Title : Cassielf's Love Stories

Main Cast : Yunho & Jaejoong

Other Cast : DBSK & Super Junior (Not all of them), dan pemeran lain yang belum direncanakan -_-

Genre : Romance, Fantasy, Humor.

Author : LiZziE . YunJae . HaeHyuk

Disclaimer : Cast milik diri sendiri. Cerita milik saya. Plot terinspirasi dari FF fantasy yg pernah LiZz baca.

Gomawo untuk reviewnya! Ternyata nggak cuma LiZz yang bahagia kalo ada FF Fantasy baru :)

Oh ya.. Berhubung LiZz inget, ntar keburu lupa, jadi harus buru-biru diketik.

Di summary LiZz ketik mengenai kerajaan ketiga, atau pihak ketiga. Nah, untuk sekarang masih belum ada konflik. Jadi mereka akan kenalan dulu, baik-baik, couple-couple an, trus kalo udah jadi kekasih, baru deh nanti ada cobaan-cobaan sama perang-perangan (masih rencana).

Tapi readers setuju / suka nggak, kalau ada konflik gitu sama perang-perangan pake sihir-sihir gitu? Kalo enggak suka, nanti LiZz buat ini fluff aja. Jadi nggak ada konflik cuma lucu-lucu aja. LiZz sama sekali enggak ada draft atau kerangka chap nya. Jadi diubah kapanpun idenya bisa aja! Hehehe.. Author nggak bener nih.. -_-

LiZz bahagia banget banyak yang review! Jadi LiZz bikin chapter yang panjang!

Readers harus review lagi ya! Kalo enggak, chap berikutnya pendek loh! *author labil bin ababil.

Selamat membaca!

_YJ_

Author POV

Suatu pagi yang cerah di Cassielf, tepatnya di ruang makan milik kerajaan Elf. Seluruh anggota kerajaan sedang duduk menikmati sarapan mereka, seporsi telur, ikan, dan kentang. Entah mengapa menu sarapan mereka amat sangat western-style.

Denting pisau dan garpu yang beradu dengan piring menjadi pengiring makan pagi mereka, hingga raja terdahulu, Kim Appa membuka percakapan.

"Yeoreobun.. Appa minta perhatiannya.."

Serentak seluruh anggota kerajaan menghentikan kegiatan mereka dan menatap Kim Appa, termasuk berhenti mengunyah -_-

"Eh, ah, tidak usah menatap Appa dengan tajam begitu.. Santai saja.."

Tatapan mereka melembut, menyadari sang Appa malah ketakutan.

"Ehem! Jadi, apakah kalian sudah pernah bertemu para Cassie?" Walaupun istana Cassie dan Elf terhubung oleh jembatan besar diantara kedua istana, namun kedua istana belum pernah mempertemukan masing-masing keturunan kepada satu sama lain. Mengapa? Jawabnya karena Kyuhyun belum memasuki tahap dewasanya.

Tak ada jawaban yang terdengar, hanya gelengan kepala dari seluruh anggota kerajaan, kecuali Kim Umma. Setelah menyelesaikan gelengan kepala (?) mereka, seluruhnya langsung menatap kepada maknae mereka, Cho Kyuhyun. Menyadari ditatap sedemikian rupa, Kyuhyun hanya bisa menatap arah lain dan tersenyum canggung.

"Sudah, sudah.. Kasihan Kyuhyunnie jika kalian menatapnya begitu. Lagipula ulang tahun Kyuhyun kan sudah dekat, hanya kurang... Hmm... Tunggu.. Kurang... Ehm.. Kurang..."

"Kurang 2 hari lagi, Appa.. Mengapa engkau pikun sekali? Atau memang engkau sengaja melupakan ulang tahunku? Engkau kejam, Appa!" Sahut Kyuhyun dengan ekspresi kecewa. Ekspresi wajahnya nampak begitu terluka dan sedih, bahkan bibirnya bergetar halus, ditambah hidungnya yang sedikit memerah. Tak ketinggalan, mata coklatnya yang berkaca-kaca juga tak membantu.

"Ani! Appa yang pikun! Appa pikun! Ne! Appa pikun! Uljima, Kyuhyunnie! Mian ne.. Appa yang salah.. Appa tidak sengaja! Mianhae..!" Dengan kalap, Kim Appa membombardir Kyuhyun dengan pernyataan bersalah dan penghinaan terhadap dirinya sendiri.

"Jinjja? Appa yang pikun?" Ujar Kyuhyun dengan raut menyeringai.

