Mencoba mendengarkan lagu.
"Pejamkan matamu, oh malaikat kecilku...." aku meletakkan Popuri ke tempat tidur.
Lho? Rick kaget. Ibu... Masih belum tidur? Ibu menyanyi... Rick lalu ikut mendengar lagu Lillia.
"Jangan menangis lagi... Ku kan selalu disini..." Popuri masih agak terisak-isak. Rick mendengarkan dengan agak mengantuk. Ibunya menyanyikan lagunya dengan amat pelan dan lembut.
"Aku kan' menemanimu... Sepanjang tidurmu..." Rick terdiam. Naum dia tetap mencoba mendengarkan lagu ibunya dibalik selimutnya.
"Tidurlah, oh tidurlah... Sayang....." aku lalu merapikan tempat tidur Popuri yang masih kurang nyaman untuk Popuri.
"Kau datang ke dunia... Dari surga..." tanpa sadar, air mata Rick menetes. Lho? Kenapa aku menangis? Kenapa aku merasa hangat... Kenapa aku merasa sedih?... Ibu benar-benar sayang pada kami... Meski sekarang sudah malam, ibu tetap mau berbagi waktu sambil menyanyi untuk mereka... Meski sekarang ayah meninggalkan kami, ibu tetap mau tersenyum dan bersikap biasa...
" Pejamkan matamu, oh malaikat kecilku..." aku tersenyum saat melihat Popuri menguap. Dia pasti lelah.
"Esok ku kan menunggu... Kau bangun dengan senyummu..." Rick mencoba menutup matanya dan tertidur. Menahan air matanya yang masih terus mengalir.
"Ku berjanji menjagamu... Sepanjang hidupku............." Aku lalu menepuk-nepuk Popuri pelan, membuatnya terbuai dalam kantuk. Akhirnya Popuri tertidur. Kukecup keningnya.
"Tidurlah, oh tidurlah, sayang....." Aku tersenyum menatap Popuri yang sudah tertidur lelap. Aku melihat Rick. Wah, dia lupa melepas kacamatanya. Aku lalu meletakkan kacamatanya yang masih bertengger di muka Rick tadi ke meja. Hmm? Kok ada bekas air mata? Aku menghapus air mata Rick, dan menyelimutinya dengan selimut. Tak lupa mengecup kening putra sulungku.
Aku lalu menuju tempat tidur yang kini sebelahnya kosong. "Selamat malam, Popuri. Selamat malam, Rick...." aku mulai mengantuk. ".... Selamat tidur, Rod..."
**^^**
Kyaa~ Akhirnya selesai juga... Anisha serius lho, nangis pas denger lagu ini... Oke, ditunggu reviewnya ya ^^