"Ne! Appa yang pi-... Yah! Kau berani mengerjai Appa mu ini, eoh?! Anak kurang ajar! Dasar anak setan!" Teriak Kim Appa setelah sadar ia telah dibodohi oleh Kyuhyun. Heechul sedang membekap mulut Eunhyuk yang hendak tertawa lantang. Sedangkan Jaejoong tertawa pelan serta menutup mulutnya dengan anggun. Dilain pihak, Junsu sendiri sedang menutup mulutnya dibantu oleh Kim Umma, menahan tawanya yang sudah diujung lidah.

Jangan heran, Kim Appa memang menyuruh mereka untuk memanggilnya Appa, mulai dari anak kandungnya, hingga Eunhyuk dan Kyuhyun.

"Mian, Appa.. Habis kita terlalu serius daritadi. Kan Kyu jadi bosan... Jadi 2 hari lagi kita bertemu Cassie? Boleh kita undang mereka ke ulang tahunku? Siapa tahu Heechul hyung bisa dapat jodoh, kan kasihan kalau nanti jadi perawan tu-.. Ups!"

Pertarungan iblis dimulai...

Teng!

Teng!

Teng!

"Perawan tua katamu?! Kau kira aku sudah nenek-nenek hah?! Siapa suruh kau lemot sekali lahirnya?!" Jerit Heechul murka dan tidak terima dikatai oleh maknae evil satu itu.

"Aniyo! Perawan tukang marah maksudku!" Uh-oh.. Kau mencari gara-gara, Kyu..

"Diam kau maknae setan! Aku tidak marah! Dan aku tidak akan menjadi perawan tua!" Heechul bersiap melempar piringnya kearah Kyuhyun. Sedangkan Eunhyuk sudah berpelukan dengan Junsu, harap-harap-cemas dengan kejadian berikutnya.

Tiba-tiba angin dingin berhembus. Dinginnya bahkan bisa menusuk tulang. Elf menguasai sihir air, es, angin dingin, dan sebangsanya. Sedangkan api, bara, cahaya, angin yang panas, dan lainnya milik Cassie.

Serentak semua menoleh kearah Kim Umma, namun, bukan. Kim Umma hanya makan dengan tenang sambil sesekali tersenyum. Pandangan mereka pun bergeser ke arah Jaejoong. Dan, voila! Jaejoong sedang menatap Heechul dengan dingin, serta tangannya berbentuk seperti orang habis menjentikkan jarinya (ngerti kan?)

Ratu iblis dikenal sebagai Heechul, namun Ratu iblis sesungguhnya bukanlah Heechul, yang notabene pemimpin Elf yang baru. Jaejoonglah ratunya. Ia dapat menjadi sedingin es, atau semenghanyutkan air. Ia dapat menjadi sekaku es, atau selembut aliran air. Jangan membuat ia marah, tak segan ia menghukum keluarganya sendiri jika mereka mulai saling menyakiti dengan keterlaluan. Jaejoong benci pertikaian yang mulai berbahaya.

"Coba kau lempar piring itu, Kim.." Suaranya lembut namun tatapannya sedingin es dan setajam pisau.

"Coba dan kubekukan hidupmu..." Lanjutnya dengan kalem, tatapannya tak berhenti menusuk Heechul.

Kesunyian... Bahkan Kim Appa & Umma sudah tak bisa berkutik jika begini. Satu-satunya jalan adalah menyadarkan Jaejoong dengan meminta maaf atau menuruti ucapannya. Yah, satu-satunya untuk saat ini, untuk berikutnya, baca saja FF ini untuk chapter-chapter kedepan #plak.

Menyadarkan? Ya, kalian tak salah baca. Jaejoong bagai memiliki beberapa kepribadian, yang mana dia sendiri sadar jika ia berpindah dari satu ke kepribadian lainnya. Namun, perpindahan itu tidak bisa dicegahnya, apalagi kepribadian itu memiliki jalur pikiran yang lain-lain. Jika Jaejoong dalam mode normal, atau kepribadian yang dominan pada kehidupan sehari-harinya memiliki kesadaran yang kuat, maka ia akan kembali normal.

Kesamaan kepribadian-kepribadian itu adalah mereka akan memiliki perasaan yang sama. Jadi ketika ia marah, maka kepribadian yang mendominasi kemarahan akan muncul, jika ia sedih, kepribadian lain yang muncul, begitu pula dengan setiap perasaan Jaejoong. Tetapi tidak semua kepribadian itu begitu berbeda, hanya kepribadian kemarahan dan kecemburuan yang begitu kontras dengan kepribadian lainnya, seperti saat ini. Dan ya, hanya Jaejoong satu-satunya yang seperti itu di masa ini.

"Jaejoongie.. Mianhae.. Aku tidak akan mengulanginya.. Jebal, sadarlah.." Heechul meletakkan piringnya dan menatap Jaejoong dengan memelas. Ratu iblis pun takluk dengan Jaejoong.

Tiba-tiba tatapan Jaejoong memudar dan matanya sayu, kemudian terpejam sejenak. Ketika terbuka tatapannya sudah menjadi tatapan mata doe yang berbinar jenaka.

"Eoh? Heechul hyung, mianhae... Joongie begitu lagi..." Ujarnya penuh penyesalan. Uri Jaejoongie kembali normal.

Helaan nafas lega terdengar dari seluruh makhluk bernafas disana. Sungguh, tak perlulah kejadian di masa kanak-kanak, ketika Jaejoong belum mampu mengendalikan kepribadiannya, terulang lagi hari ini. Istana bagai diterjang angin topan dan badai, kemudian ditenggelamkan ke lautan lepas. Kacau!

"Ne, gwaenchana.. Hyung juga minta maaf, perbuatan hyung tadi sampai memicumu seperti itu, mianhae ne.." Heechul yang tadi berdiri, kini terduduk lemas ke bangkunya, lega.

"Jja.. Lusa Kyuhyunnie ulang tahun, kita undang para Cassie kesini, ne? Kita buka jembatannya dengan lebar, arraseo?" Ucapan Kim Appa mengembalikan fokus semua anggota kerajaan kepada pokok pembahasan tadi, sebelum semua kericuhan dimulai.

"Nde, Appa!" Teriak semuanya bersemangat. Dan mereka sibuk membicarakan apa yang akan digunakan, bagaimana harus bersikap, apa saja yang akan dilakukan, membayangkan bagaimana para Cassie itu, dan lain sebagainya.

_YJ_

Siang itu, di istana Cassie. Seorang namja tegap sedang melangkah cepat, membelah lorong-lorong kerajaan yang menjulang tinggi. Wajahnya datar, tanpa ekspresi yang berarti. Hei! Bukannya Cassie memiliki sayap? Yeah, memang mereka memiliki sayap berwarna merah darah kehitaman, bahkan sayap yang besar dan megah. Saking besarnya hingga dapat menyakiti makhluk lain jika digunakan di dalam ruangan. Dan begitu kuat hentakannya hingga dapat menggores dinding-dinding istana.

Cassie itu, adalah Yunho. Sang pemimpin istana Cassie saat ini menggantikan Jung Appa. Ia menghentikan langkahnya di hadapan pintu berwarna emas yang besar, mendorongnya pelan hingga pintu itu terbuka lebar, menunjukkan isi ruangan yang ternyata adalah ruangan bersantai, dengan sofa-sofa yang lebar, rak-rak buku, bahkan kulkas yang besar. Kurasa kau tau itu milik siapa kan?

"Annyeong, hyung! Kau mau ini?" Sapa Changmin dari depan kulkas yang terbuka, menawarkan makanan-makanan koleksinya.

"Tidak terima kasih, Min. Simpan untukmu sendiri." Tolak Yunho sambil tersenyum tipis. Ya, kau tidak salah baca. Yunho memang lembut jika berhubungan dengan keluarganya. Hanya dari luar saja ia tampak kaku, imej katanya.

"Karena Yunho sudah datang, Appa bisa mulai bicara sekarang. Duduklah dan fokus kemari." Perintah Jung Appa yang mendapat tanggapan positif dari seluruh anak-anaknya. Sama seperti Kim Appa, Jung Appa pun tak membeda-bedakan anak kandungnya dengan keponakan dan sahabat anaknya.

"Jadi, ulang tahun peralihan anggota kerajaan Elf yang termuda adalah 2 hari lagi. Yang artinya, pada hari itu, ia genap berusia 22 tahun, ia akan memasuki masa dewasa. Maka, kalian, penerus kaum Cassie, diperbolehkan untuk menemui para penerus kaum Elf. Jembatan penghubung akan dibuka, pesta diselenggarakan besar-besaran, dan Elf akan menunjukkan pesonanya, selayaknya kalian pula."

"Yatta! Bisa bertemu Elf seksi nan cantik!" Teriak Yoochun sambil melonjak dari sofa, kegirangan nampaknya.

PLAK

"Mesum sekali pikiranmu!" Jitakan Hankyung mendarat dengan mulus di tengkuk Yoochun.

"Appo! Hyung, kau tega!"

"Cukup! Persiapkan diri kalian, 2 hari lagi pukul 4 sore, jembatan dibuka. Kita akan berangkat bersama-sama pada pukul 5." Jung Appa melanjutkan pengumumannya, menghentikan perdebatan Yoochun dan Hamkyung.

"Ah, waeeee ~ ..? Lebih cepat lebih baik, Appa!" Protes Yoochun. Kurasa kalian mengerti maksudnya kan? Agar ia dapat menggoda para Elf itu lebih cepat.

"Karena pestanya mulai pukul 5, pabo! Aigo, dasar anak mesum!" Jung Appa hanya bisa mengusap wajahnya dengan frustasi, meratapi nasibnya memiliki anak yang aneh-aneh.

"Ah.. Arraseo, Appa.. Kita berangkat pukul 5 kurang 5 menit saja, eotte?"

"Yoochun..." Tegur Yunho kalem. Namun matanya menatap tajam sang adik.

"O-oh! Jam 5 saja deh! Hehehehe" Tawa canggung terdengar dari bibir Yoochun yang nampak gelisah ditatap sedemikian rupa.

"Ada pertanyaan?" Tanya Jung Umma kali ini, setelah terdiam cukup lama.

"Berapa penerus Elf yang ada untuk dipasangkan dengan kami?" Tanya Donghae, walaupun ia teman Yoochun, namun nampaknya ia belum menunjukkan tanda-tanda playboy nya dihadapan Jung Appa dan Umma.

"Ada 5, sama seperti jumlah kalian. Jadi pastikan jangan berebut ne?"

"Arraseo, Umma.. Bisa beritahu kami nama dan ciri-cirinya? Kami cukup penasaran." Tanya Donghae lagi. Kami? Nampaknya hanya Donghae yang menanyakannya, namun nyatanya, Yoochun sudah main mata dengan Donghae, memberi kode untuk mengorek informasi sebanyak-banyaknya.

"Kim Heechul yang glamor, Kim Jaejoong yang elegan namun tak terduga, Kim Junsu yang aktif dan unik, Lee Hyukjae atau Eunhyuk yang bersemangat, dan Cho Kyuhyun yang jahil dan evil, sepertimu Changmin! Pastikan Changmin memilih yang lain selain Kyuhyun, karena duo setan akan menyulitkan semua golongan!" Jelas Jung Appa, nampaknya beliau tidak tahu saja, couple FF ini adalah ChangKyu.

"Mendengar perkataan Appa, sungguh aku jadi tertarik pada Elf bernama Kyuhyun itu. Hihihi." Gumam Changmin sambil menyeringai halus.

_YJ_

Dua hari kemudian, pukul 3 sore.

Tok tok tok

"Kyuhyunnie.. Aku masuk ya?" Tanya Eunhyuk seraya membuka pintu kamar Kyuhyun.

"Kau pakai baju apa nanti? Apa kau sudah bersiap-siap? Bisa bantu aku memilih ba-.. HUWAA! APA YANG TERJADI PADAMU?!"

Keadaan kamar kacau balau! Pakaian-pakaian tergeletak begitu saja, bahkan ada bokser yang teronggok manis di atas lemari. Mulai dari kaos, kemeja, tuksedo, celana, sepatu, kaus kaki, ikat pinggang, kemeja lagi, jas formal, dan kemeja lagi, bahkan gaun! Semuanya terlempar kesana kemari, pintu lemari terbuka lebar, dan ada Kyuhyun yang terduduk lemas di depan lemari, tangannya ia ayun-ayunkan, membuat hembusan angin untuk menyibak lembaran-lembaran pakaian di dalam lemari agar keluar ke hadapannya. Jika dirasanya tak sesuai, diarahkannya telunjuk tangannya ke belakang, membuat anginnya melempar pakaian itu entah kemana. Dan kegiatan itu berulang-ulang.

"K-kyuhyun! Sabar! Mau kubantu?" Kepanikan terlihat jelas di raut Eunhyuk. Apalagi wajah Kyuhyun yang menunjukkan ekspresi hopeless, tampak kosong dan frustasi.

"Percuma, hyung. Aku tak pandai berdandan. Takkan ada Cassie yang tertarik pada evil sepertiku..." Jawab Kyuhyun lesu dengan sangat OOC.

"A-ah.. H-Heechul hyung! Jaejoong hyung!" Jerit Eunhyuk panik sambil berlari-lari ditempat, kemudian berlari keluar kamar, kembali lagi ke dalam, berputar-putar, hingga akhirnya terpeleset gaun yang entah darimana munculnya.

BRUK

"A-aw!"

"Hati-hati, hyung.. Kau harus mencari Cassie malam ini... Tak sepertiku yang akan sendirian selalu..." Ujar Kyuhyun tertawa sedih, nampaknya ia merasa bahwa takkan ada yang menyukainya. Hal-hal seperti itu wajar disini, masa peralihan remaja ke dewasa memang seperti masa puber bagi kaum mereka. Hormon-hormon tak seimbang, perasaan-perasaan aneh mulai muncul, perubahan-perubahan nyata mulai terlihat.

BRAK

Pintu terbanting keras.

"Wae, wae, wae? Ada apa kau berteriak, Hyukjae?!" Heechul yang panik bahkan melupakan bahwa ia masih memakai rol rambut.

"Omo! Kyuhyunnie! Eunhyukkie! Gwaenchana?! Apa yang terjadi disini?!" Jerit Jaejoong, melupakan eye-liner yang masih dipegangnya, untung belum digoreskannya pada wajahnya.

"Kyuhyun, Kyuhyun! Ia mengalami down!" Lapor Eunhyuk dalam keadaan masih terjengkang.

Swish swush

Angin-angin kuat berdatangan, membuka jalan kearah Kyuhyun, menyingkirkan baju-baju yang tergeletak. Rupanya Heechul yang melakukannya. Di belakangnya, Jaejoong menggerakkan angin-angin miliknya, melipat pakaian-pakaian itu dengan rapi dan menyusunnya diatas meja.

"Aigo.. Kyuhyunnie... Jangan khawatir, sayang.. Kudengar Cassie juga memiliki anak yang sama evilnya denganmu.. Siapa tahu ia tertarik dan menyukaimu? Lalu kalian akan menjadi partner-in-crime? Eotte? Joha ne?" Hibur Heechul persis seorang ibu-ibu. Ia memeluk maknaenya dengan sayang, berharap dapat menenangkan kegelisahan Kyuhyun.

"Nde, Heechul hyung benar.. Kau menarik dengan caramu sendiri! Jangan khawatir ne! Yang Joongie takutkan malah Joongie nggak dapet pasangan karena semua ngeliatin Kyuhyunnie.. Kan Joongie aneh, kepribadian-kepribadian Joongie pasti menakutkan buat mereka... Uh, Joongie jadi sedih.." Kepribadian manja Jaejoong muncul, membuatnya memanggil dirinya dengan Joongie, mengubah nada bicaranya, mengganti kosakatanya, dan mempoutkan bibirnya.

"Jinjja, hyungie? Pasti ada yang suka dengaku?"

"Nde!" Sahut keduanya kompak.

"Kajja! Heechul sang diva akan membantumu berdandan!"

"Dan Jaejoong sang trend setter akan memilihkan pakaianmu!" Kepribadian Jaejoong dapat berubah-ubah dengan cepat, jadi jangan terkejut jika Jaejoong akan berbeda dari waktu ke waktu.

"Lalu aku bagaimana?" Protes Eunhyuk yang masih terjengkang.

"Ah, bagaimana kalau kita berdandan disini semua? Suruh Junsu kemari!" Perintah Heechul pada Eunhyuk.

"Jangan lupa suruh Junsu-ie bawa lemari kita semua ne!" Lanjut Jaejoong. Jangan heran, mereka memiliki kekuatan angin kan? Tak sulit bagi mereka untuk membawa sebuah lemari. Tinggal dilayangkannya dan selesai.

"Arraseo! Perbudak aku saja terus!" Gerutu Eunhyuk sambil berjalan keluar ruangan. Tak lama terdengar teriakannya yang memanggil Junsu.

Berikutnya mereka sudah heboh di kamar Kyuhyun, berdandan, berganti baju, memakai aksesoris, bercanda, menggoda, dan mendandani satu sama lain. Persis seperti gadis-gadis muda -_-

TBC

HEY! Aslinya chap ini 2x lipatnya yang sekarang.. Tapi karena LiZz takut kepanjangan, jadi LiZz bagi 2 aja. Jadi ini chap 2, yg brikutnya chap 3. (Biar keliatan banyak =_=)

Mianhae, kalau humornya garing, fantasy nya kurang keren, dan FF nya kurang memuaskan.. LiZz juga manusia, author amatir, bukan murid sekolah psikologi atau bahasa (hubungannya apaan?)

Maafkan typos juga.. Ini LiZz ngetik dari iPhone, jadi jari-jari pada rebutan tempat. Enggak lega kayak di laptop. Mian kalau ada salah penulisan. LiZz ngetik FF dulu di tab, lalu sekarang di iPhone. Lama-lama makin kecil -...-

Mind to review? Kasih ide, usulan, kritik, saran.. Silakannn...